Devotion

Jangan Berdalih!

image

SCRIPTURE
Lukas 14:15-24
Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.”
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.
Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.
Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”

OBSERVATION
Diceritakan bahwa Ada seseorang yang mengadakan perjamuan besar (dalam matius 22 dikatakan sebagai raja) dan ia mengundang banyak orang. Namum ketika semua persiapan sudah selesai, beberapa orang kemudian datang dan meminta maaf karena tidak bisa datang (ay.18). Dalam terjemahan NIV, kata minta maaf diartikan sebagai “membuat alasan” Luke 14:18 NIV  “But they all alike began to make excuses.

Di jaman itu menolak sebuah jamuan makan besar dari orang yang besar adalah seperti memberi tamparan pada pipi, tindakan yang kasar. Itulah sebabnya sang tuan rumah dikatakan murka/marah (ay. 21)

Alasan ibaratnya hadiah yang dibungkus dengan kebohongan. Kalau kita benar-benar melihat alasan yang diberikan semua itu hanyalah akal bulus belaka. Coba mari kita lihat 3 alasan ini.

#1. “Aku harus mengurus urusanku” (I’ve got to take care of my stuff)

Yang pertama orang yang beralasan ia harus melihat ladang yang telah dibeli olehnya. Padahal guys kalau logikanya itu mana mungkin kita mau membeli sesuatu yang belum kita lihat apalagi ini soal tanah. Pria ini adalah gambaran dari orang-orang yang begitu dikuasai/dikendalikan oleh hartanya. Mereka menghabiskan hidup mereka untuk membeli lebih banyak dan lebih banyak barang, dan kemudian mereka harus menghabiskan seluruh waktu mereka untuk menjaga dan memelihara dan menggunakan semua barang-barang mereka.

Yesus berkata dalam Lukas 12:15  Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

#2. “Pekerjaanku membuatku sibuk” (My job keeps me top busy)

Perjamuan besar pada jaman itu biasanya diadakan pada malam hari bukan pada jam kerja. So orang yang beralasan telah membeli 5 pasang lembu kebiri dan mau mencobanya tentu saja adalah sebuah kebohongan besar. Mana mungkin dia bekerja dengan memakai lembu-lembu itu di malam hari bukan?. Ini merupakan gambaran dari orang-orang yang begitu disibukkan oleh pekerjaan mereka, kesibukan memakan habis waktu mereka untuk beristirahat? Orang yang sukses diberkati tetapi kemudian akhirnya tidak punya waktu lagi untuk melayani Tuhan.

#3. “Keluargaku membuat aku sibuk” (My family takes up my time)

Ini juga adalah alasan yang kosong, bukankah kalau undangan diberikan kepada seaeorang artinya itu juga diberikan kepada pasangannya yang baru dinikahinya. Sebenarnya undangan itu untuk mereka berdua. Bukankah di pesta itu malah dia bisa punya kesempatan bagus untuk memperkenalkan pasangan yang baru dinikahinya kepada banyak orang.

Meluangkan waktu bersama keluarga adalah usaha yang mulia bahkan bagi saya ini adalah prioritas no 2 setelah Tuhan. Ini adalah hal yang lebih baik untuk diinvestasikan dari pekerjaan maupun dengan kesibukan sendiri. Tetapi keluarga juga biasa saja menjadi penghalang kita untuk mengikuti Tuhan.

Lukas 14:26 TB
“Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Lukas 14:26 BIS
“Kalau orang datang kepada-Ku, tetapi lebih mengasihi ibunya, bapaknya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, malah dirinya sendiri, ia tidak bisa menjadi pengikut-Ku.

Tetapi Kita tidak bisa mengikuti Tuhan sebelum kita bisa mengasihiNya lebih dari kita mengasihi orang tua dan saudara-i kita.

APPLICATION
Membuat alasan adalah kebiasaan buruk yang berkembang dalam hidup orang yang suka melarikan diri dan yang tidak berani menghadapi kenyataan. Orang-orang memberikan alasan jika mereka gagal melakukan seperti yang diharapkan. Mereka juga menggunakan alasan untuk membenarkan diri mereka sendiri.

Banyak hal yang menjadi alasan bagi kita untuk tidak melakukan sesuatu yang berupa kebohongan yamg terbungkus rapi dengan pembungkus kado. Contohnya: kalau kita telat datang kantor, sekolah, kampus maka ada aja alasan yang begitu kreatif yang bisa kita kemukakan sehingga spertinya melegalkan apa yang kita lakukan tersebut.

Kita bisa saja membuat alasan yang berlimpah tetapi suatu hari semua “alasan” yang kita berikan untuk tidak datang pada Tuhan dan melayani Dia akan menjadi alasan kosong. Berhentilah membuat alasan ketika kita mau dipanggil oleh Tuhan.

Dari renungan ini ada 2 hal yang menjadi tugas kita:
#1. Kita harus pergi dan memberikan undangan

Memberitakan injil dan jangan pilah pilih suku, daerah, dll. tetapi kepada semua orang di area dimana kita dipercayakan.

Andrew murray mengatakan hanya ada 2 macam orang Kristen: Pemenang Jiwa dan Murtad. Artinya jika kita sebagai orang percaya tidak memenangkan jiwa itu artinya kita murtad

Matius 12:30
Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

Lukas 11:23
Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.

#2. Menjangkau sampai surga penuh

Tidak ada batas minimal berapa orang yang harus kita sampaikan injil. Artinya selwma kita masih hidup, hiduplah untuk memberi buah. Setelah putaran pertama para pelayan kembali dan berkata “masih ada tempat” (ay. 22). Lalu Raja itu mengutus mereka keluar lagi da berkata “Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada disitu, masuk, karena rumahku harus penuh.”(ay.23).

Mari Masuk dalam perjamuan itu

Ayo masuk bukan dengan pakaian compang camping tapi pakailah pakaian pesta. Pakaian pesta itu adalah hidup baru, lahir baru (metanoia-pertobatan). Kalau masih ada hal-hal yang menjadi penghalang kita untuk melakukan panggilanNya dalam hidup kita ayo segera tinggalkan jangan buat dalih lagi, jangan buat alasan. Jangan pernah aneh ketika kita berpakaian pesta di tengah-tengah orang yang berpakaian compang camping, karena kita tahu untuk apa, dan mau kemana kita berpakaian seperti itu. Ke Perjamuan Anak Domba 🙂

PRAYER
Mari kita berdoa agar kita punya sikap hati yang taat, yang berkata “siap laksanakan!” Pada setiap perintahNya. Sadari ada tugas panggilan untuk menjangkau jiwa yang terhilang. Dan jangan buat alasan untuk tidak melakukannya. Ayo. SurgaNya harus penuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s