Berapa Lamakah Lagi?

SCRIPTURE

Wahyu 6:10 (TB) Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?”

OBSERVATION

Banyak hal dalam kitab wahyu ini yang tidak bisa kita pahami secara detail mengingat ciri kitab Wahyu yang penuh gambaran simbolis. Namun berita utamanya dapat kita pahami dan kaitkan dengan situasi kita.

Dalam kitab wahyu di pasal ini sampai berikutnya kita akan melihat ada 7 materai, 7 sangkakala, dan 7 cawan. Enam segel itu dibuka Tuhan, disertai hukuman atas bumi. Lalu segel yang ketujuh terdiri dari tujuh sangkakala. Keenam sangkakala pertama diceritakan, lalu yang ketujuh terdiri dari tujuh cawan. Struktur ini menekankan dahsyatnya hukuman atas “mereka yang diam di bumi”.

INTERPRETATION

Pembukaan setiap meterai diikuti dengan penghukuman sebagai wujud murka Allah. Murka Allah bukanlah pelampiasan emosi atau pembalasan dendam yang sewenang-wenang, melainkan bukti keadilan dan kekudusan-Nya. Keempat penunggang kuda dengan ciri-ciri yang berbeda menunjuk pada bentuk-bentuk hukuman yang ditimpakan ke atas bumi.

Meski gereja Tuhan, baik pada masa Yohanes maupun pada masa kini akan tetap menghadapi tekanan dan permusuhan bahkan penganiayaan dari dunia ini, tetapi Allah tidak akan pernah meninggalkan mereka. Hal ini terlihat ketika meterai kelima dibuka. Jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh mewakili semua orang percaya pada segala zaman yang mengalami penderitaan karena iman mereka.

Doa para martir ini menyadarkan kita bahwa pembalasan Allah yang adil akan terwujud suatu waktu nanti. Berapa lama lagi? Kita tidak tahu, tetapi Allah pasti bertindak. Orang-orang yang menderita karena Kristus adalah berbahagia, tidak seperti mereka yang disebut dalam ayat 15 dan 16 yang tidak mungkin melarikan diri dari murka Anak Domba itu.

APPLICATION

Bagaimana kita akan menghadapi penganiayaan terhadap Tubuh Kristus saat ini, lalu kita melihat sepertinya Tuhan tertidur dan tidak membela umatnya seperti yang baru-baru saja terjadi KKR dari Pdt. Dr. Stephrn Tong yang sudah digagas sebelumnya dibatalkan karena penolakan dari aliansi beragama yang ada di yogyakarta? Apa respons kita sebagai orang percaya?

Kita diingatkan untuk percaya bahwa penghukuman Allah yang adil akan ditimpakan kepada mereka yang membenci Kristus dan yang menganiaya umat-Nya. Sering kita merasa seolah-olah Allah tidak lagi mempedulikan penderitaan umat-Nya sehingga kejahatan mengalahkan kebenaran. Namun firman ini memberikan kepastian bagi kita untuk tetap meyakini bahwa Allah itu setia dan adil. Yang diminta dari kita hanyalah kesetiaan dan kesabaran dalam menantikan tindakan Allah yang adil.

PRAYER

Berdoalah untuk Tubuh Kristus yang kita tahu sedang mengalami penganiayaan sekarang ini. Dan berdoa agar tetap ada kesetiaan dan kesabaran dalam menantikan tindakan Tuhan yang adil.

Advertisements

Menang Dengan Berkorban

SCRIPTURE

Wahyu 5:3-5 (TB)
3 Tetapi tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya.
4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.

5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: “Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya.”

OBSERVATION

Mengapa hanya Anak Domba yang layak membuka meterai-meterai itu? Karena melalui kematian-Nya, Allah telah menyatakan keadilan-Nya atas dosa dan menebus manusia. Dalam PL, seekor domba yang dikurbankan untuk pengampunan dosa harus disembelih dan darahnya dicurahkan. Demikian juga darah Kristus yang telah memungkinkan kita untuk diterima di hadapan Allah yang kudus. Inilah isi pujian dalam ayat 9, “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah.”

