​It Is Written

Lukas 4:4, 8, 12 (TB)

4 Jawab Yesus kepadanya: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.”
8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Perikop ini memperlihatkan kepada kita cara Yesus mengatasi pencobaan. Saat itu Yesus dituntun Roh Kudus ke padang gurun (Lukas 4:1). Setelah berpuasa selama empat puluh hari empat puluh malam, Yesus merasa lapar. Lapar merupakan salah satu titik lemah manusia. Dalam keadaan lapar orang bisa kalap dan gelap mata hingga dapat melakukan apa saja untuk menghilangkan rasa laparnya. Iblis memanfaatkan kesempatan itu untuk menjebak Yesus. Kebutuhan Yesus saat itu akan makanan dipakai Iblis dengan mengusulkan cara pemenuhan kebutuhan yang tidak pada tempatnya, karena tidak sesuai firman Allah (Lukas 4:2-3).

Dalam pencobaan kedua, Iblis menawarkan kuasa atas dunia kepada Yesus melalui satu cara mudah, yaitu menyembah Iblis (Lukas 4:6-7). Padahal rencana Bapa bagi Yesus adalah untuk menderita terlebih dahulu, baru kemudian masuk ke dalam kemuliaan-Nya (Luk. 24:26). Pada pencobaan ketiga, Iblis meminta Yesus mencobai Allah untuk melakukan sesuatu hal yang ajaib bagi diri-Nya (Lukas 4:9-11).

Singkatnya sama seperti halnya Adam (Kej. 3:6), Yesus pun diuji. Dan Dia diuji dalam tiga bidang yaitu kebutuhan jasmaniah, ambisi duniawi dan pencapaian rohani, untuk membuktikan kemampuan-Nya melaksanakan tugas-Nya. Sementara manusia pertama (adam) kalah, Yesus menang.

Dalam peristiwa itu, Yesus memperlihatkan diri-Nya sebagai manusia biasa yang juga dapat mengalami pencobaan. Namun Ia tidak mau dikalahkan pencobaan. Caranya? Ia menggunakan firman Tuhan. Firman Allah yang terulis. Firman Tuhan adalah senjata yang dapat kita pakai juga pada saat Iblis berusaha mencobai atau memperdaya kita.

Bila kita tidak kenal firman Tuhan, kita bagaikan prajurit yang maju ke medan perang tanpa senjata. Kalau demikian, bagaimana kita dapat berjuang melawan musuh? Kita pasti kalah! Bahkan, jangankan melawan, kita mungkin malah “menikmati” setiap pencobaan yang dilancarkan Iblis karena kita tidak tahu bahwa hal itu salah. Maka pahami firman Tuhan dan ketahui apa kehendak Tuhan bagi kita, anak-anak-Nya, hingga kita bisa bertahan dari serangan tipu muslihat Iblis yang selalu berupaya menjatuhkan kita.

Dari ucapan yang Yesus katakan “sebab ada tertulis …” menyatakan bahwa tulisan-tulisan itu mempunyai sifat yang sakral (kudus), artinya mempunyai suatu otoritas yang berasal dari Allah. Kegagalan kita menaklukkan godaan adalah karena kita tidak menggunakan firman Tuhan sebagai perisai. 

Iblis adalah bapa segala pendusta

Yohanes 8:44 (TB)  Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Untuk menghadapi kebohongan, berita yang tidak benar dan tipu muslihat, simpel kita perlu mengetahui berita yang benar kita pelru mengetahui kebenaran yaitu Firman. Sudahkah ada Firman dalam hidup kita? Good morning Impactors.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s