Meningkatkan Pelayanan Anda

Bab 6. BERPIKIR SEBAGAIMANA LAYAKNYA SEORANG PELAYAN BUKAN PERBUDAKAN PIKIRAN

image

Berpikir sebagaimana layaknya seorang pelayan sangat penting kita pahami, karena selalu saja ada orang-orang yang akan memanfaatkan para pelayan dan menjadikan mereka budak. Itulah yang dijadikan senjata oleh para pemimpin bidat. Rahasia kesusksesan mereka adalah menguasai pikiran. Mereka mengingini pikiran kita, dan tidak akan puas sebelum mutlak menguasainya. Tujuan utama yang ingin mereka capai adalahmodifikasi tingkah laku, yang merupakan kata lain dari pencucian otak.

Cara Kerja para pemimpin bidat ini:
1. Menghapus Program
Mereka menghapus program para pengikut baru mereka dengan meyakinkan bahwa apa yang selama ini mereka pikir benar adalah salah. Setelah itu mereka menaklukkan kemauan mereka, menetralkan otak mereka dan membuat mereka menerima apa saja yang diberitahukan kepada mereka.

2. Diprogram Ulang
Mereka diindoktrinasi, semua kepercayaan lama diganti dengan ajaran dari bidat tersebut. Gaya seperti ini telah dipraktekkan oleh Nazi, komunis gaya soviet dan rezim totaliter di seluruh dunia.

Kesetiaan yang membabi buta bukanlah sikap seorang pelayan. Waspadalah terhadap bahaya-bahaya dalam pelayan-pelayanan lain yang sifatnya mengambil manfaat secara tidak adil dari orang-orang yang dilayani. Setiap pelayanan yang memerlukan kesetiaan yang membabi buta dan ketaatan yang tidak bisa ditawar harus kita curigai. Seperti: Penyalahgunaan kekuasaan, kesetiaan kepada seorang pemimpin manusia secara berlebih-lebihan, pertanggungjawaban yang tidak sehat dan intents yang menggunakan intimidasi, ketakutan dan rasa bersalah untuk meningkatkan otoritas.

Orang-orang yang lemah dapat menjadi mangsa dari orang-orang yang paranoid yang mengangkat dirinya sebagai “mesias” sehingga bukannya mengakibatkan pertumbuhan rohani, melainkan pemerasan dan hilangnya martabat manusia. Waspadalah terhadap “pemimpin bionik” yang memiliki segudang karisma, orang yang top yahng terkenal, memiliki segudang talenta, kemmampuan dan daya tarik yang besar yang memfokuskan perhatian terhadap diri mereka sendiri atau organisasi mereka. Seorang pemimpin sejati seharusnya secara sadar mengarahkan kesetiaan dan penyembahan hanya kepada Tuhan Yesus.

PENTINGNYA PIKIRAN YANG DIPERBAHARUI

Kita harus berpikir sedemikian rupa seperti Kristus sehingga pikiran kita beketja dengan cara yang berbeda dengan orang-orang yang ada di sekitar kita. Roma 12:2 berkata “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.“ jangan biarkan dunia membentukmu! Berhentilah meniru sistem pemikiran, jenis pertimbangan, metode operasi, serta gaya dan teknik dunia sekelilingmu! Bagaimana caranya? Dengan mengadakan transformasi dari dalam. Hidup berbeda dimulai dengan berpikir secara berbeda. Filipi 2:5 berkata “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,..” untuk menjadi pelayan yang sejati, pikiran kita harus diperbaharui

PEMIKIRAN YANG BERLAKU DI DUNIA MASA KINI

2 Korintus 10:1-7 berkata
” 10:1 Aku, Paulus, seorang yang tidak berani bila berhadapan muka dengan kamu, tetapi berani terhadap kamu bila berjauhan, aku memperingatkan kamu demi Kristus yang lemah lembut dan ramah.
10:2 Aku meminta kepada kamu: jangan kamu memaksa aku untuk menunjukkan keberanianku dari dekat, sebagaimana aku berniat bertindak keras terhadap orang-orang tertentu yang menyangka, bahwa kami hidup secara duniawi.
10:3 Memang kami masih hidup di dunia, tetapi kami tidak berjuang secara duniawi,
10:4 karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
10:5 Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
10:6 dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna.
10:7 Tengoklah yang nyata di depan mata kamu! Kalau ada seorang benar-benar yakin, bahwa ia adalah milik Kristus, hendaklah ia berpikir di dalam hatinya, bahwa kami juga adalah milik Kristus sama seperti dia.”

Orang di korintus adalah kumpulan orang yang keras kepala, sekalipun sudah lahir baru merekaseringkali bertingkah laku duniawi karena memiliki mentalitas sekuler. Pikiran mereka belum diperbaharui. Di dalam ayat perikop diatas ada 5 hal yang penting:

1. Mereka tidak objektif tetapi sebaliknya berprasangka buruk (ay.2)
2. Mereka lebih berfokus pada apa yang kelihatan dibanding apa yang tidak kelihatan (ay.3)
3. Mereka lebih mengandalkan kekuatan manusia dan bukan kekuatan dari Tuhan (ay. 4)
4. Mereka lebih mendengar kepada manusia disbanding kepada Tuhan (ay.5)
5. Mereka melihat segala hal secara dangkal dan tidak secara mendalam (ay.7)

Apabila keduniawian kita yang berkuasa maka pertimbangan kita tidak akan mendalam, pemikiran yang dangkal, tertutup, tidak mau bergantung, terlalu terpaku pada manusia dan tidak memiliki focus secara rohani. Apabila kita menjadi serupa dengan dunia, maka dunia akan membentuk kita dalam banyak hal.

