Devotion

Long Awaited

image

SCRIPTURE
Lukas 2:25-26 
Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.

Lukas 2:36-38  Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,
dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

OBSERVATION
Menantikan sesuatu mungkin membosankan bagi banyak orang. Tetapi kalau kita menantikan apa yang benar kita harap-harapkan maka berapa lama pun akan kita tempuh demi bisa mendapatkan apa yang kita nanti-nantikan itu. Lihat saja apa yang lagi booming saat ini, aplikasi blackberry messenger yang keluar untuk sistem operasi android dan ios. Kita bisa melihat betapa antusiasnya orang-orang menunggu aplikasi ini bisa digunakan. Termasuk saya sendiri juga. Dan akhirnya setelah bisa di download beberapa hari yang lalu pun masih harus menunggu antrian yang panjang sampai ID kita bisa diaktifkan dan bisa dipakai. Di berita internet bahkan dikatakan sampai ada 5 juta antrian ID untuk diaktifkan. Tetapi karena begitu tertarik akan aplikasi ini maka  menunggu pun bukanlah masalah yang besar bagi para penggemarnya.

Begitu juga dengan simeon dan hana yang menantikan sesuatu yang istimewa yaitu kedatangan Mesias. Ke 2 orang ini sudah menanti sangat lama, simeon yang umurnya sudah sangat uzur dan tinggal menunggu hari kematiannya, sementara hana seorang janda yang sudah berumur 84 tahun. Bagaimana mereka dapat melewati penantian sepanjang itu? Itu pasti karena apa yang mereka tunggu benar-benar sesuatu yang sangat special bagi mereka. Dikatakan mereka sedang menunggu penghiburan dan kelepasan bagi bangsa israel. Kita akan menunggu dengan penuh pengharapan jika apa yang kita tunggu ini benar-benar berarti bagi kita. Bagi simeon bertemu dengan Yesus adalah hal yang dia rindukan sebelum dia meninggal. Betapa rindunya dia bertemu dengan pribadiNya, lalu bagaimanakah dengan kita?

APPLICATION
Nah bagaimana dengan kita apakah ibadah kita di minggu nanti juga merupakan hal yang kita tunggu dan kita anggap sangat istimewa? Apakah doa dan saat teduh kita setiap hari itu istimewa bagi kita? Apakah DuGem (doa untuk generasi muda) juga adalah hal yang kita lakukan karena kita mengharapkan ada revival terjadi di generasi kita Ataukah itu hanyalah sebuah rutinitas kita sebagai orang kristen? Sebagai pelengkap kegiatan di hari mggu, di waktu luang kita? Apakah kita menantikannya sama seperti di awal-awal sewaktu kita percaya pada Tuhan? Ataukah sekarang malah sudah jadi beban bagi kita?

Kita mulai melihat aspek yang lain selain Tuhan, kita mulai melihat musiknya, pendetanya, kotbahnya, liturginya, orang-orangnya. Dan kita akan terpengaruh dengan hal-hal ini yang pada dasarnya bukan Tuhan. Bukankah Tuhan saja cukup bagi kita? Lalu mengapa kemudian kita akhirnya mulai terpengaruh  dan malah mencari hal-hal ini dan bukannya pengenalan akan PribadiNya. Well guys, mari pagi ini dalam sate kita hari ini, mari kita belajar dari 2 orang yang luar biasa ini yang menanti Tuhan dengan hati yang penuh harapan akan Dia. Mari harapkanlah kehadiranNya nyata di dlm hidup kita, dalam apa pun yang akan kita lakukan hari ini. Jangan tergesa-gesa mengakhiri saat teduh, doa, pembacaan dan perenungan Firman Tuhan. Harapkan kehadiranNya lebih dari apapun.

Sama seperti mazmur daud dalam Mazmur 42:1-2  Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah.
(42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
(42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?

(hal ini saya dapatkan dari sharing kak Tommy dari VIP Jakarta dalam salah satu renungan yang dia broadcastkan -really blessed- check it out!!!)

Ada 2 hal yang dapat kita pelajari:
1. Rusa bukan hanya butuh air, tetapi butuh air yang tidak pernah berhenti (melimpah). Dalam bahasa aslinya kata yang dipakai : awfeek (aliran air). Dalam bahasa inggris: streams of water (aliran-aliran air/sungai yang mengalir).

Orang yang biasa minum banyak akan memiliki kebutuhan air sehari-harinya lebih banyak dari orang yang malas minum. Karena itu supaya memiliki kerinduan yang besar akan Tuhann, “BIASAKANLAH” berlama-lama di hadirat Tuhan dalam doa, penyembahan dan pembacaan alkitab.

2. Rusa adalah hewan yang mengeluarkan cairan khusus di kulitnya yang baunya membuat hewan pemangsa lain bisa mendeteksinya. Satu2-satunya cara menghilangkan bau cairan tersebut adalah dengan berendam di air. Bagi rusa, air bukanlah kebutuhan sampingannya, tapi adalah hidup matinya. Jadikan kerinduan akan Tuhan sebagai “KEBUTUHAN HIDUP MATI” anda. Jangan pernah memulai hari tanpa disegarkan oleh-Nya terlebih dahulu di hadirat-Nya. Ini akan membuat Anda tidak berbau “dunia” lagi sepanjang hari, melainkan berbau “sorga”, yang membuat Anda selamat dari musuh Anda.

PRAYER
Tuhan aku merindukan kehadiranMu dalam setiap saat teduhku, dalam apapun yang aku lakukan. Tuhan sama seperti rusa yang rindu aliran sungaiMu begitulah jiwaku ya Tuhan.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s