Uncategorized

Pilih Kasih

SCRIPTURE
Kejadian 37:4 (TB) Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
OBSERVATION

Alasan mengapa Yusuf lebih dikasihi adalah

  1. Rajin, biasa dalam menggembalakan kambing domba ayahnya bersama saudara-saudaranya (ay. 2). Dalam hal ini pun sebenarnya saudara-saudaranya yang lain memiliki kualitas yang sama, lalu apa yang membedakan sehingga Yusuf lebih dikasihi oleh Yakub?
  2. Hidup benar. Saudaranya sering berbuat jahat dan Yusuflah yang menceritakan kejahatan saudara-saudaranya kepada Yakub. So pasti ini membuat Yusuf mendapat perhatian lebih dari ayahnya dan saudara-saudaranya pasti akan menjadi marah dan benci karena aduan Yusuf kepada bapaknya.
  3. Lahir di masa tua Yakub. Hal inilah yang mungkin tidak cukup kuat dijadikan alasan karena sebenarnya masih ada Benjamin yang lahir terakhir namun tidak mendapat perlakuan yang sama.

INTERPRETATION

Pernahkah anda mengalami pilih kasih? So pasti tidak ada yang baik dan nyaman ketika kita diperlakukan seperti itu. Sama seperti saudara-saudaranya Yusuf juga mengalami hal ini, alasan yang no 3 memang cukup menjadi alasan untuk saudaranya menjadi cemburu dengan Yusuf. Mereka merasa bapaknya memperlalukan mereka dengan tidak adil/pilih kasih. Pelajaran pertama bagi kita yang masih belum berkeluarga adalah jangan ada anak favorit satu kali ketika kita sudah berkeluarga. Kasihilah anak-anak kita dengan kasih yang sama. Kasihilah anak kita yang penurut maupun yang tidak penurut dengan kasih yang sama. Pelajaran kedua adalah agar kita bisa instrospeksi terlebih dahulu baru kemudian mengambil kesimpulan. Karena memang Yusuf itu lebih baik dan benar dari saudara-saudaranya yang lain. Wajar saja menjadi kesayangan bapaknya.

Pelajaran ketiga, meski cukup beralasan namun kita tahu bahwa bukan soal benar atau salah namun respons yang menentukan kita benar atau tidak. Faktanya memang Yusuf memiliki karakter yang lebih benar daripada saudara-saudaranya yang lain dan memang pantas untuk mendapatkan promosi. Kita harus memperhatikan respons ketika kita menghadapi pilih kasih.

Pelajaran keempat, kecemburuan yang tidak diselesaikan maka akan menimbulkan ketidakramahan, lalu menimbulkan kebencian, menimbulkan iri hati dan bahkan menjurus kepada keinginan untuk membunuh (ay. 4,5,8, 11 dan 20). Jangan simpan sampah buanglah di awal jangan setelah menumpuk.

APPLICATION

Sikap yang harus kita ambil sewaktu kita diperlakukan tidak adil atau pilih kasih:

  1. Coba check diri kita terlebih dahulu daripada melihat kepada orang lain. Apakah ada hal yang membuat kita layak mengalami ketidakadilan? Ntah otu karena sikap, perkataan dan tindakan kita yang salah atau tidak.
  2. Kalaupun kita tidak salah, tetap beri respons yang baik. Ingat responsmu menentukan posisimu di hadapan Tuhan. Jangan menyalahkan orang lain, keadaan atau bahkan Tuhan. Ini waktu yang paking tepat untuk melatih motivasi diri kita untuk tetap memberi yang terbaik seperti untuk Tuhan dan bukan manusia dan bukan karena ada maunya.
  3. Sadari bahwa yang membuat kita dikasihi oleh Tuhan bukanlah posisi kita anak ke berapa atau apa yang sudah kita lakukan. Tuhan sayang kita karena kita anakNya dan Dia Bapa kita tidak lebih tidak kurang. Miliki rasa aman dari Tuhan bukan dari perlakuan dan pengakuan orang termasuk orangtuamu padamu.

