Devotion

Berita Hoax

SCRIPTURE
Keluaran 23:1 (TB) “Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar.
OBSERVATION

Ayat ini erat kaitannya dengan hukum taurat yang ke 9, Keluaran 20:16 (TB) Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.

INTERPRETATION

Berbohong atas dasar apa pun adalah salah. Kebenaran harus menjadi yang utama, apa pun risikonya. Ternyata kebiasaan memviralkan berita hoax sudah ada di masa lalu, nah di masa ini dimana semua orang sudah saling terhubung dengan media sosial efeknya akan terasa lebih cepat dan booming. Kita perlu waspada dan tidak serta merta langsung percaya kepada setiap informasi yang kita terima. Ntah itu dari media sosial maupun dari ucapan orang dari mulut ke mulut tentang pemberitaan terhadap seseorang. Karena akan sangat sulit untuk mengubah image yang sudah terbentuk.

APPLICATION

Beberapa tips dalam menghindari menjadi korban dan penyebar berita hoax:

  1. Cek nara sumber. Coba cek orang /situs yang menceritakan ini apakah cukup kredibel selama ini. Kalau selama ini image yang terbangun adalah tidak benar jangan dipercayai lagi.
  2. Antisipasi judul berita yang profokatif. Berita yang menarik biasanya dibumbui dengan begitu rupa agar oran gmenjafi tertarik untuk mengetahui. Namun waspadalah dengan berita yang heboh karena belum tentu itu benar.
  3. Waspada dengan gambar yang dikirimkan. Meski ada gambar yang disertakam kita harus bisa mengecheck ulang keasliam dsri gambar ini. Coba check di google gambar ini pertama kali dipostkan di artikel apa.
  4. Jangan buru-buru sharing. Berita yang viral dapat dengan mudah membuat kita dengan segera tidak mau ketinggalan dalam memviralkannya juga di group-group dimana kita terhubung. Pikir berulang-ulang dahulu sebelum anda menshare maupun menceritakan kepada orang lain.
  5. Baca secara menyeluruh. Jangan pernah menshare, menggosip apa yang anda tidak tahu kebenarannya. Baca duli secara menyeluruh, cari tahu dulu ke orangnya langsung bukan dari mulut orang lain.

PRAYER

Berdoa agar kita diberikan hikmat untuk dapat membedakan apa yang benar dan salah.

Advertisements
Devotion

Menghormati milik orang lain

SCRIPTURE
Keluaran 22:9 (TB) Dalam tiap-tiap perkara pertengkaran harta, baik tentang seekor lembu, tentang seekor keledai, tentang seekor domba, tentang sehelai pakaian, baik tentang barang apa pun yang kehilangan, kalau seorang mengatakan: Inilah kepunyaanku — maka perkara kedua orang itu harus dibawa ke hadapan Allah. Siapa yang dipersalahkan oleh Allah haruslah membayar kepada temannya ganti kerugian dua kali lipat.
OBSERVATION

Peraturan-peraturan di pasal 29 ini sebenarnya menjabarkan dua hukum Tuhan, “jangan mencuri,” dan “jangan menginginkan harta sesamamu” (Keluaran 20:15, 17). Dalam perkara yang sulit diselesaikan maka perkara itu harus dihadapkan kepada Tuhan untuk meminta putusan.

INTERPRETATION

Tuhanlah yang menjadi hakim diantara kita dalam hal milik kepunyaan ini. Mungkin kita bisa saja dirugikan secara materil oleh orang lain namun orang tersebut terbebas dari hukuman karena lihainya pengacaranya. Namun ingat bahwa Tuhanlah yang menjadi pembela dan hakim di antara kita.

Di balik semua peraturan tersebut, Tuhan menginginkan kita menjaga motivasi diri dari rasa iri terhadap perbedaan berkat Tuhan bagi sesama kita. Sikap puas terhadap segala anugerah Tuhan akan memampukan kita mensyukuri hidup ini serta bersukacita bersama dengan saudara seiman yang juga diberkati-Nya.

APPLICATION

Apa yang membuat kita memiliki rasa cukup dan puasa dalam hidup ini? BerkatNya atau PribadiNya? Kalau berkat maka kita akan selalu membandingkan berkat kita dengan berkat orang lain. Kalau PribadiNya maka kita akan puas terhadap apa yang kita miliki dan hormat terhadap apa yang orang lain miliki.

