Devotion

Apakah Anda Merasakan Kehadiran Tuhan?

image

SCRIPTURE
Kejadian 28:16 
Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: “Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya.”

Kejadian 28:16  BIS
Lalu Yakub bangun dari tidurnya dan berkata, “TUHAN ada di sini, di tempat ini, tetapi baru sekarang aku mengetahuinya!”

Genesis 28:16  MSG
Jacob woke up from his sleep. He said, “GOD is in this place–truly. And I didn’t even know it! ”

Genesis 28:16  NIV
When Jacob awoke from his sleep, he thought, “Surely the LORD is in this place, and I was not aware of it. ”

OBSERVATION
Ayat ini menggambarkan bagaimana yakub tidak menyadari akan kehadiran Tuhan di tempat dia berada. Bicara soal kehadiran nah ini kita perlu jelas apa indikator kehadiran Tuhan di hidup kita? Apa yang menandakan Tuhan hadir dalam hidup kita? Kapan terakhir kali anda berpikir ” Tuhan hadir disini”?

Memang ada beberapa saat dalam hidup kita merasakan kehadiran Tuhan yang sangat dekat misalkan dalam kotbah minggu yang istimewa, yang berbeda dari kotbah-kotbah minggu biasanya. Mungkin ketika berdoa bersama dengan jemaat lain secara khusyuk. Rasanya Tuhan dekat sekali seakan-akan teramat dekat sehingga rasanya kita melihat Dia waktu membuka mata.

Seberapa seringkah kita menyadari kehadiran Tuhan? Apakah anda pernah berada dalam posisi kita rasanya tidak dapat merasakan kehadiran Tuhan? Banyak orang percaya juga mengalami seperti yang Yakub alami dan berkata “sesungguhnya Tuhan ada di sini dan aku tidak mengetahuinya” daripada menyadari janjiNya ketika Yesus berkata “Aku menyertai kamu senantiasa” (Mat 28:20)

Survei terhadap beberapa orang perihal merasakan kehadiran Tuhan
* 2/3 orang dewasa orang percaya mengaku mereka kadang-kadang merasakan seolah-olah mereka berada dalam hadirat Tuhan.
Kadang-kadang? Ini berarti tidak ada bedanya dengan orang non Kristen (58%) yang menyatakan bahwa mereka pernah berada dalam hadirat Tuhan.

Apa akibat tumpulnya kepekaan kita kepada kehadiran Tuhan? Jelas mengakibatkan orang jarang berpikir tentang Tuhan, tentang Firman Tuhan, dan tentang kehendak Tuhan. Kondisi yang sebenarnya tidak jauh beda dengan orang yang tidak kenal Tuhan. Ketidakpekaan itu di satu sisi membuat kita tidak banyak memikirkan bagaimana mencegah dosa, tidak banyak memikirkan bagaimana melakukan apa yang baik. Lagipula siapa yang mengetahuinya?

Seseorang yang hidup tanpa kesadaran akan kehadiran Tuhan akan menjalani hidupnya seperti jika Tuhan sungguh-sungguh tidak ada. Kebahagiaan lebih banyak akan dicari di dalam material, impian, atau orang-orang tertentu daripada di dalam Tuhan. Hubungan Tuhan hanya sebatas memiliki agama. Disiplin-disiplin Rohani beralih menjadi sekadar kewajiban atau bahkan formalitas belaka saja. Ibadah bersama menjadi suatu tuntutan sosial, bukan suatu hal istimewa. Jelas ini bukanlah tanda dari orang percaya yang sedang bertumbuh.

Lalu bagaimana kita mengenali kehadiran Tuhan?
Seseorang haruslah pertama-tama mengalami Imanuel (Kristus disebut Imanuel yang artinya Tuhan menyertai kita). Kita tidak dapat benar-benar mengenali kehadiran Tuhan sampai kita mengalami Kristus. Untuk memastikan bahwa Kristus hadir di dalam diri kita, kita perlu bertobat dan percaya kepada Injil (Markus 1:15)

Kita tidak akan pernah dapat mengenali kehadiran Tuhan dengan benar dan dalam kebenaran jika Dia tidak terlebih dahulu menyatakan diriNya kepada kita. Dia telah menyatakan diriNya secara umum lewat karyaNya (Roma 1:20), tetapi secara khusus Dia menyatakan diriNya lewat FirmanNya. Yaitu lewat Firman yang telah menjadi manusia (Yesus), Firman yang tertulis (Alkitab). Melalui perantaraan FirmanNya kita dapat memiliki pengalaman bersama Tuhan dan merasakan kehadiranNya.

Waspadalah kepada pengajaran yang sembarangan mengidentifikasikan kehadiran Tuhan yang kalau boleh dibilang berkembang ke arah mistik atau bisa kita sebut dengan kebatinan rohani. Misalkan saja mengidentifikasikan kehadiran Tuhan dengan bulu kuduk yang berdiri, membayangkan Dia sedang duduk bersama dengan anda, membayangkan Tuhan sebagai sosok yang sesuai dengan keinginan kita. Masalahnya betapa pun hal ini terdengar Rohani, Alkitab tidak pernah memerintahkan kita untuk melakukannya dan tidak pernah pula menggambarkan pengalaman semacam itu. Sebaliknya kita di minta untuk:
1. Mencari Tuhan melalui FirmanNya
2. Mencari Tuhan melalui pengalaman-pengalaman yang dibangun di atas dasar FirmanNya
3. Mencari Tuhan dalam keseharian kita sesuai dengan petunjuk FirmanNya.
So dasarnya adalah Firman Tuhan.