PRAYER

Bersyukur karena kita dikasihi oleh Bapa di sorga karena kita ini adalah anakNya. Bersyukur dan ingatkan diri kita kalau pengakuan dari Tuhan lebih utama dari pengakuan dari manusia.

Advertisements
Uncategorized

Berkat Yang Sesungguhnya

SCRIPTURE Kejadian 36:6-8 (TB) 6 Esau membawa isteri-isterinya, anak-anaknya lelaki dan perempuan dan semua orang yang ada di rumahnya, ternaknya, segala hewannya dan segala harta bendanya yang telah diperolehnya di tanah Kanaan, lalu pergilah ia ke negeri lain dan ia meninggalkan Yakub, adiknya itu. 7 Sebab harta milik mereka terlalu banyak, sehingga mereka tidak dapat tinggal bersama-sama, dan negeri penumpangan mereka tidak dapat memuat mereka karena banyaknya ternak mereka itu. 8 Maka menetaplah Esau di pegunungan Seir; Esau itulah Edom. OBSERVATION Meski hanya menerima berkat yang 2 yang menempatkan dirinya sebagai hamba dari Yakub, namun kalimat terakhir dari berkat yang diberikan Ishak kepada Esau memberikan pengharapan, yakni jika Esau berusaha dengan sungguh-sungguh maka kemungkinan untuk memperoleh hidup yang lebih baik selalu terbuka baginya (Kejadian 27:40) Namun adakah hidup Esau kemudian berjalan baik? Di pasal 36 ini kita bisa menemukan bahwa memang kehidupan Esau diberkati yakni ia memperoleh keturunan dan juga materi yang melimpah (Kejadian 36:6). Namun itu semua tidak sebanding dengan hal-hal utama yang telah hilang dari hidupnya: hak kesulungannya telah terjual, berkat sebagai anak sulung lenyap, dan ia pun kehilangan kasih orang tuanya karena mengambil istri dari perempuan-perempuan Kanaan dan keturunan Ismael (Kejadian 28:6-9). INTERPRETATION Memiliki banyak hal dalam hidup ternyata bukan jaminan/bukti bahwa Tuhan memberkati hidup orang tersebut. Justru oleh karena banyaknya harta yang dimiliki, Esau malah memutuskan untuk keluar dari tanah perjanjian Kanaan dan memilih tinggal di pegunungan Seir. Sebuah keputusan yang tampaknya bijaksana dari seorang kakak yang ingin mengalah terhadap adiknya. Namun tanpa disadari, keputusan tersebut merupakan sebuah penggenapan bahwa Esau tidak akan mengambil bagian dalam rencana Tuhan. Terbukti, setelah pasal 36 ini, tidak ada lagi catatan tentang Esau dan keturunannya. Sekalipun kaum keturunannya dikenal sebagai orang-orang perkasa sebelum masa raja-raja di Israel (Kejadian 36:31-43), tetapi sejarah mereka hanya tercatat sebagai musuh yang turut memerangi Israel. APPLICATION Jangan mudah terkecoh oleh kemakmuran hidup seseorang. Apa yang tampak merupakan berkat bisa jadi malah kebalikannya. Berkat Tuhan tidak melulu berupa materi, kasih dan penyertaan Tuhan itulah berkat sejati bagi kita. Berkat sesungguhnya bukanlah apa yang kita miliki, bukanlah siapa yang kita miliki namun kesadaran bahwa kita ini milikNya. PRAYER Bersyukur atas semua berkat apa dan siapa yang Tuhan percayakan dalam hidup kita, namun lebih dari itu bersyukurlah karena kita ini milik kepunyaanNya.

