Meningkatkan Pelayanan Anda

Bab 7. LUKISAN SEORANG PELAYAN BAGIAN PERTAMA

image

“Jika besar nanti, kamu mau menjadi seperti apa?”

Inilah pertanyaan yang paling sering kita tanyakan kepada anak-anak dan jawabannya sangat beragam. Nah sekarang mari kita tanyakan pertanyaan yang sama dengan cara yang lain. Bayangkan kita bertanya kepada Tuhan Yesus apa yang Ia harapkan ketika kita besar nanti. Saya percaya Ia akan memberikan jawaban, “Saya ingin kamum menjadi seorang yang berbeda… menjadi seorang pelayan.”

Dari sejak kecil kita selalu mencita-citakan menjadi hal besar, namun siapa dari kita yang pernah berkata “saat saya besar nanti saya mau menjadi pelayan?”. Kebanyakan dari kita akan berpikiran amat rendah, menghina, kurang bermartabat. Jerry White dalam bukunya Honesty, Morality, & Conscience berbicara tentang konsep melayani sesama: orang-orang Kristen seharusnya menjadi pelayan bagi Tuhan dan sesamanya. Tetapi kebnayakan dari kita menjalani bisnis dan pekerjaan dan hidup ini secara umum. Dengan sikap “Apa yang dapat saya peroleh?”dab bukannya “Apa yang dapat saya berikan?”.

Yang dimaksud menjadi pelayan, adalah melayani Tuhan dan juga sesame. Melayani Tuhan sang Raja di atas segala raja cukup memberikan semangat, namun ketika pelayanan juga berbicara tentang melayani sesama, kita mulai memikirkan kosekuensinya. Kita merasa mulia ketika melayani Tuhan, dan merasa rendah ketika melayani manusia. Melayani Tuhan akan menguntungkan; melayani manusia, terutama mereka yang tidak dapat membalas, tidak mendatangkan keuntungan atau kemuliaan dari siapapun kecuali dari Tuhan. Yesus memberikan kita teladan Ia dating bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani (Mat 20:28). Untuk menjadi pelayan Tuhan kita juga harus menjadi pelayan dari manusia.

Konsep melayani orang harus melandasi semua yang kita kerjakan baik di dalam dunia usaha dan pekerjaan. Ketika kita melayani maka kita memikirkan lebh dulu orang yang tengah kita coba untuk layani. Seorang pekerja yang jujur dalam pekerjaannya akan menghormati tuhan dan menambah nilainya di mata atasannya. Sebaliknya pegawai yang melayani diri sendiri jarang dihargai di perusahaan mana pun.

PERINTAH TUHAN YESUS : “JADILAH BERBEDA!”

Kotbah di bukit adalah salah satu kotbah pengajaran Yesus yang paling terkenal. Inti dari kotbah Yesus di bukit adalah memberikan kita standar untuk menjadikan kita orang yang berbeda. Bebrapa kali dalam Matius 5:21-44, kata “Kamu telah mendengar….. tetapi Aku berkata kepadamu….”Tuhan Yesus meengajarkan kita untuk tampil beda dengan apa yang sudah lama ditunjukkan oleh dunia ini.

Selanjutnya kita akan membahas tentang isi kotbah di bukit tentang 8 Ucapan Bahagia yang merupakan karakter dari seorang pelayan. Pertama kita akan melakukan pengamatan umum:
1. Kedelapan Karakter dasar tersebut merupakan ciri dari pelayan yang sejati
2. Karakter-karakter dasar tersebut membuka pintu kebahagiaan yang berasal dari dalam
3. Setiap karakter dasar tersebut dikaitkan dengan  sebuah janji yang sesuai
ANALISIS DARI EMPAT KARAKTER DASAR

#1. ORANG YANG MISKIN DIHADAPAN ALLAH

Orang yang benar-benar rendah hati di hadapan Tuhan adalah mereka yang berpaling kepadaNya dengan ketergantungan yang absolut, akan diberikan tempat dalam kerajaanNya

#2. ORANG YANG BERDUKACITA

Orang yang menunjukkan belas kasihan bagi mereka yang kekurangan, mereka yang terluka, akan menerima (sebagai imbalan) banyak penghiburan dalam kehidupan sehari-hari

#3. ORANG YANG LEMAH LEMBUT

Orang yang memiliki kekuatan yang terkendali, yang menghadirkan keramahan yang menenangkan dalam suatu situasi yang memanas, akan mendapat kemenangan.

#4. ORANG YANG LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN

Orang yang memiliki hasrat yang kuat akan kebenaran, baik secara sorgawi maupun duniawi, akan menerima dari Tuhan kelegaan dan kepuasan pribadi yang berkelimpahan.

Sebelum kita membahan keempat karakter lainnya, ingatlah inti dari bab ini adalah menjadikan anda menjadi orang yang mempunyai kualitas dan nilai hidup yang berbeda dengan orang lain. Cobalah menjawab beberapa pertanyaan di bawah ini dengan jujur:
· Apakah saya benar-benar berbeda?
· Apakah saya menganggap serius semua ini… sehingga saya rela untuk berubah?
· Apakah saya sudah memahami betul-betul bahwa melayani orang lain adalah salah satu sikap yang paling mirip dengan Kristus yang dapat saya miliki?
· Perbedaaan yang nyata macam apakah yang akan terjadi dalam diri saya setelah membaca pokok-pokok pikiran dalam bab ini?
Pertanyaan terpenting bukanlah “jika besar nanti, kamu mau menjadi apa?”tetapi “setelah engkau dewasa sekarang, sedang menjadi seperti apakah engkau?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s