Berakar & Dibangun

SCRIPTURE

Kolose 2:7 (TB) Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Kolose 2:7 (BIMK) dan berakar di dalam Dia. Hendaklah kalian membangun hidupmu dengan Kristus sebagai dasarnya. Hendaklah kalian makin percaya kepada Kristus, menurut apa yang sudah diajarkan kepadamu. Dan hendaklah hatimu meluap-luap dengan ucapan terima kasih.

OBSERVATION

Nasihat Paulus di bagian ini adalah:

– Berakar di dalam Kristus

– Dibangun di atas Kristus

– Bertambah teguh dalam iman

– Hati melimpah dengan ucapan syukur

INTERPRETATION

MERDEKAAAAAAA !!!!!! Kali ini saya akan membahasa hanya 2 poin dari 4 poin yang ada yaitu berakar di dalam Kristus dan dibangun di atas kristus. Berbicara tentang berakar,

– Akar adalah bagian dari tumbuhan yang tidak kelihatan namun fungsinya sangat vital bagi kelangsunggan hidup tumbuhan tersebut. Jangankan berbuah untuk bisa bertahan hidup pun tidak akan mungkin jika tanpa akar.

– Akarlah yang menyerap unsur hara dan meneruskannya ke bagian yang lain sehingga tumbuhan bisa tetap hidup dan bertumbuh.

– Akarlah yang menopang bobot tumbuhan tersebut, dialah fondasi dari tumbuhan tersebut

– Pada beberapa jenis tumbuhan bahkan akar digunakan sebagai penyimpanan cadangan makanan (umbi-umbian)

– Selain itu ada juga agar yang berfungsi sebagai alat respirasi atau bernafas, contohnya adalah pada tanaman bakau.

Akar itu berbicara tentang kehidupan rohani kita yang tidak terlihat dari luar, sesuatu yang sangat vital bagi kelangsungan rohani kita, hal inilah yang memastikan pertumbuhan rohani kita, dan yang menyokong kehidupan rohani kita. Tanpa ini maka kehidupan rohani kita akan terasa sesak padahal Tuhan menjanjikan kelegaan.Apa saja akar rohani yang tidak terlihat dari luar itu? Itulah kehidupan saat teduh kita, doa kita, pengenalan kita secara pribadi tentang Tuhan, waktu intim kita bersama Tuhan.

Berbicara tentang dibangun berbicara tentang sesuatu yang terlihat dari luar. Inilah aktivitas kerohanian kita yang terlihat yaitu ketika kita melayani sesama dan terlihat oleh orang lain. Sesuatu yang bisa berdampak langsung kepada orang banyak. Namun tahukah anda bahwa besarnya dampak anda yang terlihat berasal dari kualitas kerohanian anda yang tidak terlihat. Kualitas anda di depan manusia sangat tergantung dari bagaimana kualitas kita dihadapn Tuhan yang tidak kelihatan.

APPLICATION

Apakah anda masih bersemangat melayani Tuhan? Apakah kasih anda kepadanya masih sama seperti awal ketika anda bertobat? Ataukah kita sudah mulai goyah, lesu, capek, penat, lelah secara kerohanian? Mungkin sekali itu karena kita tidak berakar di dalam Dia, kita mencoba terus membangun di atas Dia namun lupa untuk tetap berakar di dalam Dia. Bangunan yang mau bertambah tinggi harus menambah kekuatan fondasinya, begitu juga tumbuhan yang mau bertumbuh tinggi dan kuat harus membangun akar yang kuat. Ingat pertama sekali benih ditanam yang pertama kali muncul itu akar bukan batang. Kadang kita lupa bahwa hal pertama dan terutama adalah untuk tetap berakar di dalam Dia dan bukan cuma sibuk membangun ke atas dan lupa memperhatikan akar. Setiap masalah tumbuhan bisa dilihat dari akarnya.

