Uncategorized

Menyelesaikan Konflik

SCRIPTURE

Kejadian 13:8-9 (TB)
8 Maka berkatalah Abram kepada Lot: “Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat.

9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.”

OBSERVATION

Kebenarannya dari perikop di atas kita dapat melihat beberapa fakta:

  1. Yang menyebabkan gembala Abram dan Lot mereka bertengkar adalah karena kekayaan mereka terlalu banyak dan negri itu tidak cukup luas untuk mereka
  2. Abram mementingkan relasi.
    • Abram tidak mau ada perselisihan antara dirinya dengan lot, anatara gembalanya dengan gembala lot
    • Relasi adalah sesuatu yang layak untuk diperjuangkan.
    • Inisiatif pertama untuk menyelesaikan perselisihan datang dari Abram yang mengatakan “janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau”. Menunjukkan bahwa Abram adalah orang yang berkepala dingin dan berjiwa rendah hati
  3. Abram memberikan kesempatan memilih kepada lot terlebih dahulu
    • Tidak mementingkan dirinya namun memberikan kesempatan pertama untuk memilih krpada lot
    • Yang memilih dahulu pasti memiliki kesempatan untuk memilih lokasi yang terbaik.
    • Namun Abram meyakini bahwa berkat tidak ditentukan dari lokasi namun posisi/status kita di mata Tuhan.
    • Abram mempunyai semua alasan untuk menjadi orang pertama yang memilih. Namun ia tidak mempertahankan haknya. Apabila kita rela mengalah demi perdamaian. Itu adalah penaklukan terhadap diri kita sendiri, dan terhadap keangkuhan serta kemarahan kita sendiri (Mat. 5:39-40).

INTERPRETATION

Firman Tuhan dalam Amsal 17:14 mengatakan “Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.” Untuk bisa mengatasi pertengkaran, maka kita perlu memperhatikan penyebab terjadinya pertengkaran menurut Firman Tuhan.

Apa yang menyebabkan terjadinya perselisihan dan pertengkaran?

  1. Soal-soal yang dicari-cari
    • 2 Timotius 2:23 (TB) Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan pertengkaran,
    • Pertengkaran seringkali terjadi bukan karena permasalahan itu sendiri namun karena hal-hal yang dicari-cari
  2. Dari hawa nafsu yang berjuang dalam diri kita
    • Yakobus 4:1-3 (TB)
      1 Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?
      2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.
      3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
  3. Orang ketiga
    • Amsal 6:19 (TB) seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.
    • Amsal 22:10 (TB) Usirlah si pencemooh, maka lenyaplah pertengkaran, dan akan berhentilah perbantahan dan cemooh.
    • Amsal 26:20 (TB) Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran.
    • Pertengkaran seringkali terjadi karena adu domba dari orang ketiga. Karena orang ketiga yang menyebarkan fitnah/berita yang tidak benar.
  4. Kebencian
    • Amsal 10:12 (TB) Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.
  5. Keangkuhan/kesombongan
    • Amsal 13:10 (TB) Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.
    • Amsal 28:25 (TB) Orang yang loba, menimbulkan pertengkaran, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, diberi kelimpahan.
  6. Pemarah/emosi
    • Amsal 15:18 (TB) Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.
    • Amsal 29:22 (TB) Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya.
  7. Kecurangan
    • Amsal 16:28 (TB) Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.

APPLICATION

Apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi pertengkaran?