Devotion

Lupa Akan Nazar

SCRIPTURE
Kejadian 35:1 (TB) Allah berfirman kepada Yakub: “Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu.”
OBSERVATION
Setelah peristiwa yang terjadi di kota Sikhem, Yakub khawatir akan adanya serangan balik dari perhimpunan orang Kanaan dan orang Feris terhadap keluarganya (Kej. 34:30). Allah yang mengetahui isi hati Yakub, menyuruhnya pergi ke Betel. Perintah untuk pergi adalah inisiatif Allah yang sekaligus mengingatkan Yakub akan nazarnya untuk membangun mezbah di hadapan Tuhan.
Di Betel ini dulu Yakub berjumpa dengan Tuhan melalui mimpi dalam pelariannya. Yakub bernazar akan beribadah hanya kepada Tuhan apabila Ia menyertai dan mencukupkan segala kebutuhannya sampai ia kembali pulang ke rumah orang tuanya dengan selamat (Kejadian 28:20). Namun sayangnya, Yakub lalai memenuhi nazar tersebut. Ia tidak juga mentahirkan diri dan keluarganya dari praktik pemberhalaan. Dewa-dewa asing masih ada di tengah-tengah rumah tangganya (Kejadian 35:2). Hingga Tuhan menyuruh dia kembali ke Betel dan mendirikan mezbah di sana, barulah Yakub ingat pada nazar tersebut. Yakub selama ini kurang menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya yang ia sembah (Kejadian 35:3). Yakub pun menyuruh seluruh anggota keluarganya serta semua orang yang mengikut dia untuk membuang berbagai bentuk berhala milik mereka.
INTERPRETATION
Engkau yang berjanji engkau yang mengingkari. Engkau yang memulai engkau yang mengakhiri. Mungkin inilah ungkapan yang tepat dalam menggambarkan pribadi Yakub. Dia yang bernazar namun dia juga yang melalaikannya, sampai Tuhan mengingatkan kembali dengan mengawali dari peristiwa Dina.
Nazar adalah janji seseorang kepada Allah untuk melakukan sesuatu hal, jika apa yang ia harapkan terpenuhi atau terkabulkan. Sekarang ini banyak orang yang sudah mengalami mujizat dalam hidupnya namun tidak mau menepati nazarnya waktu sedang dalam pergumulan. Ia seakan-akan lupa pernah menazarkannya kepada Tuhan. Dulu waktu sakit berjanji akan ikut Tuhan ketika sudah sembuh malah menjauh dari Tuhan. Duku waktu terlilit utang cari Tuhan setelah ditolong malah tidak pernah terlihat lagi beribadah. Dulu berdoa minta jodoh dan bernazar akan melayani Tuhan namun setelah dapat malah tidak lagi melayani.
Inilah perbedaan yang paling mencolok antara janji yang dilakukan manusia dan Tuhan. Manusia bisa saja mampu berjanji namun tidak mampu menepati, atau bahkan yang lebih parah adalah bisa menepati namun tidak mau menepati. Berbeda dengan Tuhan yang Mampu dan mau menepati janjiNya dalam hidup kita.
APPLICATION
Pernahkah kita bernazar kepada Tuhan dan Tuhan sudah menepati dan melakukan bagianNya namun kita berlambat-lambat dalam menepati bagian dari nazar kita? Bersungguh-sungguhlah dan segeralah menggenapi nazar kita kepadaNya. Jangan sampai Tuhan mengingatkan kita akan nazar kita melalui krisis yang lain. Jadilah seperti PribadiNya yang bukan cuma mampu namun juga mau menepati janjiNya.
PRAYER
Bersyukur karena Tuhan sudah melakukan bagianNya dalam hidup kita. Berdoa agar kita dimampukan untuk memenuhi setiap nazar yang pernah kita ucapkan kepada Tuhan.
Devotion

