BAB 13. UPAH MELAYANI

kelner-51589-500x334

Melayani jelas akan menghasilkan upah, dan upah itu tidaklah sedikit. Jauh melampaui konsekuensi yang kita tanggung. Ketika kita memikirkna hal tersebut, itu akan memotivasi kita untuk tetap melayani.

FAKTA-FAKTA ALKITABIAH MENGENAI UPAH

1 Korintus 3:10-14

3:10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.

3:11 Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

3:12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,

3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

3:14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.

 

3 fakta utama tentang upah:

  1. Kebanyakan upah akan kita terima di surga, bukan di dunia

Upah bukan hanya didapat setelah kematian saja tetapi ada juga yang kita terima selagi kita ada di dunia ini. Dunia saja menyediakan upah berupa kehormatan-kehormatan khusus bagi orang –orang tertentu misalkan saja Navy Cross, Nobel prize, academy award, dll. Sama halnya dengan pelayanan, tuhan juga akan memberikan kita upah untuk hari tersebut ketika “Pekerjaan masing-masing orang akan Nampak.” Kebanyakan upah yang akan diterima oleh pelayan akan diberikan setelah kematian, bukan sebelumnya

 

  1. Semua upah diberikan berdasarkan kualitas dan bukan kuantitas

Kita manusia seringkali terkesan akan ukuran da nisi serta bunyi dan jumlah. Betapa mudahnya kita melupakan bahwa mata Tuhan selalu tertuju pada motivasi, kemurnian, kebenaran sejati di balik permukaan, tidak pernah pada apa yang tampak dari luar. Ketika Tuhan memberikan upah pada para pelayan, Ia melakukannya berdasarkan kualitas, artinya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh upah.

 

  1. Upah yang tertunda tidak akan dilupakan

Tuhan tidak akan membayar upah ketika satu hari berakhir. Namun Ia juga tidak menutup bukuNya ketika seseorang mengakhiri kehidupannya. Ketika hari kekekalan tiba, ketika dunia berakhir, maka tidak ada satu pun pelayanan kepada orang lain yang akan dilupakan, baik pelayanan yang diketahui maupun yang tidak diketahui oleh orang lain. UpahNya mungkin ditunda, tetapi tidak akan dilupakan selamanya.

JANJI-JANJI TUHAN KEPADA PELAYAN-PELAYANNYA

Seseorang pernah menghitung semua janji Tuhan yang ada di dalam Alkitab dan hasilnya adalah jumlah yang mengagumkan, yakni hamper 7500. Dari sekian banyak janji itu, ada janji-janji khusus yang dapat dipegang oleh para pelayan saat ini juga. Adakalanya satu-satunya pengharapan yang bias membuat kita terus maju adalah mengingatkan diri anda tentang janji-janjiNya. Ada dua bagiandari janji tuhan kepada kita:

 

  1. Berkaitan dengan kesetiaan Tuhan

Mari kita lihat beberapa ayat yang menunjukkan kesetiaan Tuhan dalam hidup kita.

 

Yesaya 41:10

41:10 janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

 

Yesaya 49:14-16

 

49:14 Sion berkata: “TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.”

49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

 

Filipi 4:19

 

4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

 

Sungguh luar biasa Tuhan kita mengawasi dan memperhatikan kita lebih daripada kesetiaan seoran gibu yang menyusui. Ia tidak akan pernah melupakan milik kepunyaanNya. Apa artinya ketika kita katakana bahwa Allah setia? Artinya Ia tidak akan goyah dalm kesetiaanNya kepada umatNya. Ia tidak akan meninggalkan kita dalam kesulitan dan Ia berpegang teguh pada kesetiaanNya akan jani-janjiNya. Ia menepati kata-kataNya. Kesetiaan mengandung pengertian dapat diandalkan, tegas, teguh, dan konsisten. Tuhan tidak pernah berubah-rubah, Ia tidak memiliki sikap sebentar panas sebentar dingin. Ia mengingat pekerjaan kita, setiap tindakan individu. Ia juga memperhatikan kasih di dalam diri kita, yang mendorong kita melakukan perbuatan tersebut.

 

  1. Berkaitan dengan kesetiaan kita

 

1 Korintus 15:58

15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

 

Galatia 6:9-10

 

6:9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

6:10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

 

Efesus 6:7-8

 

6:7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.

6:8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan.

 

Ada 3 hal yang penting tentang janjiNya yang berkaitan dengan kesetiaan kita:

  1. Tidak akan sia-sia
  2. Kita akan menuai
  3. Kita akan menerima balasannya

 

Tuhan telah mengatur “sistem pemberian upahNya” sedemikian uniknya. Ia memberikan kepada para pelayanNya, baik upah sementara maupun upah yang kekal.

 

# Upah sementara (upah yang kita terima selama kita masih ada di dunia ini)

# Upah yang kekal (upah yang kita terima dalam kekekalan)

# Mahkota

  1. Mahkota yang abadi (1 Korintus 9:24-27)

Upah ini dijanjikan bagi mereka yang menang dalam gelanggang pertandingan hidup. Mereka melatih dan menguasai tubuh. Orang yang terus menerus menaklukkan keinginan daging mereka dibawah kontrol Roh Kudus, melaksanakan kebenaran dari Roma 6:6-14.

 

  1. Mahkota kemegahan (Filipi 4:1, 1 Tes 2:19-20)

Upah ini dijanjikan bagi mereka yang memenangkan jiwa, yang dengan setia mengabarkan injil, membawa jiwa-jiwa kepada Kristus, dan membangun mereka di dalam Dia. Ingat upah tersebut akan didasarkan kepada kualitas dan bukan kuantitas.

 

  1. Mahkota Kebenaran (2 Timotius 4:7-8)

Upah ini dijanjikan kepada mereka yang menjalani hidup setiap harinya, dengan cinta kasih dan kerinduan akan kedatanganNya yang segera. Mereka menjalankan kehidupan di dunia ini dengan memikirkan hal-hal yang memiliki nilai kekekalan.

 

  1. Mahkota kehidupan (Yakobus 1:12)

Upah ini dijanjikan kepada orang-orang kudus yang menjalani penderitaan dengan sikap mulia selama kehidupan mereka di dunia ini. Upah khusus ini tidak hanya dikaitkan dengan mereka yang bertahan dalam pencobaan tetapi juga dikaitkan dengan barang siapa yang mengasihi Dia.

 

  1. Mahkota kemuliaan (1 Petrus 5:1-4)

Upah ini dijanjikan bagi mereka yang dengan setia menggembalajan kawanan domba Allah. Mereka yang dengan sukarela, pengabdian diri, rendah hati, dan menjadi teladan.

 

Wahyu 4:9-11

4:9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,

4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:

4:11 “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

 

Gambaran yang luar biasa dari para pelayan tuhan ketika berada di hadapan takhta Allah. Mereka tidak memamerkan semua mahkota mereka, bangga memamerkan pencapaian mereka. Para pelayan itu tersungkur dan menyembah, setelah melemparkan semua mahkota di hadapan takhta itu dan mengembalikan segala puji-pujian dan hormat hanya kepada Tuhan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s