  1. Berinisiatiflah dahulu untuk mengakhiri pertengkaran. Jangan saling menunggu dalam hal ini.
  2. Pahami bahwa relasi adalah hal yang layak untuk diperjuangkan. Apa yang sedang perjuangkan relasi diantara kita atau kepentingan kita sendiri?
  3. Hindari menyelesaikan pertengkaran via orang ketiga tetapi belajarlah menyelesaikan secara langsung kepada orangnya. Kecuali orang ketiganya adalah pemimpin yang menjadi mediator diantara keduanya jika keduanya tidak dapat lagi menyelesaikan perkara diantara mereka.
  4. Jangan ikut campur kepada orang yang sedang bertengkar kecuali mereka meminta kita untuk memediasi diantara mereka. Apalagi kita menjadi kompro di tengah orang-orang yang sedang berternkar. Amsal 26:17 (TB) Orang yang ikut campur dalam pertengkaran orang lain adalah seperti orang yang menangkap telinga anjing yang berlalu.
  5. Beri solusi yang tidak mementingkan diri sendiri namun untuk kepentingan relasi. Dengan terlebih dahulu menyelesaikan penyebab pertengkaran seperri yang dijabarkan di atas.
  6. Memandang bahwa ini adalah proses dari penajaman hidup kita. Prinsip besi menajamkan besi. Amsal 27:17 (TB) Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.
    • Besi hanya bisa menajamkan besi jika saling berdekatan/bersentuhan. Hanya orang yang dekatlah yang bisa membentuk hidup kita.
    • Besi digesek dengan besi menimbulkan percikan api. Adalah hal normal kalau ada perbedaan. Jangan anti perbedaan namun belajarlah menghadapinya dengan bijaksana.
    • Besi hanya bisa menjadi tajam kalau ia membiarkan dirinya berkurang akibat dikikis oleh besi yang lain. Mempertahankan hak tidak akan membuat kita semakin tajam, hanya kerendahan hati menyerahkan haklah yang dapat melakukannya.

Setelah Abram menyelesaikan konflik dengan Lot dengan baik, maka setelah itu Tuhan memberkati hidupnya.

Kejadian 13:14-17 (TB)
14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
16 Dan Aku akan menjadikan keturunanmu seperti debu tanah banyaknya, sehingga, jika seandainya ada yang dapat menghitung debu tanah, keturunanmu pun akan dapat dihitung juga.

17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”

Ada berkat ketika kita hidup rukun dengan saudara kita seperti yang tertulis dalam Mazmur 133. Tuhan akan memerintahlan berkatnya atas kita kalau kita hidup rukun dengan sesama kita.

PRAYER

Berdoa agar kita diberikan hati yang lemah lembut dan rendah hati. Berdoa untuk oramg-orang yang anda tahu sedang dalam konflik agar Tuhan memberikan kepada mereka hati yang lemah lembut dan rendah hati.

Advertisements
Uncategorized

Cara Kita Atau Cara Tuhan?

