Devotion

Urban Ministry

SCRIPTURE

Kisah Para Rasul 18:9-10 (TB)
9 Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!

10 Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.”

OBSERVATION

Alkitab mencatat hanya ada satu kota yang membuat Paulus begitu takut dan gentar untuk memberitakan Injil yakni Korintus (Kisah 18:9; 1Kor. 2:3). Mengapa? Karena Korintus adalah sebuah kota kosmopolitan pada abad pertama berpenduduk 200.000 jiwa, yang terdiri dari orang Yunani, Itali, veteran tentara Roma, pengusaha, pejabat-pejabat tinggi, dan orang-orang Asia termasuk di dalamnya orang Yahudi. Di samping sebagai ibu kota propinsi Akhaya, Korintus juga merupakan pusat bisnis yang sangat kaya. Namun seks bebas dan berbagai kejahatan pun sangat mewarnai kehidupan kota ini. 

Beberapa faktor pendukung bagi pelayanan di kota kosmopolitan adalah:

  1. Tempat yang strategis dan tidak kaku.
    • Walaupun Paulus mula-mula memberitakan firman di rumah ibadat, ketika diusir oleh orang-orang Yahudi ia memilih rumah pribadi sebagai tempat memberitakan firman (Kisah 18:6-8), agar dapat dilakukan pembicaraan dan pengajaran secara lebih intensif.
  2. Konsentrasi penuh dari pelayan Tuhan  
    • Artinya seorang pelayan Tuhan jangan sampai dipusingkan dengan kondisi ekonominya. Memang dikatakan bahwa Paulus pun bekerja membuat tenda, namun setelah Timotius dan Silas datang membawa bantuan dari orang-orang Makedonia, Paulus berhenti bekerja dan memberitakan firman penuh waktu, tidak hanya pada hari Sabat (Kisah 18:4-5). Untuk mengadakan faktor ini maka perlu dibangun jaringan-jaringan kerja kristen yang memperhatikan, mengusahakan, dan mendistribusikan dana-dana kepada mereka (Kisah 18:5).
  3. Metode yang tepat bagi penduduk kosmopolitan.
    • Paulus membicarakan (dalam NIV: reasoned) dan meyakinkan orang-orang Korintus (Kisah 18:4, 13), kedua kegiatan itu disebut sebagai apologetika. Selain itu Paulus juga memberikan kesaksian (Kisah 18:5).
  4. Peran pemerintah.
    • Paulus tidak melakukan aktifitas pelayanannya secara ilegal. Galio mengakui hal itu dan ini sangat membantu pelayanannya (Kisah 18:14). Jika pemerintah lepas tangan dalam masalah agama, maka ada kemungkinan pintu penyiksaan bagi Kristen terbuka lebar seperti yang dialami Sostenes (Kisah 18:1Kor. 1:1).

APPLICATION

Membaca kisah pelayanan Paulus sangat relevan dengan kita yang sedang melayani di kota besar seperti Medan ini yang juga merupakan ibu kota provinsi Sumatera utara. Tahukah anda bahwa Gereja kita merupakan pelayanan Urban Ministry?? Karena dalam perintisannya gereja kita selalu akan menyasar Ibu kota Provinsi terlebih dahulu, baru kemudian gereja Induk yang telah didirikan di Ibu kota Provinsi itu yang kemudian melakukan perintisan di daerah tingkat 2 lainnya.

Coba kita renungkan: Sebagai orang percaya di kota dimana kita ditempatkan ini, manakah diantara faktor pendukung di atas yang dapat ada di sekitar anda? Pikirkan satu hal yang bisa anda lakukan. Maukah anda menggunakannya untuk mendukung penyebaran berita injil itu kepada semua orang di kota ini. 

PRAYER

Berdoa untuk kesejahteraan kota medan dimana Tuhan menaruh kita. Berdoa untuk kota ini agar kota ini dapat berbalik dari jalan yang jahat dan kemuliaan Tuhan dinyatakan atas kota ini. Berdoa agar Tuhan turut bekerja membuka pintu-pintu kesempatan agar injil dapat diberitakan dwngan efektif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s