BAB 17. Penggantian Para Pemimpin    

image

Yosua 1:2,5 “Hamba-Ku Musa telah mati; sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini…seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.

 

Pergantian pemimpin adalah sesuatu yang alamiah dan wajar terjadi dalam setiap kepemimpinan, namun apa yang terjadi setelah penggantian kepemimpinan itulah yang dapat kita jadikan indikator apakah kepemimpinannya berhasil atau tidak. Berhasil apabila yang dikerjakan oleh kepemimpinan sebelumnya dapat terus bertahan di dalam krisis penggantian dan bahkan diteruskan ke generasi kepemimpinan selanjutnya. Di proses pergantian kepemimpinan inilah mutu kepemimpinan seseorang diuji. Seorang pemimpin yang memimpin dengan prinsip rohani akan dapat mengatasi krisis penggantian kepemimpinan ini dan bahkan malah mengakibatkan pekerjaan itu semakin berkembang lebih baik lagi. Singkatnya sebenarnya tidak ada orang yang benar-benar tidak tergantikan dalam kepemimpinan. Jika pekerjaannya berasal dari Tuhan maka tidak ada suatu apapun yang dapat melenyapkannya, dan jika pekerjaan itu bukan berasal dari Tuhan, maka melanjutkan pekerjaan itu pun tidak ada gunanya.  

Secara Hakekatnya Allahlah dan bukan kita yang menyediakan dan memilih orang-orang yang memimpin dalam kerajaanNya (mark 10:40). Kalau Tuhan sudah memulai sesuatu, maka ia akan memperlengkapi supaya hal itu bisa tercapai sesuai dengan kehendakNya. Kalau Tuhan memberi Visi maka sebenarnya Dia telah memperlengkapi kita dengan Provisi. Tuhan selalu bekerja tanpa sepengetahuan kita untuk mempersiapkan orang-orang menjadi pemimpinNya. Pemberian terbesar tuhan kepada bangsa Israel bukanlah tanah perjanjian, melainkan para pemimpin seperti Musa, Daud dan Yesaya, karena pemberianNya yang terbaik selalu adalah manusia. AnugrahNya yang terbesar untuk gerejanya adalah pemberian keduabelas murid yang telah dilatih olehNya.  

Setiap kali dalam Krisis penggantian kepemimpinan Tuhan selalu telah menyiapkan pengganti yang sempurna untuk menggantikannya. Lihat saja bagaimana Musa meninggal sebelum mereka hendak masuk ke tanah perjanjian. Memang kehilangan pemimpin yang terkemuka selalu menimbulkan keragu-raguan dan ketakutan, namun Tuhan sudah menyiapkan Yosua sebagai pengganti yang paling tepat. Krisis Penggantian kepemimpinan ini dipakai Tuhan untuk menampilkan Yosua. Dan ketika hal ini terjadi kita akan melihat ada hal-hal yang baru yang dikembangkan yang belum pernah ada di kepemimpinan sebelumnya. Musa mungkin tidak akan mampu menaklukkan dan membagi tanah perjanjian semampu dan sebaik Yosua. Penggantian pemimpin seperti ini memberikan kesempatan Allah untuk memunculkan orang yang telah disiapkan sebelumnya.  

Kalau ada orang yang punya bakat kepemimpinan yang sangat potensial namun kemudian tidak bersedia menyerahkannya untuk melayani Tuhan, maka Tuhan tidak akan kehabisan akal. Ia akan memaki seorang yang mungkin kelihatan kurang berbakat namun siap dipakai olehNya. Seperti Firman Tuhan dalam 1 Korintus1:26-29 yang berkata “Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.”  

Bukan berarti Tuhan tidak mau memakai orang-orang yang berbakat, tetapi sedikit orang yang seperti Paulus yang mau menyerahkannya untuk dipakai Tuhan. Jika orang yang sangat berbakat ini tidak bersandar pada kekuatan dan himat mereka sendiri, maka Tuhan dapat memaki mereka tanpa batas untuk kemuliaanNya. Hanya ada satu pribadi yang kepemimpinanNya tidak tergantikan yaitu Yesus. Itulah sebabnya ketika Yesus naik ke surga tidak ada seorang pun dari murid Yesus yang berusaha menggantikan kepemimpinan Yesus. Hal ini membuktikan bahwa Ia tetap menjadi pemimpin mereka.  

Kita juga tidak perlu kuatir akan kapasitas dan kepemimpinan yang baru yang menggantikan kepemimpinan yang lama, kita tidak perlu terlalu mencemaskan apa yang bakal terjadi kemudian. Karena Dia sendirilah yang akan membangun jemaatNya di atas batu karang (Yesus) dan bukan kita. Martin Luther berkata bahwa “Jika Ia ingin gerejaNya tetap ada, maka Ia harus menjaga, memelihara, dan membelanya, karena kita tidak dapat mendukung atau melindunginya; dan jika kita dapat, maka kita akan menjadi orang dungu yang paling sombong di dunia.” Perubahan kepemimpinan seperti apapaun dalam kehidupan manusia tidak akan dapat menggoyahkan atau mencemaskanNya, karena Ia menjalankan kepemimpinanNya dengan kuasa yang kekal, yang tetap sama, baik kemarin maupun hari ini sampai selama-lamanya.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s