Banyak orang percaya sibuk membangun apa yang tampak dari luar ntah itu karir, jabatan, jadwal pelayanan ke luar, reputasi namun lupa membangun karakter. Karakter tidak dibangun dalam semalam, namun dibutuhkan konsistensi dan persistensi untuk terus melakukan nilai yang kita percayai. Mungkin ini terdengar sangat basic, sepele, sudah sering kita dengar, namun banyak orang besar yang jatuh karena hal ini. Ingat kita tidak jatuh karena batu besar namun kerikil kecil. Bangun dan Perhatikanlah kehidupan rohani yang tidak kelihatan lebih dari sekedar yang terlihat. Berakarlah ke dalam dan bertumbuhlah ke atas.

PRAYER

Berdoa minta hati yang rindu akan PribadiNya, FirmanNya dalam hidup kita.

Usahakan Dan Gumulkan

SCRIPTURE

Kolose 1:28-29 (TB) 28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. 29 Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

OBSERVATION

Fakta yang bisa saya temukan adalah Yesus adalah Pribadi yang selalu menjadi pusat pemberitaan Paulus dan team. Baik itu ketika mereka sedang menasehati, mengajar, dan dalam memimpin. Dan itu mereka usahakan dan gumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam mereka.

INTERPRETATION

Ada 2 hal penting yang saya dapatkan dari renungan hari ini:

1. Yesus pusat pemberitaan hidup kita.

Pribadi Yesus harusnya menjadi pusat pemberitaan kita apapun jenis pelayanan dan aktifitas kita dan harus kita usahakan dan gumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasaNya dalam kita. Apa yang berusaha kita tampilkan, tonjolkan dan saksikan lewat kehidupan kita saat ini? Pribadi Yesus atau pribadi kita sendiri? Jangan ambil kredit untuk dirimu sendiri. Ingat garam tidak pernah dipuji kalau makanannya enak, yang dipuji adalah sang koki. Kita garam dunia, yang dipuji haruslah Pribadi Yesus dan bukan kita.

2. Usahakan dan gumulkan dengan segenap kekuatan kita. Bersungguh-sungguhlah dengan hal ini.

Kata usahakan berarti tindakan yang disengajakan. Memberitakan Yesus adalah usaha yang disengajakan, kita tidak boleh pasif menunggu, tetapi harus disengajakan. Sudahkah kita melakukannya dengan segala kekuatan kita dan bergantung pada kuasaNya? Bergantung pada kuasaNya tidak berarti pasif tidak melakukan apapun namun justru aktif dan mengusahakan apa saja yang masih dalam jangkauan kita dengan segala tenaga kita dan menyerahkan yang di luar jangkauan kita kepadaNya. Jadi kalau anda percaya kepadaNya maka anda akan berusaha dengan segala tenaga anda yang adalah pemberianNya.

Kata gumulkan berarti seperti proses bergulat. Menurut pengertiannya, Pergumulan adalah bagian dari banyak seni beladiri, dan terdiri dari berbagai teknik untuk menangani lawan saat dipeluk atau dalam genggaman. Teknik-teknik ini termasuk berbagai gerakan untuk mendapatkan posisi menguntungkan (misalnya guard atau mount), jatuhan, berbagai tindihan, kuncian sendi, dan kuncian rasa sakit.

Setelah berusaha mungkin saja ada banyak hal yang tidak berjalan seperti yang diharapkan, dan dibutuhkan proses bergumul (bergulat, sakit melahirkan). Dalam menjadikan Yesus menjadi pusat pemberitaan hidup kita tidak selalu mudah dan ada proses bergumul di dalamnya. Kita bertumbuh semakin kuat dalam pergumulan. Anda tidak bisa mengusahakan tanpa menggumulkan. Ketika anda mengusahakan pasti anda akan menggumulkan.

APPLICATION

Usahakan dan gumulkan dengan segenap kekuatan kita untuk menjadikan Yesua sebagai pusat pemberitaan hidup kita dimanapun kita berada.

PRAYER

Minta agar Yesus sendiri dengan perantaraan kita (Markus 16:8) yang selalu memampukan kita untuk memberitakan diriNya dan meneguhkan pemberitaan itu dengan tanda-tanda ajaib. (Markus 16:20)

Theory Into Practice

SCRIPTURE

Filipi 4:9 (TB) Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.

Filipi 4:9 (BIMK) Jalankanlah apa yang kalian pelajari dan terima dari saya; baik dari kata-kata maupun dari perbuatan-perbuatan saya. Allah sumber sejahtera, akan menyertai kalian.