PRAYER

Bersyukurlah kepadaNya atas berkat yang Dia percayakan kepada kita saat ini. Berdoalah agar kita diberikan hati yang merasa cukup.

Devotion

Jika…Maka…

SCRIPTURE Keluaran 21:24-25 (TB) 24 mata ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki, 25 lecur ganti lecur, luka ganti luka, bengkak ganti bengkak. OBSERVATION Ayat 24-25 di atas ini sering kali kita pahami seolah-olah merupakan hukum hitam-putih yang kaku dan mewarnai seluruh Perjanjian Lama. Namun, ayat-ayat ini harus dipahami dalam konteksnya. Kalau kita memperhatihan pasal ini maka pola yang mendominasi perikop ini adalah “jika … maka … tetapi jika … maka …. apabila …. Maka ….” Misalnya, pada ayat 12-13: Jika seseorang membunuh, maka ia harus dihukum mati; tetapi jika ia tidak sengaja, maka ada kesempatan bagi dia untuk terbebas dari hukuman. Kecuali pada ayat 15-17 (kesalahan kepada orang tua), pola ini berulang terus di sepanjang perikop. Artinya, hukum sipil Israel ini tidak dibuat secara kaku dan buta, tetapi berdasarkan akal sehat dan pertimbangan keadilan. INTERPRETATION Lalu bagaimana memahami ayat 24-26 secara tepat? Perikop ini tidak bisa dipakai sebagai pembenaran untuk melakukan pembalasan kepada orang lain, melainkan sebagai pembatasan untuk pembalasan yang berlebihan. Keadilan harus ditegakkan, tetapi proporsional. Melalui hukum yang singkat dan penuh pertimbangan akal sehat ini, Tuhan menuntut tanggung jawab pribadi umat-Nya terhadap semua yang Tuhan percayakan kepada mereka. APPLICATION Sikap kita terhadap orang tua, harta benda, hewan peliharaan, barang-barang titipan maupun yang kita pinjam menunjukkan bagaimana kita menghargai Tuhan, yang empunya segalanya dan yang menunjuk kita sebagai penatalayan kepunyaan-Nya. Tidak peduli dan tidak bertanggung jawab atas sesama adalah bukti kita bukan anak-anak Allah!. Apakah anda seorang penatalayanan yang baik? PRAYER Berdoa agar kita bisa menjadi seorang penatalayanan yang baik.

Devotion

Menjauh Atau Mendekat

SCRIPTURE

Keluaran 20:21 (TB) Adapun bangsa itu berdiri jauh-jauh, tetapi Musa pergi mendekati embun yang kelam di mana Allah ada.

OBSERVATION

Dua respons yang berbeda diberikan oleh Musa dan bangsa Israel. Ketika Tuhan hadir, seluruh bangsa itu menyaksikan guruh mengguntur, kilat sabung-menyabung, sangkakala berbunyi dan gunung berasap dan menyebankan mereka menjadi takut dan gemetar dan mereka berdiri jauh-jauh (ay. 18)

Dan meminta Musalah yang mewakili mereka berbicara dengan Tuhan (ay. 19) karena mereka takut mati. Dan Musa mendekati embun yang kelam dimana Allah ada (ay. 21)

INTERPRETATION

Pengenalan akan menentukan tindakan. Musa yang sudah pernah berhadapan muka dengan Tuhan tidak takut malah mendekati Allah, bahkan mengingatkan kepada orang Israel supaya jangan takut (Ay. 20) karena ia mengenal Pribadi Tuhan yang penuh Kasih Setia. Bangsa Israel hanya mengenal Tuhan dari sisi hukumanNya, kalau mereka tidak taat maka selalu ada disiplin dari Tuhan yang bahkan bisa menghilangkan nyawa mereka, itu yang membuat mereka tidak berani mendekati namun menjauhi Tuhan karena mereka hanya mengenali sisi keadilan Tuhan.