HALANGAN-HALANGAN MENTAL TERHADAP SUARA TUHAN

Banyak pesan Tuhan yang mengalami saringan yang akhirnya tidak sampai dengan benar dalam hidup kita. Dari ayat di 2 korintus 10 tadi ada dikatakan 4 hal yang harus kita pahami mengenai banteng-benteng, siasat, keangkuhan hidup, pikiran.

1. Tembok “Benteng” jiwa kita
Tembok disini bisa berarti prasangka, mentalitas negatif, pemikiran yang sempit yang menahan dengan kuat masukan dari Tuhan. Kita semua memiliki benteng-benteng yang harus kita hancurkan.

2. Penjaga-penjaga “siasat” jiwa kita
Alasan-alasan manusiawi yang wajar yang memperkokoh penjagaan tembok kita, yakni mekanisme pertahanan, rasionalisasi, dan pola pikir lainnya yang telah menjadi kebiasaan kita. Dalam roma 2:15 kita bisa melihat ada 2 “penjaga-penjaga” yang menuduh dan membela. Ketika Tuhan mendorong kebenaran untuk memperbaharui pikiran kita, maka kebiasaan kita secara reflex akan “menjaga” masuknya pikiran-pikiran asing. Itulah sebabnya mengapa kita begitu bergumul ketika kita mendapat kebenaran yang akan mengubah pikiran kita yang telah ditemboki dan dijaga oleh pemikiran sekuler. Kita lebih suka mempertahankan daripada mempertimbangkan dan menerima yang baru. Siasat kita menjaga aktia dari perubahan, sehingga mengakibatkan kita merasioalkan dan memcari pembenaran dari tindakan-tinadakan kita

3. Menara-menara “keangkuhan hidup” jiwa kita
Keangkuhan yang memperkuat sistem pertahanan ktia dari dalam. Keangkuhan adalah hal-hal yang kita tinggikan dan agungkan. Hal-hal yang diakibatkan oleh kesombongan: perdebatan, jiwa yang tidak mau diajar, keras kepala, dan tidak mau berubah. Ketika prinsip kebenaran Tuhan dinyatakan pikiran kita yang belum diperbaharui tidak hanya akan menolak namun akan berkata “siapa yang perlu hal itu?”, atau “selama ini saya baik-baik saja.”

4. Manusia berstrategi, “pikiran-pikiran” jiwa kita
Pikiran-pikiran kita sangat mempengaruhi masuk tidaknya kebenaran Firman tuhan dalam hidup kita. Pikiran yang belum diperbaharui akan memberikan respons “tidak bisa” kepada setiap kebenaran Firman Tuhan. Satu hal yang harus kita ingat bahwa kita benar-benar tidak memiliki alasan apapun untuk mempertahankan mentalitas sekuler kita. Ketika Tuhan Yesus sungguh-sungguh menguasai pikiran kita, dan kita menaklukkan pikiran kita kepadaNya, maka secara rohani kita menjadi tidak terkalahkan. Kita memiliki kekuatan supranatural. Kita berjalan di bawah kuasa Tuhan yang sempurna.

KEMAMPUAN SUPRANATURAL DARI “PIKIRAN YANG DIPERBAHARUI”

Ada 2 manfaat dari pikiran yang telah dipebaharui, yaitu; kekuatan dari Tuhan (ay. 4) dan kebebasan untuk menjadi diri sendiri (ay. 11-12)

KEKUATAN DARI TUHAN

Bagaimana kita dapat “meruntuhkan” hal-hal yang dahulu kita puja? Dengan membiarkan Kristus menjalani HidupNya memalui hidup kita. Dengan kekuatan dariNya kita dapat memberi, memberi, dan terus-menerus memberikan diri kita. Dan kita tidaks takut akan akibatnya. Bahkan kita tidak akan merasa telah diabaikan ketika kita tidak mendapat balasan perlakuan yang sama. Para pelayan, ingatlah jangan “mengadakan perhitungan”.

KEBEBASAN UNTUK MENJADI DIRI SENDIRI

2 Korintus 10:11-12 berkata:
“10:11 Tetapi hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka.
10:12 Memang kami tidak berani menggolongkan diri kepada atau membandingkan diri dengan orang-orang tertentu yang memujikan diri sendiri. Mereka mengukur dirinya dengan ukuran mereka sendiri dan membandingkan dirinya dengan diri mereka sendiri. Alangkah bodohnya mereka!”

Tidak ada topeng kepura-puraan, tidak ada persaingan dengan sesame orang percaya, bahkan tidak terjebak untuk membandingkan diri dengan orang lain. Semua ini hanya bisa dimiliki oleh mereka yang memiliki pikiran yang telah diubahkan.

SIKAP SEORANG PELAYAN DIMULAI DARI DALAM PIKIRAN

Semuanya dimulai dari pikiran. Kelakuan yang benar pun selalu didahului oleh pikiran yang benar. Disertai dengan sebuah doa yang sederhana yang terdiri atas 3 kata “Ubahlah saya, Tuhan”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s