Meningkatkan Pelayanan Anda · Ringkasan Buku

BAB 12. KONSEKUENSI MELAYANI

servant (1)

Logika dan keadilan adalah dua hal besar yang sangat mempengaruhi pola pikir kita. Jika saya melakukan hal benar, maka kebaikan yang saya dapat, dan jika saya melakukan hal yang salah maka hal-hal buruklah yang akan menimpa saya. Namun hidup tidak berjalan sebaik itu. Kita semua pasti pernah mengalami hal yang sebaliknya melakukan hal yang benar namun mendapatkan apa yang berlawanan. Kita tidak suka jika diperlakukan dengan tidak semestinya dan akan menimbulkan kemarahan.

PENGHARAPAN YANG REALISTIK KETIKA MELAYANI

Dalam melayani pun kita akan mengalami hal yang sama,tidak semua berjalan sebaik yang kita kita.

Menderita akibat melakukan yang benar

Ibrani 2:20-24

2:20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.

2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.

2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

 

Sebagian ayat tersebut masuk akal menurut standar logika dan keadilan kita, namun sebagian lagi tidak. Jika seseorang melakukan kesalahan dan kemudian ia menanggung akibatnya, sekalipun ia menanggungnya dengan sabar, maka tidak ada orang yang memuji dia. Tetapi apabila anda melakukan apa yang baik dan karnanya menanggung penderitaan dengan tabah dan penuh kesadaran, maka anda akan mendapat pujian dari Tuhan. Contoh. Penderitaan Yesus di atas salib, Ia manusia sekaligus Tuhan yang sempurna, Ia diperlakukan tidak adil, dibenci, difitnah, dipukuli, dan akhirnya secara kejam dipaku di kayu salib. Ia menanggung penderitaan yang mengerikan padahal seumur hidupnya Ia member dan melayani. Nah jika seseorang yang sesempurna itu saja diperlakukan manusia seperti itu, maka apalagi kita orang yang belum sempurna.

Respon terhadap perlakuan buruk

Menga;ami penderitaan akibat melayani bukanlah fenomena yang baru. Itu sudah berlangsung sejak dulu.

Ibrani 11:35-39:

11:35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.

11:36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.

11:37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.

11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.

 

Disiksa, ditolak, diancam, lapar, sakit, menjadi martir, ditendang keluar laksana boneka dri kain…sekalipun mereka telah member dan melayani. Adalah hal biasa yang harus kita terima sebagai seorang pelayan. Jangan sampai kita berhenti melayani, terbakar oleh kemarahan dan diracuni olej kepahitan oleh karena diperlakukan tidak adil setelah melakukan kebaikan.

SISI GELAP MELAYANI

1 Korintus 4:8-9

4:8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

4:9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

 

Ada 4 hal yang tertera dalam ayat ini:

  1. Ditindas

Berasal dari kata yunani yang artinya adanya tekanan. Tekanan bisa bersal dari kedaan yang sulit atau orang-orang yang memusuhi. Ketika pelayan ditindas maka mereka akan merasa tertekan, terganggu dan tersiksa. Kata kerja Yunani, thilibo adalah kata yang keras yang terkadang berarti “memperlakukan dengan sikap bermusuhan”.

 

  1. Habis akal

Dalam bahasa yunani berasal dari gabungan kata-kata yang berarti tanpa jalan keluar. Hal ini menggambarkan kebingungan tidak tahu mau ke mana atau kepada siapa meminta tolong. Kesulitan yang membingungkan Karen tidak memiliki kebutuhan pokok, merasa malu, dan ragu-ragui untuk berbuat apa (tidak tahu harus berbuat apa)

 

  1. Dianiaya

Kata dianiaya berarti mengejar. Di dalam hal ini kata ini menandung pengertian dikejar, atau dicecar oleh arang lain secara aktif dan agresif yang melukiskan segala sesuatu mulai dari diancam sampai benar-benar diserang.

 

  1. Dihempaskan

Maksudnya adalah dijatuhkan, dikesampingkan, atau diusir. Ketika kita telah melayani dengan setia dan konsisten melakukan tugas kita, membantu dan melayani serta member kepada orang lain, tetap saja kadang-kadang kita akan dilempar dan ditolak.

 

PENJELASAN LEBIH JAUH MENGENAI KONSEKUENSI MELAYANI

 

2 Korintus 11:27-28

11:27 Aku banyak berjerih lelah dan bekerja berat; kerap kali aku tidak tidur; aku lapar dan dahaga; kerap kali aku berpuasa, kedinginan dan tanpa pakaian,

11:28 dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat.

 

 

  1. Berjeri Lelah

Merasa tertekan dan stress adalah hal-hal yang dapat membuat saya kita lumpuh, bahkan kadang kala mematikan.

 

  1. Di dalam penjara

Delapan kali dalam perikop ayat ini Paulus menggunakan kata kindunos yang ditejermahkan dari kata bahaya. Dia mengalami kesepian yang mendalam di dalam penjara.

 

  1. Didera

Inilah realita mengerikan dari penyiksaan fisik. Pelayan-pelayan Tuhan seringkali dijadikan kambing hitam. Seperti Daniel yang tidak kedapatan celanya tetapi tetap saja menghadapi bahaya dimasukkan ke dalam gua singa, sesuatu yang secara fisik sangat mengancam nyawanya.

 

  1. Dalam bahaya maut

Semua hal di atas adalah hal standar yang akan dialami oleh seorang pelayan sampai saat ini.

SARAN-SARAN UNTUK MENGHADAPI KONSEKUENSI MELAYANI

Ada 2 kebenaran yang akan sangat membantu kita dalam menghadapi semua konsekuensi yang bisa kita terima ketika kita melayani:

#1. Tidak ada satu hal pun yang dapat menyentuh saya tanp terlebih dahulu melewati tangan dari Bapa surgawi. Tak ada satu hal pun.

#2. Segala sesuatu yang saya alami dirancang untuk mempersiapkan saya agar dapat melayani orang lain dengan lebih efektif. Segala sesuatunya

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s