APPLICATION

Yang pertama Kalau saat ini kita bisa bersukacita dalam keselamatan yang Allah telah berikan, jangan sampai kita melupakan pengorbanan-Nya. Sering kita tidak menghargai pengurbanan Kristus bagi kita. Walaupun keselamatan itu cuma-cuma, tetapi dibayar mahal oleh Allah sendiri melalui kematian Kristus. Berilah hidupmu sebagai ucapan syukur atas penebusanNya yang mulia.

Yang kedua Yesus menang dengan berkorban memberi diri bukan mempertahankan hak, bagaimana dengan kita? Apakah kita lebih sering berjuang untuk mempertahanlan hak atau berjuang untuk berkorban dan memberi diri agar kita serupa Ktistus? Ada banyak orang menang dengan berjuang mengorbankan orang lain namun berbeda dengan Yesus yang menang dengan mengorbankan dan memberi diri. Orang yang menyadari tebusan Tuhan dalam hidupnya pasti akan tahu diri bahwa hidup adalah perjuangan untuk memberi diri dan berkorban sama seperti Yesus.

PRAYER

Bersyukur untuk pengorbanan Yesus dalam hidup kita, serahkanlah hidupmu kepadanya sebagai ucapan syukurmu.

Melemparkan Mahkota

SCRIPTURE
Wahyu 4:9-11 (TB)
9 Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya,
10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:
11 “Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”
OBSERVATION
Faktanya seluruh pasal 4 dikhususkan untuk mengorientasikan para pembaca pada situasi, oknum, dan kelakuan yang terjadi di ruangan takhta di surga. Ketika pujian, hormat dan ucapan syukur kepada Tuhan dinaikkan oleh makhluk-makhluk itu maka dengan segera ke 24 tua-tua itu tersungkur lalu menyembah Dia dan melemparkan mahkotanya di depan takhtaNya.
INTERPRETATION
Keempat makhluk itu memuji Allah, dan sebagai tanggapan kedua puluh empat tua-tua itu menyembah Dia, dengan melemparkan mahkota mereka di hadapan-Nya. Kejadian ini tidak terjadi satu kali saja, tetapi “setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian”.
Istilah melemparkan* bisa diterjemahkan “meletakkan”,* tetapi pada umumnya istilah ini berarti “melemparkan”.* Sehingga dari satu sisi, terjemahan “melemparkan” juga kuat, karena terjemahan ini lebih biasa untuk istilah yang dipakai Yohanes. Dari segi yang lain, terjemahan “meletakkan” lebih kuat, karena mungkin di ruangan takhta Allah orang tidak berani melemparkan barang apa pun. Tidak ada penyembahan tanpa penyerahan dan pengorbanan.
Bagi saya respons yang diberikan oleh ke 24 tua-tua itu patut kita ikutin. Semua mahkota yang mereka miliki itu mereka serahkan kepada Tuhan. Mahkota bicara tenntang upah kita ketika kita melayani di bumi. Mari coba kita lihat ada berapa jenis mahkota yang pernah disebutkan dalam alkitab
  1. Mahkota duri (Matius 27:29)
  2. Mahkota yang abadi (1 Korintus 9:25)
  3. Mahkota kemegahan (1 Tesalonika 2:19)
  4. Mahkota kebenaran (2 Timotius 4:8)
  5. Mahkota kehidupan (Yakobus 1:12, Wahyu 2:10)
  6. Mahkita kemuliaan (1 Petrus 5:4)
Yang no 1 adalah mahkota yang Yesus kenakan waktu Dia datang sebagai penebus kita. Nah yang ke 2-6 adalah janjiNya kepada kita kalau kita hidup setia dan berkenan kepada Tuhan. Namun ketika nanti kita dihadapan tahta Tuhan kita harus menyerahkan dan meletakkan semua pencapaian, kesuksesan, hal yang membanggakan di bawah tahta Kristus karena hanya Dialah yang layak terima segala pujian dan penyembahan kita.
APPLICATION
Apapun pencapaian, kesuksesan, dan hal membanggakan yang telah kita capai saat ini mari dengan disiplin kita belajar meletakkannya/menyerahkannya di depan hadirat Kristus dalam setiap saat teduh kita. Sadari bahwa Dialah yang layak menerimanya. Kita hanya melakukan apa yang harus kita lakukan. Bagian kita bukan cuma menerima mahkota namun meyerahkannya kepada Tuhan.
Ada beberapa jenis pelayan Tuhan dlm berurusan dgn mahkota:
  1. Orang yang melayani tanpa pengetahuan tentang “mahkota”
  2. Orang yang melayani hanya untuk mengejar “mahkotanya”
  3. Orang yang melayani dengan membanggakan “mahkotanya”
  4. Orang yang melayani berani berani “melemparkan/menyerahkan mahkotanya”
Tuhan mencari pelayan Tuhan yang siap “melemparkan/menyerahkan mahkotanya”, berarti:
1. Fokusnya hanya Tuhan
2. Siap utk selalu bekerja
3. Mau menghargai orang lain dengn kelemahan dan kekurangannya
4. Tidak merasa yang paling dibutuhkan, paling penting, serta paling menentukan.
PRAYER
Berdoa menyerahkan semua kemenangan, pencapaian, kesuksesan, hal yang membanggakan yang pernah Tuhan kerjakan dalam hidup kita di hadapan Kristus. Bersyukur atas pemakaian Tuhan atas hidup kita.

