BAB 12. Pemimpin dan Bacaannya

best-man-books1-1024x599

2 Timotius 4:13
Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu.

Membaca menjadikan orang dewasa; berbicara menjadikan orang siap sedia; menulis menjadikan orang tepat

– Bacon

Nasehat Paulus kepada Timotius tentang “ bertekunlah dalam membaca” mengindikasikan bahwa membaca buku selain Alkitab adalah juga penting. Paulus pernah meminta Timotius untuk membawakan beberapa karya pilihan, yaitu buku-buku sejarah Yahudi, tafsiran dan penjelasan hukum taurat dan kitab-kitab para nabi dan kemungkinan beberapa karya penyair-penyai kafir. Dalam hal ini bukan berarti Alkitab bisa disingkirkan kepentingannya, tetapi orang yang ingin tumbuh secara rohani dan akal budinya akan banyak membaca buku. Digambarkan kalau seorang pengacara ingin sukses harus mengetahui sebanyak mungkin contoh kasus-kasus dan perubahan penting di dalam hukum, seorang dokter harus mengikuti seminar-seminar tebraru di bidangnya. Demikian pula seorang pemimpin rohani harus menguasai Firman Allah dan prinsip-prinsipnya, dan juga mengetahui apa yang sedang ada di dalam pikiran orang-orang yang meminta bimbingannya.

Untuk dapat mencapai tujuan ini , disamping mengadakan hubungan pribadi ia harus membaca buku-buku rohani dan terpilih. Sekarang kebiasan membaca buku-buku rohani dan buku klasik yang bebobot dan berguna sudah semakin jarang. Pada zaman di mana orang lebih banyak mempunyai waktu senggang, yang sebelumnya tidak pernah terjadi dalam sejarah dunia, banyak orang mengatakan mereka tidak ada waktu untuk membaca. Alasan ini tidak boleh digunakan oleh seorang pemimpin rohani.

Sebagai contoh John Wesly selalu mempunyai kecintaan untuk membaca dan pembacaannya sebagian besar dilakukan pada waktu ia naik kuda, ia membaca pelbagai topic secara mendalam. Bahkan ia berkata kepada para pendeta muda di kaum Wesley , agar membaca atau keluar dari pelayanan. Keputusan untuk membaca buku-buku yang bermanfaat bagi perkembangan jiwa, pikiran, dan rohani paling sedikit setengah jam sehari, akan terbukti sangat berguna bagi mereka yang selama ini berkecenderungan membatasi bacaan mereka pada buku-buku yang sederhana dan ringan.

Mengapa membaca ?

“Membaca untuk mengisi kembali sumber-sumber inspirasi,” adalah nasihat Harold J. Ockenga yang membawa satu koper penuh berisi buku pada waktu berbulan madu.

Aturan membaca yang terkenal dari Bacon adalah:
Kita membaca bukannya menentang atau membantah, bukannya untuk percaya dan menganggapnya benar, bukan untuk mendapatkan pembicaraan atau pembahasan, melainkan untuk menimbang dan memikirkan, beberapa buku harus diuji, yang lain harus ditelan saja dan beberapa yang lain perlu dikunyah dan dicernakan.

Jika kita membaca karena kita ingin memenuhi pemikiran kita seperti satu gudang besar atau karena kita ingin merasa hebat atau dianggap berpendidikan, maka hal itu tidak ada gunanya atau lebih buruk dari pada itu. Seorang pemimpin rohani harus membaca atau membangun kerohaniannya dan menarik manfaat daripadanya, dan hal lain akan sangat mempengaruhi pemilihan buku bacaannya. Seorang pemimpin rohani harus membaca untuk merangsang akalnya dan ia antara lain harus memiliki beberapa buku yang memberikan latihan berpikir, yaitu sesuatu yang menggugah kekuatan akalnya sampai sedalam-dalamnya, merangsang pemikiran dan menimbulkan gagasan baru. Ia harus membaca untuk mengembangkan gaya dalam kotbah, pengajaran dan tulisannya. Seorang pemimpin juga harus membaca untuk memperoleh keterangan. Ia harus membaca agar mempunyai persekutuan dengan orang-orang yang besar.

Apa yang harus dibaca?

