A Disciplined Life

image

SCRIPTURE
Amsal 5:11-14  
dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa, 
lalu engkau akan berkata: “Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran; 
mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku?
Aku nyaris terjerumus ke dalam tiap malapetaka di tengah-tengah jemaah dan perkumpulan.”

Lalu engkau akan berkata, “Ah, kenapa aku membenci nasihat? Kenapa aku tidak mau ditegur?. Aku tak mau mendengarkan guru-guruku dan tidak mau menuruti mereka. Tahu-tahu aku telah jatuh di mata masyarakat.”
(Amsal 5:11-14 BIMK)

Proverbs 5:11-14  MSG
You don’t want to end your life full of regrets, nothing but sin and bones,
Saying, “Oh, why didn’t I do what they told me? Why did I reject a disciplined life?
Why didn’t I listen to my mentors, or take my teachers seriously?
My life is ruined! I haven’t one blessed thing to show for my life! ”
 
OBSERVATION
Penyesalan selalu datang terlambat.
Nasehat dan teguran sering kali tidaklah menyenangkan hati kita. Didisiplin mungkin saja mengerjakan hal yang tidak enak pada awalnya..Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
(Ibrani 12:11). Nasehat dan teguran ibarat sebuah palu yang memiliki 2 sisi kegunaan untuk menghancurkan (destruktif) atau membangun (konstruktif). Terimalah maka kita akan dibentuk dan dibangun olehnya.

APPLICATION
Sikap hati seperti apakah yang harus kita miliki sewaktu kita menerima teguran, nasihat, kritik bahkan disiplin?

1. Sikap hati yang terbuka untuk dikoreksi (don’t Reject – Listen – take it seriously)

Mari kita belajar memiliki hati seperti Yesus yang lemah lembut dan rendah hati (Matius 11:29). Cara kita deal dengan teguran, koreksi, dan nasihat akan menunjukkan siapa kita sebenarnya. Ingat setiap teguran, nasihat dan disiplin kalau kita respons dengan benar maka akan mendatangkan kebaikan dalam hidup kita. Bahkan tidak ada hal yang lebih cepat mendewasakan kita ketika kita berhasil deal dengan nasihat, teguran dan disiplin dengan sikap hati yang benar. Bukankah asal kata Murid (disciples) adalah disiplin (discipline). Jadi kalau ada murid yang tidak lagi mau didisiplin, menerima nasihat, teguran maka sangat dipertanyakan keberadaan dia sebagai seorang murid. Murid adalah orang yang bersedia, suka dan rela untuk didisiplin.
 
Salah satu hal yang membuat kita tidak lagi mau menerima nasihat, kritik maupun disiplin adalah kesombongan. Kesombongan adalah dosa yang paling tidak disadari oleh korbannya. Dosa kesombongan adalah dosa yang sangat dibenci Tuhan. Amsal 16:5 Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN; sungguh, ia tidak akan luput dari hukuman. Dalam buku kepemimpinan rohani salah satu test dari 3 test yang ada untuk mengetahui apakah ada kesombongan dalam diri kita adalah dalam test Ujian Kritik
·         Apakah kritik menimbulkan kebencian dalam diri kita?
·         Apakah kita akan segera membenarkan diri sendiri?
·         Apakah kita akan segera membalas kritik?
 
2. Berdiam dirilah carilah Tuhan. Jangan Merespons saat emosi menguasai anda

Sebagai anak muda kita relatif mempunyai ego yang tinggi sewaktu kita dinasihatin, dikritik, didisiplin. Kalau nasehat, kritik, disiplin itu sangat mengganggu anda, emosi anda mungkin memuncak, tetapi ingat tetaplah tenang. Jangan merespons / membuat keputusan disaat emosi anda sedang menguasai anda. Ambilah waktu, cari tempat carilah Tuhan. Berdiam dirilah di dalam hadirat Tuhan. Biarkan Tuhan yang menilai hidup kita, jujurlah dihadapanNya, dengarlah suara Roh Kudus di hati nuranimu, siap sedialah kalau kita memang salah dan harus berubah. Setelah itu barulah buatlah keputusan dan bertindaklah. Hindarilah ketika kita menerima hal ini, kita membenarkan diri apalagi mencari pembenaran dari orang lain. Deal dengan Tuhan dahulu. Dan tanyakan What Would Jesus Do? Jika Tuhan dalam posisi kita. Emosi kita dalam menanggapi hal ini tidaklah salah, kita bisa saja merasa kecewa, marah, tidak senang, tetapi respons kita atas emosi kita itu yang bisa membuat kita salah atau benar. So bukan soal benar atau salah tetapi respons itu yang paling menentukan.

PRAYER

Tuhan aku mau belajar dariMu karena Engkau Lemah lembut dan Murah hati. Berikanku hati yang selalu mau diajar (teachable heart, spirit), kikis hati yang keras dari padaku ya Tuhan. Aku siap untuk Engkau proses. Terima kasih atas semua nasihat, teguran dan disiplin yang Engkau berikan secara langsung maupun lewat orang-orang disekitarku dan pemimpinku. Terima kasih Tuhan. Dalam nama Yesus. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s