SCRIPTURE
Kejadian 12:11-13 (TB)
11 Pada waktu ia akan masuk ke Mesir, berkatalah ia kepada Sarai, isterinya: “Memang aku tahu, bahwa engkau adalah seorang perempuan yang cantik parasnya.
12 Apabila orang Mesir melihat engkau, mereka akan berkata: Itu isterinya. Jadi mereka akan membunuh aku dan membiarkan engkau hidup.
13 Katakanlah, bahwa engkau adikku, supaya aku diperlakukan mereka dengan baik karena engkau, dan aku dibiarkan hidup oleh sebab engkau.”
OBSERVATION
Abram yang nantinya kita kenal sebagai Bapa orang beriman pernah 2x melakukan kebohongan yang sama. Mengapa Abram tidak dihukum Tuhan? Apakah berbohong demi nyawa itu boleh? Tercatat 2x Abram (Abraham) menyatakan istrinya Sarah sebagai adiknya agar dia sendiri tidak dibunuh (Kejadian 12:10-20; 20:1-18). Kali yang pertama adalah ketika terjadi kelaparan hebat di kanaan sehingga dia merasa harus pergi ke mesir agar bisa tetap hidup, tetapi ketika memasuki mesir dia tahu bahwa nasibnya ada dibawah siatu bangsa yang tidak kenal belas kasihan yang tidak segan membunuh untuk merebut istri yang cantik guna dijadikan gundik. Kali yang kedua yaitu kepada Abimelekh dari gerar, ketika dia takut akan keselamatannya karena istrinya (Kejadian 20:11).
INTERPRETATION
Tindakan Abram disini tercatat bukan untuk diikuti karena dosa tetaplah dosa. Memang tidak terdapat hukuman Tuhan kepada Abram namun pastilah Abram malu kepada orang yang dia bohongi, dia kehilangan kesempatan untuk memberi kesaksian tentang kebenaran Allah di hadapan masyarakat mesir dan gerar. Abram menjadi malu dan terpojok ketika raja memberinya hadiah-hadiah berlebihan sehingga kekayaannya bertambah banyak yaitu budak-budak, ternak, emas dan perak (Kejadian 12:16; 13:2). Itulah sebabnya kita membaca bahwa Abram tidak membalas apapun perkataan raja karena sangat malu. Abram mengalami sanksi sosial. Namun bukannya belajar malah Abram mengulangi kesalahannya lagi di kejadian 20.
Alasan mengapa ini dituliskan untuk memberikan kepada kita gambaran bahwa Firman Tuhan itu jujur menggambarkan tokoh alkitab dengan baik kelebihan maupun kekurangannya (kesalahan dan dosanya). Tindakan Abram menunjukkan bahwa ia kurang percaya pada kuasa Allah untuk memelihara dia dari bahaya maut, dan dia juga gagal untuk memuliakan Tuhan di mata orang yang tidak percaya.
Alasan utama mengapa Abram mengalami pilihan yang sulit ini adalah karena Abram berusaha menghadapi masalah dalam hidupnya dengan caranya sendiri. Abram tidak bertanya kepada Tuhan dahulu sebelum pergi ke Mesir, dia melakukan dengan kalkulasi/perhitungannya sendiri. Rencana Abram untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik dan terhindar dari kelaparan yang terjadi di Tanah Negeb, ternyata membawa dia kepada pengambilan keputusan yang sulit (Kejadian 12:10). Tentu tidak mudah bagi Abram, untuk memutuskan agar istrinya berpura-pura menjadi adiknya. Tujuannya supaya Abram dan Sarai bersama dengan seluruh anggota keluarganya dapat tinggal dengan aman di Mesir (Kejadian 12:11-13). Namun yang terjadi selanjutnya adalah Firaun justru mengambil Sarai sebagai istrinya. Mungkin saja Abram tidak memikirkan kemungkinan yang terburuk seperti ini.
APPLICATION
Pernahkah Anda diperhadapkan pada sebuah pengambilan keputusan yang sangat sulit? Apa yang Anda lakukan dalam situasi itu? Pernahkah Anda melarikan diri dari situasi itu? Andalkanlah Tuhan. Jangan melakukan dengan cara kita sendiri seperti Abram yang berusaha menghindari kehidupan yang sulit karena kelaparan di tanah negeb dan melarikan diri ke mesir yang membawa dia kepada pilihan yang sulit yang akhirnya memaksa dia untuk berbohong.
Berapa banyak dalam hidup kita oleh karena kenekatan kita berjudi dengan kalkulasi pribadi, mengacaukan kehidupan sendiri? Bukannya dengan setia mengikut Tuhan, dan pada saat-saat susah lebih mendekat kepada Tuhan, justru kita mencoba mencari jalan pintas yang ujungnya semakin menjerat kita. Melalui kisah Abram ini mari kita belajar untuk lebih mempercayai Tuhan daripada otak/intuisi kita pribadi.
PRAYER
Berdoa menyerahkan setiap rencanamu kepada Tuhan dan berdoalah bertanyalah kepada Tuhan ketika engkau harus memutuskan pilihan yang sulit dalam hidupmu.
Uncategorized