Dalam sebuah buku klasik Karya A.W Tozer “Mengenal Yang MahaKudus”, dia menuliskan tentang orang yang memahami kehadiran Tuhan dengan benar.
“Praktik mengalami kehadiran Tuhan” dilakukan bukan dengan memproyeksikan sebuah objek khayalan dari dalam pikiran sendiri lalu berusaha mewujudkan kehadirannya; namun dengan berusaha mengenali kehadiran sesungguhnya dari sang Pribadi yang menurut semua teori kepercayaan yang benar sudah hadir sejak semula. Pribadi yang keberadaannya tidak dipengaruhi oleh apapun, termasuk dari segala bentuk pemahanan tentang Dia yang dimiliki ciptaannya. Praktik yang demikian akan mengahasilkan suatu pengalaman yang nyata bukan hanya suatu imajinasi.

Jika yang saya cari tidak jelas Mana saya akan cenderung untuk Mencari sebuah pengalaman dan bukannya sosok Pribadi, atau setidaknya tak mampu membedakan sang Pribadi dari perasaan akan kehadiranNya. Tanpa pengetahuan akan Tuhan yang mendasari perasaan saya akan kehadiranNya. Bagaimana saya bisa tahu kalau saya benar-benar berinteraksi dengan Tuhan seperti yang sinyatakan Alkitab?

So ketika saya bertanya Apakah anda makin peka merasakan kehadiran Tuhan hari hari ini, bukan berarti saya bertanya apakah anda pernah merasakan suatu suasana batin dimana Tuhan terasa dekat. Namun yang saya maksudkan adalah apakah anda makin banyak mengambil waktu untuk menfenali kehadiran Tuhan di mana pun anda berada dan menghargai Dia sebagaimana yang telah Dia nyatakan mengenai PribadiNya. Sudahkah anda mengalami manisnya kehadiran Tuhan, mengagumi keindahan hadiratNya, dengan jalan memikirkan sifat-sifat dari Tuhan yang Mahahadir, yang telah Dia nyatakan?

APPLICATION
Mungkin anda berpikir “Belakangan ini aku tidak bisa merasakan kehadiran Tuhan”. Namun perhatikan adalah 2 hal yang berbeda ketika anda merindukan Tuhan sekalipun anda sedang tidak merasakanNya, dengan ketika anda mengalami rutinitas hidup tanpa menyadari hilangnya hadirat Tuhan.

Ada perbedaan mendasar antara Yesus yang berseru ketika disalib “AllahKu AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku? (Marius 27:46) dengan Simson yang berkata sebelum ditangkap, ” Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas,’…. Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa Tuhan telah meninggalkan dia” (Hakim-hakim 16:20). Seruan Yesus diucapkan atas kesedihan mendalam karena terpisah sari Bapa, sementara perkataan Simson diucapkan atas ketidakpeduliannya.

Satu sisi mungkin anda sedang berusaha bertumbuh serupa dengan Kristus dan bertekun dalam kehendak Tuhan, tetapi pada saat yang sama tidak merasakan bahwa Tuhan bersama anda. Di sisi lain, anda perlu berhati-hati agar tidak menjadi seperti Simson yang merasa puas diri atau terbiasa dengan hidup lepas dari kehadira dan berkat Tuhan.

Berikut beberapa langkah praktis yang dapat kita lakukan untuk bertumbuh dalam kesadaran kita akan kehadiran Tuhan yang terus-menerus:
#1. Sering-seringlah mengunjungi tempat dimana Tuhan telah menyatakan DiriNya secara jelas yaitu Alkitab
#2. Tanggapilah kehadiran Tuhan bersana anda melalui percakapan denganNya. (Berdoa)
#3. Carilah Dia dalam perwujudan kehadiranNya yang hanya diberikan melalui Ibadan jemaat. (Ada pewahyuan yang hanya dapat kita temui dalam hubungan intim kita bersama Dengan Tuhan dan juga ada yang hanya dapat didapat dari Ibadan bersama jemaat)
#4. Teguhkan kembali secara terus-menerus kebenaran bahwa Tuhan itu mahahadir.

PRAYER
Doa A.W Tozer dapat membantu kita utk merasakan kehadiran Tuhan
” Bapa kami, kami tahu bahwa Engkau hadir di sini bersama kami, tetapi pengenalan kami hanyalah gambaran dan bayang-bayang kebenaran, dan hanya memiliki sedikit rasa Rohani dan rasa manis dalam batin yang seharusnya diperoleh melalui pengenalan kami akan Tuhan. Bagi kami, itu semua merupakan kerugian besar dan penyebab tumbuhnya banyak kelemahan dalam hari kami. Tolong kami untuk berani mengambil tindakan-tindakan yang perlu untuk memperbaiki hidup kami sehingga kami dapat mengalami makna sesungguhnya dari FirmanMu. Dalam hadiratMu ada sukacita yang penuh. Dalam nama Yesus. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s