Relevan

SCRIPTURE

Kisah Para Rasul 2:6-11 (TB)
6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,

11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

OBSERVATION

Seperti renungan kita yang kemaren, ketika Roh Kudus memenuhi kehidupan seseorang maka hal yang paling jelas selain berbahasa lidah ia akan menjadi saksi yang berkuasa. Ada hal yang menarik disini bahwa bahasa roh yang mereka gunakan itu dimengerti oleh orang-orang yang hadir di kota Yerusalem yang isinya tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.

Hal yang saya dapatkan disini adalah Roh Kudus akan memampukan kita untuk bisa dimengerti oleh orang yang sedang kita injili atau kita layani. Bahasa kontemporernya adalah menjadi Relevan atau bahasa gaulnya menjadi nyambung tau connect. Kata relevan dalam KBBI artinya kait-mengait; bersangkut-paut; berguna secara langsung.

Seperti seseorang yang sedang menelepon maka sebelum pesan dibicarakan penting sekali untuk mereka bisa tersambung dahalu baru pesan disampaikan. Itulah model yang berulang kali Yesus tunjukkan kepada kita waktu Dia ada di dunia ini. Dia seringkali masuk dulu ke kehidupan orang-orang yang Dia layani, menyentuh kebutuhannya, dia mencari mereka, masuk dan menumpang di rumah mereka, membuat dirinya “relevan” dengan orang-orang yang Ia layani.

Atau pernah berbicara dengan orang yang kita tanya apa jawabnya yang tidak nyambung/berkaitan? Maka meskipun pesan yang hendak mau diberitakan itu penting namun kalau tidak nyambung maka yang mendengar tidak akan mengerti (istilah gaulnya “kok gak nyambung si lu!”.

Namun untuk membuat injil relevan dengan dunia ini tidak berarti kita penuh dengan kompromi. Akhirnya kita pun menjadi sama dengan dunia ini tidak ada bedanya. Relevan adalah supaya mereka mau terbuka untuk mendengar, supaya berita yang kita sampaikan dapat mereka mengerti. Relevan adalah titik pertemuan antara apa yang mau kita katakan dengan apa yang tertarik untuk mereka dengarkan.

APPLICATION

Adakah masih ada teman-teman anda yang bukan orang percaya? Apa pandangan orang-orang yang belum percaya tentang kita? Apakah mereka merasa kita terlalu aneh? Tidak nyambung, terlalu kaku, tidak bisa diajak bergaul? Penting sekali untuk kita bisa nyambung dahulu dengan hidup mereka sebelum kita memberitakan injil atau bersaksi. 

Bagaimana bisa relevan dengan dunia ini mari coba kita belajar bagaimana Yesus menjadi relevan dan menarik banyak orang di masa dimana Dia melayani:

1. Karena Yesus mengasihi orang yang belum percaya. Yesus memiliki penerimaan yang luar biasa kepada orang berdosa. Jangan alergi dengan orang-orang yang berdosa ntah dia masih merokok, bertato, narkoba, homo, lesbi, dll. Ciptakan suasana penerimaan.

2. Karena Yesus menjadi menjamah kebutuhan-kebutuhan orang, ntah itu sakit, luka hati orang dan apa yang membuat mereka tertarik. Mari kita coba observasi dan mapping kebutuhan apa yang ad di sekitar komunitas orang yang mau kita jangkau dan layani.

3. Karena cara berkotbah Yesus. Dia mulai dengan melakukan demonstrasi kuasa Allah dengan menyembuhkan orang-orang, lalu Dia mengajar dengan perumpamaan (ilustrasi) yang memang berkaitan dengan orang di masa itu sehingga tidak sulit bagi orang di masa itu untuk mengerti pengajaran Yesus. Lalu Yesus menyambung perumpamaan fnefan pribadi-Nya. Cobalah bersaksi tentang apa yang Tuhan telah lakukan dalam hidupmu. Ceritakan kehidupanmu sebelum mengenal Yesus, proses bertemu/ditemukan Yesus, dan kehidupanmu setelah mengenal Yesus. Hubungkan peristiwa yang mereka alami dengan apa yang pernah Tuhan lakukan dalam hidupmu. Pakailah bahasa-bahasa yang tidak terlalu rohani yang akan segera langsung membuat orang mungkin alergi terhadap kita.

PRAYER

Minta hikmat dari Tuhan, agar kita tahu strategi apa yang bisa kita lakukan untuk membritakan injil di keluarga, sekolah, kampus, kantor dan kota kita. Minta Tuhan mereveal apa saja kebutuhan yang ada di sekitar kita dan minta campur tangan Roh Kudus dalam prosesnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s