Devotion

Cara Tuhan Bukan Kita

SCRIPTURE

Imamat 7:25-27 (TB)
25 Karena setiap orang yang memakan lemak dari hewan yang dipergunakan untuk mempersembahkan korban api-apian bagi TUHAN, nyawa orang yang memakan itu, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.
26 Demikian juga janganlah kamu memakan darah apa pun di segala tempat kediamanmu, baik darah burung-burung ataupun darah hewan.
27 Setiap orang yang memakan darah apa pun, nyawa orang itu haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.”

OBSERVATION

Larangan untuk memakan lemak dan darah kembali disampaikan di perikop ini. Perlu diketahui bahwa lemak yang dimaksud disini, sebagaimana yang dimaksud pula dalam 3:3-4, bukan sekadar lemak yang menempel dalam daging, tetapi lemak yang menyelubungi isi perut dan usus binatang. Lemak yang demikian harus dikhususkan bagi Tuhan semata, dan penggunaan lemak ini untuk keperluan yang lain dilarang dengan keras. Hal ini berlaku bukan hanya untuk binatang kurban, tetapi juga untuk semua binatang yang tahir. Darah dilarang untuk dikonsumsi di mana pun.

INTERPRETATION

Banyak hal ribet yang bisa kita temukan di kitab imamat tentang berbagai macam korban dan lain-lain namun ada hal yang manarik hatiku yaitu kita tidak dapat menjadi kudus dengan caranya kita namun caranya Tuhan. Kita tidak dapat menjadi kudus dihadapanNya dengan cara kita ntah itu dengan berbuat baik bahkan sampai melayani Tuhan sekalipun. Oleh karena AnugerahNya sajalah kita kemudian dibenarkan dan dikuduskan oleh 1 korban yang mulia yaitu Yesus Kristus.

APPLICATION

Bersyukurlah karena kita tidak perlu lagi harus menjalani kerumitan tata ibadah dan pengorbanan yang ada pada masa lalu. Semuanya telah digenapi di dalam Yesus dan kita yang percaya kepadaNya telah menerima keselamatan daripadaNya. Ingat satu prinsip yang penting caraNya dan bukan cara kita.

PRAYER

Bersyukur atas pengorbananNya bagi kita. Berdoa agar kita memiliki hati yang mau untuk mengikuti caraNya dan bukan memaksakan cara kita dalam menjalani hidup ini.
Advertisements
Devotion

Kehadiran Allah

SCRIPTURE

Imamat 6:9 (TB) “Perintahkanlah kepada Harun dan anak-anaknya: Inilah hukum tentang korban bakaran. Korban bakaran itu haruslah tinggal di atas perapian di atas mezbah semalam-malaman sampai pagi, dan api mezbah haruslah dipelihara menyala di atasnya.

OBSERVATION

Peraturan mengenai kurban bakaran dan sajian di perikop ini bukan mengulang kembali detail yang diuraikan pasal 1 melainkan menegaskan tugas dan hak imam yang menyelenggarakan ritual kedua persembahan ini. Tugas imam dalam persembahan kurban bakaran adalah memastikan api mezbah terus menyala selama 24 jam setiap hari (ayat 9, 12, 13) dan membuang abunya ke tempat yang benar (ayat 10-11).

INTERPRETATION

Perintah Tuhan agar api terus menyala menegaskan bahwa kehadiran Allah yang kudus harus terus-menerus disadari oleh umat-Nya. Kita patut bersyukur bahwa berbagai aturan dan tata cara peribadahan ini tidak sekadar secara simbolis telah diwujudkan di dalam Yesus. Oleh karena itu, di dalam Yesus pula kita patut memberi perhatian pada terwujudnya ibadah yang kudus dan berkenan kepada-Nya.

APPLICATION

Dalam 1 Petrus 2:9 kita dipanggil sebagai imamat yang rajani sehingga kita pun harus tetap menjaga kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Bersyukur karena kita sekarang melakukan gerakan Ibadah harian yang membantu mengingatkan kita akan kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam hidup kita mulai dari pagi, siang sampai malam. Sudahkah kita mengikuti Ibadah Harian dengan rutin? Tidak ada hal yang membuat kita lebih kuat selain kesadaran bahwa Tuhan sedang berjalan bersama kita.

