Kalau Kedapatan Jatuh

SCRIPTURE

Galatia 6:1 (TB) Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.

Galatia 6:1 (BIMK) Saudara-saudara! Kalau seseorang didapati melakukan suatu dosa, hendaklah kalian yang hidup menurut Roh Allah, membimbing orang itu kembali pada jalan yang benar. Tetapi kalian harus melakukan itu dengan lemah lembut, dan jagalah jangan sampai kalian sendiri tergoda juga.

Galatia 6:1 (FAYH) SAUDARA sekalian yang saya kasihi, kalau seorang orang Kristen kedapatan berbuat dosa, Saudara yang rohani hendaklah secara lembut dan rendah hati menolongnya kembali ke jalan yang benar, mengingat bahwa lain kali mungkin seorang di antara Saudaralah yang berbuat salah.

OBSERVATION

Fakta yang bisa saya temukan adalah:

  1. Tidak ada jaminan kita tidak bisa jatuh dan melakukan pelanggaran.
  2. Orang yang jatuh butuh pemulihan. Bagian kita ketika menemukan orang seperti itu kita harus memimpin orang tersebut dalam roh lemah lembut. Kata “memimpin” dalam bahasa Yun. _katartizo_ berarti “memulihkan”. Kata ini dipakai dalam PB untuk membetulkan jaring atau jala (Mat 4:21) atau menyempurnakan watak manusia (2Kor 13:11). Jadi, memang tidak mudah dan butuh proses dalam memulihkan seorang sama seperti ketika kita membetulkan jaring atau jala yang kusut.
  3. Kita perlu berjaga-jaga setiap kali kita melayani orang yang terjatuh agar kita juga tidak kena pencobaan

INTERPRETATION

Dalam jemaat Galatia bisa dibagi menjadi 2 bagian yaitu mereka yang rohani dan mereka yang masih butuh bimbingan, yaitu yang masih mudah jatuh ke dalam dosa. Lalu siapa yang harus menolong mereka? Yaitu mereka, yang dapat dikatakan dewasa dalam kerohanian dan pengetahuan iman, bijaksana, serta berhikmat.

Mereka bertanggung jawab untuk memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut (Galatia 6:1). Walau demikian, bukan berarti bahwa mereka yang rohani sudah kebal dari berbagai kemungkinan untuk jatuh ke dalam dosa.

Sebab itu Paulus menasihati agar mereka juga waspada sehingga tidak ikut jatuh. Di sisi lain, orang yang rohani tidak boleh membanggakan diri karena sudah mampu membimbing orang lain (Galatia 6:4-5). Juga tidak boleh menghakimi karena kelemahan orang yang mereka layani. Sebaliknya mereka harus sadar bahwa merupakan kehendak Tuhanlah bila mereka menolong sesama saudara seiman (Galatia 6:3).

APPLICATION

Mari kita coba jujur saja, ketika ada orang yang jatuh ke dalam dosa, mana yang lebih banyak: orang yang menyalahkan dan mencemooh atau yang menolong? Kita yang sudah lama melayani spertinya sudah sangat terlatih jeli dan sensitif terhadap kesalahan orang lain. Seharusnya kita yang rohani membimbing orang yang jatuh ke dalam dosa agar ia kembali berdiri tegak di dalam iman. Kita yang merasa dekat dengan Tuhan seharusnya berkerinduan untuk memulihkan dan mendoakan orang yang tersandung dosa dan bukan malah menuding. Sabarlah kepada mereka karena memimpin mereka kepada pertobatan itu seperti memperbaiki jala atau jaring yang kusut, butuh waktu, kesabaran dan proses.

PRAYER

Bawa dalam doa orang-orang yang sedang mengalami kejatuhan hari-hari ini. Biar Tuhan menjamah dan mengangkat mereka kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s