I’m Not Ashamed

Markus 8:38 (TB)  Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”

Pas sekali dengan film yang ditonton tadi di doa youth di ringroad. Kami menonton sebuah film yang berjudul “I’m Not Ashame”. Bercerita tentang sebuah kisah nyata yang dialami oleh Rachel Joy Scott di sebuah sekolah SMA di Columbine High School. 

Dalam biografi Rachel Joy Scott dari Wikipedia, yang lahir 5 Agustus 1981 dan meninggal 20 April 1999 adalah pelajar Amerika pertama dan korban pembunuhan pertama di pembantaian SMA Columbine High School yang menurut berita menewaskan 12 orang pelajar lainya dan seorang guru, serta tewasnya kedua pelaku.

Rachel telah menjadi inspirasi dalam banyak buku, terutama untuk program penanggulangan aksi kekerasan remaja yang didasari dari keyakinannya kepada Yesus dan hasil tulisannya.

Kematian


Rachel ditembak tiga kali saat makan siang bersama temannya Richard Castaldo, disekitar sekolah diluar perpustakaan. Dia di dor oleh Eric Davis Harris dua kali di bagian kaki. Namun satu tembakan tepat mengenai bagian belakang mata membuatnya langsung tak berdaya. Temannya Richard Castaldo juga tak luput dari rentetan peluru pelaku yang membuatnya terkapar. Total ada 13 orang tewas dan 24 orang lainnya luka-luka. Dua pembunuh itu kemudian bunuh diri, sehingga totalnya menjadi 15 orang. Craig, saudara laki-laki Rachel selamat dari pembantaian itu, meski saat terjadi, dia sedang berada di perpustakaan tempat banyak korban lain kehilangan nyawa.

Semasa hidupnya, Rachel dikenal sebagai wanita Kristen yang taat oleh ibunya, dia aktif di perkumpulan Kristen remaja dan grup Alkitab yang disebut NaCl, grup Breakthrough di pusat layanan Kristen Orchard Road di Greenwood Village, Colorado. Dia aktif di tiga Gereja yakni Celebration Christian Fellowship, Orchard Road Christian Center, dan Trinity Christian Center. Menurut teman-temannya, dia sering menggunakan pakaian yang cerah yang mencerminkan kepribadiannya yang berwarna.

Dia meninggal dengan meninggalkan enam diari yang banyak diantaranya dialamatkan kepada Tuhan. Salah satunya adalah “menggapai yang tak tergapai” melalui kebaikan dan kesetiaan.

Pemakaman


Pemakaman dilakukan 24 April 1999 di lokasi Gereja Trinity Christian Center Colorado. Prosesi itu dihadiri oleh ribuan orang dan disiarkan langsung oleh CNN dan sejumlah televisi lokal di Amerika yang menurut CNN, peristiwa itu bahkan melewati jumlah pemirsa saat pemakaman Putri Diana.

Hal yang luar biasa yang bisa saya dapatkan dari kisahnya adalah

  1. Hanya Yesus yang bisa mengubahkan kita. Dan Tuhan mau pakai diri kita.
  2. Rachel mengubahkan orang disekitarnya hanya dengan bersedia mendengar setiap cerita, keluhan dari temen2nya dan mendoakan mereka
  3. Dia tidak menghakimi atau mendeskreditkan orang-orang yang hidupnya hancur oleh narkoba, pergaulan bebas, begitu juga dengan orang yang cacat.
  4. Dia selalu mencari kesempatan untuk mulai menyanyakan apa yang dia bisa bantu? 
  5. Mimpinya untuk bisa berdampak bagi orang banyak itu juga yang menjadi mimpi ko. Sehingga ko terus belajar menjournal saat teduh dan juga mempostingkan ke blogspot supya suatu kali bahkan ketika ko sudah menyelesaikan tugas di bumi. Tulisan-tulisan yang berisi pengajaran, kasih Tuhan dan juga kesaksian ini bisa memberkati orang banyak yang membacanya.

Kalau anda belum pernah menontonnya sya sangat merekomendasikan Film ini untuk anda tonton. Good nite. God bless u all

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s