Bab 4. Kriterium Potensi Kepemimpinan

image

Bilangan 13:2
Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka.”

Kebanyakan orang mempunyai sifat-sifat  pembawaan yang terpendam dan belum dikembangkan, tetapi karena tidak pernah menganalisa diri sendiri, maka mereka kurang mengenal diri sendiri, sehingga sifat-sifat itu dapat lama sekali tetap tidak diketahui.

Di bawah ini kita akan dapat melihat pertanyaan demi pertanyaan yang membantu kita menganalisa potensi kepemimpinan dalam hidup kita:

#Apakah anda pernah menghentikan satu kebiasaan buruk?
Untuk dapat memimpin orang lain, kita harus mampu menguasai diri sendiri lebih dahulu. Singkatnya kita hanya dapat memimpin sejauh mana kita dapat memimpin diri kita sendiri.

#Apakah anda dapat mengendalikan diri kalau terjadi kesulitan?
Seorang pemimpin yang tidak dapat mengendalikan diri sendiri dalam keadaan yang sulit kurang dihormati orang dan kehilangan pengaruh. Ia harus bersikap tenang dalam keadaan krisis dan tabah menghadapi perlawanan dan kekecewaan.

#Apakah anda dapat berpikir sendiri?
Seorang pemimpin boleh saja sepenuhnya memanfaatkan pikiran orang lain, tetapi janganlah hendaknya ia membiarkan orang lain berpikir untuk dia atau mengambil keputusan untuk dia.

#Dapatkah kita menerima kritik secara objektif dan tetap tidak goncang karenanya?

#Dapatkah anda mengubah kritik menjadi sesuatu yang menguntungkan?
Orang yang rendah hati dapat menarik keuntungan dari kritik yang picik dan bahkan yang penuh kedengkian sekalipun

#Dapatkah anda memanfaatkan kekecewaan secara kreatif?

#Apakah orang lain bersedia bekerja sama dengan anda dan apakah mereka menaruh hormat dan kepercayaan kepada anda?

#Apakah anda memiliki kemampuan untuk mewujudkan disiplin tanpa harus menunjukkan kekuasaan?
Kepemimpinan yang sejati merupakan sifat batin dari roh dan tidak perlu memamerkan kekuatan luar.

#Apakah anda memenuhi syarat untuk menerima ucapan bahagia dalam Kotbah di bukit mengenai seorang pendamai?
Lebih mudah memelihara perdamaian daripada memulihkan perdamaian yang sudah hancur. Salah satu fungsi penting salam kepemimpinan adalah mendamaikan, yaitu kemampuan untuk menemukan titik persesuaian antara dua pandangan yang bertentangan, lalu mengajak kedua pihak untuk menerimanya.

#Apakah anda dipercaya untuk menangani situasi yang sulit dan peka?

#Dapatkah anda mengajak orang melakukan sesuatu yang biasanya tidak mau mereka lakukan?

#Dapatkan anda menerima tentangan terhadap pandangan atau keputusan anda tanpa memandang hal itu sebagai penghinaan terhadap pribadi anda dan bereaksi sebagaimana mestinya?
Para pemimpin pasti mendapat tentangan tetapi mereka tidak boleh tersinggung karenanya.

#Apakah anda mudah bergaul dan bersahabat dengan orang?
Lingkungan teman-teman anda yang setia merupakan peunjuk mengenai mutu dan luasnya kepemimpinan anda.

#Apakah anda terlalu bergantung pada pujian atau persetujuan orang lain?
Dapatkah anda memegang suatu sikap dengan teguh meskipun tidak disetujui orang bahkan untuk sementara anda tidak dipercaya?

#Apakah anda merasa tenang di depan atasan-atasan anda atau orang-orang yang tidak anda kenal?

#Apakah orang-orang bawahan anda merasa tenang di depan anda?
Seorang pemimpin harus memberikan kesan pengertian yang simpatik dan bersahabat yang menyebabkan orang lain merasa tenang

#Apakah anda benar-benar menyukai orang? Orang dari pelbagai macam sifat dan ras?

#Apakah anda pilih kasih terhadap beberapa orang?

#Adakah prasangka rasial yang tersembunyi?
Orang yang tidak suka bergaul tidak mungkin menjadi pemimpin yang baik.

#Apakah sikap anda bijaksana?

#Dapatkah anda memperkirakan akibat yang mungkin ditimbulkan oleh suatu pernyataan yang akan anda keluarkan?

#Apakah anda memiliki kemauan yang teguh dan tetap?
Seorang pemimpin tidak akan mempertahankan kedudukannya jika ia terombang-ambing.

#Apakah anda suka menaruh dendam atau apakah anda siap memaafkan orang yamg melukai hati anda?

#Apakah anda cukup optimis?
Pesimis bukan merupakan suatu modal bagi seorang pemimpin.

#Apakah anda dicekam oleh suatu kerinduan seperti halnya dengan Paulus yang berkata, “Tetapi ini yang aku lakukan”?
Tekad yang bulat seperti itu akan memusatkan segala tenaga dan daya pikir kita pada tujuan yang ingin kita capai.

#Apakah anda bersedia memikul tanggung jawab?

#Apakah kegagalan orang lain menjengkelkan  atau menantang kita?

#Apakah kita memakai atau membina orang lain?

#Apakah kita memerintah orang atau membangun orang?

#Apakah kita mengkritik atau memberi dorongan?

#Apakah kita menghindari diri dari orang-orang yang menyulitkan ataukah kita memberi perhatian kepada mereka?

Analisa ini jangan cuma dianalisa secara dangkal namun harus kita manfaatkan hasil analisa ini untuk membantu kita menanggulangi beberapa kelemahan dan kegagalan yang kita sadari. Kita dapat bekerja sama dengan Roh Kudus yang adalah Roh disiplin dan berusaha untuk menguatkan atau memperbaiki kepemimpinan kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s