“Chotto matte!” (Artinya: Tahan, tunggu dulu!)

chotto matte

Chotto Matte!

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Lukas 10:27)

“Tahan, tunggu dulu!” Yukio Shigie, 70 tahun, tak sempat mengatakan hal itu kepada sahabatnya yang tewas bunuh diri di tebing Tojinbo. Sejak saat itu, Yukio setiap hari memantau dengan menggunakan teropong dan mengamati celah-celah tebing Tojinbo, sebuah lokasi bunuh diri populer di Jepang. Setiap kali ada orang yang hendak bunuh diri, Yukio berkata, “Chotto matte!” (Artinya: Tahan, tunggu dulu!) Lalu segera ia berupaya berdiskusi dan memberikan pengharapan.

25505-yukio-shige.jpg

Setidaknya hingga kini, sudah lebih dari 500 orang terselamatkan karena upayanya tersebut. Apa yang dilakukan Yukio Shigie mengingatkan saya pada tindakan orang Samaria yang baik hati itu: berhenti melangkah untuk benar-benar memperhatikan orang yang membutuhkan pertolongan darinya. Sementara itu, di pihak lain, ada orang-orang yang sedang sibuk mengejar pengakuan sebagai orang yang baik di hadapan Allah, yaitu orang-orang yang setia beribadah di rumah ibadah.

Seorang imam dan orang Lewi lewat di jalan yang sama tempat seseorang tergeletak setengah mati akibat dirampok. Namun, mereka sama sekali tak berhenti dan bahkan melewati orang itu (ay. 31-32). Banyak orang di sekitar kita mengalami penderitaan. Akankah kita hanya “meneropong saja” sebagai orang-orang yang beribadah kepada Allah? Ataukah kita akan berbuat kasih dengan menahan penderitaan sesama kita, agar penderitaan itu tidak menghancurkan mereka? “Tahan, tunggu dulu! Aku mengasihimu, saudaraku!” Kiranya kita dikuatkan untuk bersikap demikian. –Nugie Stine/Renungan Harian

MENAHAN DENGAN KASIH AGAR PENDERITAAN

TAK MENGHANCURKAN HIDUP SESAMA KITA MERUPAKAN KEHENDAK-NYA.

Advertisements

Tragedi Menjadi Prestasi

 

160

Bertahun-tahun lampau ada seorang ayah sedang mengajarkan kepada anaknya yang baru berumur 9 tahun membuat sepatu sebagai persiapan agar memiliki ketrampilan sebagai penghasilannya kelak.

Namun suatu hari pisau yang dipakai jatuh dari meja dan terpental mengarah kepada wajah si anak dan melukai matanya. Betapa sedih hati mereka sekeluarga, tragedi itu berlanjut malah dalam proses pengobatan kedua mata anak itu sekaligus harus mengalami kebutaan permanen.

Namun ayah anak tersebut memasukkan anaknya ke sekolah khusus untuk orang buta dan disana anak itu belajar membaca dengan menggunakan balok-balok kayu yang diukir dalam bentuk-bentuk huruf latin. Selama bertahun-tahun ia mencoba mencari ide dan ingin mengembangkan cara membaca bagi orang buta dengan membuat titiktitik pada lembaran kertas.

Dalam membuat titik-titik lubang pada kertas itu ia menggunakan pisau yang ada di ruang kerja ayahnya dan pisau itu juga yang sebetulnya melukai matanya. Akhirnya anak itu pun berhasil menghasilkan sebuah alat bantu membaca yang sangat ringan dan sangat mudah digunakan oleh setiap orang buta untuk belajar membaca dan sekaligus untuk membuat tulisan-tulisan khusus untuk orang-orang buta. Nama anak tersebut adalah Louis Braille.

Tragedi masa lalu yang memilukan dan akan berdampak seumur hidup, sebagian orang mungkin tidak sanggup menerima dan hancur dalam penyesalan namun seorang PEMENANG adalah seorang yang dapat mengubah tragedi menjadi prestasi.