APPLICATION

Bagaimana pengenalan kita akan Tuhan? Pengenalan tidak bisa didapat dari apa kata orang, apa kata buku, apa kata literatur, apa kata dosen namun adalah hasil dari sebuah pengalaman dari usaha dan waktu yang kita berikan. Apakah kita sudah memberikan usaha dan waktu untuk membaca Firman Tuhan? Untuk merenungkan Firman? Untuk melakukan Firman? Dengan melakukan maka kita akan mengalami Tuhan dan itu akan menambah pengenalan kita dengan Tuhan. Mari kita mendekat dan bukan menjauh dariNya.

PRAYER

Bersyukur karena Ia adalah Allah yang suka berelasi dekat dengan kita. Minta hati yang rindu untuk mengenal Tuhan setiap hari makin dalam.

Devotion

Mendengarkan Firman & Berpegang Pada Perjanjian

SCRIPTURE
Keluaran 19:5 (TB) Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.
OBSERVATION
Mendengarkan dalam terjemahan bahasa inggrisnya memakai kata obey yang artinya mematuhi. Dalam bahasa Ibraninya memakai kata שׁמע (shâma‛) yang artinya to hear, listen to, obey yang pernah kita bahas sebelumnya di renungan hear-listen-obey.
Berpegang dalam terjemahan ibraninya memakai kata שׁמר (shâmar) yang artinya to keep, guard, observe, give heed (untuk menjaga, mengamati, memberi perhatian)
INTERPRETATION
Ada 2 sikap yang harus kita miliki kalau kita mau menjadi umat kesayangan Tuhan yaitu mendengarkan (menaati) Firman dan berpegang (menjaga) perjanjian (covenant).
Tentang menaati Firman, kebanggaan kita tak terletak pada kebanggaan sosial yang kita dapat saat melayani Tuhan. Kebanggaan kita justru terletak pada ketaatan kita, walaupun sikap taat itu membuat orang lain mencemooh kita. Janji-janji Allah jauh lebih indah dari semua cercaan itu.
Tentang berpegang kepada perjanjian, kita perlu bersyukur karena Ia adalah Tuhan yang setia pada JanjiNya. Dia adalah Tuhan yang mau dan mampu menepati perjanjianNya. Ingat bahwa covenant dilakukan oleh 2 pribadi yang saling percaya satu sama lain dan disahkan dengan darah korban. Pengorbanan Yesus di atas Kayu salib membuktikan bahwa kasihNya tidak cuma omongan belaka namun aksi nyata.
APPLICATION
Mestinya kita tak sibuk memikirkan apa yang bisa kita banggakan. Kita justru harus bertanya: bagaimana saya bisa taat kepada Allah hari ini?
Kalau covenant dibangun atas dasar rasa saling percaya, pertanyaannya apakah anda bisa dipercaya? Apakah anda adalah orang kepercayaan Tuhan?
PRAYER
Mintalah hati yang mau taat kepada Firman dan berpegang pada perjanjianNya.
Devotion