PRAYER

Bersyukur karena Ia Imanuel, Allah yang selalu menyertai kita. Berdoa agar kita bisa sadar dan peka akan kehadiran Tuhan dalam hidup kita.
Devotion

The Guilt Offering

SCRIPTURE

Imamat 5:15 (TB) “Apabila seseorang berubah setia dan tidak sengaja berbuat dosa dalam sesuatu hal kudus yang dipersembahkan kepada TUHAN, maka haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN sebagai tebusan salahnya seekor domba jantan yang tidak bercela dari kambing domba, dinilai menurut syikal perak, yakni menurut syikal kudus, menjadi korban penebus salah.

OBSERVATION

Jenis korban kelima adalah korban penghapus kesalahan. Adapun unsur-unsur yang digunakan adalah domba atau kambing jantan yang tidak bercela. Korban penebus salah diberikan ketika seseorang melanggar kekudusan Tuhan dengan berlaku tidak setia terhadap hal kudus yang seharusnya ia persembahkan kepada-Nya (ayat 15) atau ketika ia berlaku tidak setia atas hal yang dipercayakan orang lain kepadanya (ayat 6:2-3). Kedua jenis kesalahan ini termasuk kategori tidak setia kepada Tuhan.

INTERPRETATION

Setiap keputusan akan menuntun kita kepada akibat. Setiap dosa memiliki konsekuensi dan itu harus kita benahi. Ketika kita berbuat salah, akan terasa lebih mudah membawanya dalam doa, minta ampun kepada Tuhan, lalu menganggap bahwa masalahnya telah selesai. Namun, permintaan ampun kepada Tuhan itu perlu dibarengi dengan sikap dan tindakan yang menyatakan bahwa kita sungguh menyadari kesalahan itu dan siap menanggung konsekuensinya. Tuhan menghendaki bahwa secara sosial pun masalah itu harus dibenahi. Jika ada masalah dengan orang lain, maka kita perlu mendatangi orang itu dan minta maaf kepadanya. Dengan demikian masalah akan jadi jernih dan tuntas bagi semua orang dan kita akan menjadi saksi-saksi Kristus yang efektif dengan kesaksian hidup kita.
Jika ada barang yang menjadi objek perselisihan, Tuhan menuntut bukan saja barang itu dikembalikan melainkan juga ada bukti penyesalan berupa pembayaran denda. Hukum sipil Israel kuno mengakui kerugian potensial yang diakibatkan oleh sebuah tindakan kriminal sehingga tidak bisa orang yang berbuat salah begitu saja dianulir kesalahannya dengan kembali ke titik nol seolah-olah kejadian itu tak pernah terjadi. Misalnya, korupsi tidak menjadi beres ketika 10% ataupun 100% dari hasil korupsinya diserahkan sebagai persembahan. Hasil korupsi itu harus dikembalikan kepada pihak yang empunya beserta dengan dendanya. Barulah hal itu menjadi beres di hadapan Tuhan.

APPLICATION

Berbagai aspek kehidupan kita yaitu hidup pribadi, hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama semua itu saling terkait. Kitab Imamat yang bicara tentang kekudusan hidup mengingatkan kita bahwa Tuhan memanggil kita untuk hidup berbeda dari orang dunia sebagai saksi-saksi-Nya yang Ia tempatkan di tengah-tengah dunia yang dosa. Kekudusan berkaitan dengan masalah materiil. Bagaimana cara kita mendapatkan kebutuhan harta benda kita? Singkirkan mental atau kecenderungan untuk korupsi jauh-jauh ! Itu akan menyelamatkan banyak orang, dan terutama diri kita sendiri.

PRAYER

Bersyukur karena Allah peduli dengan seluruh area kehidupan kita. Berdoa menyerahkan seluruh aspek dalam hidup kita untuk kemuliaan Tuhan.
Devotion

The Sin Offering

SCRIPTURE

Imamat 4:3, 13, 22, 27 (TB)
3 maka jikalau yang berbuat dosa itu imam yang diurapi, sehingga bangsanya turut bersalah, haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN karena dosa yang telah diperbuatnya itu, seekor lembu jantan muda yang tidak bercela sebagai korban penghapus dosa.
13 Jikalau yang berbuat dosa dengan tak sengaja itu segenap umat Israel, dan jemaah tidak menyadarinya, sehingga mereka melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN, dan mereka bersalah,
22 Jikalau yang berbuat dosa itu seorang pemuka yang tidak dengan sengaja melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN, Allahnya, sehingga ia bersalah,
27 Jikalau yang berbuat dosa dengan tak sengaja itu seorang dari rakyat jelata, dan ia melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN, sehingga ia bersalah,

