BAB 14. Tanggung Jawab Kepemimpinan

leadership

Urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. 2 Korintus 11:28

Ada 5 hal penting yang menjadi tanggungjawab seorang pemimpin:

#1. Melayani

 

Definisi dari kepemimpinan adalah melayani – Yesus. Lord Montgomerry mengatakan bahwa pengalamannya dalam peperangan meyakinkan dia bahwa seorang anggota staf harus menjadi pelayan pasukan-pasukannya, dan seorang anggota staf yang baik sekaligus harus melayani komandan dan pasukannya, tetapi dia sendiri harus tetap tidak dikenal.

Di dunia biasanya yang memerintah adalah orang-orang yang berhak dilayani. Tetapi justru terbalik di Sistem Kerajaan Allah yang memerintah adalah orang-orang yang merasa mendapat kehormatan untuk melayani. Seorang pemimpin sejati lebih mengutamakan kesejahteraan orang lain daripada kenikmatan dan martabatnya sendiri. Ia menunjukkan simpati dan perhatian kepada yang dipimpinnya dengan simpati yang menguatkan dan memberi dorongan, bukan yang melemahkan. Ia selalu mengarahkan keyakinan mereka kepada Tuhan. Dalam setiap keadaan darurat, ia melihat kesempatan untuk memberikan pertolongan. Patut diperhatikan bahwa pada waktu Allah memilih seseorang untuk menggantikan Musa yang besar, Ia memilih Yosua, orang yang telah membuktikan dirinya sebagai orang pelayan yang setia (Keluaran 33:11).

D.E. Hoste yang menggantikan Hudson Taylor berkata: “Rahasia lain dari pengaruhnya di antara kita terletak di dalam simpati dan pertimbangannya yang masak untuk kesejahteraan dan kebaikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Ukuran pengorbanan dan jerih yang tinggi nilainya yang selalu dipegangnya, tidak pernah menyebabkan ia kehilangan kelemahlembutan dan simpatinya terhadap mereka yang tidak dapat mencapai ukuran seperti dia di bidang ini. Ia menunjukkan sikap lemah lembut dan sabar terhadap kegagalan dan kekurangan saudara-saudaranya, dan karena itu dalam banyak hal ia berhasil menolong mengangkat mereka kepada penyerahan diri yang lebih sungguh-sungguh.

#2. Mendisiplin

 

Tanggung jawab yang satu ini merupakan tanggung jawab yang berat dan seringkali tidak disukai. Syarat yang paling utama dari semua tindakan disiplin adalah kasih. Orang yang pernah mengalami dan secara jujur menghadapi kegagalan dan kekurangannya sendirilah yang paling cakap untuk menghadapi kegagalan orang lain dengan cara yang simpatik tetapi tegas. Roh lemah lembut akan jauh lebih berhasil daripada melontarkan kritik dan mencari-cari kesalahan.

Dalam menyelesaikan persoalan yang memerlukan tindakan disiplin harus mengingat ke 5 hal berikut ini:

  1. Diambil setelah diadakan penyelidikan yang saksama dan tidak memihak.
  2. Diambil untuk kebaikan seluruh pekerjaan dan pribadi yang bersangkutan.
  3. Diambil dengan motivasi kasih yang murni.
  4. Diambil dengan maksud untuk memberikan pertolongan rohani kepada pihak yang bersalah dan memulihkan dia.
  5. Diambil disertai dengan banyak doa.

#3. Membimbing

 

Seorang pemimpin harus tahu kemana ia pergi dan seperti seorang gembala berjalan di depan kawanan dombanya. Ini merupakan cara Gembala Agung kita. “Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.” (Yohanes 10:4).

“Seorang pemimpin yang ideal” kata A.W Tozer adalah “Orang yang mendengar suara Allah dan mematuhinya pada waktu suara itu memanggil dia dan pengikut-pengikutnya.”. Paulus juga memberikan tantangan seperti ini: “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.” (1 Korintus 11:1). Ia mengenal siapa yang sedang diikuti olehnya dan kemana ia pergi, oleh sebab itu ia dapat menantang mereka untuk mengikuti dia. Seorang pemimpin tidak boleh menuruti kemauannya sendiri secara sewenang-wenang

#4. Memprakarsai

 

Beberapa orang mempunyai lebih banyak karunia untuk memelihara hasil yang telah dicapai daripada memprakarsai usaha-usaha yang baru. Lebih banyak karunia untuk menjaga ketertiban daripada membangkitkan semangat. Seorang pemimpin yang sejati harus menjadi seorang perintis dan bukan hanya seorang yang memelihara. Kebanyakan dari kita lebih suka melakukan sesuatu yang aman, tetapi Paulus tidak demikian. Ia selalu mengambil resiko yang telah diperhitungkannya dengan hati-hati dan dengan banyak berdoa.

