Devotion

Life’s Too Short

image

SCRIPTURE
Mazmur 39:4  (39-5)
“Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!

Psalms 39:5  AMP
Behold, You have made my days as [short as] handbreadths, and my lifetime is as nothing in Your sight. Truly every man at his best is merely a breath! Selah [pause, and think calmly of that]!

Psalms 39:5  CEV
You made my life short, so brief that the time means nothing to you. ” Human life is but a breath,

OBSERVATION
Hidup kita ini singkat. Sesingkat apa? Dikatakan dalam terjemahan CEV dikatakan seperti sebuah helaan nafas saja. Dalam terjemahan AMP dikatakan seperti “handbreadths” dalam kamus online merriam webster dijelaskan seperti ” salah satu dari berbagai satuan panjang bervariasi dari sekitar 21/2 sampai 4 inci berdasarkan luasnya tangan” kalau mau diukur panjangnya hanya seperti beberapa inch saja, well bayangkan saja gadget-gadget jaman sekarang aja semua lebih besar dari 4 inch. Yakobus 4:14  juga berkata … Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sadari betapa singkatnya hidup kita.

Kalau kita diberitahukan sisa hidup kita hanya tinggal beberapa hari saja, apa yg akan kita perbuat di hari-hati yang kita miliki? Yang pasti kita tidak akan menghabiskannya dengan sesuatu yang hanya membuang-buang waktu dan tidak berarti.

Tentunya kita tidak akan membenci dan mengingat-ingat kesalahan orang yang pernah menyakiti kita. Tentunya kita akan meminta maaf dari orang-orang yang pernah kita kasihi. Tentunya kita akan menghabiskan sisa waktu bersama dengan orang yang kita kasihi dan melakukan apa yang selama ini belum sempat kita lakukan. Singkatnya kita akan melakukan hal yang terbaik dari yang terbaik yang bisa kita lakukan di hari-hati terakhir kita.

Nah masalahnya banyak manusia yang berpikir tahu kapan ajalnya sehingga merasa hidupnya bakal masih lama sekali sehingga berat untuk memberikan pengampunan, masih saja terus membuat masalah dengan hidupnya, ah nanti saja saya masih punya waktu untuk mengikut Tuhan dan melayaniNya, ah ntar saja waktu saya sudah menikah. Masalahnya kita tidak akan pernah tahu kapan tiba ajal kita.

Kita yang masih muda tidak berarti kita masih memiliki sangat banyak waktu begitu juga yang tua bukan berarti tinggal punya sedikit waktu lagi. So hiduplah dengan bijaksana. Kesadaran akan hidup yang kita hidupi sekarang ini adalah hidup yang sementara dan bukan tempat kita yang sesungguhnya akan membuat kita hidup kita lebih bijaksana.

APPLICATION
Ambillah secatik kertas dan alat tulis. Coba bayangkan hidup anda tinggal 24 jam saja. Coba listkan apa- apa saja yang mau anda lakukan di 24 jam terakhir itu?

Sekarang coba bandingkan dengan list hal-hal yang sudah kita lakukan hari ini. List manakah yang paling terbaik yang bisa kita lakukan? Tentu saja list yang setelah tahu tinggal 24 jam ya kan? Nah kalau sebenarnya anda bisa memberikan yang terbaik mengapa puas hanya melakukan apa yang baik atau bahkan biasa-biasa saja di hari-hari kita?

Hiduplah seakan-akan inilah hari terakhir kita, Lakukan segala sesuatu seperti itu terakhir kalinya engkau bisa melakukannya. Lakukan semuanya seperti untuk Tuhan dan manusia. Maka engkau akan selalu memberikan yang terbaik dari dirimu.

PRAYER
Tuhan aku mau memberikan yang terbaik dari sejak masa mudaku sampai Engkau memanggilku kembali pulang ke rumah Bapa. Aku mau melakukan segala sesuatu untuk menyenangkanMu. Pakai aku dari masa mudaku ya Tuhan. Aku menyerahkan segenap hati, jiwa, akal bdi dan kekuatanku kepadaMu. Dalam nama Yesus. Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s