Aku, Dia Atau Kristus?

SCRIPTURE

1 Korintus 1:11-13 (TB)
11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloë tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu.
12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.

13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?

OBSERVATION

Dari perikop ini kita dapat menemukan beberapa fakta:

  1. Faktanya ada perselisihan di dalam jemaat, dalam terjemahan lain perselisihan disebut sebagai perbantahan dan pertengkaran (FAYH) bahkan diterjemahkan dengan adanya faksi/golongan (AMP)
  2. Perselisihan yang diteruskan menimbulkan adanya faksi/golongan/group tersendiri di masa itu. Jemaat terbagi menjadi 2 golongan, ada golongan Apolos dan golongan Kefas (Petrus).
  3. Faktanya Apolos dan Paulus tidak pernah berselisih satu sama lain karena mereka adalah rekan sekerja. Mereka mengerti peran masing-masing dan mengamini bahwa peran Allahlah yang paling besar bukan mereka.
    • 1 Korintus 3:6-9 (TB)
      6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. 
      7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
      8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
      9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

INTERPRETATION

Dalam hidup kebangsaan kita sekarang ini kita melihat ada banyak tindakan intoleran yang bertujuan memecah belah hidup kebangsaan kita. Ada banyak kelompok-kelompok dalam bangsa ini yang memperjuangkan kepentingan yang berbeda dengan perjuangan para pahlawan. Akhirnya rakyat terpecah-pecah kedalam berbagai kelompok pro dan kontra.

Ternyata hal ini juga dialami di gereja. Di dalam hidup bersama di dalam keluarga rohani, kita pasti memiliki orang-orang yang kita jadikan teladan di dalam hidup kita. Bisa saja itu tokoh alkitab, orang tua kita ataupun para pemimpin kita. Dalam hal ini kalau ada pemimpin rohani yang kita favoritkan kalau tidak direspons dengan dewasa malah menimbulkan fanatisme tersendiri kepada kepemimpinan tertentu.

Dan kalau ini diteruskan lagi akan menimbulkan perpecahan dalam gereja. Jadi ada istilah orang Kita dan orang mereka. Apakah itu benar? Apakah Kristus terpecah-pecah? Harusnya tidak ada kelompok aku, tidak ada kelompok dia namun hanya Kristus!

APPLICATION

Untuk kita yang dipimpin

Ada yang lebih suka kepada yang satu dari pada yang lain. Apakah ini bisa dicegah? Yah tentu saja tiap orang bisa saja memiliki pemimpin favorit dalam hidup mereka namun dalam menanggapinya kita perlu mengingat kebenaran ini:

  1. Mereka semua adalah rekan sekerja
  2. Mereka punya peran masing-masing yang saling melengkapi. Bagian kita bukan membandinglan, menghakimi namun mendoakan mereka.
  3. Kita tidak boleh menjadi pengikut yang like and dislike, setiap pemimpin itu memiliki otoritas dari Tuhan atas hidup kita yang saya percaya itu untuk membentuk kita seperti Kristus.
  4. Jangan jadi kompor tetapi jadi pemadam. Jangan bereaksi tetapi pikirkan solusi. Kalau ada yang tidak benar sampaikan langsung kepada pemimpin bukan membicarakannya dibelakang.

Untuk kita yang memimpin

  1. Jangan memegahkan diri. Ingat kita bisa memimpin itu hanya karena anugerah. Tidak ada yang perlu kita sombongkan. Semua kita ada peran masing-masing. Namun peran Allah sebagai pemberi pertumbuhan itu yang paling penting.
    • 1 Korintus 1:26-29 (TB)
      26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
      27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,
      28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,
      29 supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.
  2. Ingat jangan juga menjadi pemimpin yang like and dislike, semua yang dipercayakan kepada kita mereka harus kita gembalakan, kasihi dengan baik tidak terkecuali siapapun. Tidak ada orang yang terlalu sulit yang ada belum kita mengerti.
  3. Kalau ada perbedaan jangan membuat kelompok kita sendiri. Jangan cuma memimpin orang-orang yang setuju saja dengan kita. Kelilingilah diri kita dengan orang-orang yang berani berbicara kepada kita. Usahakanlah kesatuan dimanapun kita berada.
  4. Jangan bereaksi kepada berita negatif pikirkan solusi. Taruh rasa amanmu pada tempat yang tepat. Rasa aman para pemimpin tidak ada pada orang yang mengikutinya namun pada Tuhan.

PRAYER

Doakanlah setiap hari pemimpin-pemimpin yang Tuhan taruh di atas kita, setiap rekan-rekan sepelayanan kita dan setiap orang-orang yang kita muridkan. Doakanlah kesatuan yang ada di gereja kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s