Tertib & Sopan

SCRIPTURE

1 Korintus 14:33, 40 (TB)
33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.

40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur. 

OBSERVATION

Saya mendapati fakta gambaran yang mendalam tentang keadaan ibadah di masa gereja mula-mula yang sangat berbeda dengan kondisi ibadah di masa kini. Jelas gereja mula-mula tidak memiliki pelayan profesional” (liturgi, tata acara yang sudah diatur dengan detail dan durasi), tidak ada tata tertib tertentu”. Orang-orang percaya ketika itu tidak pergi ke kebaktian untuk mendengarkan khotbah dari satu orang atau untuk hanya menerima saja; mereka datang untuk memberi. Banyak yang telah hilang akibat penyangkalan terhadap hak-hak istimewa ini. Namun hal ini juga berdampak negatif ketika semua pihak yang mau memberi kemudian mau mendominasi.

Semua kelompok ingin sekali menonjol dengan cara yang meremehkan serta mengganggu kelompok lainnya. Kelompok yang satu ingin mendominasi sementara kelompok yang lain juga tidak mau mengalah.

  • Orang berbahasa roh tidak lagi memedulikan apakah orang lain mengerti atau tidak (ayat 27).
  • Kelompok yang memiliki karunia bernubuat juga tidak bisa menahan diri. Semua ingin memperoleh kesempatan dan waktu yang sama untuk menyampaikan kehendak Tuhan (ayat 29-33).
  • Ditambah lagi dengan kehadiran kelompok perempuan — yang rupanya di masyarakat Yunani-Romawi tidak pernah mendapat peran, perhatian serta menjadi kelompok yang harus selalu bungkam. Mereka juga menuntut kesempatan untuk tampil di pertemuan jemaat (ayat 34,35).

INTERPRETATION

Ibadah dalam paparan Paulus menunjukkan dinamika tubuh Kristus. Tiap orang terlibat, tidak hanya menonton atau menerima pelayanan. Mengapa? Karena tiap orang memiliki sesuatu dari Roh Allah yang perlu ia bagikan demi keutuhan jemaat. Tiap orang bisa dipakai Allah untuk berkontribusi membangun iman jemaat. Baik yang secara resmi menjadi pejabat gereja seperti pengkhotbah (para nabi), pemandu pujian atau paduan suara, maupun yang bukan pejabat resmi, bisa berbagi fungsi pelayanan, bermacam karunia dari Roh, atau berbagi pengalaman hidup.

Namun pertemuan jemaat harusnya berpusat kepada Allah, dan bukan berpusat pada manusia. Bukan menjadi ajang manusia menampilkan diri. Sikap beribadah yang tertib dan sopan menjadi salah satu petunjuk bahwa kita sungguh-sungguh menghormati Tuhan kita.

APPLICATION

  • Menurut anda berfokus kemanakah ibadah kita saat ini? Kepada manusia atau kepada Allah?
  • Sudah berlangsung tertibkah pelayanan kita saat ini?
  • Hal-hal apa saja yang masih perlu ditertibkan?

PRAYER

Kami tahu Engkau menghendaki damai sejahtera dan bukan kekacauan. Oleh sebab itu mampukan kami untuk mempersiapkan ibadah image setiap minggu dan ibadah audacious dengan sopan dan tertib. Dan kami semua bisa belajar untuk tidak cuma menerima namun memberi dengan hidup kami. Dalam nama Yesus. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s