Tidak Panas Tidak Dingin

SCRIPTURE

Wahyu 3:15-21 (TB)
15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
19 Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

OBSERVATION

Kebenarannya tidak ada pujian bahkan yang dialamatkan kepada jemaat ini. Paling tidak ada 5 hal penting yang digambarkan mengenai jemaat di Laudikia ini:

  1. Jemaat ini suam-suam kuku. Tidak panas tidak dingin (ay. 15-16)
  2. Jemaat ini sombong dan tidak tahu diri. Merasa kaya padahal miskin, merasa tidak kekurangan apa-apa padahal melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
  3. Tidak ada pujian bukan berarti tidak dikasihi. Justru yang dikasihi itu ditegur oleh Tuhan.
  4. Tuhan menantikan respons pertobatan kita dengan merelakan hati dan bertobat.
  5. JanjiNya akan didudukkan bersama-sama dengan Yesua di atas takhta-Nya.

INTERPRETATION

Pernahkah anda dibuatkan kopi atau teh yang tidak dingin tidak panas. Panasnya tanggung dinginnya juga kurang. Pastinya rasanya tidak keluar dan akan aneh ketika diminum. Kopi atau teh akan terasa nikmat jika disajikan panas atau dingin bukan suam-suam kuku. Begitu jugalah kehidupan kita bahwa hidup kita pun harus terasa panas atau dingin. Dan hal ini yang Tuhan ingatkan hari ini bagi kita.

Dari sini kita harus mengerti kebenaran bahwa teguran Tuhan pun adalah karena anda dikasihi. Kita harus waspada dengan kerohanian yang stagnan, tidak berapi-api lagi karena itu ibarat mempersembahkan kurban tanpa api. Maka korban tersebut tidak akan bisa dikorbankan kepada Tuhan. Betapa bagus dan sempurna persembahan kita namun jika dilakukan dengan suam-suam kuku adalah hal yang sia-sia.