Teachable Leader

SCRIPTURE
Keluaran 18:24 (TB) Musa mendengarkan perkataan mertuanya itu dan dilakukannyalah segala yang dikatakannya.
OBSERVATION
Di masa ini Musa belum menjadi pemimpin yang handal. Ia masih harus belajar bagaimana memimpin umat yang jumlahnya ratusan ribu itu dengan bijaksana. Mula-mula pola yang ia terapkan bersifat masal dan individual. Ia sendiri yang memimpin orang Israel secara menyeluruh dan ia juga yang menyelesaikan semua masalah pribadi mereka. Akibatnya, Musa kecapaian dan bisa menyebabkan keputusan-keputusannya tidak lagi bijak. Yitro pun melihatnya dan memberikan saran untuk Musa. Di sinilah, Musa menunjuk-kan jiwa besar seorang pemimpin, yaitu bersedia belajar dari orang lain. Nasihat Yitro agar ia mendelegasikan tugas kepemimpinannya kepada orang lain yang cakap dan berintegritas tinggi disambutnya dengan sepenuh hati (ayat 18:24-26). Hasilnya, Musa dapat menggembalakan Israel dengan baik.
INTERPRETATION
Sebagai seorang pemimpin yang harus kita miliki adalah memiliki visi yang jelas, berintegritas tinggi, mempunyai ketrampilan kepemimpinan yang andal, dan selalu bersedia belajar.
Tidak ada pemimpin yang sempurna, kecuali Tuhan Yesus. Oleh karena itu, tidak boleh ada pemimpin yang bersikap sudah tahu segala sesuatu sehingga ia menganggap dirinya tidak perlu lagi belajar. Tuhan dapat mengajar kita lewat firman-Nya, melalui para pemimpin lain, bahkan juga lewat orang-orang yang kita pimpin. Saat anda stop belajar maka anda start untuk mundur. Kesediaan seorang pemimpin menerima saran juga berarti menunjukkan `kebesaran jiwanya’.
APPLICATION
Bagaimana sikap hati kita ketika ada orang yang memberi masukan kepada kita tentang apa yang sedang kita kerjakan? Apakah kita dengan senang hati menerimanya, atau merasa tidak aman dan tidak senang ketika diberi masukan karena merasa sudah bisa. Belajarlah seperti pribadi Yesus yang memiliki hati yang lemah lembut dan rendah hati (Marltius 11:29, Efesus 4:2, Kolose 3:12). Pastikan setiap masukan itu tidak bertentangan dengan Firman Tuhan.
Belajar dari Yitro dia menegur Musa dengan memberi solusi yang jitu dan lengkap (ay. 19-23). Belajarlah kalau kita menegur bukan cuma memberi teguran saja namun juga solusinya apa yang harus orang kita tegur itu lakukan. Apakah kita sudah mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang berani menegur dan memberi masukan kepada kita?

PRAYER

Bersyukur karena Tuhan selalu memberi orang-orang di sekitar kita untuk menolong kita bisa maksimal. Mintalah hati yang mau rendah hati dan lemah lembut untuk belajar dan diajar.

Devotion

Mencobai Tuhan

SCRIPTURE
Keluaran 17:7 (TB) Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: “Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak?”
OBSERVATION
Musa menamai tempat itu Masa (מסּה), yang berarti ‘mencobai’, dan Meriba (מריבה) yang berarti ‘air perbantahan, pertengkaran’. Mencobai Tuhan, nasah (נסה) yang juga berarti mengetes, mencobai, menguji, membuktikan.
INTERPRETATION
Berjalan tepat seperti yang Tuhan titahkan membawa bangsa Isarel di Rafidim yang tidak memiliki air. Lalu kembalilah lagi mereka bersungut-sungut dan bertengkar dengan Musa tentang air. Bahkan tempat iti dinamakan Masa dan Meriba karena mereka telah mencobai Tuhan dengan mengatakan “Adakah Tuhan di tengah-tengah kita atau tidak?”
Arti dari mencobai Tuhan adalah “Menantang Tuhan dengan meragukan kekuasaan-Nya melalui ucapan-ucapan yang bernada cemoohan kepada Tuhan”. Hal ini disebabkan oleh hati yang bebal dan tidak percaya kepada Tuhan. Bangsa Israel berulangkali tidak menjaga mulutnya dari berbuat dosa. Mereka terpancing dengan situasi sulit dan keadaan lainnya, sehingga mereka berkata dalam Keluaran 17:3 (TB)…..”Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?” . Perkataan bernada menyindir ini sebenarnya bukan ditujukan kepada Musa namun kepada Tuhan. Karena Tuhanlah yang membawa mereka.
APPLICATION
Ketika kita mulai ragu dan tidak memercayai apa yang hendak atau sanggup Allah lakukan dalam hidup kita, atau menuntut suatu tanda tertentu sebagai bukti keberadaan-Nya, berarti kita telah mencobai Allah. Berada dalam himpitan masalah memang dapat memicu hati dan mulut kita untuk memperkatakan sesuatu yang negatif tentang Allah. Karena itu, jagalah hati dan perkataan kita. Dalam situasi terburuk sekalipun, mari kita belajar untuk makin memperkuat kepercayaan kita kepada Tuhan. Agar terhindar dari mencobai allah, belajarlah untuk bersyukur dalam segala keadaan.
PRAYER
Bersyukur karena Ia selalu hadir dan tidak pernah meninggalkan kita di saat hal yang buruk terjadi dalam hidup kita. Mintalah hati dan mulut yang selalu bersyukur padaNya dan bukan bersungut-sungut ketika ada kesulitan.