Bab 8. LUKISAN SEORANG PELAYAN BAGIAN KEDUA

ANALISIS DARI EMPAT KARAKTER DASAR LAINNYA

#5. ORANG YANG MURAH HATINYA

Murah hati artinya memperhatikan orang-orang yang berkekurangan. Pelayanan kepada orang-orang yang susah. Menawarkan bantuan bagi mereka yang terluka, yang menderita di bawah tekanan hidup yang sulit. Chesedh, murah hati artinya kemampuan untuk mengerti sedalam-dalamnya tentang seseorang. Seorang pelayan yang bermurah hati kepada orang yang kesusahan seringkali justru dapat menolong serta memberikan kekuatan kepada orang tersebut karena ia sendiri dapat merasakan penderitaan orang yang dilayaninya. Ia mengerti betul keadaan orang tersebut, ia tidak hanya melihat atau membantu dari jauh, tetapi ia juga berhubungan langsung, terlibat dan menawarkan bantuan yang dapat mengurangi kesusahan tersebut.

Seorang pelayan sejati adalah orang yang murah hati. Ia peduli, ia ikut terlibat. Bahkan kalau perlu, ia ikut-ikutan kotor. Ia tidak hanya menawarkan kata-kata yang saleh. Dan pelayan seperti ini akan menerima imbalan beroleh kemurahan.

#6. ORANG YANG SUCI HATINYA

Karakter dasar seorang pelayan juga menekankan apa yang ada di hati kita yaitu motivasi. Karakter ini tidak hanya berhubungan dengan melakukan  yang benar, tetapi melakukan hal yang benar disertai alasan yang benar. Tidak ada unsur kepalsuan, kemunafikan, atau kepura-puraan.

Ciri-ciri kepalsuan orang Farisi:

  • Mereka lebih mengutamakan peraturan-peraturan daripada kesalehan
  • Mereka lebih mengutamakan hal-hal yang diluar daripada yang di dalam
  • Mereka lebih mengutamakan perintah-perintah umum daripada ketaatan pribadi
  • Mereka lebih mengutamakan penampilan luar daripada kenyataannya

Kata suci secara harafiah artinya “bersih”, tidak terkontaminasi, tanpa korupsi atau campuran, tanpa tipu muslihat… memiliki motivasi yang tulus dan jujur, tidak memakai topeng dalam hidup mereka.

#7. ORANG YANG MEMBAWA DAMAI

Apa yang tidak dimaksud dengan istilah ini:

  • Istilah ini bukan berarti “berbahagialah orang yang menghindari semua konflik dan konfrontasi.”
  • Juga bukan berarti, “berbahagialah orang yang tenang-tenang saja, masa bodoh dan santai.”
  • Bukan pula berarti,”berbahagialah orang yang menganut filsafat memakai cara apa pun demi mencapai perdamaian.”
  • Bukan pula berarti, “berbahagialah orang yang pasif, yang mengkompromikan keyakinan-keyakinannya ketika dikelilingi oleh mereka yang tidak setuju dengannya.”

Seorang pembawa damai adalah seorang pelayan yang pertama-tama, memiliki kedamaian dalam diri sendiri, tenang, tidak gelisah, tidak bertempramen jelek, tidak sedang dalam kekacauan, dan tidak kasar. Yang kedua, ia berusaha keras untuk menyelesaikan perselisihan dan bukannya malah memulainya, ia adalah orang yang dapat menerima, toleran, tidak suka hal-hal yang negatif.

Salomo memberikan nasihat yang bijaksana mengenai beberapa hal yang dilakukan oleh orang pembawa damai:

  • Mereka membangun . “perempuan yang bijak mendirikan rumahnya…”(Amsal 14:1)
  • Mereka berhati-hati dengan lidah mereka dan tidak menyakiti tetapi sebaliknya menenangkan. “perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.”
  • Mereka tidak cepat menjadi marah. “si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan (Amsal 15:18). “orang yang sabra melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”(Amsal 16:32)
  • Mereka rendah hati dan dapat dipercaya. “orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa yang percaya kepada Tuhan, diberi kelimpahan.”(Amsal 28:25)\

#8. ORANG YANG DIANIAYA

Perlakuan tidak adil seringkali menimpa mereka yang melakukan apa yang benar. Ia menjanjikan upah yang besar bagi kesabaran dan kedewasaan kita dalam menanggung aniaya. Ada kalanya satu-satunya cara bagi seorang pelayan untuk dapat lulus dari masa-masa sulit tersebut tanpa mengalami kepahitan adalah terus berfokus pada upah yang dijanjikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s