Mencari Nama dan Jangan Terserak

SCRIPTURE
Kejadian 11:3-4 (TB)
3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan tér gala-gala sebagai tanah liat.
4 Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”
OBSERVATION
Menara Babel memakai kata Ibrani מגדל בבל (Migdal Bavel), bahasa Arabnya برج بابل‎ (Burj Babil) adalah menara tertinggi di bumi yang pernah dibangun di zaman Babylonia. Menara ini berdiri setelah zaman Nuh pasca air bah. Menara inilah yang dikenal hingga saat ini sebagai simbol keangkuhan dan kesombongan manusia.
Alasan mendirikan menara babel:
  1. Mencari nama
    • Nama disini dipakai kata ibrani שׁם (shêm) yang artinya nama, reputasi, ketenaran, kemuliaan nama (sebagai penunjukan Tuhan)
    • Generasi Menara Babel adalah generasi ke-4 dari zaman Nuh. Jika manusia saat itu mencari nama untuk kesombongan mereka, pertanyaanya adalah ’kepada siapa mereka menyombongkan diri, dan siapakah saingan manusia mereka saat itu? Bukankah saat itu tidak ada komunitas manusia selain mereka?berarti Tuhankah saingan mereka.
    • Jadi manusia mau menyaingi Tuhan dengan membuat menara sampai ke langit
  2. Jangan terserak ke seluruh bumi
    • Teserak disini memakai kata ibrani פּוּץ (pûts) yang artinya umtum menyebarkan, bubar, berserakan.
    • Untuk bisa menggenapi mandat Tuhan yang beranak cucu, bertambah banyak dan penuhi bumi harusnya manusia itu menyebar dan bukan ngumpul jadi ini adalah pemberontakan terhadap mandat Tuhan.
INTERPRETATION
Bukan APA (WHAT) yang kita lakukan yang terpenting, tetapi MENGAPA (WHY) kita melakukan itulah penting. Tidak ada yang salah dengan membangun gedung yang tinggi namun motivasi di balik membangun itu terselip kemauan untuk menyamai dan menyaingi Tuhan dan memberontak terhadap mandat yang Tuhan berikan kepada manusia. Daripada memuliakan Tuhan, manusia lebih memilih mencari nama bagi dirinya sendiri. Daripada inklusif, manusia lebih memilih menjadi eksklusif dan tidak melakukan mandat Tuhan.
APPLICATION
Kesombongan adalah awal dari kejatuhan manusia. Ketika kita menjadi sombong dan memegahkan diri maka Tuhanlah yang akan menjadi lawan kita. Dan kita tidak mungkin menang melawan Tuhan.
Yesaya 2:11 (TB) Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.
Sombong artinya menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah. Sedangkan rendah hati adalah menghargai diri sendiri tepat seperti Tuhan menghargai diri kita. Kita bisa memposisikan sama antara diri kita dengan orang lain sebagai pribadi yang sama-sama dikasihi oleh Tuhan, merasa tidak lebih pintar, baik, mahir, serta tidak merasa lebih tinggi atau mulia, juga dapat menghargai Orang dengan tulus.
Janga juga kita berusaha mencari nama bagi diri kita sendiri, Peninggian itu datangnya dari Tuhan bukan manusia. Firman Tuhan berkata dalam Mazmur 75:6-7 (TB)
6 (75-7) Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu,
7 (75-8) tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.
Hari ini mari kita belajar memiliki motivasi yang benar dari apapun tindakan yang kita lakukan. Dan milikilah motivasi untuk meninggikan nama Tuhan dan bukan mencari nama bagi diri kita dan belajar untuk rendah hati. God Bless u all.
PRAYER
Berdoa akui segala kesombongan dan usaha mencari nama bahi diri kita selama ini. Peninggian datangnya dari Tuhan, minta hati yang rendah hati.
Uncategorized