Delay

SCRIPTURE
Kejadian 34:19 (TB) Dan orang muda itu tidak bertangguh melakukannya, sebab ia suka kepada anak Yakub, lagipula ia seorang yang paling dihormati di antara seluruh kaum keluarganya.
Kejadian 34:19 (AYT) Orang muda itu, yang adalah orang paling terhormat dalam keluarga ayahnya, tidak menunda-nunda waktu untuk melakukannya karena ia sangat menyukai anak perempuan Yakub.
Genesis 34:19 (NKJV) So the young man did not delay to do the thing, because he delighted in Jacob’s daughter. He was more honorable than all the household of his father.
OBSERVATION

Kejadian ini sangat berbeda dari apa yang amnon dan tamar alami di masa yang lain. Ketika amnon memperkosa tamar akhirnya yang timbul adalah kebencian lebih dari cintanya (2 Samuel 13:15), sedangkan yang dialami Sikhem adalah ia menjadi terpikat dan cinta kepada Dina (Kejadian 34:3)

Terlepas dari kejahatan yang Sikhem, anak Hemor lakukan dengan memperkosa Dina anak Yakub. Sikhem menjadi pribadi yang tidak bertangguh dalam melakukan syarat yang diajukan oleh anak-anak Yakub karena ia terpikat dan cinta kepada Dina, anak Yakub.

INTERPRETATION

Perlakuan orang yang tidak menunda-nunda namun segera melakukan itu tergantung dari seberapa dekat relasi antara dia dengan orang tersebut. Kalau orang tersebut memiliki kedekatan, kedudukan, ketertarikan dan kepentingan tertentu maka tentu saja akan segera dilakukan. Menunda-nunda menunjukkan rasa tidak hormat dan tidak penting. Sebaliknya segera melakukan menunjukkan rasa hormat dan pentingnya relasi dengan orang tersebut.

Cinta membuat orang tidak akan bertangguh atau menunda-nunda apa yang bisa ia lakukan. Selama ini kita orang termasuk orang yang bagaimana ? suka menunda-nunda atau segera melakukan hal yang dimintakan kepada kita? Kalau kita sering menunda-nunda ada indikasi bahwa kita tidak lagi mencintai apa yang kita lakukan. Apa yang kita lakukan sudah menjadi beban, hambar, bosan dan jenuh.

Cinta membuat Yakub bisa bekerja 14 tahun untuk menebus Ribka, Cinta membuat Sikhem memenuhi syarat yang diajukan anak-anak Yakub, CintaNya kepada kita membuat Ia rela datang sebagai manusia untuk menebus kita. Ia bukan Pribadi yang suka menunda-nunda namun bahkan bersegera menggenapi janjiNya. Apakah kita juga demikian?

APPLICATION

  1. Jangan menunda hal-hal yang dipercayakan kepada kita untuk dilakukan. Jangan membuat alasan/dalih untuk menunda-nunda apa yang bisa anda kerjakan sekarang.
  2. Cintailah apa yang anda sedang kerjakan, dan kerjakanlah dengan cinta maka hal itu pasti akan mengunlock yang terbaik dari diri kita.
  3. Jadilah orang yang selalu tepat waktu dan menepati janji.

PRAYER

Bersyukur karena Ia adalah Pribadi yang tidak suka bertanguh namun selalu tepat pada waktunya. Berdoa agar kita pun menjadi pribadi seperti Dia yang bersegera dan tidak menunda-nunda.