Usaha terbesar yang pernah dicapai dalam sejarah gereja dan badan-badan utusan injil, merupakan hasil dari beberapa orang pemimpin yang selalu berhubungan dengan Allah, yang berani mengambil resiko dan memperhitungkannya dengan hati-hati. Banyak kegagalan besar merupakan akibat dari tindakan berhati-hati yang berlebihan, bukannya oleh percobaan pemikiran baru yang berani. “Batas-batas Kerajaan Allah tidak akan pernah diperluas oleh orang yang bersikap terlalu berhati-hati”, kata Ny. H.W.K.Mowll.

Seorang pemimpin tidak boleh mengabaikan nasihat orang yang berhati-hati disekilingnya. Mereka seringkali akan menyelamatkan dia dari kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Tetapi ia harus berhati-hati jangan sampai ia memberikan sikap hati-hati yang berlebihan mengekang inisiatifnya jika ia merasa penglihatannya berasal dari Allah. Ia tidak boleh membiarkan mereka menghalangi dia untuk mengambil langkah-langkah iman yang berani, yang telah ditugaskan Allah kepada dia dan kepada mereka.

#5. Memikul Tanggung Jawab

Memikul tanggung jawab dan melakukannya dengan rela merupakan ciri yang perlu bagi seorang pemimpin.  Jika ia belum belum siap melakukan ini, maka ia tidak memnuhu syarat untuk menjadi pemimpin. Orang yang mengelakkan keterlibatan yang lebih berat dan sukar akan membatasi pengaruhnya sampai disitu saja.

Yosua menunjukkan mutu kepemimpinannya dengan menerima tanggung jawab yang berat menggantikan Musa dengan tidak ragu-ragu. Yosua mempunyai alasan yang lebih besar daripada Musa untuk menyatakan ketidakmampuannya, tetapi ia tidak mengulangi dosa pemimpinnya. Sebaliknya dengan cepat ia menerima tanggung jawab itu dan menjalankan tugasnya itu dengan sepenuh hati. Seperti juga waktu elisa menggantikan elia, elisa menerima tanggung jawab sebagai nabi menggantikan tuannya tanpa ragu-ragu.

Dalam buku Life of Robert E. Speer terdapat beberapa pedoman hidup yang perlu kita perhatikan:

–          Jangan berlambatan untuk  memulai pekerjaan utama hari itu.

–          Jangan menggerutu karena banyak pekerjaan atau karena kurangnya waktu, melainkan pakailah waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.

–          Jangan mengomel kalau menerima banyak surat.

–          Jangan membesar-besarkan tugas yang sedang anda lakukan seolah-olah anda sampai menderita oleh karenanya, melainkan anggaplah semua itu sebagai hak istimewa dan kegembiraan.

–          Jangan menarik perhatian orang kepada pekerjaan anda yang bertumpuk atau pada pengalaman anda yang tidak berarti.

–          Sebelum mengecam seseorang mintalah kasih yang sungguh-sungguh dari Allah.

–          Betapa baiknya bagi ketentraman apabila kita tidak mempercakapkan orang lain, tidak percaya akan segala sesuatu tanpa pertimbangan dan tidak begitu mudah menceritakan sesuatu kepada orang lain lagi.

–          Jangan mencari pujian, ucapan terima kasih, penghormatan atau penghargaan dari atasan atau sesama atas usia yang lebih lanjut atau atas pelayanan yang sudah lampau.

–          Jangan merasa kurang enak kalau nasihat atau pendapat anda tidak diminta atau dikesampingkan.

–          Jangan membiarkan diri dibandingkan dengan orang lain secara menguntungkan.

–          Jangan menginginkan percakapan yang berpusat pada diri anda sendiri.

–          Jangan mencari budi atau belas kasihan orang; anda hendaknya pantas menerima kelemahlembutan tanpa memintanya

–          Menanggung kesalahan; bukannya menyalahkan atau melontarkan kesalahan pada orang lain.

–          Jika pujian yang seharusnya diberikan kepada anda diberikan kepada orang lain, jangan anda merasa kurang enak, melainkan ucapkanlah syukur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s