Filipi 4:9 (BSD) Saya sudah mengajarkan kepada kalian berbagai hal melalui kata-kata dan perbuatan saya. Cobalah kalian melakukan apa yang sudah kalian pelajari dan kalian terima itu. Allah yang memberi kedamaian akan menolong kalian.

Philippians 4:9 Put into practice what you learned from me, what you heard and saw and realized. Do that, and God, who makes everything work together, will work you into his most excellent harmonies.

OBSERVATION

Mereka diperintahkan, “Lakukanlah itu” (Kata perintah prasette adalah dalam bentuk waktu sekarang), yaitu semua yang mereka telah pelajari, telah mereka terima, telah mereka dengar dan telah mereka lihat dari kehidupan dan ajaran sang rasul. Dan bukan hanya “damai sejahtera Allah” (ay. 7). namun juga Allah sumber damai sejahtera akan menyertai mereka.

INTERPRETATION

Anton chekhov pernah mengatakan “knowledge is of no value unless you put it into practice”. Pengetahuan tidak ada nilainya kecuali jika Anda mempraktikkannya. Tahu tapi tak berbuat maka tidak akan menghasilkan apapun. Jangan cuma stop sampai ke pemikiran maupun niatan yang kuat namun akhiri sampai kepada perbuatan. Seringkali kita ada dalam situasi dimana kita tidak kurang pengajaran, kita tidak kurang contoh dan teladan tetapi kurang melakukan apa yang telah kita pelajari dan teladani.

APPLICATION

Sudah berapa lama anda menjadi orang percaya? Sudah berapa banyak hal yang sudah anda terima, dengar dan lihat dari leader-leader kita? Sudahkah anda melakukannya? Kalau gagal bagaimana? Tidak apa-apa cobalah lagi. Jangan tunda, Lakukanlah Sekarang! Ingat Bahwa Allah sendiri yang akan memampukan anda untuk melakukan kebenaran. Anda sudah mempunyai segalanya untuk bisa melakukan sesuatu. Lakukanlah apa yang anda tahu dan jangan cuma banyak tahu!

PRAYER

Berdoa minta Allah sumber damai sejahtera yang menyertai dan memampukan kita untuk melakukan apa yang kita telah terima, dengar dan lihat.

Follow Me

SCRIPTURE

Filipi 3:17 (TB) Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.

Filipi 3:17 (BIMK) Saudara-saudara sekalian! Ikutlah teladan saya. Kami sudah memberikan teladan yang benar, sebab itu perhatikanlah baik-baik orang-orang yang mengikuti teladan kami itu.

Filipi 3:17 (FAYH) Saudara sekalian yang saya kasihi, tirulah pola hidup saya dan perhatikanlah siapa-siapa lagi yang hidup menurut teladan saya.

Philippians 3:17 Stick with me, friends. Keep track of those you see running this same course, headed for this same goal.

OBSERVATION

Fakta yang saya dapatkan adalah menjadi teladan itu harusnya bagian dari hidup.orang percaya. Dan menjadi telada tidak ada urusannya dengan usia, karena sejak muda pun kita harua bisa jadi teladan (1 Tim 4:12).

Kegagalan kita dalam memberikan teladan/pola untuk dicontoh akan berakibat gagalnya generasi berikut untuk bisa mengenal Allah. Kita yang berada di generasi ini mempunyai peran penting untuk memberikan warisan rohani ini kepada angkatan berikutnya.

Dalam bahasa yunani kata “ikutilah” yaitu συμμιμητής (summimētēs) memiliki arti “seorang yang meniru orang lain” dan kata “teladan” yaitu τύπος (tupos) yang memiliki arti “tanda bekas pukulan”, kemudian berarti “pola” atau “cetakan.” Yang artinya teladan hanya bisa diberikam kalau kita sendiri.juga memberi diri untuk dibentuk terlebih dahulu.

INTERPRETATION

Kunci supaya kita bisa menjadi teladan/pola bagi orang lain ada dikatakan pada ayat sebelumnya yaitu di Filipi 3:10 (TB) Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,

Paulus dibentuk menjadi serupa dengan Yesus ketika dia mengalami persekutuan dalam penderitaanNya. Menjadi serupa Kristus tidak bisa instan dan tidak bisa enak. Pasti ada prosesnya yang harus kita jalani. Seperti sebuah cetakan yang digunakan untuk mencetak harus terlebih dahulu diproses.