OBSERVATION

Jenis korban keempat adalah korban penghapus dosa. Adapun unsur-unsur yang digunakan adalah
  1. Lembu jantan muda untuk imam agung
  2. Kambing jantan untuk pemimpin
  3. Kambing betina atau domba untuk orang biasa
  4. Merpati atau burung tekukur untuk orang miskin (Imamat 5:7)
  5. Sepersepuluh efa (sekitar 4 liter) tepung terbaik bagi yang amat miskin. (Imamat 5:11)

INTERPRETATION

Tujuan dari korban ini adalah untuk pembersihan dosa yang tidak terencana/pengakuan dosa/pengahapusan dosa/membersihkan diri dari kecemaran. Berbeda dari kurban bakaran (Imamat 1) yang seluruhnya dibakar di atas mezbah, sebagian dari kurban penghapus dosa ini harus dibawa ke satu tempat yang tahir di luar perkemahan dan dibakar habis di sana (Imamat 4:11-12, 21). Di dalam perintah ini kita melihat bayang-bayang dari pengurbanan yang kelak ditawarkan oleh Tuhan Yesus sebagai penghapus dosa umat manusia di atas salib, di luar kota Yerusalem (bdk. Mat. 27:31). Kurban-kurban penghapus dosa terus-menerus dipersembahkan oleh umat Israel karena kurban itu tak pernah cukup untuk menutupi segala kesalahan mereka, sementara mereka terus menerus berbuat dosa.

APPLICATION

Kita harus bersyukur bahwa KasihNya bukan cuma retorika saja namun sebuah aksi nyata, korban yang Tuhan Yesus persembahkan satu kali untuk menebus dosa-dosa kita cukup untuk selama-lamanya sehingga kita boleh yakin bahwa hidup kita aman di dalam Dia (Ibrani 9:26).

PRAYER

Bersyukur atas kasihNya yang dibuktikan dengan memberikan diriNya menjadi korban bagi kita.
Devotion

The Peace Offering

SCRIPTURE

SCRIPTURE

Imamat 3:1, 6, 12 (TB)

1 “Jikalau persembahannya merupakan korban keselamatan, maka jikalau yang dipersembahkannya itu dari lembu, seekor jantan atau seekor betina, haruslah ia membawa yang tidak bercela ke hadapan TUHAN.
6 Jikalau persembahannya untuk korban keselamatan bagi TUHAN adalah dari kambing domba, seekor jantan atau seekor betina, haruslah ia mempersembahkan yang tidak bercela.

12 Jikalau persembahannya seekor kambing, ia harus membawanya ke hadapan TUHAN.

OBSERVATION

Jenis korban yang ketiga adalah korban keselamatan. Unsur-unsur yang digunakan adalah lembu, kambing dan domba jantan dan betina. Kata Ibraninya ialah zebah shelãmîm yang mungkin lebih baik diterjemahkan menjadi “kurban kesatuan atau kelengkapan.” Kelengkapan berarti hubungan yang erat atau persekutuan erat antara Allah dengan manusia. Secara ritual kurban ini mempunyai banyak kesamaan dengan kurban bakaran (ps. 1) kecuali bahwa kalau dalam kurban bakaran persembahannya dibakar semua, dalam kurban keselamatan orang yang mempersembahkan ikut makan sisa kurban yang dipersembahkan bersama sang imam. Di dalam persembahan kurban lainnya – sajian, penghapus dosa dan penebus salah – hanya imam yang boleh memakan sisa hewan yang dipersembahkan (ps. 7:11-38). Pada ayat 17 menegaskan agar umat Israel tidak memakan lemak dan darah.

INTERPRETATION

Tujuan dari korban ini adalah agar pembawa korban bisa bersama-sama menikmati hidangan dengan imam, dan Allah dianggap sebagai tamu terhormat. Korban ini juga bisa merupakan satu ucapan terimakasih, kurban sukarela, dan kurban pembayaran nazar. Meski bisa dipakai dalam perayaan publik (ayat 23:19), persembahan secara pribadi lebih sering menjadi alasannya.

