Salah Pengertian

SCRIPTURE

Roma 10:1-4 (TB)
1 Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.
2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.
3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya. 

Roma 10:1-4 (BSD)
1 Saudara-saudara! Saya berdoa dengan sungguh-sungguh dan ingin sekali supaya Allah menyelamatkan bangsa saya, bangsa Yahudi.
2 Saya tahu betul bahwa mereka sungguh-sungguh berusaha untuk menyenangkan hati Allah. Tetapi, mereka memakai cara yang tidak benar, sebab mereka salah mengerti tentang bagaimana seharusnya menyenangkan hati Allah.
3 Mereka tidak mengerti bagaimana Allah membuat manusia berbaik kembali dengan Allah. Mereka mau mengikuti cara mereka sendiri dan bukan cara Allah.

4 Dalam cara Allah itu, hukum-hukum agama tidak diperlukan lagi, sebab sudah ada Kristus. Jadi, setiap orang yang percaya kepada Kristus sudah dijadikan sahabat Allah, dan bukan musuh.

OBSERVATION

  • Bukan cuma Keinginan, Paulus juga berdoa agar mereka diselamatkan. ‘Mereka’ ini siapa? Mereka yang dimaksud Paulus adalah orang israel (Roma 9:30-33)
  • Apa yang dilakukan selama ini oleh orang israel? Mereka memang giat bagi Allah namun dengan pengertian yang salah.
  • Apa pengertian yang salah itu? 
    • Mereka tidak mengenal kebenaran Allah
    • Mereka berusaha membangun kebenaran mereka sendiri
    • Mereka salah paham dan mengerti bagaimana cara membuat manusia berbalik kepada Allah
  • Hasil dari giat kepada Allah tanpa pengertian yang benar adalah mereka tidak takluk pada kebenaran Allah.
  • Salah pengertian akan mengakibatkan tindakan yang salah 

INTERPRETATION

Kita yang adalah israel secara rohani juga memiliki potensi bahaya ini. Ketika kita giat melayani Allah namun tanpa pengertian yang benar. Sungguh-sungguh dan giat saja tidak cukup, kita perlu melakukannya dengan pengertian yang benar. 

Amsal 19:2 (TB)  Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah. 

APPLICATION

  • Bacalah dan galilah Firman Tuhan untuk mengubah mindset kita (Roma 12:2). Sehingga kita dapat giat melayani dengan pengertian yang benar.
  • Coba kita check motivasi giatnya kita dalam melayani Tuhan selama ini apakah itu sudah sesuai dengan kebenaran Allah atau kebenaran kita sendiri?

PRAYER

Mari kita minta pengertian yang benar dari Tuhan dan juga memilili hati yang tulus  dalam melayani.

Tidak Mungkin Gagal

SCRIPTURE

Roma 9:6 (TB)  Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel,

OBSERVATION

  • Firman – λόγος (logos) tidak mungkin Gagal – ἐκπίπτω (ekipto) dalam bahasa aslinya berarti kalah, tidak efisien lagi.
  • Pas dengan kebenaran yang tertulis di Yesaya 55:11 yaitu setiap Firman keluar dari mulut Allah maka ia tidak kan pernah kembali dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Tuhan kehendaki dan akan berhasil.

INTERPRETATION

Disini kita bisa melihat kedaulatan Tuhan bahwa Tuahan tidak mungkin dipengaruhi oleh apapun termasuk zaman, Tuhan tidak pernah terkejut, Dia Maha tahu dan berkuasa. FirmanNya selalu efektif dan efisien di setiap masa.

Saat Tuhan berfirman dalam hidup kita bahwa Firman-Nya tidak akan gagal, mungkin seringkali kita meragukan apakah hal itu akan terjadi dalam hidup kita. Kita mungkin berpikir sepertinya ada jalan lain yang lebih berhasil dibandingkan apa yang Firman. Kalau anda sedang mengalami kegagalan saat ini, ingat bahwa anda mungkin bisa gagal namun tidak dengan Firman-Nya.