3 Kata Terlarang

cant
1. Saya Tidak Bisa (I Can’t)
Ketika Anda berkata “saya tidak bisa”, maka pintu pikiran Anda tertutup untuk mencari jalan dan mencoba. Sebaliknya jika Anda berkata saya bisa! Ini akan membuat otak kita bekerja mencari jalan 8-| =-?

image

2. Tidak Mungkin (Impossible)
Orang-orang yang sering berkata “tidak mungkin” akan menutup berbagai pintu keajaiban. Dengan sikap seperti ini mereka akan sulit meraih sesuatu yang hebat. Karena hampir segala sesuatu yang kita nikmati hari ini adalah sesuatu yang mustahil di hari kemarin. Selalu ada mujizat TUHAN setiap hari, bagi orang yang percaya ({})

i-know

3. Saya Sudah Tahu (I Know)
Setiap kali Anda mengucapkan bahwa “saya sudah tahu”, sebenarnya Anda sedang menutup pintu pembelajaran. Sehingga kita tidak lagi berusaha untuk mempelajari hal-hal baru. Padahal dalam kehidupan selalu ada hal baru yang dapat kita pelajari :D.

God bless you.

Dimana talinya?

aaa

Baru-baru ini, ketika keluar untuk menikmati masakan China dengan teman-teman, saya memerhatikan seorang pria berjalan-jalan bersama anjingnya melewati restoran. Biasanya saya hanya melihat sekilas. Namun, pemilik anjing itu mengambil tali anjing, membentuknya seperti angka delapan, dan meletakkannya kuat-kuat di moncong anjing itu. Teman-teman saya menjelaskan bahwa di kota mereka, membawa anjing berjalan-jalan tanpa tali merupakan pelanggaran terhadap hukum. Pemilik anjing yang pintar itu menemukan celah di dalam peraturan itu – undang-undang tersebut tidak menyebutkan bahwa orang harus memegang talinya! Yang mengherankan bukanlah celah dalam peraturan itu, tetapi anjing yang berjalan dengan patuh di samping tuannya. Padahal ia dapat melarikan diri untuk mengejar seekor tupai di dekatnya.

Perjalanan kita bersama Allah seharusnya seperti itu. Walaupun Allah, dalam belas kasih-Nya, memberi kita kendali yang panjang dan jarang memberi kita pecutan rohani dengan menarik kendali itu keras-keras, Dia tidak senang jika harus berjuang agar kita tetap berada di jalan yang benar. Sebaliknya, Dia senang apabila kita berjalan bersama-Nya dengan hati berserah.
Apakah yang dituntut TUHAN daripadamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu? (Mikha 6:8)

sumber: http://www.glorianet.org

“SUDAH PUNYA, TAK LAGI INDAH”

image

Yang punya i-phone merasa Blackberry lebih effisien.

Yang punya Blackberry merasa i-phone lebih canggih dan keren.

Yang punya Accord merasa Camry lebih sportif.

Yang punya Camry merasa Accord lebih gagah.

Yang tinggal di gunung merindukan pantai.

Yang tinggal di pantai merindukan gunung.

Di musim kemarau merindukan musim hujan.

Di musim hujan merindukan musim kemarau.

Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.

Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.

Diam di rumah merindukan bepergian.

Setelah bepergian merindukan rumah.

Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur supaya punya time freedom…

Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar gak pusing…

Waktu tenang mencari keramaian.

Waktu ramai mencari ketenangan.

Saat masih bujangan, pengin punya suami ganteng/istri cantik.

Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengin yang biasa2 saja, bikin cemburu aja/ takut selingkuh..

Punya anak satu mendambakan banyak anak.

Punya banyak anak mendambakan satu anak saja.

Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.

Namun setelah dimiliki tak indah lagi.

Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki ?

