Orang Percaya Dan Doanya

SCRIPTURE

Lukas 11:1 (TB)  Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”

OBSERVATION 

Yesus adalah guru dan ke 12 orang yang mengikutinya adalah murid-muridNya. Dikatakan guru dan murid artinya ada proses mengajar dan belajar di dalamnya. Dan tahukah anda bahwa satu-satunya hal yang ke 12murid pernha minta diajarkan adalah hal tentang bagaimana berdoa. Jadi ini adalah hal yang sangat penting.

Seorang pemimpin tidak boleh mendahului para pengikutnya di dalam hal apapun kecuali dalam hal berdoa. Pemimpin harus mendahului pengikutnya dalam hal berdoa. Hal inilah yang selalu Yesus lakukan. Dia slelau berdoa pagi-pagi buta jauh sebelum fajar menyingsing.

C.J Vaughan pernah berkata” jika saya ingin merendahkan hati seseorang, saya dapat bertanya kepadanya tentang kehidupan doanya. Saya tidak mengenal pokok lain yang dapat memancing begitu banyak pengakuan diri yang penuh dengan dukacita.” Bagaimana dengan kehidupan doa kita?

Bagi kebanyakan orang aktivitas dan kesibukan yang menumpuk menjadi alasan untuk mengurangi waktu doa. Tetapi kita tertampar oleh apa yang dilakukan Martin Luther yang sibuk, pekerjaan tambahahan justru mengharuskan dia menyediakan lebih banyak waktu untuk berdoa. Dia berkata : “bekerja dan sekali lagi bekerja, dari pagi buta hingga larut malam. Sesungguhnya begitu banyak yang harus saya kerjakan, sehingga saya akan melewatkan tiga jam yang pertama di dalam doa.”. kalau doa penting bagi kita maka kita akan menyediakan waktu untuk itu.

Tidak ada cara untuk belajar berdoa selain berdoa. Contoh terbaik dalam hal berdoa dapat kita temukan pada Yesus sendiri.
– Kalau Yesus saja berdoa, apalagi kita
– Doa merupakan unsur utama dalam kehidupanNya dan berulang kali muncul dalam pengajaranNya
– Doa menolong Dia untuk tetap memiliki pandangan yang tajam dan jelas mengenai kewajiban moralNya
– Doalah yang menggerakkan Dia untuk melakukan dan bertahan terhadap Kehendak BapaNya
– Doalah yang merintis jalan sebelum Ia dipermuliakan
– Doa bukan merupakan suatu tambahan yang membuat Dia enggan, melainkan suatu kebutuhan yang menggembirakan
– Ia berulang kali mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi untuk berdoa (Luk15:16). Ia punya kebiasaan pergi menyendiri untuk berdoa.
– Yesus biasanya berdoa semalam-malaman (Luk6:12)
– Seringkali Ia bangun lama sebelum Fajar agar dapat bersekutu dengan Bapanya tanpa gangguan.(Mark 1:35)

– Keadaan-keadaan krisis dalam hidup dan pelayanNya selalu didahului doa secara khusus(Luk5:16)

APPLICATION

Sasaran doa ialah telinga Allah. Doa mempengaruhi orang dengan cara mempengaruhi Allah agar mempengaruhi mereka. Bukan doa yang menggerakkan manusia melainkan Allah, kepada Siapa kita berdoa. Untuk menggerakkan manusia pemimpin harus dapat menggerakkan Allah, karena Ia telah menjelaskan bahwa Ia menggerakkan mereka melalui doa-doa permohonannya. Doa yang berhasil adalah hasil dari hubungan yang benar dengan Allah. Doa yang hasilnya untuk kemuliaan Allah.

Mari perbaiki jam-jam doa kita kepadaNya. Dan Kalau ada doa-doa yang tidak berhasil maka biasanya doa yang kita panjatkan itu adalah:

– Doa yang berpusat diri sendiri, mementingkan diri sendiri
– Doa yang bermotivasi diringan yang tidak suci
– Adanya dosa yang melekat
– Sikap tidak percaya.

PRAYER

Berdoa minta hati yang rindu untuk berdoa. Good nite God bless you all.



Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s