Nimrod

SCRIPTURE
Kejadian 10:8-9 (TB)
8 Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi;
9 ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: “Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN.”
OBSERVATION
Nimrod. Putra Kush. Raja besar pertama yang disebutkan dalam PL. Dialah yang mendirikan kerajaan Babel mula-mula dan mendirikan kota Niniwe. Dia merupakan seorang pemburu ulung dan panglima tentara yang handal. Kekuasaannya meluas hingga kota-kota di Mesopotamia. Nimrod dalam kata aslinya yaitu נמרוד (nimrôd) artinya adalah pemberontak atau orang yang gagah berani. Setelah membangun 4 kota ia tidak puas lalu menbangun 4 kota lainnya.
INTERPRETATION
Setelah peristiwa air bah manusia hidup dengan sejajar dan sama rata tidak ada yang meninggikan diri satu dari yang lain, namun berbeda dengan Nimrod. Mungkin karena kemampuan yang dia miliki sebagai seorang pemburu yang gagah perkasa lalu membuat dia meninggikan diri dari manusia yang lain lalu mengangkat dirinya menjadi orang yang pertama kali berkuasa. Dan sesuai namanya begitu pula sifatnya dia jugalah yang kemudian mendirikan kerajaan babel yang kita tahu sebagai perlambangan ibu dari wanita-wanita pelacur di wahyu. Menurut para ahli kemungkinan besar dia jugalah yang memprakarsai pembangunan menara babel.
Dari sini kita bisa mempelajari kemampuan/talenta yang kita miliki jika tidak dipergunakan dengan motivasi yang benar maka akan membuat kita meninggikan diri dan memiliki hasrat untuk menguasai orang lain. Hasrat itu tidak terbatas. Banyak orang ingin memiliki lebih banyak lagi, dan berseru, untukku, untukku dan untukku.
Padahal mandat Tuhan adalah untuk menguasai bumi dan bukan menguasai manusia. Menaklukkan bumi bukan menaklukkan sesama kita. Ini adalab pemberontakan terhadap mandat Tuhan. Kita ada di dunia bukan untuk saling menaklukkan namun untuk saling melayani dan mengasihi.
APPLICATION
Adakah kemampuan/talentamu yang membuat engkau sombong? Yang kemudian membuat engkau meninggikan diri dari yang lain? Merasa superior? Merasa penting? Merasa kalau tidak ada aku pasti ini tidak berjalan dan berhasil? Merasa paling berjasa? Mau berkuasa, menguasai semuanya? Merasa paling besar? Merasa paling benar?
Kesombongan adalah awal dari kejatuhan. Kemampuan/talenta yang kita miliki harusnya membawa kita semakin rendah hati karena kita harus ingat dibalik talenta atau kemampuan yang besar ada tanggung jawab yang besar, satu kali kelak kita harus mempertanggung jawabkan itu dihadapan Tuhan. Sudah siapkah kita berdiri dihadapan Tuhan dan mempertanggung jawabkan semua talenta yang sudah Tuhan percayakan dlm hidup kita?
Kita harus berubah pola pikir kita dari menguasai semua menjadi melayani dan mengasihi semua. Saya teringat akan keributan di antara murid-murid Yesus yang mempersoalkan siapa yang terbesar dari mereka, bahkan yakobus dan yohanes melakukan kolusi dengan meminta ibu mereka meminta kepada Yesus untuk menjadikan mereka yang terbesar. Namun jawaban Tuhan Yesus sangat menempelak.
Matius 20:26-28 (TB)
26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
Matius 18:3-5 (TB)
3 lalu berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.”
Kunci untuk menjadi yang terbesar di mata Tuhan bersedia menjadi yang terkecil yaitu melayani dan memberikan nyawa, kita harus bertobat dan menjadi seperti anak kecil. Semakin kita memimpin semakin kita harus bersedia melayani. Kepemimpinan tanpa kerendahan hati adalah ibarat membangun menara babel yang cepat atau lambat Tuhan akan intervensi menghentikan pembanguna itu. Kepemimpinan yang kuat harus dibarengi oleh kerendahan hati yang mau melayani. Kalau anda tidak mau melayani anda harus bersedia berhenti untuk memimpin karena kunci kepemimpinan adah menjadi aeorang yang melayani sesamanya.
Inilah yang Yesus teladankan kepada kita. Dia Raja segala raja namun mau turun ke dunia menjadi pelayan dan memberikan nyawaNya bagi kita semua. Siapa kita! Janganlah menyombongkan diri jangan sekalipun. Sadar diri! Tahu diri! Kalau bukan Tuhan yang beri kemampuan/talenta itu pada kita kita tidak punya apa-apa, itu hanya sebuah titipan kepercayaan yang satu kali harus kita pertanggung jawabkan.
PRAYER
Berdoa akuilah dosa kita minta ampunlah kalau kita punya kecenderungan hati sombong, meninggikan diri, menjadi yang terbesar dengan cara kita. Berdoa minta hati seperti hati Yesus yang lemah lembut dan rendah hati. Berdoa menyerahkan talenta kita diapakai olehNya untuk kemuliaanNya saja.
Uncategorized

Fruitful, Multiply & Replenish

SCRIPTURE
Kejadian 9:1, 7 (TB)
1 Lalu Allah memberkati Nuh dan anak-anaknya serta berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyaklah serta penuhilah bumi.
7 Dan kamu, beranakcuculah dan bertambah banyak, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, bertambah banyaklah di atasnya.”
OBSERVATION
Meski manusia pertama dan keturunannya gagal namun rencana Tuhan atas hidup manusia tidak berubah. Tuhan mengulangi mandat yang sama Tuhan berikan kepada Adam dan Hawa (Kej 1:28) kepada Nuh (Kej 9:1). Tuhan memberikan mandat untuk mendominasi dan menguasai bumi dengan memberikan perintah kepada mereka untuk beranak cucu dan bertambah banyak serta penuhi bumi.

Dalam terjemahan bahasa inggris dipakai kata

  1. Beranak cucu – Fruitful – פּרה (pârâh) = bicara tentang bertambah banyak secara kualitas (karakter). Orang tua pasti akan menurunkan kualitasnya sendiri kepada anak-anaknya itulah yang diistilahkan like father like son.
  2. Bertambah banyak – Multiply – – רבה (râbâh) – berbicara tentang bertambah banyak secara kuantitas.
  3. Penuhi – Replenish – מלא מלא (mâlê’ mâlâ’) = mengisi bumi. Dalam konteks ini mengisi kembali bumi yang telah dikosongkan oleh air bah.

