Devotion

Saved by Obedience

image

SCRIPTURE
“Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: “Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir.” (2 Raja-raja 5:13).

2 Kings 5:13  NIV
Naaman’s servants went to him and said, “My father, if the prophet had told you to do some great thing, would you not have done it? How much more, then, when he tells you, ‘Wash and be cleansed’! ”

OBSERVATION
Naaman adalah panglima raja aram, seorang yang sangat terpandang dan sangat disayangi. Naaman adalah seorang pemimpin yang besar, tetapi dia menderita penyakit kusta. Saat raja mengetahui tentang seorang nabi israel yang bernama Elisa yang mungkin dapat menyembuhkannya, ia mengutus Naaman ke israel dengan harapan yang besar, ia dapat disembuhkan.

Alih-alih harapan akan mengalami pertemuan yang mengagumkan dan proses penyembuhan yang menakjubkan, malah hal yang ia dapatkan hanyalah sebuah petunjuk saja,  itupun dari seorang pembawa berita untuk mandi 7x di sungai yordan. Ini membuat Naaman marah, dan menolak mengikuti petunjuk itu. Ia bergumul melawan kesombongan, harapan yang tidak tercapai,  ketidakmampuan menyesuaikan diri. (Ia sudah punya bayangan apa yang bakal seharusnya Elisa lakukan tetapi yang ia dapatkan berlainan – 2 raja-raja 5:11-12)

Sebagai pemimpin, mungkin anda sudah memiliki visi yang besar, langkah-langkah untuk mencapainya, semua sudah ada dipikiran anda, anda sudah membayangkannya dan anda punya harapan yang besar untuknya. Tetapi kadang kala ketika kita melayaniNya, kadang kita harus mengikuti petunjuk yang tidak biasa, yang benar-benar di luar bayangan kita.

APPLICATION
Dan Hal yg perlu kt pelajari dari naaman sebgai pemimpin adalah:
Pertama, meski ia seorang pemimpin yg besar mengelilingi dirinya dengan individu-indovidu yang dapat berbicara dengan lugas, yang bisa tidak setuju denganya, yangg dpt memberikan nasihat yang benar. Yang akhirnya mengubah pikirannya, lalu mengikuti petunjuk nabi, dan disembuhkan.

Kedua, ia adalah pemimpin yang rendah hati dan mau diajar. Pemimpin yang tetap bersikap mudah diajar akan menerima berkat yang tidak terputuskan. (Belajarlah kepada Yesus, karena Ia lemah lembut dan rendah hati – mat 11:29). Obedience is the very best way to show that you believe. Obedience to God begins with humility.

PRAYER
Aku mau belajar taat pada apapun yang diperintahkan olehMu meski terkadang itu tidak sesuai dengan gambaran/harapanku. Tapi ku tahu itu selalu jauh lebih baik daripada pilihanku. Dalam nama Yesus Amin!

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s