Devotion

Making Himself Equal With God

SCRIPTURE

Yohanes 5:17-18 (TB)
17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”

18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

OBSERVATION

Pernahkah anda menonton youtube Dr. zakir naik yang mengatakan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, orang Kristen salah mengerti tentang pribadi Yesus. Dan dia selalu mencoba meruntuhkan iman percaya dengan bertanya dimanakah ayat yang tertulis bahwa Yesus mengatakan diriNya sendiri adalah Tuhan? 

Namun justru sebenarnya pertanyaan ini membuktikan bahwa seorang Dr. zakir naik yang katanya menguasai dan menghapal alkitab itu justru tidak mengerti akan ayat yang dia kuasai dan hapal itu. Pertanyaan ini membuktikan betapa dangkalnya pengenalannya akan ayat akan konteks akan gaya bahasa atau komunikasi orang-orang di masa Yesus.

Kita yang hidup di masa sekarang dengan gaya bahasa dan berbicara masa sekarang memang akan cenderung mempertanyakan mana ayat yang berbicara secara gamblang dimana Yesus mengatakan Dia adalah Tuhan. Kita yang bukan orang israel pasti akan kesulitan menyadari batapa gamblangnya Yesus mendeskrispsikan siapa diri-Nya.

Coba saja kita perhatikan dalam perikop ini. Kita bisa melihat tidak ada masalah bagi banyak orang untuk mengerti bahwa Yesus telah mendeskripsikan diri-Nya sebagai Tuhan. Mereka dengan mudah mengerti bahwa dengan mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Ku Yesus sedang menyamakan diri-Nya dengan Allah. 

Mereka tidak lambat untuk mengerti bahwa Tuhan Yesus berkata Dia ilahi, namun Dia memiliki peranan yang lain dari pada peranan Allah Bapa. Dia sama dengan Allah Bapa dari segi hakekat, tetapi bukan dari segi peranan. Kesamaan dengan Allah yang dimiliki oleh Tuhan Yesus tidak dimengerti oleh orang-orang Yahudi itu, tetapi dalam ayat-ayat berikut Dia menjelaskan mengenai hubungan-Nya dengan Allah Bapa.

Kita harus melihat pengakuan Yesus yang mengatakan Allah adalah Bapaku dari konteks pengertian secara yahudi untuk bisa mengerti artinya. Dalam konteks yahudi ketika seseorang mengatakan Allah adalah Bapanya maka orang tersebut sedang menyamakan dirinya dengan Allah. Untuk bisa mengerti arti idiom dalam bahasa tertentu secara lengkap kita perlu belajar bukan cuma bahasanya saja namun juga semua adat istiadat, kebiasaan dan sastranya untuk bisa mengerti secara lengkap. Demikian juga dalam hal ini.

Dalam perikop pasal ini Yesus sebenarnya secara gamblang telah mendeskripsikan beberapa hakekat ke-IlahianNya:

1) Allah adalah Bapa-Nya dalam cara yang unik; (Yoh 5:17)

2) Yesus memelihara kesatuan, hubungan, dan kekuasaan bersama-sama dengan Allah (ayat Yoh 5:19-20);

3) Dia memiliki kuasa untuk memberi hidup dan membangkitkan orang mati (ayat Yoh 5:21);

4) Dia berhak menghakimi semua orang (ayat Yoh 5:22);

5) Dia berhak menerima kehormatan ilahi (ayat Yoh 5:23);

6) Dia berkuasa untuk memberikan hidup yang kekal (ayat Yoh 5:24).

Semua deskripsi ini membuktikan bahwa Yesus memang secara gamblang mendeskripsikan diri-Nya adalah Tuhan itu sendiri. (Ada banyak bukti dan perkataan yang tersebar di seluruh kitab Injil yang mungkin akan kita sama-sama pelajari di pembacaan selanjutnya)

APPLICATION

Jangan pernah mau digoyahkan iman kita oleh orang-orang yang mengatakan dimana tertulis bahwa Yesus adalah Tuhan karena itu membuktikan betapa tidak mengertinya mereka akan pertanyaan mereka.

Yesus adalah Tuhan dan Juru selamat kita. Dia dengan Jelas, Terang benderang, gamblang mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan dan Dia adalah Mesias dalam pembacaan pasal sebelumnya

Yohanes 4:25-26 (TB)
25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”

26 Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”

Iman kita harus berdasarkan kebenaran ini. Iman kita harus berdasarkan pengetahuan juga supaya kita tidak asal percaya /nekat-nekatan saja dalam mengikut Yesus. Karena Iblis itu Bapa segala pendusta, kalau kita tidak tahu dan mengerti kebenaran maka kita bisa saja dengan mudah diombang ambingkan dengan pendapat manusia.

Unlocklah pembacaan Firmanmu sampai engkau menemukan PribadiNya. Karena Firman yang mengunlock Kristuslah yang menimbulkan iman. 

Roma 10:17 (TB)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. 

PRAYER

Minta hikmat dan pengertian dari Roh Kudus untuk membantu kita menemukan dan mengenal Pribadi Kristus dalam setiap pembacaan alkitab kita. Supaya iman kita makin kuat dan teguh dan tidak mudah terombang ambingkan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s