“Jadilah pribadi yang selalu bersyukur… Bersyukurlah senantiasa dengan berkat ‎​Yαngƍ sudah diberikanNya.” dapatkah kita bersyukur selalu dengan apa yang ada pada kita?? ” 😉

Tuhan itu “pemulung” ?

image

Suatu ketika seorang guru bertanya kepada murid-muridnya nya tentang siapa itu Tuhan? Ketika guru bertanya kepada Steven, menjawablah ia bahwa Tuhan itu adalah hakim yang mengadili orang jahat karena bapaknya Steven seorang hakim.

Lalu guru bertanya kepada Albert, siapakah Tuhan? Jawab Albert, Tuhan adalah dokter yang bisa menyembuhkan segala penyakit, karen abapaknya Albert adalah seorang dokter.

Selanjutnya guru bertanya kepada Michael, siapa Tuhan? Michael berkata bahwa Tuhan adalah yang bisa memberikan segalanya ketika kita meminta kepadaNYA. Bapaknya Michael adalah konglomerat yang selalu menuruti keinginan anaknya.

Semua anak ditanya dan jawabnya adalah perspektif mereka terhadap pekerjaan bapaknya di dunia. Tibalah giliran Sarjo yang akan ditanya oleh guru. Guru tahu bahwa Sarjo tidak semapan teman-temannya yang hidupnya berkecukupan. Kepala Sarjo menunduk kebawah, tidak berani menatap gurunya. Sang guru lalu bertanya kpd Sarjo, siapakah Tuhan itu? Dengan suara lemah Sarjo menjawab bahwa Tuhan itu adalah seorang “pemulung”.

Tiba2 kelas menjadi ricuh&ribut dengan jawaban Sarjo, bagaimana bisa Tuhan itu “pemulung”. Lalu gurupun bertanya, kenapa Sarjo bilang kalau Tuhan itu “pemulung”? Lalu Sarjo menjawab dengan menengadahkan mukanya, Sarjo berkata bahwa seorang pemulung mengambil barang-barang yang tidak berguna dan mengumpulkannya, membersihkannya sehingga menjadi berguna.

Bapak saya juga memungut saya dari jalanan dan membawa pulang saya kerumahnya, saya diasuhnya, disekolahkan, dididiknya sehingga menjadi berguna. Jika bapak saya tidak mengambil saya, entah jadi apakah nasib saya sekarang dijalan.

Demikianlah Tuhan menjadi seorang “pemulung” yang mengambil yang tidak berguna menjadi berguna. Semua kelas terdiam dan tanpa terasa sang guru meneteskan airmata. Lalu dipeluknya Sarjo dengan erat sambil menangis terharu.

Kisah Telur dan Tempe Gosong

image

Suatu malam, ibu yg bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah, sangat sederhana, berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.

Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong!

Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak bisa berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dgn tegang apa reaksi ayah yg pulang kerja pasti sudah capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.

Luar biasa! Ayah dengab tenang menikmati dan memakan semua yang disiapkan ibu dengan tersenyum, dan bahkan berkata, “Bu terima kasih ya!” Lalu ayah terus menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.

Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar ibu meminta maaf karena telor & tempe yang gosong itu dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yg ayah katakan:

“Sayang, aku suka telor dan tempe yang gosong.”

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada ayah, saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai telur dan tempe gosong?”

Ayah memeluk saya erat dengab kedua lengannya dan berkata, “Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari dan dia benar-benar sudah capek,

Jadi sepotong telor dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!”

Ini pelajaran yang saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya; “Belajar menerima kesalahan orang lain, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi.

Ingatlah emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada, jadi selalulah berpikir dewasa. Mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri.

Janganlah kita menjadi org yang egois hanya mau dimengerti, tapi tdk mau mengerti.

Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN..
🙂 🙂 😉 😉 

( Matius 7:12  “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. )
⌣̷