You learn more at a funeral than at a feast

image

SCRIPTURE
Pengkhotbah 7:2 
Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.

Ecclesiastes 7:2 NIV
It is better to go to a house of mourning than to go to a house of feasting, for death is the destiny of every man; the living should take this to heart.

Ecclesiastes 7:2  MSG
You learn more at a funeral than at a feast–After all, that’s where we’ll end up. We might discover something from it.

OBSERVATION
Ayat di atas menarik, mengapa jauh lebih baik datang ke rumah duka daripada ke rumah pesta? Karena dari sana kita akan belajar bahwa one day kita akan menjalani hal yang sama. Kita akan menjalani hidup lebih bijaksana kalau kita mempehatikan hal ini. Setiap kita sudah mempunyai nomor urut kapan kita akan menjalaninya. Dan ayat ini mengajarkan kita yang masih hidup untuk memperhatikannya.

Kemaren malam saya dan beberapa teman menghadiri ibadah penghiburan dari salah satu jemaat di gereja kami. Dan Pdt. Nico sebayanglah yang mensharekan Firman Tuhan kepada kami semua.

Dalam sharenya saya tertarik dengan analogi kelahiran dan kematian. Dikatakan sebelum kelahiran terjadi biasanya orang tua dari sang bayi pun akan mempersiapkam semuanya untuk kelahiran sang bayi. Mempersiapkan perlengkapan bayi, mempersiapkan nama, mengecheck kehamilan secara rutin, bahkan sudah mempersiapkan uang persalinan yang akan digunakan.

Begitu juga dengan kematian, beberapa suku di sumatera ini misalkan saja suku batak dan karo dalam menghadapi akhir hidupnya ada beberapa orang yang juga sudah mempersiapakan segala sesuatunya sebelum Tuhan memanggil dia. Selagi hidup Dia sudah mempersiapkan kuburannya dimana, peti matinya, bahkan uang untuk acara adat pemakamannya juga telah disiapkan.

Nah seringkali kita sebagai manusia hanya mempersiapakan segala sesuatu secara lahiriah saja. Kalau tadi sebelum meninggal banyak hal secara fisik yang bisa dipersiapkan, namun pertanyaannya apakah dia juga sesibuk itu untuk mempersiapkan hal-hal yang rohani yang tidak kelihatan namun bersifat kekal itu? Persiapan rohani sangat penting.

Setiap kali datang ke rumah duka, saya diingatkan akan betapa singkatnya waktu yang bisa kita miliki untuk melayani Tuhan di dunia ini. Kata Firman Tuhan dalam Mazmur 90:10  Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun,…; Yakobus 4:14  …Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Singkat sekali jika dibandingkan dengan kehidupan setelah kematian yang akan kita lalui dalam kekekalan.

APPLICATION
So ketika kira menyadari betapa singkatnya kita hidup di dunia ini. masih adakah waktu yang kita habiskan dengan percuma? Atau untuk kita nikmati unuk kepentingan kita sendiri? Milikilah prinsip Mati adalah keuntungan, kalau masih hidup berarti berbuah untuk Kristus.

Kalau hidup kita yang singkat ini dijadikan dalam bentuk film dalam kepingan dvd, semua apa yang kita lakukan baik di tempat yang rami, maupun tempat yang tersembunyi, waktu kita diluar rumah maupun di dalam rumah terekan di dalam dvd itu. Yang menjadi perenungan kita apakah film tentang kita akan menjadi tontonan yang membanggakan Tuhan ketika menontonnya? Apakah kita merasa bangga dan berkata semua itu karena Tuhan ketika orang lain juga ikut menontonnya? Atau malah kita menutup muka kita seraya tertunduk malu karena apa yang bisa kita pertontonkan hanyalah tontonan yang buruk? Mari berikan seluruh hidupmu Impactors kepada Tuhan.

Ayo coba check jadwal kegiatan kita selama ini berapa banyak porsi waktu yang kita pakai untuk kepentingan kita sendiri dan berapa porsi waktu yang kita pakai untuk memuliakan, melayani Tuhan. Ingat melayani diaini bukan serta merta di gereja tetapi apapun yang kita lakukan dengan segenap hati unuk Tuhan.

Bayangkan kalau kita diberitahu besok kita akan meninggal, coba rancancangkan kegiatan selama satu hari yang akan kita lakukaan di hari terakhir kita hidup ini. Nah apa yang akan kita lakukan biasanya adalah hal-hal yang sangat penting dan berarti bagi kita ya kan? Mungkin kita akan seharian menemao orang tua kita, keluarga kita, meminta maaf kepada teman, sahabat bahkan juga kepada musuh-musuh kita. Kita mungkin akan segera mencari 1 jiwa yang terhilang dan menceritakan tentang pribadi Yesus kepadanya karena kita belum pernah melakukannya selama ini. Mungkin akhirnya kita akan datang ke doa atau persekutuan yang selama ini kita komplain dan tidak mau datang karena berhubung kita tidak suka dengan orang-orang yang ada di dalamnya.

Nah sekarang coba bandingkan dengan jadwal kegiatanmu pada saat yang di atas dengan yang sudah dibuat untuk hari ini. Apakah berbeda jauh? Ketika kita mengetahui kapan kita akan meninggal  biasanya baru membuat manusia menyadari seperti apakah harusnya hidup yang kita hidupi ini. Namun guys, kalau kita bisa menyusun hidup kita sedemikian rupa ketika kita tahu kapan akan meninggal, bukankah harusnya lebih dari pada itu yang harus kita lakukan kalau kita tidak tahu kapan kita akan meninggal. Hal ini harusnya membuat kita lebih waspada, lebih berhati-hati dalam menjalani hidup ini.

Filipi 1:21-22  Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.

PRAYER
Tuhan aku mempersembahkan masa hidupku yang singkat di dunia ini untuk Engkau pakai untuk KemuliaanMu. Tuhan pakai aku sampai memutih rambutku. Sampai aku menghembuskan nafas terakhirku. Sampai aku kembali kepadaMu. Dalam nama Yesus Amin.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s