INTERPRETATION

Perintah pertama ketika manusia diciptakan dan dijadikan, lalu perintah pertama setelah manusia dibinasakan lewat air bah kepada nuh adalah sama yaitu supaya manusia beranak cucu (fruitful), bertambah banyak (multiply) dan penuhi bumi (replenish). Mandat yang sama terus diberikan kepada manusia, membuktikan bahwa rencana Tuhan atas hidup manusia terus berjalan meski manusia gagal melakukannya. Kegagalan kita tidak dapat menggagalkan rencana Tuhan atas hidul kita.

Bicara tentang beranak cucu, bertambah banyak dan penuhi bumi. Tuhan tertarik kepada multiplikasi namun tidak hanya kepada kuantitas namun kepada kualitas dari yang dimultiplikasi. Bukan soal berapa banyak namun apa yang diperbanyak.

Bayangkan seorang yang sudah menjadi bapak namun anak-anaknya tidak ada satupun yang mirip dengan dia fisik, sifat dan karakternya pasti akan sangat mengecewakan. Jadi bukan soal berapa banyak kuantitas multiplikasi tetapi kualitas seperti apa yang dimultiplikasikan.

Dan mandat ini bukan hanya bisa dipenuhi oleh mereka yang sudah menikah saja namun juga oleh kita yang belum menikah. Itulah sebabnya di perjanjian baru Tuhan memberikan amanat agung kepada setiap kita bisa memenuhi mandat di atas secara rohani yaitu untuk memultiplikasi murid (seorang yang serupa Kristus), kita harus pergi, menjadikan semua bangsa murid, membaptis mereka dan mengajarkan segala sesuatu yang Yesus ajarkan. (Mat 28:19)

APPLICATION

Tujuan gereja dipakai di akhir zaman ini bukan cuma untuk memperbanyak jumlah jemaat sebanyak mungkin, tetapi menjadikan mereka serupa mungkin dengan Kristus. Untuk menjadi serupa Kristus itu bukan perkara satu dua hari, tetapi proses yang berlangsung seumue hidup kita. Dan itu memang membutuhkan waktu.

Untuk bisa berbuah maka dibutuhkan berakar dan bertumbuh. Maka untuk bisa melakukan mandat ini, maka tidak bisa tidak kita perlu tinggal berakar di dalam Kristus, karena hanya ketika kita tinggal di dalamNya kita bisa berbuah banyak dan tanpa Dia kita tidak mampu berbuat apapun.

Yohanes 15:4-5 (TB)
4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Semalam kita diingatkan tentang membangun mezbah hari ini untuk tinggal di dalam Kristus. Pesan yang senada yang mengingatkan pentingnya memiliki relasi dengan Tuhan.

PRAYER

Berdoa agar hidup kita bisa berbuah, bertambah banyak dan menjangkau dunia ini. Doa minta hati yang mengasihi Tuhan dan FirmanNya sehingga kita bisa berakar dan bertumbuh di dalam Dia.