APPLICATION

  • Mengenal Firman lebih dalam. Firman bukan cuma perkataan atau tulisan saja namun seorang pribadi. Yesus adalah Firman yang menjadi manusia (Yohanes 1:14). Kenali Firman dengan membaca, merenungkan (menggali), dan melakukan Firman. Itu akan membuat hidup kita berhasil dan beruntung (Yosua 1:8)
  • Jadilah pribadi yang bukan cuma percaya namun jadilah pribadi yang mempercayai (menaruh rasa percayanya kepada Tuhan, mempercayai Tuhan dalam segala keadaan) dan bisa dipercaya oleh Tuhan. Meski anda sedang mengalami hal yang sulit untuk bisa tetap mempercayai Tuhan.

PRAYER

Berdoalah dengan berani kepada Tuhan mengenai pergumulanmu. Meski situasinya sulit. Ingatlah bahwa inilah dasar percaya kita bahwa FirmanNya, JanjiNya tidak akan pernah gagal dalam hidup kita.Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil (Lukas 1:37)

Spirit Led

SCRIPTURE

Roma 8:14 (TB)  Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah. 

OBSERVATION

Ayat ini mirip pasal 8:9, di mana dia berkata, “Tetapi kalian tidak berada dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kalian. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.”

Setiap kita yang lahir baru adalah teknon/teknon (anak, atau “child”) karena kita lahir dari atas. Tetapi istilah ‘uiov/hiuos, yang berarti “anak yang sudah diangkat secara sah”, dipakai dalam ayat ini untuk menggambarkan orang percaya, anak-anak Allah, yang dipimpin Roh Allah.

Jadi kita semua teknon/teknon Allah karena kita lahir dari atas, tetapi hanya orang percaya yang “hidup menurut Roh Allah” dapat disebut ‘uiov/hiuos, anak Allah yang sudah dewasa dan diangkat secara sah. 

Jadi hidup dipimpin Roh adalah ukuran yang menentukan status kita dewasa atau tidak secara rohani. Telah diangkat sah atau tidak secara rohani. Lalu Apa Peran Roh Kudus dalam hidup kita?

  1. Roh Kudus memerdekakan kita dari belenggu dosa dan kematian (Roma 8:2).
  2. Roh Kudus memimpin hidup kita (Roma 8:14). Dia bekerja di dalam hati dan pikiran kita.
  3. Dialah yang memampukan kita tidak lagi hidup menurut keinginan daging (Roma 8:9), melainkan menurut keinginan Roh yang menghasilkan damai sejahtera sejati (Roma 8:6).
  4. Roh Kuduslah yang menolong kita untuk yakin bahwa kita memang anak-anak Allah (Roma 8:16) dan memberanikan diri kita untuk memanggil Allah sebagai Bapa (Roma 8:15).

APPLICATION

Siapakah yang memimpin hidup kita saat ini? Roh Allah atau kita sendiri? Apa dan siapa yang selalu mempengaruhi keputusan dalam hidup kita? Apa yang menggerakkan kehidupan kita belakangan ini? Serahkanlah diri kita ke dalam pimpinan Roh Kudus dengan cara belajar peka kepada suaranya, bacalah Firman, galilah Firman dan biarkan Firmannya menerangi jalan-jalan dan keputusan yang akan kita buat. Taatilah setiap suara Roh Kudus. Hiduplah dipimpin oleh Roh Kudus dan ini adalah mutlak bagi kita orang percaya. Tidak boleh tidak!

PRAYER

Bersyukur karena RohNya telah diberikan kepada kita dan karena itulah kita dikembalikan ke dalam status kita yang semula sebagai anak Allah. Berdoa serahkan dirimu kedalam pimpinan Roh Kudus.

Bertolak Belakang

SCRIPTURE

Roma 7:21 (TB)  Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. 

OBSERVATION

Masalah yang dihadapi orang Kristen adalah bahwa dalam dirinya ada dua natur yang saling bertolak belakang.

