Devotion

Hear & Obey

SCRIPTURE

Kisah Para Rasul 8:26-29 (TB)
26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.” Jalan itu jalan yang sunyi.
27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah.
28 Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.
29 Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!”

OBSERVATION
Kepekaan dan ketaatan Filipus menuntunya untuk bertemu dengan seorang sida-sida Etiopia dan akhirnya menuntun dia untuk percaya kepada Yesus bahkan memberi diri untuk dibaptis.

Ada 3 hal penting yang bisa kita dapatkan dari perikop ini:

1. Sebuah petunjuk diberikan kepada Filipus oleh malaikat (mungkin dalam mimpi atau penglihatan di suatu malam) tentang arah mana yang harus dia tuju: Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan. Meskipun para malaikat tidak diberi tugas untuk mengabarkan Injil, mereka sering kali diberi tugas untuk menyampaikan pesan-pesan kepada hamba-hamba Tuhan untuk memberi mereka nasihat dan dorongan, seperti dalam Pasal 5:19.

2. Ketaatannya kepada petunjuk ini (ay. Kis 8:27): Lalu berangkatlah Filipus, tanpa mengajukan keberatan, atau sekadar bertanya, “Apa urusanku di sana?” Atau, “Perbuatan baik apa yang bisa dilakukan di sana?” Ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui, atau siapa yang harus ia temui. Kadang memang tidak masuk akal dan sulit dimengerti. Namun belajarlah taat untuk bertindak dahulu baru dan ketaatan itu akan membuat kita akhirnya mengerti.

3. Adanya Petunjuk lanjutan. Filipus diberi perintah ini, bukan oleh malaikat, seperti sebelumnya, melainkan oleh Roh yang membisikkan perintah itu di telinganya (ay. Kis 8:29): “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu.

APPLICATION

Pernahkah Tuhan mengingatkan nama atau wajah seseorang pada anda ketika anda berdoa atau menyembah? Atau pernahkan ketika kita bertemu dengan seseorang kita diberikan impresi yang kuat untuk mendoakan dia, bertanya tentang keadaannya? Atau hal apa saja yang biasanya mengingatkan orang lain kepada anda? Segeralah responi pentunjuk tersebut, bangun komunikasi dengan orang tersebut untuk menanyakan apa yang mereka sedang alami. Seringkali Tuhan memakai hal-hal ini untuk mengingatkan kita akan orang-orang yang sedang butuh pertolongan. Maukah anda belajar peka dan taat kepada pentunjuk itu?

Tentu saja tidak semua apa yang muncul anda ikuti. Oleh karena itu diperlukan keintiman kepada Tuhan untuk bisa membedakan apakah ini hanya suara hati atau suara Roh Kudus. 

PRAYER

Minta telinga yang peka dan hati yang mau taat kepada Suara-Nya. Berdoa agar kita dipertemuakan dengan orang-orang damai yang sedang membutuhkan Yesus dalam hidup mereka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s