Kadang kita bersembunyi dibalik kata ikutilah teladan Yesus bukan diriku..padahal Paulus berkata ikutilah teladanku. Pertama kita harus mengikuto teladan Yesus dan ini akan memampukan kita berkata ikutilah teladanku sebagaimana aku mengikuti Yesus.

APPLICATION

Menurut 1 Tim 4:12, Usaha kita dalam menjadi teladan dapat kita wujudnyatakan dalam 5 area ini:

  1. Perkataan
  2. Tingkah laku
  3. Kasih
  4. Kesetiaan
  5. Kesucian

Dari ke 5 area ini, di area mana saja kita sudah menjadi teladan? Di area mana saja yang kita masih lemah dan sering jatuh?

PRAYER

Berdoa minta kekuatan dari Roh Kudus untuk memampukan kita bisa menjadi sperti Kristus dan menjadi teladan bagi generasi ini.

Selfless Or Selfish

SCRIPTURE

Filipi 2:1-11 (TB) 1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, 2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, 3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; 4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. 5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

OBSERVATION

Ada 2 pokok yang dibahas oleh Paulus dalam perikop ini:

1. Penyebab perselisihan (ay. 3a-4) Menurut Paulus, ada 2 penyebab terjadinya perselisihan:

A. Hanya memperhatikan kepentingan sendiri (ay. 3a-4)

– Kamus Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa kepentingan sendiri adalah keuntungan atau kesenangan sendiri yang diperoleh dengan tidak memperhatikan orang lain.

– Yakobus 3:14: “Mementingkan diri sendiri itu menuju kesombongan”.

B. Mengharapkan pujian yang sia-sia (ay 3b)

– Hidup kita bukanlah hanya untuk dikagumi, untuk dihormati, untuk mendapat kursi kehormatan, untuk dipandang bijaksana, untuk terkenal, untuk menjadi orang yang perkataannya selalu didengar, adalah hal-hal yang diidamkan orang. Tujuan orang Kristen bukanlah memamerkan diri, melainkan supaya mereka memuliakan Bapanya. Orang Kristen harus mengarahkan pandangan manusia bukan kepada dirinya, melainkan kepada Allah yang bekerja melalui dirinya.

2.Cara mencegah perselisihan (ay 3b-8)

Perselisihan dapat dicegah hanya dengan satu cara yakni BERPIKIR SEPERTI KRISTUS (ay 5). Bagaimana caranya agar kita bisa berpikir seperti Kristus?

A. Tinggal di dalam Kristus berarti bersatu (ay 2)

– Tidak ada orang yang dapat berjalan dalam perselisihan dengan sesamanya, sekaligus dalam persatuan dengan Kristus. Bila ia memiliki Kristus sebagai teman seperjalanannya, mau tidak mau ia harus menjadi teman bagi setiap orang. Hubungan seseorang dengan sesamanya menjadi indikator hubungannya dengan Kristus. 1 Yoh 4:20-21 mengatakan bahwa barangsiapa mengatakan bahwa ia mengasihi Allah tetapi membenci sesamanya adalah seorang pendusta.

B. Memiliki kasih dan RohNya (ay. 2)

– Kasih Kristen adalah kehendak baik tak terkalahkan yang tidak pernah mengenal kepahitan dan tidak pernah mencari yang lain kecuali kebaikan bagi orang lain. Yesus memberikan kuasa kepada kita untuk mengasihi, tidak hanya terhadap kawan-kawan kita, tetapi juga mereka yang membenci kita, yang tidak kita sukai, dan mereka yang jahat. Dan RohNya memampukan kita untuk dapat memperlihatkan kasih yang kekal terhadap seseorang.

C. Meneladani Kristus (ay 5-8)

– Ciri khas yang utama dalam kehidupan Kristus adalah kerendahan hati, ketaatan, dan penyerahan diri. Ia tidak ingin menguasai orang lain; Ia hanya rindu melayani manusia (ay 7). Ia tidak mementingkan kehendak sendiri; Ia hanya mementingkan kehendak Bapa (ay 8). Ia tidak ingin meninggikan diri sendiri; Ia meniadakan kemuliaanNya untuk kepentingan manusia (ay 6, 8).

