Hauskah anda?

image

SCRIPTURE
Matius 5:6  Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,karena mereka akan dipuaskan.

Matius 5:6  BIS
Berbahagialah orang yang rindu melakukan kehendak Allah; Allah akan memuaskan mereka!

Matthew 5:6  MSG
Blessed and fortunate and happy and spiritually prosperous (in that state in which the born-again child of God enjoys His favor and salvation) are those who hunger and thirst for righteousness (uprightness and right standing with God), for they shall be completely satisfied!

Matthew 5:6  NIV
Blessed are those who hunger and thirst for righteousness, for they will be filled.

OBSERVATION

Pernahkah anda merasa haus? So pasti setiap kita pasti merasa haus. Apakah anda tahu rasa haus adalah salah satu tanda awal tubuh kita membutuhkan cairan. Meniadakan Peringatan pertama ini bisa membuat tubuh kita mengalami dehidrasi.

Begitu juga dengan manusia Rohani kita bisa mengalami haus Rohani. Dan ini penting karena ini menjadi tanda kehidupan dalam manusia Rohani kita. Kehausan rohani kita merupakan pertanda roh yang bertumbuh.

Ada 3 Jenis rasa haus Rohani:
1. Rasa haus Dari jiwa yang kosong

Ini didapati pada manusia yang belum bertobat. Tanpa Tuhan ia terus menerus mengejar sesuatu yang dapat mengisi kekosongan tersebut. Usaha yang pontang panting tersebut bisa saja mencaku uang, seks, kekuasaan, tanah, emas, olahraga, hobi, gadget. Singkatnya hidup mereka menuruti keinginan dan pikiran daging (Efesus 2:3). Tipe seperti ini buta terhadap kebutuhan sejatinya.

2. Rasa haus dari jiwa yang kering

Perbedaan Antara jiwa yang kosong dan kering adalah jiwa yang kosong tidak pernah mengalami “aliran-aliran hidup” (Yohanes 7:38), sementara jiwa yang kering pernah mengalami dan menyadari ada sesuatu yang hilang.

Kalau kita ingat Firman Tuhan dalam Yohanes 4:13-14  Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

Bukankah janjiNya kita tidak akan haus lagi? Nah namun yang dimaksud disini sebenarnya Yesus tidak memaksudkan kalau kita tidak akan memiliki lagi rasa haus. Tetapi setiap Kali kita haus akan segera dipuaskan. Bukannya menghilangkan rasa haus tetapi memuaskan setiap kali rasa haus itu akan datang. Karena kalau menghilangkan rasa haus berarti ketika kita pernah minum airnya maka kita tidak akan lagi mencariNya karena rasa haus akanNya sirna.

Nah lalu bagaimana seorang yang pernah merasakan kelegaan Dari aliran hidup namun kemudian bisa kering dan haus kembali? Nah paling tidak ada 3 kondisi yang menyebabkan hal ini terjadi:

A. Terlalu banyak minum dari aliran air duniawi yang kering dan terlalu sedikit dari “batang air Allah” (Maz 65:10).

Kita akan justru merasa makin haus apabila meminum sesuatu yang salah. Contoh kalau kita meminum air laut yang asin maka bukannya dahaga hilang tetapi malah akan bertambah haus. Terlalu banyak memberi perhatian pada satu atau beberapa dosa dan atau memberikan terlalu sedikit perhatian pada persekutuan dengan Tuhan akan membuat jiwa orang percaya bisa menjadi akering dan layu.

B. Pengabaian

Ada orang percaya berkata begin I ada saatnya dimana Tuhan akan membanjiri kita dengan hadiratNya namun ada saat dimana kita merasa kering karena kita merasa Dia tidak ada. Namun izinkan says mengungkapkan bahwa pengabaianNya terhadap kita hanyalah persepsi kita belaka, karena kenyataannya Yesus berkata Ibrani 13:5  … “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”  Dan Matius 1:23  “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita. Guys Gals janjiNya Dia tetap menyertai kita bahkan disaat kita merasa Dia tidak ada.

William Gurnall memberi nasihat singkat terbaik : “umat Kristiani hiatus mempercayi Tuhan yang sedang menarik Diri”. Ketika matahari berada di balik swan, jaraknya sama dengan ketika kita dapat merasakan panas sinarnya.

C. Kelelahan mental atau fisik yang berkepanjangan

3. Rasa haus Dari jiwa yang puas

Bagaimana mungkin orang yang puas kemudian mengalami kehausan? Jiwa yang puas merasa haus akan Tuhan. Daud mengalami kepuasan dalam Tuhan namun itu membuat Dia makin merindukan Tuhan dalam hidupnya. Rasul Paulus berkata yang Dia kehendaki adalah mengenal Dia (Filipi 3:10) bukankah Paulus sudah mengenal Yesus? Namun mengapa dalam pengenalannya yang luar biasa itu Dia masih terus menjadikan pengenalan akan Tuhan jadi hal yang sangat dia rindukan. Jiwa Paulus telah dipuaskan oleh Yesus namun masih terus merasa haus akan Dia.

APPLICATION

Apakah pengalaman penyembahan atau waktu teduh anda akhir-akhir ini mendatangkan gairah ilahi? Antusasme seperti awal-awal kita mengenalNya. Apakah ada rasa haus yang semakin bergelora padaNya?

Tahukah anda bahwa hasrat seperti inilah yang menandai adanya pertumbuhan Rohani. Tuhanlah yang memprakarsai timbulnya dahaga Rohani. Tetapi Dia bukan cuma memprakarsainya saja namun juga memuaskannya.

Beberapa langkah praktis untuk mendapatkan pemuas dahaga:
1. Renungkanlah Firman Tuhan
Bukan cuma jadi pembaca yang tekun tetapi merenungkan dan melakukan Firman Tuhan. Pakai 20-25% waktu membaca alkitab untuk merenungkan beberapa ayat, frasa atau bagian dari bacaan anda. Berdoalah, ambil pena dan buatlah catatan tentang hal itu. Pikirkan paling tidak sedikit satu cara untuk menerapkan dan melakukan apa yang anda Baca.

2. Naikkan doa dari Firman Tuhan
Gunakan bagian bacaan yang sama untuk berdoa

3. Bacalah Karya pars penulis yang membuat jiwa anda haus.

PRAYER

Mari minta hari yang selalu haus kepadaNya. Sama seperti Rusa yang merindukan aliran air sungai. Berdoalah dari perikop ayat ini. Daud yang juga mengalami dahaga dan mengalami sepertinya Tuhan. Tidak ada.

Mazmur 42:1-11  Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah. (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
(42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?
(42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?”
(42-5) Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan.
(42-6) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
(42-7) Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Yordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar.
(42-8) Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku.
(42-9) TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.
(42-10) Aku berkata kepada Allah, gunung batuku: “Mengapa Engkau melupakan aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?”
(42-11) Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: “Di mana Allahmu?”
(42-12) Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s