Devotion

Benih & Roti

SCRIPTURE

2 Korintus 9:10 (TB) Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;

OBSERVATION

Fakta yang bisa didapat adalah: – Tuhan yang menyediakan baik benih maupun roti bagi kita – Benih untuk ditabur – Roti untuk dimakan – Yang memberi pertumbuhan terhadap benih dan kemampuan untuk melipatgandakan buah-buah kebenaran adalah Tuhan sendiri

INTERPRETATION

Dari fakta yang kita dapatkan di atas sangat jelas bahwa Tuhan tidak mendesain kita sebagai pemilik tetapi sebagai pengelola yang baik. Sejak manusia dijadikan, kita didesign sebagai pengelola bukan pemilik.

Kejadian 2:15 (TB) TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Sebagai pengelola kita harus menyadari:

  1. Apapun yang kita bisa kita kelola itu asalnya dari Tuhan bukan milik kita. Misalnya waktu, uang, tenaga, pikiran, dll.
  2. Ada waktunya kita harus mempertangungjawabkan apa yang telah dipercayakan untuk kita kelola.
  3. Hanya oleh kemampuan Tuhanlah kita mampu menjadi pengelola yang baik.

Sebagai pengelola yang baik kita harus bisa membedakan apakah yang diberikan kepada kita itu adalah benih atau roti. Ada pemberian yang memang ditujukan untuk kita nikmati namun ada juga yang harus kita investasikan kepada orang lain, kondisi, atau tempat lain supaya dapat menghasilkan. Ingat benih itu untuk ditanam tetapi roti untuk dimakan. Benih kalau dimakan tidak akan kenyak dan begitu juga roti kalau ditanam tidak akan menghasilkan.

Apakah kita membutuhkan salah satu atau keduanya? Menurut saya kedua-duanya kita perlu. Kita membutuhkan benih untuk dapat ditanam lalu menghasilkan gandum yang bisa dibuat menjadi roti, dan roti juga bisa dimakan untuk menjadi tenaga bagi sang penabur untuk menabur benih. Namun untuk memastikan tetap bisa menghasilkan kita perlu tahu kapan kita harus menabur benih dan kapan harus memakan roti.

APPLICATION

  1. Sadari bahwa kita bukan pemilik namun pengelola. Tidak ada hal dalam diri kita yang menjadi milik kita karena diri kita pun telah dibeli dan lunas dibayar.
  2. Berdoalah dan bergumulah setiap kali kita dipercayakan sesuatu dalam hidup kita apakah ini untuk kepentingan kita atau untuk kepentingan Tuhan. Jangan mengambil bagian yang harusnya kita bagi dan kita nikmfati sendiri karena itu tidak akan pernah membuat kita penuh. Coba mulai dari pembagian waktu, dan dana yang kita kelola saat ini.

PRAYER

Bersyukur atas benih dan roti yang dipercayakan dalam hidup kita. Mintalah Tuhan memampukan anda menjadi pengelola yang baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s