INTERPRETATION

Kepada kita hari ini diperhadapkan dengan penyebab dan solusi dari perselisihan. Memang kita akan saling menajamkan seperti Firman Tuhan di amsal 27:17 namun kita tidak boleh saling berselisih. Kalau saya coba renungkan penyebab perselisihan ini dapat kita singkat dengan kata “selfish” dan solusi dari perselisihan adalah “selfless”. Selfish dapat terlihat dari bagaimana dia mementingkan dirinya sendiri dan mengharapkan pujian yang sia-sia dan selfless dapat terlihat dari bagaimana kita meneladani Kristus dalam kerendahan hati, ketaatan, dan penyerahan diri. Kita semakin kehilangan diri kita yang lama dan diubah semakin serupa Kristus.

APPLICATION

Mau menjadi selfish atau selfless? Mari kita belajar untuk meneladani Kristus dalam kerendahan hati, ketaatan, dan penyerahan diri. Belajar menjadi selfless dan bukan selfish. PRAYER Minta hati yang diubahkan Oleh Roh Kudus agar hati kita bisa serupa Kristus yang lemah lembut dan rendah hati.

Otoritas

SCRIPTURE

Efesus 6:1-9 (TB)

1 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. 2 Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: 3 supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. 4 Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. 5 Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, 6 jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, 7 dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. 8 Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. 9 Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

OBSERVATION

Ada beberapa fakta yang bisa saya temukan dari perikop ini:

  1. Tuhan membentuk kita dengan sistem otoritas. Kita semua pasti berada dibawah sebuah otoritas. Ntah itu Ortu kita, Bos kita, dan Tuhan kita. (Ay. 1,2,5)
  2. Alasan mengapa kita harus Taat kepada otoritas itu karena: – Memang harus demikian (Ay. 1) – Untuk kepentingan kita. (Ay. 3,8) – Tuhan tidak memandang muka (Ay. 9)
  3. Taat itu harus dilakukan dengan – Seperti untuk Tuhan dan bukan manusia (Ay. 5,6) – Jangan cuma di hadapan orang saja. Baik di depan maupun dibelakang sama taatnya. Jangan cuma untuk cari muka (Ay. 6) – Rela (Ay. 7)

INTERPRETATION

Belajar taat kepada otoritas yang bisa menjadi contoh dan teladan bahkan berkat dalam hidup kita tentu tidak sulit. Bagaimana seandainya kalau ortoritas di atas kita itu adalah pribadi yang tidak menjadi contoh dan teladan dalam hidup kita lalu banyak hal yang mereka lakukan yang mengecewakan kita? Masihkah kita tetap dapat menghormati otoritas di atas kita dengan tetap tunduk dan taat kepada mereka sperti taat kepada Kristus? Belajarlah untuk tetap tulus, rela, tuntuk dan taat kepada otoritas di atas kita bukan karena pribadi mereka namun karena kasih kita kepada Firman Tuhan yang mengatakan kita harus tunduk dan taat kepada otoritas kita.

Bagaimana kalau kitalah orang yang dipercayakan otoritas itu? Ada yang mengatakan kalau kita mau tahu siapa sebenarnya seseorang itu berilah dia otoritas/kuasa. Tuhan selalu membentuk kita dengan menggunakan otoritas baik yang ada di atas kita maupun melalui otoritas yang Tuhan beri kepada kita. Bagaimana kita menggunalan otoritas yang Tuhan percayakan itu penting di mata Tuhan. So tetap gunakan otoritas itu dengan takut akan Tuhan. Pakai untuk kepentingan Tuhan bukan untuk manusia apalagi kepentingan dan keuntungan diri kita sendiri.

APPLICATION

Apakah ortumu, pemimpin rohanimu, bos di tempat kerjamu adalah pribadi yang mudah ditaati? Bawa nama mereka dalam doa mereka setiap hari. Belajarlah untuk tetap tunduk kepada mereka sejauh yang mereka ajarkan tetaplah Firman Tuhan.