Devotion

Memprioritaskan Relasi

SCRIPTURE
Kejadian 33:3-4 (TB)
3 Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu.
4 Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.
OBSERVATION
Yakub mendekati Esau dengan kerendahan hati, Ia bahkan merendahkan diri untuk bersujud sampai ke tanah sampai 7x.
Esau bisa saja merespons dengan kemarahan yang sudah lama dia pendam dan dapat dengan mudah membinasakan kawanan dari Yakub karena ia membawa 400 orang bersamanya (Kejadian 32:6). Esau malah berlari mendapatkannya untuk memeluk, mencium dan saling bertangis-tangisan. Yakub mendekati dengan rendah hati, Esau meredam amarah dan tidak membalas dendamnya. Hal ini disebabkan karena mereka berdua sama-sama memandang relasi diantara mereka lebih penting dari perebutan berkat.
INTERPRETATION
Relasi harus kita tempatkan menjadi prioritas kita. Jangan pernah mengorbankan relasi demi uang, jabatan, dll. Berbicara tentang hal yang paling utama dan terutama dalam Firman Tuhan adalah berbicara tentang relasi, relasi dengan Allah dan sesama. Tuhan menaruh nilai yang sangat tinggi atas relasinya dengan kita sehingga Dia bersedia datang ke dunia untuk menebus dosa anda dan saya sehingga relasi denganNya bisa dipulihkan. Kalau Tuhan memandang relasi begitu penting lalu bagaimana dengan kita? Ingat relasi adalah sesuatu yang paling layak untuk kita perjuangkan.
APPLICATION
Pernahkah anda mengalami konflik dengan saudara atau teman yang sudah seperti saudara bagi kita? Apa yang harus kita lakukan?
  1. Memandang relasi lebih penting daripada apapun yang menjadi sumber konflik.
  2. Memandang bahwa kita pun punya peran atas konflik ini. Dalam sebuah relasi tidak ada yang 100% benar maupun salah. Tiap individu dalam relasi tersebut memegang peran.
  3. Memandang bahwa Tuhan memakai konflik ini untuk membentuk kita semaki tajam, dan satu-satunya cara untuk bisa semakin tajam adalah dengan bersedia keakuan kita terkikis.
  4. Mempunyai inisiatif untuk rekonsiliasi terlepas dari posiai kita benar maupun salah.
PRAYER
Berdoa dan bersyukur untuk setiap relasi yang kita miliki ntah itu dengan orang tua, saudara-saudari kita, teman, sahabat, pemimpin kita.
Devotion

Bergumul

SCRIPTURE Kejadian 32:24, 28 (TB) 24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. 28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” OBSERVATION Kata bergumul pertama sekali tertulis di dalam ayat ini. Kata bergumul digambarkan seperti seoramg yang bergulat. Dan memang begitulah juga arti dari kata bergumul menurut KBBI. Bergumul memiliki 2 arti yaitu berarti bergulat, bergelut dan melibatkan diri dengan. INTERPRETATION Ada waktunya dalam hidup ini kita bergumul dengan masalah-masalah yang berkaitan dengan kebiasaan kita atau kehendak Tuhan atas hidup kita. Misalkan saja kita akan bergumul dengan Tuhan ketika:

  1. Hendak mengetahui kehendakNya
  2. Hendak mengambil keputusan
  3. Hendak menghadapi krisis
  4. Tuhan menginginkan kita untuk merubah karakter dan kebiasaan kita.
  5. Tuhan memanggil kita untuk bekerja bagi Dia
  6. Hendak mencari pasangan hidup

Apa yang kita ketahui mengenai bergumul dengan Tuhan? Ada dua poin mengenai bergumul dengan Tuhan ini. Pertama, mengenai tempat dimana kita bergumul dengan Tuhan. Kedua, mengenai tujuan bergumul dengan Tuhan. A. Tempat kita bergumul dengan Tuhan. Posisi kita berbicara tentang kondisi kita. Adalah normal kalau ada krisis dalam hidup kita.Yakub seorang diri, takut dan merasa kosong. Saat krisis itu terjadi Tuhan menemuinya. Tuhan kadangkala membawa kita menghadapi “krisis pengambilan keputusan”. Krisis seperti apa yang sedang kita hadapi? B. Tujuan pergumulan kita dengan Tuhan Fokus dari pergumulan bukanlah masalah kita namun pribadi kita. Kita bergumul dengan Tuhan karena Tuhan ingin mengubah kita. Yakub berubah dari penipu menjadi Umat Tuhan. Tuhan tidak dapat mengubah karakter kita tanpa Tuhan merendahkan kita dan menarik perhatian kita terlebih dahulu. Tujuan akhir pergumulan kita dengan Tuhan adalah untuk memastikan kesediaan kita. Yakub dulunya sulit dikendalikan dan penipu. Apapun dia lakukan asal dia mendapatkan yang dia inginkan. Tuhan tidak dapat kita tipu. Ada satu titik yang akan mengikat lutut kita dan kita mengaku “bukan kehendakku yang jadi tapi kehendakMulah yang jadi!” APPLICATION

