Kepemimpinan Rohani · Ringkasan Buku

BAB 16. Cara Pengutusan

22272-blue_leader_people_arrow_pc

Keluaran 18:25

Dari seluruh orang Israel Musa memilih orang-orang cakap dan mengangkat mereka menjadi kepala atas bangsa itu, menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.

Salah satu definisi kepemimpinan adalah kemampuan untuk menyadari kemampuan dan kekurangan orang lain, dihubungkan dengan kepandaian untuk memberikan tugas yang cocok bagi mereka masing-masing, sehingga mereka dapat melakukan tugas itu sebaik-baiknya. Orang yang berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan perantaraan orang lain adalah orang yang dapat menjalankan kepemimpinan jenis tertinggi.

 Dwight L. Moody berkata “…ia lebih baik menyuruh seribu orang untuk bekerja daripada mengerjakan pekerjaan seribu orang. Kemampuan untuk memilih orang yang dapat diserahi wewenang dan kemudian benar-benar menyerahkannya adalah seorang pemimpin sebenarnya. Kemampuan ini akan menghindarkan seorang pemimpin dari pengalaman mengecewakan dalam menaruh orang di tempat yang tidak cocok.

 

Menyerahkan tanggung jawab dengan disertai dengan wewenang yang sepadan untuk melaksanakan tanggung jawab itu, tidak selalu disukai oleh orang yang selalu inin mmegang wewenang seorang diri saja. Ia senang menyerahkan tanggung jawab tetapi ia segan menyerahkan wewenang itu dari tangannya. Sikap ini tidak adil terhadap bawahan kita dan tidak mungkin memuaskan atau efektif. Orang yang ktia pimpin tidak akan dapat menambah pengalaman, kecuali kalau tanggung jawab dan wewenang itu keduanya diserahkan kepadanya.

Seorang pemimpin yang tidak berhasil menyerahkan tanggung jawab dan wewenang itu akan selalu tenggelam dalam banyak hal kecil, yang bukan saja akan membebani dia dari tanggung jawabnya yang utama. Ia juga gagal untuk menyalurkan kepemimpinan orang-orang yang ada dibawahnya. Bersikeras mengerjakan suatu pekerjaan sendiri karena hasilnya akan lebih baik, bukan saja berarti berpandangan picik, tetapi dapat juga menjadi suatu tanda kesombongan yang tidak beralasan. Seorang pemimpin yang sangat teliti dalam mengamati prioritasnya akan sangat menambah keefektifan diri sendiri.

Kelemahan dalam hal pengutusan juga pernah dialami oleh Musa, ketika Yotro  mertuanya menjumpai Musa, ia menyatakan kekurangan hal ini. Ia berkata musa tidak akan selamanya dapat menanggung beban ini dan mengemukakan 2 alasan kuat mengapa ia harus menyerahkan tanggung jawab kepada orang lain:

1. Kekuatan tubuh dan otak ada batasannya, dan diluar batas itu tidak baik untuk diteruskan

Keluaran 18:18 Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau baik bangsa yang beserta engkau ini; sebab pekerjaan ini terlalu berat bagimu, takkan sanggup engkau melakukannya seorang diri saja.

2. Cara yang dipergunakan Musa terlalu lambat dan orang tidak merasa puas karena mereka tidak mendapat perhatian yang mereka perlukan. Membagi tanggung jawab akan mempercepat keputusan hokum dan seluruh bangsa akan pulang dengan puas ke rumahnya

Kejadian 18:23 Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya.”

Ini adalah nasihat yang bijaksana, karena bayangkan kalau Musa tetap bersikeras menjalankan tugasnya seorang diri maka ia tidak akan mempunyai orang-orang yang berpengalaman dan terlatih untuk menjalankan wewenang dan mengambil tanggung jawab sebagai penggantinya. Kelalaian dalam mempersiapkan pengganti telah sering menghancurkan banyak pekerjaan Allah yang tadinya memberi harapan baik. Yitro memberi dorongan kepada menantunya dengan mengemukakan satu prinsip rohani yang berlakuk kekal.

