Devotion

Knowing God’s Will

SCRIPTURE

Kisah Para Rasul 21:4, 12 (TB)
4 Di situ kami mengunjungi murid-murid dan tinggal di situ tujuh hari lamanya. Oleh bisikan Roh murid-murid itu menasihati Paulus, supaya ia jangan pergi ke Yerusalem.

12 Mendengar itu kami bersama-sama dengan murid-murid di tempat itu meminta, supaya Paulus jangan pergi ke Yerusalem.

OBSERVATION

Pendapat bahwa hidup aman dan nyaman merupakan kehendak Tuhan bagi orang percaya, masih sering disuarakan. Padahal pengajaran ini tidaklah tepat, sebab Tuhan juga mengizinkan umat-Nya bertemu dan bergumul dengan-Nya dalam penderitaan.

Rasa khawatir bila Paulus akan mengalami penderitaan, membuat para murid menafsirkan bisikan Roh Kudus sebagai peringatan bagi Paulus agar tidak pergi ke Yerusalem (KPR 21:4).Murid-murid itu tidak menyampaikan kepada Paulus sebuah perintah Roh Kudus, tetapi setelah menerima penerangan Roh Kudus mengenai nasib Paulus nanti, mereka karena kasihnya ingin mencegah Paulus dari padanya.

Di satu sisi, Paulus menunjukkan teladan dalam ketaatan pada Roh Kudus dan kerendahan hati dalam menerima saran para murid. Ini berbeda dari sikap hamba Tuhan yang sering mengklaim suaranya sendiri sebagai suara Roh Kudus yang tidak bisa dibantah. Namun demikian, Paulus juga jeli. Ketika Nabi Agabus bernubuat tentang penderitaan yang akan menimpa dia di Yerusalem, ia tidak menjadi gentar (KPR 21:10-14).

Bukan karena tidak percaya, tetapi ia menyadari panggilan pelayanannya. Nubuat Agabus merupakan peringatan dari Roh Kudus agar Paulus waspada, siap sedia, dan bukan perintah agar ia menghindari penderitaan di Yerusalem. Maka permintaan para murid agar Paulus tidak pergi ke Yerusalem sepenuhnya merupakan keinginan manusia, dan bukan suara Tuhan! Ia tidak melihat jalan yang mudah dan aman sebagai kehendak Tuhan bagi dirinya. Ketetapan hatinya untuk tetap ke Yerusalem menunjukkan kepatuhannya pada suara Roh Kudus. Sebab peringatan dari Roh Kudus bertujuan untuk mempersiapkan Paulus, dan bukan untuk menghentikan dia!

APPLICATION

Memang mudah dan enak untuk menyatakan bahwa kehidupan yang mudah, makmur, dan sejahtera merupakan kehendak Tuhan. Sebaliknya pertanyaan bertubi-tubi kita tujukan pada Tuhan, jika kita menemui penderitaan! Namun pengalaman Paulus menolong kita untuk memahami, bahwa adakalanya Tuhan mengizinkan penderitaan sebagai bagian dari proses untuk melatih kita taat pada kehendak-Nya. Jika demikian, tentu saja tidak ada pilihan lain selain taat dan menerima kehendak-Nya diberlakukan dalam hidup kita.

PRAYER

Minta agar kita bisa mengerti kehendak Tuhan dalam hidup ini. Kesukaran apapun yang ada alami sekarang tidak akan mampu menahan dan menghentikan anda ketika anda mengetahui kehendak Tuhan dan bukan kehendak kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s