  • Apakah anda sedang bergumul dengan Tuhan belakangan ini?
  • Setiap kita harus belajar bergumul untuk tahu kehendak Tuhan.
  • Mulailah saat ini, sebelum ada dalam masalah. Karena ketika ada masalah itu akan menjadi masalah tersendiri untuk mengerti kehendak Tuhan. Atau ketika sedang dipersimpangan jalan itu akan membuat kesulitan tersendiri bagi kita untuk membedakan manakah kehendak Tuhan.
  • Ada kehendak Tuhan dibalik semua krisis yang sedang kita hadapi. Dengan diam dan berdoa kita akan tahu apa itu.

PRAYER Bersyukur karena Tuhan hadir dalam setiap pergumulan kita. Bersyukur karena dengan pribadi kitalah Dia mau berurusan.

Uncategorized

Kasih Setia Tuhan

SCRIPTURE
Kejadian 31:29 (TB) Aku ini berkuasa untuk berbuat jahat kepadamu, tetapi Allah ayahmu telah berfirman kepadaku tadi malam: Jagalah baik-baik, jangan engkau mengatai Yakub dengan sepatah kata pun.
OBSERVATION

Faktanya, Laban yang marah karena ditipu Yakub segera mengejar Yakub. Namun untuk melindungi Yakub, Allah memperingatkan Laban agar “jangan mengatai Yakub” (Kejadian 31:24), Allah juga membuat Laban tidak berhasil menemukan barang miliknya yang telah diambil oleh Rahel. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada Yakub seandainya Allah tidak melindungi mereka. Laban tentu akan melakukan tindakan yang kejam sebagai balasan atas kesalahan mereka.

INTERPRETATION

Pemeliharaan Allah dalam kehidupan kita sungguh merupakan hal yang sangat luar biasa dan ajaib, dan merupakan hal yang sesungguhnya tidak pantas kita terima. Walaupun Yakub dan keluarganya melakukan hal yang tidak terpuji, ternyata Tuhan tetap memelihara mereka, dalam hal ini dengan mencegah Laban mencelakainya. Sekalipun keturunan Abraham telah menunjukkan sikap yang tidak terpuji sebagaimana yang ditunjukkan oleh Yakub, Allah tetap setia pada janji-Nya. Perlindungan Allah kepada Yakub, bukan didasarkan pada kepantasan Yakub melainkan karena kasih setia Allah semata-mata. Dasar kesetiaanNya dalam hidup kita tidak ditentukan kesetiaan kita namun pada PribadiNya semata-mata.

2 Timotius 2:11-13 (TB)
11 Benarlah perkataan ini: “Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia;
12 jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita;

13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”

APPLICATION

Sebagai orang percaya, kita pun seringkali bertindak seperti Yakub, namun kita harus percaya bahwa Allah tetap setia pada janji keselamatan-Nya. Janganlah kita menyepelekan kasih Allah ini, tetapi marilah kita belajar untuk setia kepada Allah dan berusaha menghargai kasih karunia-Nya itu dengan hidup taat pada perintah-Nya.

PRAYER

Berdoa bersyukur atas kesetiaan Tuhan dalam hidup kita, dan minta diberikan hati yang setia kepadaNya.