Devotion

To obey is better than sacrifice

image

SCRIPTURE
Tetapi jawab Samuel: ” Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba- domba jantan.  – 1 Samuel 15:22

1 Samuel 15:22  BIMK
Tetapi Samuel berkata, “Manakah yang lebih disukai TUHAN, ketaatan atau kurban persembahan? Taat kepada TUHAN lebih baik daripada mempersembahkan kurban. Patuh lebih baik daripada lemak domba.

1 Samuel 15:22 NIV
But Samuel replied: “Does the LORD delight in burnt offerings and sacrifices as much as in obeying the voice of the LORD? To obey is better than sacrifice, and to heed is better than the fat of rams.

OBSERVATION
Teringat kisah samuel yang pertama kali mendengar suara Allah yang memanggil namanya sampai 4x. Samuel tinggal di dlm bait suci Tuhan, tempat tabut Allah (1 sam 3:3). Guys perhatikan tempat dimana samuel berada unuk tidur itu adalah tempat yang paling dekat dengan hadirat Allah (yang dilambangkan dengan tabut Allah) yang bisa dicapai orang pada masa itu dan biasanya hanya imam besar yang memasuki Ruang Maha Kudus itu pun cuma 1 tahun sekali.Dekat dengan Allah seharusnya menjadi tempat bagi kita para Impactors. Ini tdk berarti kita harus berada di tempat penyembahan yang formal, di gereja, kesan,doa sabtu, ibadah setiap jam. Namun artinya kita harus selalu mempunyai sikap penyembahan dimanapun kt berada. Guys, kalau anda Impactors n ingin menjadi seseorang yg didengarkan org lain, berdampak bagi org lain. Tidak ada cara lain, kenalilah Allah lebih baik lagi. Berhubunganlah dengan Dia secara teratur dan itu akan membawa anda sama seperti samuel yang dibawa Tuhan untuk menjadi imam, ia didengar dan ia memimpin bangsa Israel sampai akhir hidupnya. Langkah awal yang memberi Impact bagi orang lain bukan ketika kita berbicara maupun bertindak tetapi ketika kita mendengarkan.Mendengarkan SuaraNya (FirmanNya).

Mendengarkan disini bukan berarti dalam arti gelombang suara yang ditangkap oleh gendang telinga kemudian diteruskan ke otak saja. Tetapi mendengarkan disini artinya taat/patuh (obey). Dikatakan taat jauh lebih baik dari semua korban yang bisa kita beri. Dalam arti yang dapat saya tangkap adalah. Pengorbanan/korban terbaik yang bisa kita berikan kepada Tuhan adalah ketaatan kita yang absolut pada FirmanNya.

APPLICATION
Ketika kita mendengar kata “taat”, apa yang muncul di pikiran kita? Gambaran “positif” atau “negatif”? Apakah kita menyukai “ketaatan”? Ada orang yang tidak suka “taat” karena merasa kebebasannya dibatasi.  Anak-anak umumnya tidak suka mentaati perintah orang tuanya. Apa reaksi mereka ketika orang tua meminta mereka belajar dulu baru boleh main? Atau selama seminggu ini tidak boleh menonton televisi karena sedang menghadapi ujian semester? Apakah mereka taat kepada perintah orang tua? Anak-anak suka taat pada sesuatu yang mereka sukai. Mereka tidak suka taat pada perintah yang mereka tidak sukai. Inilah kecenderungan manusia sejak kejatuhan Adam dan Hawa. Cenderung mengikuti keinginan sendiri, cenderung memuaskan daging.

Mari kita lihat lebih jauh, apa dan bagaimana sebenarnya ketaatan itu.

TAAT ADALAH KARENA KASIH

Yesus berkata: “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku” (Yoh. 14:15).

Jika kita tidak taat, jangan-jangan sebenarnya kita tidak mengasihi Tuhan. Tidak taat artinya kita lebih mengasihi diri kita, mengasihi daging kita, mengasihi kenikmatan dosa, sekalipun kita menyanyi ”aku cinta Yesus” berulang-ulang di ibadah. Kasih diekspresikan dengan menghormati Tuhan. Menghormati Tuhan diekspresikan dengan menuruti perintah-perintahNya. Taat tidak bisa dipaksa. Ketaatan yang lahir karena terpaksa atau takut, hanya akan bertahan sementara.

TAAT ADALAH KARENA MENGERTI PRINSIP KETAATAN DAN OTORITAS

Taat yang benar harus lahir dari pemahaman akan firman kebenaran, terutama akan prinsip hubungan antara “ketaatan dan otoritas”. Taat dibangun atas dasar pemahaman tentang  pentingnya ketaatan.Taatilah dan hormatilah otoritasmu. Berkat Allah melimpah terhadap orang yang menghormati otoritasnya.

TAAT ADALAH KARENA IMAN

“Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.” (Ibr. 11:8). Abraham mempercayai Allah ketika ia dipanggil untuk pergi ke tempat yang ia tidak tahu. Dia tidak berpasangka buruk bahwa Tuhan mau mencelakakan hidupnya. Ia berpikiran postif sekalipun harus keluar dari zona kenyamanannya: kampungnya, keluarganya, budayanya, kenyamanannya di daerah Ur Kasdim.  Abraham taat karena iman.

TAAT ARTINYA BERSEDIA MEMBAYAR HARGA
Makin mengerti arti ketaatan, makin kita berani bayar sebuah harga ketaatan. Musa bersedia membayar harga sebuah ketaatan dengan meninggalkan kenikmatan istana Firaun. Ia bersedia ambil penderitaan demi umat Tuhan, membebaskan umat Tuhan dari Mesir dan membawa mereka ke Tanah Perjanjian (Ibr. 11:24-26).

Allah sangat menghargai “ketaatan”. Tuhan tidak mau hidup kita tidak taat, karena ketidaktaatan akan melahirkan pemberontakan. Saul Ditolak oleh Allah karena Tidak Taat. Firman Di  1 Samuel 15:22 diucapkan oleh Nabi Samuel kepada Raja Saul waktu itu karena Raja Saul tidak taat pada perintah Tuhan untuk membunuh semua orang Amalek, termasuk binatang-binatang peliharaan mereka (1 Sam.). Tetapi Saul tidak taat, sehingga ia ditolak oleh Tuhan untuk tetap menjadi raja Israel. Mengapa Saul tidak taat? Saul memilih untuk menyenangkan hati rakyatnya dengan mengizinkan mereka mengambil kambing domba Amalek. Ia juga ingin menyenangkan dirinya sendiri dengan membiarkan raja Amalek, Agag, tetap hidup. Ada sebuah kebanggaan yang bisa dipamerkan di hadapan umum. Kedagingan dan kesombongan melahirkan ketidaktaatan, dan ketidaktaatan membuat Allah meninggalkan Saul.

Tuhan menghargai ketaatan anda. Dan Ia mau bukan hanya memberkati anda, tetapi menyertai anda. Menolong anda di kala sulit, memberi hikmat di kala buntu, menguatkan anda di kala lemah, memberi kemenangan di kala menghadapi peperangan. Untuk mengalami semua itu, pilihlah taat kepada suara Tuhan dan FirmanNya. Hindari musuh dari ketaatan yaitu KOMPROMI.

PRAYER
Tuhan berikan aku hati yang taat kepadaMu, taat karena aku mengasihiMu, karena aku menghargai OtoritasMu, karena aku beriman di dalamMu, dan aku bersedia membayar harga dari sebuah ketaatan. Aku mau belajar dari Engkau yang taat sampai mati ya Tuhan. Dalam Nama Yesus Amin!

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s