Generasi Yang Hilang

image

SCRITURE
Hakim-hakim 2:10 
Setelah seluruh angkatan itu dikumpulkan kepada nenek moyangnya, bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel.

Hakim-hakim 2:10  BIMK
Kemudian seluruh angkatan itu meninggal juga. Dan angkatan yang berikutnya tidak mengenal TUHAN, karena mereka tidak mengalami apa yang telah dilakukan TUHAN untuk bangsa Israel.

Judges 2:10  MSG
Eventually that entire generation died and was buried. Then another generation grew up that didn’t know anything of GOD or the work he had done for Israel.

Judges 2:10  AMP
And also all that generation were gathered to their fathers, and there arose another generation after them who did not know (recognize, understand) the Lord, or even the work which He had done for Israel.

Judges 2:10  CEV
After a while the people of Joshua’s generation died, and the next generation did not know the LORD or any of the things he had done for Israel.

Judges 2:10  NET
That entire generation passed away; a new generation grew up that had not personally experienced the Lord’s presence or seen what he had done for Israel.

OBSERVATION
Hati ini saya membaca renungan dari kitab hakim-hakim 2 yang menceritakan rentang satu generasi yang hilang yang tidak lagi mengenal Tuhan secara pribadi, tidak mengalami perbuatan tangan Tuhan secara pribadi. Dan hanya mendengar saja apa tetapi tidak pernah mengalami Tuhan.

Dari ini saya bisa mendapatkan bhwa generasi yang hilang adalah generasi yang: tidak mengenal dan tidak mengalami Tuhan secara pribadi. Dan akibatnya hidupnya pun jauh dari standar yang Tuhan inginkan.

Renubgan di alkitab saya menggambarkan bahwa bagaimana dulu benua eropa adalah pusat dari kekristenan dan mengirimkan banyak sekali penginjil ke benua yang lain termasuk Asia. Namun kalau kita perhatikan sekarang generasi yang ada di eropa saat ini sudah tidak lagi banyak yang mencari Tuhan, gereja-gereja menjadi kosong dan beralih fungsi menjadi museum, restaurant bahkan pub atau diskotik. Benar-benar sangat memperihatinkan. Dan ini jugalah yang terjadi di jaman setelah yosua, Lara tua-tua dan orang sejaman yosua meninggal dunia semua.

Kalau saya melihat kebiasaan dari bangsa Israel sendiri saya merasa agak ngeri dengan kualitas kekristenan yang ada di generasi kita. Coba bayangkan bangsa Israel sendiri punya kebiasaan bahwa mereka akan mengajarkan Hukum taurat dan takut akan Tuhan kepada anak-anak mereka di dalam segala keadaan dan setiap hari.

Misalkan saja: Ulangan 4:9-10  Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,
yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan TUHAN, Allahmu, di Horeb, waktu TUHAN berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka.

Ulangan 6:6-9  Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, 
haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,
dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
Singkatnya Tuhan mau mereka mempersiapkan generasi selanjutnya yang hidupnya tetap takut akan Tuhan. Tuhan peduli dengan generasi selanjutnya.

Bayangkan dengan semua kebiasaan (diajarkan berulang-ulang, dibicarakan, diikat, dituliskan di tangan dan lambang di dahi) yang sudah berjalan sejak lama saja akhirnya bisa muncul juga satu generasi tanpa Tuhan di Israel padahal itu diajarkan berulang-ulang di dalam semua aktivitas mereka. Kalau saya melihat kelemahannya adalah mungkin Mereka punya informasi lengkap tentang Tuhan, mereka punya informasi sejarah lengkap tentang apa yang Tuhan pernah lakukan bagi nenek moyang mereka. Tetapi mereka sendiri tidak pernah mengalami apa yang mereka tahu, Baca dan dengar secara pribadi. Mereka lengkap secara intelektual tetapi minim pengalaman (personal experience) bersama Tuhan. Tidak pernah mengalami apa yang Tuhan kerjakan pads nenek moyang mereka.

Survei yang pernah saya lakukan sendiri menyatakan mengapa banyak orang Kristen yang akhirnya sampai malah malas Baca Firman Tuhan adalah karena mereka akhirnya menganggap semuabyang dibaca di alkitab hanyalah catatan sejarah, mujizat di jaman dahulu kala. Karena ia tidak pernah mengalami apa yang dia Baca.nah itulah masalahnya yang bisa menyebabkan hialngnya satu generasi. Alami sendiri Maka kita akan bisa mengenal Tuhan lebih dalam. Kecaplah sendiri maka engkau akan melihat, mengerti dan mengenal siapa Tuhan. (Mazmur 34:8)

APPLICATION
Sudah berapa lamakah kita mengenal Tuhan? Sudah pernah katamkah kita membaca alkitab? Sudah berapa lama kita pelayanan? Berapa banyak kisah alkitab yang kita tahu? Berapa banyak aperumpamaan Yesus yang sudah kita hapal? Berapa banyak kejadian-kejadian peristiwa sejarah mulai dari penciptaan , raja-raja yang sudah kita tahu?

Jangan jadikan itu hanya sekedar menambah informasimu tentang Tuhan, tentang pribadiNya, tentang karakterNya, tentang apa yang telah Dia lakukan. Jangan cuma sekedar tahu tetapi alamilah. Kalau kita pernah mendengar kesaksian yang luar biasa tentang bagaimana Tuhan melakukan perkara besar dalam hidup seseorang Jangan cuma dengar dari orang lain tetapi alamilah sendiri. Karena pengalaman akan Firman Tuhan akan janji Tuhanlah yang membuat kita akan semakin mengenalNya.

Pagi ini Sudahkah anda membaca Firman Tuhan? Renungkan dan lakukanlah sehingga anda bisa mengalami apa yang anda Baca. Kunci untuk bisa mengalami Tuhan adalah sangat simpel “lakukanlah apa yang kau baca (irman Tuhan)”

PRAYER
Berdoa agar di generasi kita ini, para Impactors yang ada di IMAGE agar bisa bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Bukan cuma bertambah secara informasi saja tetapi juga mengalami Tuhan.

Berdoa agar generasi yang kita bangun hari hari ini menjadi generasi yang takut akan Tuhan. Yang hidupnya radikal dan berdampak bagi semua generasi.

Advertisements

One thought on “Generasi Yang Hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s