Devotion

Behind the Scenes

image

SCRIPTURE
1 Samuel 16:7  Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.

1 Samuel 16:7  BIS
Tetapi TUHAN berkata kepada Samuel, “Janganlah kau terpikat oleh rupanya yang elok dan tinggi badannya; bukan dia yang Kukehendaki. Aku tidak menilai seperti manusia menilai. Manusia melihat rupa, tetapi Aku melihat hati.

1 Samuel 16:7  NIV
But the LORD said to Samuel, “Do not consider his appearance or his height, for I have rejected him. The LORD does not look at the things man looks at. Man looks at the outward appearance, but the LORD looks at the heart.

1 Samuel 16:7  MSG
But GOD told Samuel, “Looks aren’t everything. Don’t be impressed with his looks and stature. I’ve already eliminated him. GOD judges persons differently than humans do. Men and women look at the face; GOD looks into the heart.

OBSERVATION
Dari ayat ini saya mendapatkan beberapa hal penting:
1. Kita sebagai manusia seringkali terjebak menilai seseorang dari tampilan luar. Kita mudah tertarik dan terpesona dengan tampilan luar yang seringkali menipu kita.

Kalau kita lihat ayat ini bahkan seorang nabi, seorang yang sangat rohani seperti samuel pun tidak kebal dengan sistem penilaian ini. Dia juga terjebak dengan penampilan luar,  apa yang bisa dilihat oleh matanya.

2. Tuhan tidak menilai seperti cara kita menilai. Bukan apa yang dilihat manusia yang dilihat Tuhan. Tuhan melihat hati,  manusia melihat tampilan luar (outward appearance)

Dari sini kita bisa melihat betapa jauhnya dan bedanya standar penilaian kita dengan penilaian Tuhan. Penampilan luar, performance, kharisma, gaya, bisa saja menipu kita, oleh karena itu Tuhan tidak pernah menjadikan apa yang bisa dinilai dari luar menjadi standar penilaiannNya.

Tuhan tidak tertarik bahkan tidak dapat dipengaruhi oleh apa yang dapat kita tampilkan di luar, tetapi Dia tertarik dengan bagaimana kita berurusan dengan apa yang tidak tampak dari luar yaitu hati kita. Dia tertarik dengan bagaimana cara kita mengelola, memelihara dan menjaga hati kita. Dia tidak melihat kharisma kita tetapi karakter kita, tidak melihat performance kita tetapi integritas kita.

3. Apa yang tampak dari luar tidak serta merta mewakili apa yang ada di dalam. Apa yang ada di dalam selalu lebih berharga dari apa yang ada di luar.

Saya rasa salah satu alasan mengapa Tuhan tidak berkenan kepada tampilan luar tetapi apa yang ada di dalam hati adalah karena apa yang tampak dari luar belum tentu merepresentasikan apa yang ada di dalam. Tetapi apa yang ada di dalam pasti akan dipresentasikan keluar. Mau dibungkus dengan tampilan output yang sangat mengesankan sekalipun, one day apa yang ada dalam pasti akan terkuak keluar. Ingat bukan bungkusan kado yang membuatnya berharga tetapi apa yang dibungkus di dalamnya. Apa yang ada di dalam selalu lebih berharga dari apa yang ada di luar.

Kalau kita pernah melihat “behind the scene” dari sebuah film di jaman sekarang ini kita tahu bahwa setiap aksi yang kita lihat di film tersebut ternyata tidak begitu di keadaan sebenarnya. Semua ledakan, mobil yang hancur, tembakan peluru, bangunan yang rusak ternyata semuanya hanyalah hasil editan para animator dengan teknologi animasi yang sangat berkembang sekarang ini. Dalam keadaan sebenarnya tidak pernah terjadi ledakan itu semua hanyalah efek animasi. Well well mulai mengerti apa yang saya maksud? Apakah kita puas dengan hidup yang penuh editan yang tidak sebenarnya.

4. Kita tidak dapat menyembunyikan apa yang ada di dalam hati kita karena itu terbuka di mata Tuhan.

Jangan pernah berusaha membuat Tuhan impress dengan apa yang tampak dari luar. Fokuslah membangun hati, jangan punya hati editan, punyalah hati yang genuine karena dari hatilah berawal kehidupan. Amsal 4:23 berkata “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Kalu hati kita tidak kita jaga dengan baik maka bukan kehidupan yang kita pancarkan tetapi sebaliknya kematianlah yang kita pancarkan. So berhati-hatilah jagalah dengan penuh kewaspadaan.

APPLICATION
Fokuslah membangun bukan reputasi yang bisa dilihat orang tetapi bangunlah hati kita, karakter, integritas kita. Bangun apa yang tidak tampak dari luar. Stop punya hati editan.

PRAYER
Tuhan aku mau menjaga hatiku lebih dari apapun karena ku tahu disanalah terpancar kehidupan. Murnikan hatiku dihadapanMu. Dalam nama Yesus. Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s