Devotion

​Why You Do What You do

SCRIPTURE

Yohanes 12:6 (TB)  Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

OBSERVATION

6 hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati. Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.

Lalu Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: “Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”

Melihat nasihat yang diberikan oleh Yudas waktu itu memang terkesan sangat memikirkan nasib orang miskin. Namun kalau kita melihat motivasi dibalik pernyataannya kita akan segera mengenal bahwa ternyata niatnya yudas mengatakan itu bukan karena memiliki belas kasihan kepada orang miskin namun karena ia seorang yang tidak jujur, selama ini dia mencuri dari uang yang dia pegang sebagai bendahara.

Dari ini saya belajar bahwa Alasan mengapa kita melakukan sesuatu itu jauh lebih penting dari apa yang kita lakukan. WHY (reason) you do itu lebih penting dari WHAT you do. Alasan mengapa kita melakukan akan sangat menentukan kualitas, arah dan daya tahan dari apa yang kita katakan dan kerjakan.

APPLICATION

Karena hal paling penting bukanlah APA yang kita lakukan tetapi MENGAPA kita melakukan (ALASAN), maka apa yang menjadi motivasi kita dalam melakukan apa yang kita lakukan sekarang? Apa yang selama ini menggerakkan kita? Apakah itu karena:

– Kebutuhan

– Rasa bersalah

– Kebencian dan amarah

– Ketakutan

– Materialisme

– Kebutuhan untuk diterima

– Pembuktian

Alasan yang paling tepat yang melatarbelakangi tindakan dan perkataan kita harusnya adalah kasih. Tanpa kasih maka semua perkataan, tindakan, talenta yang kita miliki akan sia-sia.

1 Korintus 13:1-3 (TB)

1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.

“Ini bukan berapa banyak yang kita berikan, tapi berapa banyak cinta yang kita masukkan ke dalam sebuah pemberian”(Bunda Theresa)

PRAYER

Berdoa minta hati yang dipenuhi oleh Kasih Allah. Sehingga apapun yang akam kita katakan dan lakukan itu bukan berasal dari ambisi kita namun karena luapan kasih Allah di hati kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s