1. Natur berdosa yang disebut Paulus ‘manusia lama’ (ay. 6) atau kedagingan (ay. 14).

2. Natur ‘manusia baru’ atau ‘ciptaan baru di dalam Kristus’ (ay. 17).

Keduanya saling tarik menarik sehingga hidup seorang Kristen bagai sebuah medan perang, tempat bertarung dua kekuatan.

Mengapa bisa terjadi demikian? Meskipun orang percaya telah mengalami pengampunan dosa, tetapi di dalam dirinya masih terkandung karakter/natur dosa yang kemudian akan menjadi sumber pencobaan selama dia hidup.

Jadi meskipun manusia baru memiliki kerinduan untuk hidup melayani Allah, manusia lama akan selalu berupaya mendominasi agar kepentingan dirilah yang terlaksana. Akibatnya ia tidak dapat melakukan yang dia inginkan, walau ia tahu bahwa ia seharusnya melakukannya. Natur manusia berdosa memang begitu mempengaruhi orang percaya untuk melakukan apa yang, dia tahu, dilarang.

Pergumulan melawan kedagingan merupakan tanda pertumbuhan menuju kedewasaan rohani. Mereka yang tidak bergumul berarti tidak bertumbuh, artinya masih tetap manusia lama yang hanyut terbawa arus zaman.

APPLICATION

Keselamatan adalah Karya Tuhan dalam hidup kita namun sebagai wujud kita telah diselamatkan kita juga harus mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar. Bergantung kepada Roh Kudus karena Ia yang akan mengerjakan di dalam kita kemauan dan pekerjaan menurut kerelaanNya. Jangan bersungut-sungut ketika anda diproses olehNya sehingga kuta kedapatan tiada beraib dan bernoda namun bercahaya seperti bintang-bintang di dunia

Filipi 2:12-15 (TB)
12 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
13 karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,

15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,

PRAYER

Berdoa bersyukur atas keselamatan yang Tuhan kerjakan dalam hidup kita memampukan untuk mengerjakan keselamatan. Mintalah Roh Kudus menuntun hidup kita setiap hari.

Hamba Dosa / Hamba Kebenaran

SCRIPTURE

Roma 6:18 (TB)  Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

OBSERVATION

Dalam bagian ini Paulus menyoroti kesimpulan keliru bahwa orang boleh berbuat dosa karena tidak berada di bawah Taurat (ay.15). Dalam bagian ini ia menegaskan perhambaan kita kepada Allah. Ada 8x kata “hamba” ia gunakan dalam perikop ini. Selain itu, ia juga lebih menekankan aspek aktif orang Kristen menyerahkan diri kepada kebenaran.

Hamba atau budak (δοῦλος “Daulos”) dalam zaman itu adalah orang yang tidak memiliki kemerdekaan. Ia milik tuannya, ia hidup untuk tuannya. Perbudakan secara terbatas menggambarkan status manusia pada umumnya. Semua manusia pada dasarnya sedang menjalani perhambaan tertentu. Entah kita menjadi hamba kebenaran sehingga kita bebas dari dosa, atau kita menjadi hamba dosa sehingga kita berada di luar kebenaran.

Siapa yang kita layani, dialah majikan kita dan kitalah budaknya. Bila orang tetap mengikuti kemauan diri dan menghalalkan segala cara untuk mencapainya, itu berarti bahwa dia masih menjadi budak dosa. Namun yang berusaha sebaik mungkin untuk melakukan kebenaran dan hidup di dalamnya, dia adalah manusia baru di dalam Kristus. Ukuran keberhasilan bagi dia bukan lagi mendapatkan yang diinginkan, tetapi melakukan kebenaran sebagai ungkapan syukur kepada Allah, yang menganugerahkan hidup. Tujuan hidupnya bukan lagi kesenangan di dunia yang sementara ini, melainkan kehidupan kekal sebagai anak Allah.