APPLICATION

Saya teringat tentang Matius 22:2 (TB) “Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Namun di perumpamaan itu dituliskan bahwa orang yang diundang malah tidak mau datang (Matius 22:3). Undangan yang sama juga dialamatkan kepada kita agar kita boleh masuk dalam perjamuan ini. Tuhan mengundang kita untuk bersekutu denganNya. Apa respons kita terhadap undangan jamuan makan bersama (bersekutu) dengan Tuhan ini?

PRAYER

Bersyukur karena Ia telah mengundang kita untuk bersekutu denganNya karena itu adalah suatu kehormatan besar bagi kita.
Devotion

The Grain Offering

SCRIPTURE

Imamat 2:1, 4-5, 7, 14 (TB)
1 “Apabila seseorang hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian kepada TUHAN, hendaklah persembahannya itu tepung yang terbaik dan ia harus menuangkan minyak serta membubuhkan kemenyan ke atasnya.
4 Apabila engkau hendak mempersembahkan persembahan berupa korban sajian dari apa yang dibakar di dalam pembakaran roti, haruslah itu dari tepung yang terbaik, berupa roti bundar yang tidak beragi, yang diolah dengan minyak, atau roti tipis yang tidak beragi, yang diolesi dengan minyak.
5 Jikalau persembahanmu merupakan korban sajian dari yang dipanggang di atas panggangan, haruslah itu dari tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, berupa roti yang tidak beragi.
7 Jikalau persembahanmu merupakan korban sajian dari yang dimasak di dalam wajan, haruslah itu diolah dari tepung yang terbaik bersama-sama minyak.
14 Jikalau engkau hendak mempersembahkan korban sajian dari hulu hasil kepada TUHAN, haruslah engkau mempersembahkan bulir gandum yang dipanggang di atas api, emping gandum baru, sebagai korban sajian dari hulu hasil gandummu.

OBSERVATION

Korban sajian adalah jenis korban kedua yang biasa dipersembahkan di masa lalu. Kata Ibrani yang diterjemahkan menjadi sajian adalah מנחה (minhâ), yang artinya “pemberian atau hadiah,” dan kadang-kadang bisa berarti “upeti.” Unsur-unsur yang digunakan dalam korban ini adalah gandum, tepung yang terbaik, minyak zaitun, kemenyan, roti bakar, garam, tanpa ragi atau madu, biasanya disertai dengan korban bakaran dan korban perdamaian. Korban sajian merupakan kurban pengucapan syukur atas anugerah panen yang melimpah bagi umat Israel.
Ada 4 jenis kurban sajian.
  1. Kurban yang tidak dimasak berupa tepung (ayat 1-3) atau bulir gandum (ayat 14-16)
  2. Roti bundar dan roti tipis tidak beragi yang dibakar di pembakaran roti (ayat 4)
  3. Roti tidak beragi yang dipanggang di alat panggangan (ayat 5-6)
  4. Tepung terbaik yang dimasak di wajan (ayat 7).

INTERPRETATION

Korban sajian adalah penyembahan sukarela untuk mengakui kebaikan dan bantuan Allah. Sebuah ungkapan devosi kepada Allah. Setelah membaca berbagai pilihan persembahan dalam Imamat 1, korban sajian yang berupa tepung mungkin terasa sepele dan tidak begitu berharga. Namun, kita perlu mengingat bahwa saat di Mesir umat Israel hidup dari beternak dan selama satu generasi di padang gurun mereka juga tidak mungkin bercocok tanam. Artinya, tepung, gandum, serta berbagai hasil bumi yang terlibat dalam persembahan ini merupakan barang berharga bagi mereka yang tidak bisa begitu saja mereka peroleh dengan mudah. Mempersembahkan tepung yang terbaik serta berbagai macam olahan hasil bumi lainnya merupakan sebuah langkah iman tersendiri bagi umat Israel, menyerahkan kepada Tuhan salah satu harta mereka yang paling berharga, yang sulit didapat, dan yang sebenarnya mereka sendiri bisa nikmati.

