Kepemimpinan Rohani · Ringkasan Buku

BAB 15. Ujian Kepemimpinan

Leadership Test

Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Kejadian 22:1

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Matius 4:1

Ada ujian untuk menjadi seorang pemimpin. Berikut ini beberapa hal yang menjadi ujian seorang pemimpin:

#1. Kompromi

Kompromi adalah melepaskan sebagian prinsip demi tercapainya persetujuan. Dan setiap kali kita mengkompromikan sesuatu itu artinya kita sedang mengalami kemunduran dan ukuran kita sedang merosot. Waktu dulu Musa juga menghadapi Ujian Kompromi. Pada waktu Musa meminta kepada Firaun untuk membiarkan bangsa Israel beribadah kepada Tuhan, Firaun menguji Musa dengan beberapa kali mengajukan kompromi dan tipu muslihat kepada Musa.

  1. Kejadian 8:25 Lalu Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: “Pergilah, persembahkanlah korban kepada Allahmu di negeri ini.” demikianlah saran yang pertama, boleh beribadah tetapi tidak pergi meninggalkan mesir. Beribadahlah kepada Allah dimanapun kamu berada. Kalau pada masa sekarang orang berkata, “Jangan melalaikan agama. Tetapi tidak perlu berpandangan terlalu sempit dan sama sekali memutuskan hubungan dengan dunia.”
  2. Kejadian 8:28 Lalu kata Firaun: “Baik, aku akan membiarkan kamu pergi untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di padang gurun; hanya janganlah kamu pergi terlalu jauh. Berdoalah untuk aku.”. “jika kamu harus pergi keluar dari Mesir untuk beribadah, kamu tidak usah pergi terlalu jauh. Pergilah sampai di luar perbatasan saja” Agama itu baik dan perlu, tetapi kamu tidak dipanggil untuk menjadi orang yang fanatic. Tinggallah sedekat mungkin dengan dunia.”
  3. Kejadian 10:11 Bukan demikian, kamu boleh pergi, tetapi hanya laki-laki, dan beribadahlah kepada TUHAN, sebab itulah yang kamu kehendaki.” Lalu mereka diusir dari depan Firaun. Biarlah laki-laki saja yang beribadah tetapi perempuan dan anak-anak jangan. “Putuskan hubunganmu dengan dunia jika memang harus demikian, tetapi jangan terlalu ekstrim, sehingga mencapmpuri perkembangan duniawi keluargamu dengan memaksa mereka tunduk pada standar hidupmu yang sangat ketat itu.
  4. Kejadian 10:24 Lalu Firaun memanggil Musa serta berkata: “Pergilah, beribadahlah kepada TUHAN, hanya kambing dombamu dan lembu sapimu harus ditinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut beserta kamu.” Usaha terakhir adalah test tentang keserakahan dan kecintaan mereka terhadap harta benda. Karena ada Firman dimana hartamu berada disitu hatimu berada.

Musa memahami setiap saran yang kedengarannya benar itu dan menjawab dengan tegas pada Kejadian 10:26 Dan juga ternak kami harus turut beserta kami dan satu kaki pun tidak akan tinggal, sebab dari ternak itulah kami harus ambil untuk beribadah kepada TUHAN, Allah kami; dan kami tidak tahu, dengan apa kami harus beribadah kepada TUHAN, sebelum kami sampai di sana.”

#2. Ambisi

Musa juga melalui test ini ketika dia sedang tinggal sendirian dengan Allah di gunung Sinai, sementara bangsa Israel yang ada dibawh sedang menyembah berhala, sehingga murka tuhan menyala-nyala sehingga Tuhan mau melenyapkan segenap bangsa Israel (Bilangan 14:12). Namun disinilah letak kualitas kepemimpinan seorang Musa, meskipun Allah yang memprakarsai usul pemusnahan masal itu namun Musa tidak mementingkan diri sendiri. Perhatiannya semata-mata hanyalah untuk kemuliaan Tuhan dan kesejahteraan bangsanya. Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam pikirannya untuk membesarkan dirinya sendiri. Ia berpegang pada Allah dengan berani dan gigih; dan melalui dia syafaatnya, maka penghukuman terhadap bangsa yang menyeleweng itu dapat dicegah.

