Meningkatkan Pelayanan Anda · Ringkasan Buku

BAB 9. PENGARUH SEORANG PELAYAN

Image

Ada sebuah kisah yang menggambarkan pengaruh dari seorang pelayan. Almarhum Peter Marshall, seorang pembicara yang mahir dan selama beberapa tahun menjadi pembimbing rohani di Majelis Tinggi AS sering menceritakan kisah tentang “The Keeper of the spring (Penjaga Mata Air)”, seorang penghuni hutan yang tidak banyak bicara dan tinggal di Austria di sepanjang lereng timur pegunungan Alpen.

Beberapa tahun sebelumnya, seorang pejabat dewan kota yang masih muda memperkerjakan lelaki tua untuk membersihkan kotoran-kotoran dalam aliran air dari kolam-kolam di celah-celah gunung yang mengalir menuju mata air yang indah yang menyusuri desa mereka tersebut. Dengan setia dan secara diam-diam namun teratur, bapak tua itu memeriksa bukit-bukit, membersihkan daun-daun yang gugur serta ranting-ranting yang patah dan lumpur dapat menyumbat dan mengotori aliran air yang bersih tersebut. Maka segera saja desa tersebut menjadi tempat wisata yang terkenal yang menarik banyak orang tengah berlibur. Angsa-angsa yang indah berenang di sepanjang mata air yang jernih, kincir-kincir air dengan berbagi fungsi berputar siang dan malam, tanah-tanah pertanian diairi secara alamiah, dan pemandangan yang nampak dari restoran-restoran di sana sungguh indah tak terlukiskan.

Bertahun-tahun telah lewat. Suatu malam, dewan kota tersebut mengadakan rapat pertengahan tahun. Ketika mereka mengulasanggaran belanja, salah seorang dari mereka melihat angka-angka gaji yang dibayarkan kepada seorang penjaga mata air yang tak dikenal. Kata sang penjaga kas tersebut, “siapakah lelaki tua ini?” Mengapa kita terus membayar dia selama bertahun-tahun? Tak seorang pun pernah melihatnya. Yang jelas penjaga hutan tak dikenal ini tidak bermanfaat bagi kita. Dia tidak kita perlukan lagi!” Akhirnya dengan suara bulat mereka memecat lelaki tua itu.

Selama beberapa minggu, tidak terjadi apa-apa. Menjelang muisim gugur, pohon-pohon mulai mengugurkan dedauan. Ranting-ranting kecil mulai patah dan jatuh ke kolam-kolam, menghambat aliran air yang jernih. Suatu senja, seseorang memperhatikan samar-samar ada warna coklat kekuning-kuningan yang timbul di mata air tersebut. Beberapa hari kemudian, mata air tersebut mulai menjadi keruh. Dalam waktu seminggu, lapisan lendir menutupi beberapa bagian dari permukaan air di sepanjang sungai tersebut dan mulailah tercium bau busuk. Kincir-kincir air mulai berputar dengan lambat, bahkan beberapa sudah berhenti sama sekali. Angsa-angsa mulai pergi demkian juga para turis. Wabah penyakit pun mulai menjangkiti desa tersebut.

Dengan sedera, dewan kota yang merasa malu tersebut mngadakan rapat khusus. Mereka menyadari kesalahan besar mereka dalam menilai, dan akhirnya sepakat untuk mempekerjakan kembali lelaki tua penjaga mata air tersebut. Dan dalam beberapa minggu, aliran sungai tersebut pun mulai bersih kembali. Kincir-kincir air mulai berputar, dan kehidupan baru di desa kecil di pegunungan Alpen tersebut mulai dipulihkan. Nah di dalam kisah ini terkandung analogi yang relevan dan hidup, yang langsung berkaitan dengan jaman dimana kita hidup ini. Apa artinya si penjaga mata air bagi desa tersebut, sama dengan arti pelayanan Kristen bagi dunia kita. Fungsi garam yang dapat mengawetkan dan menambah cita rasa serta fungsi terang yang memberikan pengharapan dan pencerahan mungkin hanya samar-samar dan sepertinya tidak diperlukan. Tetapi sesungguhnya Tuhan tengah menolong masyarakat yang mencoba hidup tanpa mereka! Si desa tanpa si penjaga mata air adalah contoh yang baik dari sistem dunia yang tanpa garam dan terang.

PENAFSIRAN TENTANG KEGENTINGAN JAMAN KITA INI

Kita dapat menemukan 3 gambaran tentang dunia kita ini:

1         Sukar

Salah satu terjemahan menebutnya dengan kata berbahaya (KJV), mengerikan (NIV). Kata yang dalam bahasa yunanin berarti “menyedihkan, keras, ganas, kejam”

2         Bobrok

Artinya bahwa secara rohani, manusia sudah rusak, serusak-rusaknya. Mati dihadapan Allah. Tidak tergerak oleh hal-hal yang rohani. Keras hati dan gelap di dalamnya.

3         Disesatkan

PENGARUH BAIK YANG SANGAT DIPERLUKAN

#GARAM DUNIA

  • Menambah cita rasa
  • Mengawetkan
  • Menimbulkan rasa haus
  • Obat

Aspek praktis yang positif dari garam

  • Garam harusnya ditabur….bukan dituang

Terlalu banyak garam merusak cita rasa. Sebuah peringatan bagi orang Kristen untuk menyebar dan tidak hanya berkumpul dengan sesama orang Kristen dan tidak mau berbaur

  • Garam menambah cita rasa… tetapi tidak menonjol

Tidak pernah kita mendengar komentar, “wah garamnya enak,” sebaliknya kita sering mendengar”Makanan ini gurih”

  • Garam tidak sama dengan penyedap rasa lainnya

Perbedaanya dengan yang lain adalah kekuatannya. Garam tidak dapat dibuat tiruannya, dan harus ditaburkan baru berguna. Garam yang hanya disimpan di tempatnya tidak berguna.

#TERANG DUNIA

Karakter terang:

  • Terang itu diam. Tidak ada suara, tidak menimbulkan berisik, tidak ada spanduk-spanduk
  • Terang itu memberi arah
  • Terang menarik perhatian

JAWABAN SETIAP PRIBADI TERHADAP PANGGILAN KITA

1         Saya berbeda

Tragedi terbesar dari kekristenan sepanjang sejarah adalah kecenderungan kita untuk menjadi serupa dengan dunia dan bukannya berlainan.

2         Saya bertanggung jawab

Kita bertanggung jawab agar garam kita tidak kehilangan rasanya dan terang kita tidak tersebunyi.

3         Saya memiliki pengaruh

Hidup dengan irama dan nilai yang berbeda membuat kita memiliki pengaruh dalam masyarakat kita ini seperti bapak penjaga mata air tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s