APPLICATION

Ingatlah: Kita harus aktif bertindak menyerahkan diri kepada Dia yang sudah membenarkan kita agar kebenaran-Nya berbuah dalam kehidupan kita. Dengan prinsip ini, kekudusan karena anugerah menjadi pengalaman nyata hidup kita sehari-hari.

Ingatlah bahwa kepatuhan pada dosa akan membuat hidup kita tidak berbuah, memalukan, dan berujung pada maut. Namun ketaatan pada kebenaran akan berakhir pada pengudusan dan kehidupan kekal. Pilih yang mana?

PRAYER

Berdoa menyerahkan diri kepada Dia yang sudah membenarkan kita agar kebenaran-Nya berbuah dalam kehidupan kita.

Sekalipun

 

SCRIPTURE

Roma 4:18 (TB)  Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” 

OBSERVATION

Kata “sekalipun” adalah kata penghubung untuk menandai perlawanan makna; mirip dengan arti kata sungguhpun dan meskipun. Kata ini mempertentangkan 2 keadaan yang berlawanan. Suatu kondisi yang berseberangan.

Dikatakan sekalipun tidak ada dasar untuk berharap namun Abaraham berharap juga dan percaya bahwa Ia akan me jadi bapa banyam bangsa. Lalu apa yang dipertentangkan disini? Yang dipertentangkan disini adalah antara harapan dengan realita. Harapan yang dimiliki adalah abraham akan menjadi bapa banyak bangsa. Kenyataannya adalah abraham sudah 75 tahun, sara sudah menopause. Jadi tidak ada dasar untuk berharap.

Ada 2 respon yang bisa kita berikan dalam menanggapi jarak antara antara harapan dengan realita.

1. Kecewa 

Jarak antara harapan dengan realita bisa kita sikapi dengan kekecewaan. Semakin besar jarak antara janji dengan realita maka kita semakin besar kekecewaan kita. Biasanya orang seperti ini mempunyai kosa kata “jikalau” dalam hidupnya. jikalau begini baru saya akan begini, kalau begini baru saya begitu”. Hidupnya dipengaruhi bukan mempengaruhi keadaan.

2. Menjadikan itu potensi atau dream yang perlu diunlock

Atau kita bisa melihatnya sebagai visi, tujuan atau sasaran berikutnya yang bisa kita capai. Sebuah potensi yang masih terkunci yang perlu dibukakan. Sebuah pencapaian yang Tuhan janjikan dalam hidup kita yang membuat kita semakin mengetahui potensi besar yang sudah Tuhan taruh dalam hidul kita. Biasanya orang seperti ini mempunyai kosa kata “sekalipun, meskipun, bagaimanapun, walaupun” dalam hidupnya. Walaupun begini saya akan tetap, meskipun begini syaa tetap, sekalipun begitu saya tetap percaya”. Hidupnya mempengaruhi bukan dipengaruhi keadaan.

APPLICATION

Gunakan kata “sekalipun, walaupun, meskipun, bagaimanapun” dalam hidup kita karena itu akan memampukan kita untuk melihat jarak antara harapan dan realita itu sebagai potensi, visi, mimpi yang bisa kita wujudkan. 

Apa kondisi yang ada di sekitar kita yang tidak dalam kondisi seharusnya? Cari janji Tuhan dalam hidupmu untuk kondisi itu. Jangan bimbang terhadap janji Tuhan. Perkuat iman kita dan muliakan dengan perbuatanmu. Karena Tuhan berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Jangan kecewa namun tetap percaya dan bertindaklah. 

Saya selalu diberkati dengan kitab habakuk

Habakuk 3:17-19 (TB)
17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,
18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.

19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

Disinipun dipakai kata sekalipun. Sekalipun semua mengecewakan ingat Tuhan yang memanggil kamu maka Dia juga yang akan memampukanmu, Dia adalah Tuhan yang bertanggung jawab atas hidupmu. Jadilah pembuat sejarah dan bukan korban sejarah. Pergilah jadilah berkat dimanapun kamu berada. 

