Lack Of Faith

​Markus 16:11-14 (TB)

11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, MEREKA TIDAK PERCAYA.

12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.

13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun TEMAN-TEMAN ITU TIDAK PERCAYA.

14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela KETIDAKPERCAYAAN DAN KEDEGILAN HATI mereka, oleh karena MEREKA TIDAK PERCAYA kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

Kita lebih mudah mempercayai sesuatu yang kelihatan daripada yang tidak kelihatan. Lalu apakah percaya itu harus melihat dulu? melihat dulu baru kita percaya? Kata “tidak percaya” sampai disebutkan 4x bahkan sampai Yesus mencela ketidak percayaan dan kedegilan hati mereka, dalam terjemahan lain dikatakan  (BIMK-KURANG IMAN DAN KERAS KEPALA; FAYH – KERAS HATI DAN TIDAK MAU PERCAYA)

Definisi iman yang kita ketahui berdasarkan Ibrani 11:1 adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Iman bicara tentang dasar dari sebuah harapan akan bukti dari sesuatu yang belum kita lihat.

Jelas berdasarkan definisi ini mereka telah kehilangan harapan, tidak mampu mempercayai lagi. Karena apa? Karena mereka melihat sendiri bagaimana Yesus disiksa, disalibkan, mati dan dikuburkan. Dan hal itu lagsung mengguncang iman mereka. Sulit bagi mereka untuk mempercayai jika Yesus benar sudah bangkit jika dilihat dari apa yang mereka telah lihat. Iman mereka bergeser dari harapan akan sesuatu yang belum terlihat menjadi karena belum terlihat maka tidak ada harapan.

Apakah kita juga sedang mengalaminya temen-teman? Apakah karena engkau belum melihat engkau lalu kehilangan dasar untuk berharap? Mari kita belajar dari seorang yang diberi julukan Bapa Orang Beriman yaitu Abraham.

Roma 4:18-22 (TB)

18 SEBAB SEKALIPUN TIDAK ADA DASAR UNTUK BERHARAP, NAMUN ABRAHAM BERHARAP JUGA DAN PERCAYA, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”

19 IMANNYA TIDAK MENJADI LEMAH, WALAUPUN IA MENGETAHUI, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.

20 TETAPI TERHADAP JANJI ALLAH IA TIDAK BIMBANG KARENA KETIDAKPERCAYAAN, MALAH IA DIPERKUAT DALAM IMANNYA DAN IA MEMULIAKAN ALLAH,

21 DENGAN PENUH KEYAKINAN, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

22 Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Kalau anda sedang mengalami Lemah, Lesu dan Letoi Iman, mari kita belajar untuk 3T:

1. TETAP BERHARAP meski tidak ada dasar untuk berharap. Ketika anda berhenti berharap akan sesuatu yang belum terlihat itu anda berhenti memiliki iman.

2. TETAP SADAR bahwa Iman lebih nyata dari fakta dan realita. Sadarkan diri akita mengenai kebenaran Iman lebih nyata dari baju yang nempel di badan kita.

3. TETAP PERCAYA terhadap janji Allah. Dia bukan Allah yang cuma bisa buat Janji, Dia adalah Allah yang mampu dan mau menggenapi janjiNya dalam hidup kita.

Good nite. God bless u.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s