#3. Keadaan yang mustahil

Bagaimana seseorang menghadapi keadaan yang mustahil menjadi ujian orang yang berkaliber pemimpin. Tugas-tugas yang mustahil seperti ini akan membangkitkan kekuatan mereka dan mengajar mereka bergantung pada orang lain, dan mendorong mereka datang pada Allah. Sebagai seorang pemimpin kita jangan terlalu menyibukkan diri dengan hal-hal kecil yang bisa dikerjakan oleh orang lain. Seorang pemimpin yang sejati paling baik dalam keadaan yang membingungkan. Mereka harus dapat hidup di atas kesulitan-kesulitan dn menganggapnya sebagai satu hal yang rutin saja. Musa pun pernah mengalami keadaan mustahil, Musa dan bangsa Israel dalam keadaan yang terjepit. Pada satu sisi terdapat hamparan barisan gunung Baal Zefon yang tidak dapat dilewati, pada sisi yang lain padang pasir yang luas yang tidak terseberangi. Di depan mereka ada laut merah dan dibelkang mereka ada kejaran dari Firaun dan tentaranya. Mereka mengalami kemerosotan semangat sampai di bawah nol. Tetapi Musa sebagai orang yang beriman dan bersandar pada Allah ia menyerukan “Jangan Takut!”, “Berdirilah tegap”, “Lihatlah keselamatan dari Tuhan”.

Pelajaran yang menguatkan adalah Allah suka mengurung orang pada diriNya sendiri dan kemudian sebagai jawaban atas iman mereka, Ia menunjukkan kuas dan kasih karuniaNya dalam melakukan sesuatu yang mustahil. Ada tiga tahap dalam kebanyakan tugas besar yang dilakukan bagi Allah –Mustahil – sukar – dikerjakan.

#4. Kegagalan

 

Cara pemimpin menghadapi kegagalan akan mempunyai akibat yang berarti untuk pelayanannya di masa yang akan datang. Petrus juga pernah gagal, dan dalam pertobatannya yang mendalam dan kenyataan kasihnya akan Kristus, bahkan membuka kembali kesempatan ke arah pelayanan yang lebih luas lagi. Kalu kita melihat tokoh-tokoh yang ada di dalam alkitab sebagian besar orang yang membuat sejarah adalah orang yang gagal dalam beberapa bidang, dan sebagian lagi gagal secara drastis, tetapi mereka tidak ma uterus terbaring dalam debu.

Kegagalan dan pertobatan mereka menjamin adanya satu konsep mengenai kasih karunia Allah yang lebih luas. Mereka mengenal Dia sebagai Allah yang memberikan kesempatan kedua dan ketiga kepada anak-anakNya yang telah gagal. Froude menulis “Nilai seseorang manusia harus diukur oleh seluruh hidupnya, bukan oleh kegagalannya di bawah suatu tekanan tertentu yang luar biasa”. Pemimpin yang berhasil adalah orang yang telah belajar bahwa tidak ada kegagalan yang bersifat abadi, dan bertindak atas keyakinan itu, apakah kegagalan itu adalah kegagalannya sendiri atau kegagalan orang lain.

#5. Iri Hati

Pada waktu pengaruh seorang pemimpin semakin bertambah, maka setiap kita bisa saja menghadapi pengalaman ini. Rasa ridak puas sering kali merupakan senjata yang umum dipakai oleh musuh.  Musa pernah menghadapi ini dari Mariam dan harun yang notabene adalah saudara kandungnya sendiri. Mariam yang sudah berumur lanjut dan pengalamannya dengan tuhan harusnya telah mengajar dia bagaimana jahat dan jeleknya sifat iri hati. Tetapi malah dia melepaskan desas-desus menegai musa tentang pernikahannya dengan perempuan Etipia. Harun dan Mariam merasa tidak puasa dengan kedudukan kedua setelah Musa. Sifat iri hati mereka ditutupi oleh kerinduan yang palsu terhadap Allah. Mereka tidak mau mengakui bahwa Musa adalah orang yang berhak berbicara untuk Allah kepada bangsa Israel.

Reaksi Musa patut dicontoh. Meskipun ia disakiti, ia tidak berkata apa-apa untuk membela dirinya, Karena ia mengutamakan kemuliaan nama tuhan, dan bukan martabat dirinya sendiri. Dan akhirnya tuhan malah menghukum harudn dan marian dengan kusta, hukuman Allah ini menunjukkan penilaian besarnya dosa melawan orang yang diurapi oleh Tuhan. Musa kemudian berdoa syafaat untuk kakak-kakaknya dan doa ini dijawab tuhan dengan penuh kasih karunia.

Tantangan ke 2 datang dari Korah dan kawan-kawannya yang tanpa alasan bersikap iri hati terhadap Musa dan Harun. Mereka menentang kepemimpinan Musa dan Harun. Dan sekali lagi Musa pun tidak membela dirinya, namun allah ikut campur dan menghukum mereka dengan adil atas sikap mereka. Dari hal ini kita dapat belajar bahwa. Orang yang berada pada tempat yang diurapi oleh Allah tidak perlu membela diri jika ia ditentang oleh lawan-lawannya yang iri hati. Allah cemburu mengenai para pemimpin yang telah dipanggil dan diurapi olehNya. Ia menghargai mereka, melindungi mereka dan membela mereka, dan melepaskan mereka dari keharusan untuk membela hak-hak mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s