PRAYER

Mari kita berdoa agar kita bisa menjadi sperti Abraham yang sekalipun tidak ada dasar untuk berharap namun berharap juga. Beryukur untuk setiap potensi yang sudah Tuhan taruh dalam hidupmu. Berdoa mintalah panggilanNya yang khusus dalam hidupmu dan kejarlah panggilanNya itu.

Anak Panah Di Tangan Pahlawan 

SCRIPTURE

Roma 3:23-24 (TB)
23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. 

OBSERVATION

Dosa (harmatia) artinya tidak tepat sasaran (to miss the mark). Ibarat anak panah yang tidak mencapai sasaran yang dituju. Dosa tidak cuma sesimpel bentuk dosa yang biasa seperti berbohong, mencuri, membunuh, berzinah, dll. Ya memang semua itu juga termasuk dosa namun kita perlu tahu bahwa segala sesuatu yang digunakan atau fungsinya meleset dari sasaran awalnya itu adalah sebuah dosa. 

Kita berdosa karena:

1. Karena Status

Kita mengemban status berdosa dari dosa turunan dari adam dan hawa. Setiap bayi yang baru lahir ke dunia pun sudah dalam keadaan / status berdosa meski dia belum berbuat tindakan dosa. Jadi dosa ini karena status. Sama seperti kucing disebut kucing bukan karena ia bisa mengeong, melainkan karena ia telah dilahirkan sebagai kucing. Justru karena ia dilahirkan sebagai kucing itulah, maka ia bisa mengeong.

2. Karena Perbuatan

Dosa yang diakibatkan oleh perbuatan kita itu menyangkut hal-hal yang sudah jelas berdosa seperti mencuri, membunuh, berzinah, dll dan juga hal–hal yang membuat kita semakin jauh dari tujuan awal seperti menunda, hobi yang menyita waktu kita dari Tuhan, selalu membuat alasan dll adalah sebuah indikasi dosa juga.

3. Karena tidak berbuat

Dosa itu bukan hanya karena berbuat Bahkan ketika kita tidak berbuat apa yang harusnya kita perbuat itu juga adalah dosa.

Yakobus 4:17 (TB)  Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

APPLICATION

Hidup adalah pilihan, kita bisa bebas dalam memilih keputusan untuk berbuat namun kita tidak bisa bebas menerima akibat dari setiap keputusan dan perbuatan kita. Setiap sebab pasti ada akibat. Setiap dosa pasti ada kosekuensi.

Tuhan telah menebus dosa dan pelanggaran kita namun kita perlu mewaspadai akan kesadaran bahwa kita sudah ditebus, status kita sudah orang merdeka bukan budak dosa lagi. Hati-hatilah akan hal-hal yang kita perbuat atau yang kita enggan perbuat. 

Jangan kehilangan tujuan/panggilan Tuhan dalam hidupmu. Eliminasi setiap hal yang berusaha mendistorsi panggilan Tuhan dalam hidupmu. Ingat Dia telah menebusmu dari kehidupan yang sia-sia (tidak tepat sasaran) kepada hidup yang penuh tujuan (tepat sasaran). 

Ibarat anak panah yang harus dihaluskan keseluruhan sisinya, yang harus punya mata panah yang tajam dan terfokus agar bisa menancap dan juga ekor yang mengarahkan dirinya. Begitu juga kita kita memberikan diri kita untuk diproses oleh Tuhan di seluruh area hidup kita, memiliki Tujuan dan panggilan Ilahi dalam hidup kita dan juga digerakkan oleh Kuasa Roh Kudus. Ingatlah bahwa semua proses yang tidak mengenakkan itu supaya kita bisa melesat tanpa halangan dan tidak meleset dari sasaran. Berilah dirimu diproses oleh Sang Pahlawan yaitu Tuhan.

PRAYER

Berdoa menyerahkan hidupmu Tuhan memakai hidupmu seperti anak panah di tangan seorang pahlawan yang ditembakkan tepat pada sasaran. (Maz 127:4)