Belajar menggunakan otoritas dengan benar. Otoritas dapat dikendalikan dengan baik jika kita memiliki hati yang lemah lembut dan rendah hati seperti Yesus. Belajarlah menjafi pemimpin yang melayani seperti Yesus.

PRAYER

Doakanlah ortumu, pemimpin rohanimu, bos dipekerjaanmu. Mintalah hati yang lemah lembut dan rendah hati.

Rahasia Ini Besar

SCRIPTURE

Efesus 5:22-33 (TB) 22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. 24 Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu. 25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya 26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, 27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. 28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, 30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya. 31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. 33 Bagaimanapun juga, bagi kamu masing-masing berlaku: kasihilah isterimu seperti dirimu sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.

OBSERVATION

Rahasia besar yang dimaksudkan adalah Hubungan Kristus dan jemaat dilambangkan seperti hubungan suami istri. Hubungan kita dengan Tuhan bisa dilihat dari bagaimana relasi kita dengan pasangan hidup kita. Fakta yang bisa ditemukan dari perikop ini adalah bagian bagi pria dan wanita dalam relasi rumah tangga.

1. Bagian Wanita adalah Tunduk kepada suami dalam segala hal seperti tunduk kepada Tuhan. Menghormati suaminya (Ay. 22-24,33)

2. Bagian Pria adalah mengasihi istri sebagaimana Kristus mengasihi dan berkorban bagi jemaatNya dan juga sebagaimana dia mengasihi dirinya sendiri (Ay. 25-30)

INTERPRETATION

Mengapa hal ini penting disebutkan oleh Firman Tuhan karena kita hanya bisa mengasihi Istri dan menghormati suami kita kalau kita sudah mengerti benar tentang bagaimana Kristus mengasihi dan berkorban bagi jemaat, lalu bagaimana kita juga mengasihi dan menghormati Tuhan dalam hidup kita. Itulah sebabnya penting untuk menemukan orang yang juga mengasihi dan menghormati Tuhan, dan juga mengerti kasih dan pengorbanan Kristus seperti kita karena kalau tidak maka besar kemungkinan ia tidak akan mampu mengasihi kita sebagaimna harusnya seorang suami dan juga tidak akan mampu menghormati dan menghargai sebagai harusnya seorang istri.

Yang ditakutkan dari seorang pria adalah dia tidak lagi dihormati dan dihargai oleh istrinya. Yang ditakutkan oleh seorang wanita adalah kehilangan kasih suaminya. Bagaimana cara agar seorang suami mendapatkan hormat dan penghargaan istrinya?

Bagaimana caranya seorang istri mendapatkan kasih suaminya? Bagi saya jawabannya adalah kerjakan saja peran kita masing-masing maka kita akan menuai buahnya. Suami kasihilah istrimu maka engkau akan mendapatkan hormat dan penghargaan darinya begitu juga hai istri hormati dan hargai suamimu maka engkau akan mendapat kasih darinya. Ingat rahasia ini besar. Berjalanlah dalam sebuah relasi hanya ketika anda menemukan orang yang mengerti benar rahasia ini!

APPLICATION

Bagi kita yang belum menikah apa yang perlu kita lakukan? Sebagai seorang pria belajarlah mengasihi orang lain seperti mengasihi dirimu sendiri termasuk kepada orang yang sulit anda kasiihi. Sebagai seorang wanita belajarlah menaruh hormat dan penghargaan kepada orang yang nampaknya lebih rendah dari anda.

Belajarlah mengenal Tuhan lebih dalam setiap hari, mengenal Kasih dan pengorbananNya bagi setiap kita. Pastikan kita hanya memulai relasi kepada orang yang sudah mengerti dengan benar bukan yang asal-asalan. Mulailah hanya ketika anda dan dia siap!

Hargai Tuhan dalam setiap hal yang anda lakukan. Lakukan segala sesuatu dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia

PRAYER

Berdoa minta kekuatan Roh Kudus agar setiap kita bisa mengerti rahasia besar ini. Dan menjadi pribadi yang mengerti kasih dan pengorbanan Tuhan, menghormati dan menghargai Tuhan dalam hidup ini.