Hal lain yang sering kali juga membuat kita jatuh adalah karena kita telah sombong dan tidak tahu diri. Gereja di masa ini telah banyak mengalami kemajuan jika dibandingkan gereja di beberapa dekade sebelumnya, ada banyak pemulihan dan hal-hal besar yang Tuhan kerjakan melalui gereja lokal namun jangan sampai membuat kita jumawa dan lupa diri kalau itu semua pun karena Tuhan yang bekerja di dalam kita. Bukan karena hebatnya metode, management, perencanaan , kepemimpinan kita. Tanpa bergerak bersamanya maka semua usaha manusia hanyalah sia-sia belaka.

Mazmur 94:11 (TB) TUHAN mengetahui rancangan-rancangan manusia; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.

Mazmur 127:1 (TB) Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

Zakharia 4:6 (TB) Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

APPLICATION

Apakah kita masih berapi-api untuk Tuhan? Atau kita sudah mulai suam-suam kuku hidup tidak bergairah dan tergerak lagi oleh Visi Tuhan dalam hidup kita. Tidak ada yang dapat menghentikan manusia yang hidup dengan Visi Tuhan namun tidak ada yang dapat menggerakkan manusia tanpa Visi Tuhan. Hiduplah dengan Roh Allah, karena tanpa Roh Allah tidak ada antusias

Apakah kita sudah jumawa dengan keadaan kita karena melihat semua keberhasilan yang bis kita capai serahun ini? Ingatlah jangan spai kita jumawa dan lupa diri, kita harus tahu bahwa tanpa Dia kita bukan apa-apa.

Ayo responslah FirmanNya hari ini, Dia telah mengetuk pintu hati.kita saat ini. Meresponslah dengan membuka hati kita dan mengundangnya masuk dalam hati kita agar Tuhan bisa menolong kita dan JanjiNya tergenapi dalam hidup kita. Jadilah jemaat yang siap dan berapi-api menyongsong Juru Selamat kita yang kedatangannya semakin dekat.

PRAYER

Berdoa minta ada Roh Tuhan dalam hidup kita karena itulah asal kata antusias (Roh Tuhan di dalam hidup kita). Berdoa agar Roh Kudus mennyelidiki hati kita sehingga kuta tahu apa keadaan kita yang sebenarnya dan meminta pertolongan dari Roh Kudus.

Kasihmu Yang Semula

SCRIPTURE
Wahyu 2:1-7 (TB)
1 “Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.
2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.
7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah.”
OBSERVATION
Ini adalah bagian dari salah satu dri 7 surat yang dikirimkan kepada 7 jemaat. Di setiap surat ini ada pola yang terus berulang:
  1. Ada alamat kepada jemaat mana itu diberikan
  2. Gambaran/gelar Kristus
  3. Pujian
  4. Celaan (kecuali jemaat Filadelfia)
  5. Nasihat
  6. Janji kalau menang
Gereja di Efesus (Wahyu 2:1) adalah jemaat yang sangat berhasil namun mulai kehilangan kasih mula-mula. Mengapa kita melakukan itu jauh lebih penting daripada apa yang kita lakuman. Apabila kita melihat surat ini dari sudut pandang sejarah gereja, banyak gereja yang mulai kehilangan kasih mula-mula selama periode setelah kematian para rasul, yang berlangsung dari 70 M sampai bait suci di Yerusalem dihancurkan (sekitar 160 M). selama masa tersebut, banyak gereja telah beralih dari pelayanan penuh kasih menjadi institusi religius yang formal tanpa kasih. Gereja menjadi penuh dengan konflik dan argumentasi teologis. (Kita bisa juga melihatnya di lampiran buku HB kita tentang sejarah kemerosotan gereja dari hal 133-135)
INTERPRETATION
Ada 3 bagian penting dalam perikop ini
  1. Pujian kepada Jemaat di Efesus
    • Jemaat ini sangat giat di dalam pekerjaan Tuhan. Wah 2:2 – Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu…”
    • Jemaat ini bertekun.Wah 2:2 – Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu….”
    • Jemaat ini gigih dalam menghadapi rasul-rasul palsu dan ajaran-ajaran sesat.Wah 2:2 – “…Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
    • Jemaat ini tidak menjadi bosan dalam mengiring Tuhan.Wah 2:3 – Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah
    • Jemaat ini membenci kejahatan.Wah 2:6 – Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.
  2. Celaan terhadap Jemaat Efesus
    • Mereka kehilangan kasih kepada Allah. Wahyu 2: 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
    • Mereka kehilangan kasih kepada sesama. Kalau mereka kehilangan kasih kepada Allah maka kadih mereka kepada manusia hanyalah drama kolosal.
  3. Nasihat dan ancaman bagi Jemaat Efesus.
    • Bertobat dan ingatlah bagaimana kita mengasihi Tuhan. Wah 2:5 – Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan….:”KJV – “…repent, and do the first works…”(bertobatlah, dan lakukanlah pekerjaan-pekerjaan pertama).
    • Mengambil kaki dian (gereja/jemaat). Wah 2:5 – “…Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