APPLICATION

Dalam korban ini tersirat bahwa semua karya manusia harus dilakukan bagi Tuhan dan bahwa makanan sehari-hari harus diterima dengan ucapan syukur kepada-Nya. Lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan manusia. Biarlah ucapan syukurmu yang terdalam adalah hidup yang intim dan serasi dengan hidup Kristus! Korban ini menggambarkan Yesus yang adalah roti hidup yang terbakar untuk kita. Barangsiapa datang kepadaNya, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaNya, ia tidak akan haus lagi (Yohanes 6:35). Ia bahkan memberikan kita akses untuk menjadi bagian dari tubuh-Nya dengan ikut dalam perjamuan kudus untuk mengingat pengorbanan-Nya. Bangunlah relasi dengan Sang Roti Hidup setiap hari.

PRAYER

Bersyukur karena Yesus adalah roti hidup dan Ia mau memberikan diri-Nya bagi kita. Bersyukur karena Ia telah menjadikan kita satu tubuh di dalam diri-Nya.
Devotion

The Burnt Offering

SCRIPTURE

Imamat 1:3, 10, 14 (TB)
3 Jikalau persembahannya merupakan korban bakaran dari lembu, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela. Ia harus membawanya ke pintu Kemah Pertemuan, supaya TUHAN berkenan akan dia.
10 Jikalau persembahannya untuk korban bakaran adalah dari kambing domba, baik dari domba, maupun dari kambing, haruslah ia mempersembahkan seekor jantan yang tidak bercela.
14 Jikalau persembahannya kepada TUHAN merupakan korban bakaran dari burung, haruslah ia mempersembahkan korbannya itu dari burung tekukur atau dari anak burung merpati.

OBSERVATION

Korban bakaran adalah korban pertama dari kelima jenis korban yang ada yaitu korban bakaran, sajian, keselamatan, penghapus dosa dan penebus salah. Ada 3 binatang yang dapat dijadikan korban bakaran yaitu lembu, kambing dan burung. Adapun syarat dari binatang yang dipersembahkan yaitu tidak bercela, menyiramkan darahnya pada sekeliling meja, memotong-motongnya menurut bagian-bagian tertentu dan membakarnya sampai habis. Dibandingkan dengan semua persembahan korban lainnya, korban bakaran adalah persembahan yang paling mahal. Tidak ada bagian yang bisa digunakan karena seluruh kurban tersebut harus dibakar habis sebagai “kurban api-apian yang baunya menyenangkan bagi Tuhan”.

INTERPRETATION

Korban bakaran adalah korban yang diberikan untuk penyembahan sukarela, pengampunan dosa pada umumnya, juga sebagai ungkapan devosi, komitmen dan serah diri total kepada Allah. Korban bakaran juga sering disebut korban bakaran utuh karena semua korbannya terbakar habis di altar. Hal ini mengekspresikan totalitas sang pemberi kepada Tuhan. Ketika memberi korban bakaran ini kepada Tuhan paling tidak ada 2 hal yang bisa saya dapatkan disini, yaitu pertama harus ada korban yang tidak bercela dan harus terbakar sampai habis.
Korban-korban dalam Perjanjian Lama hanya merupakan tebusan sementara untuk dosa dan takkan pernah dapat menjadikan umat yang mempersembahkan secara sempurna, seluruh umat para imam mereka juga harus mempersembahkan korban dari tahun ke tahun. Namun usaha manusia yang bersifat agamawi tidak dapat membuat mereka masuk ke dalam keadaan yang layak di hadapan Allah yang maha kudus. Kelayakan tersebut sepenuhnya datang dari Allah. Seluruh korban dalam PL menunjuk kepada satu korban, yaitu Kristus, yang sekali dan selama-lamanya menghapus dosa seluruh dunia.

APPLICATION

Di masa kini tentu saja kita tidak lagi melakukan ritual ini, karena Yesus telah menjadi korban bakaran yang sejati untuk menebus dosa kita. Ia dijadikan korban yang tidak bercacat cela mati disalibkan bagi kita. Dia secara totalitas menjalankan tujuanNya sampai menyerahkan nyawaNya di atas kayu salin bagi anda dan saya. Sekarang kita bisa datang menghadap Tuhan dengan penebusan yang Yesus telah lakukan bagi kita. Persembahkan hidupmu kudus dan tak bercela untuk menyenangkan hati Tuhan (Roma 12:1). Hiduplah total bagiNya sebagaimana Ia pun mengasihi kita total

PRAYER

Bersyukur untuk totalitas kasih Tuhan dalam hidup kita. Berdoa serahkanlah hidupmu untuk dipakai Tuhan dimana dan kapanpun.