Seseorang dikenal melalui siapa teman-temannya. Tidak kurang benarnya bahwa sifat seseorang tercermin dari buku-buku yang dibacanya. Bacaan kita seharusnya sebagian besar diatur oleh kepribadian kita dan apa yang kita kerjakan atau apa yang akan kita kerjakan. Beberapa penulis bahkan menyatakan buku adalah “kekasih” dan “teman” mereka

Seorang pemimpin rohani janganlah hendaknya merasa puas dengan buku-buku yang memuaskan para pengikutnya. Juga ia tidak boleh merasa puas hanya membaca buku-buku yang mudah dibaca atau buku-buku yang mengenai bidangnya sendiri. Muriel Ormrod menasihatkan: memang lebih baik kalau kita selalu harus menangani sesuatu yang melebihi kemampuan kita. Kita harus selalu bertujuan untuk membaca sesuatu yang lain. Bukan hanya penulis-penulis yang kita setujuim tetapi juga penulis-penulis yang pendapatnya bertentangan dengan kita. Kita jangan menghakimi mereka hanya karena perbedaan pendapat. Pandangan mereka menantang kita untuk memeriksa kebenaran dan menguji pandangan mereka sesuai alkitab. Jangan pernah kita mengkritik seorang penulis yang kita dengar dari orang lain, atau dari orang ketiga, tanpa membaca sendiri tulisan mereka… jangan takut kepada gagasan-gagasan baru. Jangan pukla terbawa oleh mereka.

Bagaimana Cara Membaca ?

Salah satu arti dari membaca didefinisikan sebagai belajar dari bahan yang tertulis atau tercetak; dan ini bukan hanya memperhatikan tanda-tanda bacanya saja tetapi juga merenungkan pikiran yang dinyatakan di dalamnya. “Membaca itu mudah, yang jauh lebih sukar ialah menyimpan hasil bacaan di dalam pikiran. Namun demikian apa gunanya kita membaca, jika kita tidak mencapai tujuan ini?” memang kita dapat membaca tanpa berpikir, tetapi kita tidak dapat memanfaatkan apa yang kita baca, kecuali kita berpikir.

Charles H Spurgeon menasehati siswa-siswanya: “Kuasailah buku-buku yang anda miliki. Bacalah secara menyeluruh, bacalah benar-benar isinya sampai pikiran anda diliputi olehnya. Bacalah berulang-ulang kali, kunyah dan cernakan isinya. Biarkan itu meresap. Bacalah dengan teliti satu buku yang baik beberapa kali dan buatlah catatan dan analisa isinya. Seorang pelajar akan merasa bahwa pikirannya akan lebih dipengaruhi oleh sebuah buku yang dikuasainya benar-benar daripada dua puluh buku yang hanya dibaca sepintas lalu. Membaca terlalu cepat hanya mengakibatkan hasil sedikit dan lebih cepat menjadi sombong. Beberapa kehilangan daya berpikir karena tidak mau merenungkan apa yang dibacanya, hanya demi banyak membaca saja. Dalam hal membaca, anda hendaknya lebih mementingkan kwalitas daripada kuantitas.”

Aturan-aturan dalam membaca:

1. Janganlah membaca terlalu banyak hal yang akan segera dilupakan, karena ini hanya membentuk kebiasaan lupa. Memilih buku hendaknya dilakukan sama seperti kita memilih teman.
2. Membaca sambil memegang pinsil dan buku catatan. Kecuali jika daya ingat kita luar biasa kuat dan mempunyai kemampuan untuk menyimpan. Catatlah apa yang anda baca.
3. Sediakan sebuah buku catatan untuk mencatat segala sesuatu yang mnyolok, yang menarik, yang memberi dorongan dan berguna untuk dicatat. Komentar dan kritik dapat ditambahkan.
4. Periksa seluas mungkin keterangan-keterangan tentang sejarahnya, segi ilmian dan lain-lain, dan jangan membiarkan ada perkataan yang dilewatkan, sampai artinya dapat dimengerti.
5. Hendaknya kita membaca beberapa macam buku, karena pikiran kita akan mudah menjadi bosan. Variasi berkhasiat memebrikan keteangan kepada pikiran maupun tubuh kita.
6. Jika memungkinkan, membaca hendaknya dihubungkan – sejarah dengan sajak, riwayat hidup dengan novel historis.

Setiap bacaan yang berbobot memerlukan tiga kali pembacaan. Pembacaan pertama harus cepat dan terus menerus. Pembacaan kedua harus berhati-hati, lambat dan terperinci, sambil memikirkan tiap-tiap segi yang baru dan membuat catatan yang akan digunakan nanti. Pembacaan ketiga harus agak cepat dan terus menerus, sambil menuliskan analisa singkat dan cepat di belakang buku dengan menuliskan halaman, dimana pokok bacaan dan gambaran itu tertulis.

Buku seharusnya merupakan satu saluran dimana pikiran seseorang dapat disampaikan kepada orang lain. Seorang pemimpin berkewajiban menghubungkan apa yang dibacanya dengan apa yang dikatakan atau dituliskannya agar orang-orang dapat memetik hasil sebanyak-banyaknya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s