APPLICATION

Mungkin anda telah tekun, giat, gigih menghadapi pengajaran sesat, tidak bosan mengiring Tuhan, membenci kejahatan, namun rutinitas ini membuat kita punya peluang juga untuk kehilangan kasih yang semula itu.

Igatlah bahwa dalam 1 Kor 13:1-3 Paulus berkata bahwa semua perbuatan baik / pelayanan tidak ada gunanya kalau tidak ada kasih. Jadi Kristus tidak menghendaki seadanya pekerjaan (asal melayani), tetapi ia menghendaki pekerjaan yang dilandasi oleh kasih kepada-Nya!

Apakah sekarang ini kita telah meninggalkan kasih pertama itu? Kita harus bertobat (mengaku dosa dan membuang dosa). Setelah itu kita harus kembali melakukan ‘pekerjaan pertama’, yaitu pekerjaan yang kita lakukan pada waktu kita masih mempunyai ‘kasih yang pertama’. Bagaimana pembacaan alkitab, jam doa kita saat ini?

PRAYER

Berdoa minta hati yang mengasihi Tuhan. Mengasihi FirmanNya, mengasihi waktu untuk bersamaNya.

Tergerak Oleh Belas Kasihan

SCRIPTURE
Yudas 1:22-23 (TB) 22 Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,
23 selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.
Yudas 1:22-23 (FAYH) 22 Berusahalah menolong orang-orang yang menentang Saudara. Tunjukkanlah belas kasihan kepada orang yang hidup dalam kebimbangan.
23 Selamatkanlah beberapa dari mereka seolah-olah merenggutkan mereka dari nyala api neraka. Sedangkan beberapa yang lain, tolonglah mereka menemukan Tuhan dengan bersikap ramah terhadap mereka, tetapi hindarkanlah kemungkinan ikut terjerumus ke dalam dosa mereka. Bencilah akan setiap dosa mereka, tetapi tunjukkan belas kasihan kepada mereka sebagai orang-orang berdosa.