Kejadian 18:23 Jika engkau berbuat demikian dan Allah memerintahkan hal itu kepadamu, maka engkau akan sanggup menahannya, dan seluruh bangsa ini akan pulang dengan puas senang ke tempatnya.” Ia menyerahkan nasihatnya kepada pimpinan Allah yang Maha Tinggi. Prinsip ini adalah bahwa Allah mengambil tanggung jawab penuh untuk memungkinkan orang-orang yang telah dipilihNya untuk memenuhi setiap tugas yang telah diserahkanNya kepada mereka.

Ada beberapa tugas yang kita ambil sendiri, yang sebenarnya dapat dialakukan dengan lebih baik oleh orang lain, dan kita harus menyerahkan tugas-tugas itu kepada mereka. Sekalipun mereka tidak dapat mengerjakan tugas itu sebaik kita, kita masih harus menyerahkannya kepada mereka – suatu ujian yang berat bagi orang yang selalu menghendaki kesempurnaan!

Syarat-syarat yang diusulkan oleh Yitro untuk memilih pembantu Musa membuktikan kebijaksanaan rohani yang sejati.:

  • Mereka haruslah orang yang cakap, karena kepada mereka akan diberikan tugas yang sulit
  • Mereka haruslah orang yang saleh, yang takut kepada Allah dan menghargai sesame
  • Mereka haruslah orang yang terhormat, yang membenci keserakahan dan tidak mau disuap

Kita keliru jika mau menerima tugas-tugas yang lebih banyak daripada yang dapat kita kerjakan dengan cukup baik dan dengan memuaskan. Tidak ada kebaikannya mengerjakan lebih daripada bagian yang sepadan dengan kemampuan kerja kita. Orang seperti Yitro seringkali dapat melihat lebih jelas biaya kepemimpinan yang sedang kita laksanakan daripada kita sendiri. Perhatikanlah nasihat dari orang-orang seperti ini.

Melawan hukum alam, meskipun dalam melayani Allah, kita tidak terlepas dari hukumannya, dengan mudah kita menerima tanggung jawab di bawah tekanan manusia dan bukannya melalui pimpinan Allah, tetapi untuk kegiatan tambahan semacam itu Allah tidak bertanggung jawab.

Salah satu ujian kepemimpinan adalah kerelaan untuk menyerahkan tanggung jawab kepada para pemimpin dibawahnya segera setelah mereka menunjukkan kematangan rohani yang cukup, dan kemudian bersiap-siap untuk menolong, sementara mereka mendapat pengalaman dengan cara yang sama seperti yang dialami para utusan injil’ yaitu melalui berbagai keberhasilan dan kegagalan.

Penyerahan tanggung jawab seperti ini memenuhi fungsi yang penting dalam menemukan, melatih dan memanfaatkan bakat yang ada pada rekan-rekannya, pada taraf permulaan perlu diadakan pengawasan yang bijaksana, tetapi campur tangan diadakan hanya apabila benar-benar perlu. Perasaan bahwa kita sedang diawasi merusak kepercayaan kepada diri sendiri.

Pengertian yang paling mendalam mengenai kepemimpinan adalah mengetahui pentingnya penyerahan wewenang kepada orang lain dan memilih pembantu-pembantu dengan hati-hati. Karunia kepemimpinan yang besar dibuktikan oleh kenyataan bahwa ia tidak pernah mencampuri pekerjaan orang-orang yang bekerja dibawah pimpinannya. Setiap orang dibiarkan melakukan pekerjaannya sendiri-sendiri. Ia tahu apa yang dapat dialakukan orang, dan mengusahakan supaya mereka melakukannya dengan membiarkan mereka menggunakan kesempatan mereka dengan sebaik-baiknya dan mengadakan penyelidikan hanya jika ada sesuatu yang salah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s