OBSERVATION Kebenarannya Firman Tuhan mengingatkan kita untuk menyelamatkan mereka yang ragu-ragu/bimbang maupun kepada yang masih berdosa. Benci dosa mereka bukan pribadinya. Karena Tuhan benci dosa namun mengasihi manusianya. Memakai kata perintah ‘merebut’ yang artinya harus aktif kita kerjakan dengan belas kasihan. Tanpa belas kasihan maka tidak mungkin kita akan bertindak itulah sebabnya dipakai kata “tunjukkanlah” jadi ga cuma perasaan saja namun ikut merasakan. INTERPRETATION Yesus di dalam pelayanannya yang kira-kira tiga setengah tahun acapkali bertindak karena tergerak olehbelas kasihan, misalkan saja: Matius 9:36 (TB) Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Matius 14:14 (TB) Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Matius 15:32 (TB) Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.” Matius 20:34 (TB) Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia. Markus 1:41 (TB) Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Lukas 7:13 (TB) Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!” Itulah sebabnya Yesus mengingatkan kepada kita kalau Tuhan lebih berkenan oleh belas kasihan daripada sebuah persembahan. Matius 9:13 (TB) Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” Kita bisa memberi tanpa kasih. Namun kita tidak mungkin mengasihi tanpa memberi (bertindak) itulah yang membedakan simpati dengan empati. Simpati hanya sekesar perasaan, namun empati turut merasakan dan bertindak menolong. Yang paling penting disini adalah apa yang menggerakkan hidup kita? APPLICATION Apa yang menggerakkan hidup kita saat ini? Apakah hal yang kita lakukan adalah hal yang tergerak oleh belas kasihan atau hanya karena terjadwal, jaga dan cari muka alias pencitraan belaka? Belajarlah seperti Yesus yang seringkali bertindak ketika digerakkan okeh belas kasihan. Ingatlah bahwa belas kasihan dipandang lebih oleh Tuhan daripada sebuah peesembahan. Yang artinya persembahan terbaik adalah persembahan yang digerakkan oleh belas kasihan. PRAYER Minta belas kasihan Tuhan memenuhi hati kita.

Tiru Meniru

SCRIPTURE
3 Yohanes 1:11 (TB) Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah.
OBSERVATION

Kebenarannya adalah manusia dari sejak lahir pasti akan belajar meniru apa yang ada di sekelilingnya. Dan kita perlu belajar memilih apa yang perlu kita tiru dan apa yang tidak boleh kita tiru.

INTERPRETATION

Seperti peribahasa buang tidak jatuh jauh dari pohonnya, begitulah gambaran kehidupan setiap kita. Setiap orang yang mengenal orang tua kita pasti akan bisa melihat sifat dari ortu ada di dalam kita. Kita tidak akan jauh dari sifat orang tua kita. Untuk itu peran orang tua sebagai yang ditiru sangatlah besar dalam pembentukan karakter awal dari seorang anak.

Dan sebenarnya kemampuan meniru ini terus berkembang setelah kita dewasa. Kita masih akan tetap meniru apa yang kita lihat dan dengar di sekeliling kita. Itulah sebabnya 1 Korintus 15:33 (TB) berkata Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Ya pergaulanmu juga akan membentuk hidup kita.

Mengapa manusia menjadi makhluk yang suka meniru? Karena memang sejak awal Tuhan menciptakan manusia sebagai rupa dan gambar Allah (kejadian 1:26-27), lalu ketika manusia melahirkan keturunan juga melakukan hal yang sama manusia memperanakkan keturunannya menurut gambar dan rupanya (Kejadian 5:3). Manusia meniru apa yang Tuhan lakukan.

APPLICATION

Kita harusnya meniru Tuhan bukan yang lain, karena kita inilah gambaranNya. Selama ini apa dan siapa yangempengaruhi hidupmu? Ada banyak orang yang mau berusahan menjadi seperti orang lain karena mau diterima, dihormati, disanjung, padahal harusnya kita mau menjadi serupa Kristus bukan yang lain. Dia lah patron yang paling tinggi yang harus kita ikuti.

Bagaimana cara menjadi sperti Yesus? Selalu tanyakan pertanyaan ini dalam hidupmu, kalau Yesus ad di posisiku dan kondisi yang aku hadapi ini kira-kira apa yang akan Yesus lakukan (WWJD- What Would Jesus Do?). Sehingaa kita tidak akan segera mereapons hanya karena terdesak dan emosi saja namun benar-benar meminta hikmat dari Tuhan.

PRAYER

Berdoa minta hati yang rindu untuk terus diubahkan seperti Yesus, karena sejak awalnya kita diciptakan serupa Kristus.