Devotion

The Altar

SCRIPTURE
Kejadian 8:20-22 (TB)
20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.”
OBSERVATION
Di ayat inilah kali pertama kata “mezbah” disebutkan di dalam Alkitab. Nuh lah yang pertama sekali membangun mezbah. Nuh melihat akhir dari hukuman yang mengenaskan itu serta menyambut sebuah hari baru yang penuh harapan dan janji. Mendirikan mezbah merupakan tindakan mengungkapkan pujian dan syukurnya kepada Tuhan.
Kata mezbah berasal dari kata ibrani מזבּח (mizbêach) yang artinya tempat korban persembahan, kata ini berasal dari kata זבח (zâbach) yang artinya membantai atau menyembelih; mempersembahkan korban. Jadi mezbah adalah sebuah tempat persembahan korban. Mezbah juga bisa diartikan sebagai sebuah peringatan, artinya: untuk mengingatkan kembali pada suatu pengalaman pertemuan dengan Allah yang luar biasa (Mezbah menandai tempat-tempat pengembaraan para nenek moyang bangsa Israel: Kej 12:8; 14:4; 26:25; 33:20)
Dikatakan bau dari persembahan ini dicium Tuhan sebagai persembahan yang harum (ay. 21). Istilah Ibrani untuk harum adalah “menyenangkan,” ניחח ניחוח (nikhoakh), menyampaikan gagasan tentang istirahat dan ketenangan. Hal ini terkait dengan nama “Nuh” yang juga memiliki arti yang sama. Setelah itu dikatakan Tuhan berjanji tidak akan mengutuk bumi lagi karena manusia (ay. 21)
INTERPRETATION
Apa nilai pentingnya dari mezbah?
1. Mezbah adalah tempat pertemuan antara manusia dengan Tuhan.
Mezbah adalah tempat penyembahan. Dari tempat ini manusia menaikkan doa-doa kepada Tuhan dan Tuhan mencurahkan berkat-Nya kepada manusia. Dalam 1 Raja-raja 18:36-37 dikatakan, “Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata : “Ya Tuhan, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini. Jawablah aku, ya Tuhan, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahuim bahwa Engkaulah Allah, ya Tuhan, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali.” Setelah Elia membuat mezbah, ia mulai berdoa supaya api Tuhan turun. Mari kita memperbaiki doa dan penyembahan kita kepada Tuhan.
2. Mezbah adalah tempat melakukan peperangan rohani.
Elia menantang 450 nabi-nabi Baal yang mewakili Baal untuk bertanding, bertempur (mengadakan peperangan secara rohani) untuk membuktikan siapa Allah yang sebenarnya. Untuk itu Elia menantang nabi-nabi Baal itu, “…baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Akupun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api. Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan akupun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!(1 Raj. 18:23-24)
3. Mezbah adalah tempat di mana korban disembelih, diletakkan, dan dibakar.
Dalam 1 Raja-raja 18:32-33 dikatakan, “Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih. Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.” Sebenarnya tubuh kita ini adalah mezbah, di mana kita harus mempersembahkannya kepada Tuhan. Korban adalah sesuatu yang menyakitkan dan kadang-kadang tidak enak tapi itulah yang Tuhan mau untuk kita persembahkan kepada-Nya. Perbaiki cara-cara kita mempersembahkan korban kepada Tuhan.
4. Mezbah berbicara tentang unity (kesatuan)
Dalam 1 Raja-raja 18:31-32a dikatakan, “Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. –Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: “Engkau akan bernama Israel. — Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN.” Elia membuat mezbah dari 12 batu yang menggambarkan 12 suku Israel. Mezbah berbicara tentang kesatuan. Kita harus memperbaiki kesatuan kita kalau ingin mengalami mujizat dan kesembuhan. Kesatuan dimulai dari doa. Kalau mau bersatu maka kita harus sering berdoa bersama karena kesatuan itu dimulai dari roh, lalu jiwa dan tubuh.
5. Mezbah adalah tempat peringatan
Artinya: untuk mengingatkan kembali pada suatu pengalaman pertemuan dengan Allah yang luar biasa (Mezbah menandai tempat-tempat pengembaraan para nenek moyang bangsa Israel: Kej 12:8; 14:4; 26:25; 33:20)
APPLICATION
Dengan pentingnya mezbah ini maka ini yang harus kita lakukan:
  1. Mari kita memperbaiki mezbah kita (kehidupan doa dan penyembahan kita kepada Tuhan.)
  2. Jika anda mau melakukan peperangan rohani, perbaiki dan bangun mezbah dahulu. Jangan berperang tanpa persiapan.
  3. Tidak peduli seberapa baik persembahanmu, tanpa mezbah yang terbangun maka anda tidak dapat mempersembahkan korban persembahan di hadapan Tuhan. Jangan melayani tanpa membangun kehidupan doamu. Karena itu seperti korban persembahan tanpa altar/mezbah.
  4. Kalau mau bersatu maka itu harus dimulai dari kesatuan roh. Kita harus sering berdoa bersama karena kesatuan itu dimulai dari roh, lalu jiwa dan tubuh.
  5. Tidak ada pengenalan tanpa pengalaman. Miliki pengalaman rohani bersama Tuhan. Stop hidup dari kesaksian orang namun jadikan dirimu saksi yang mengalami Tuhan sendiri. Namun tanpa membangun mezbah kita tidak akan memiliki pengalaman rohani. Mezbah memegang peran krusial dalam usaha pengenalan kita akan Tuhan.
Setelah membangun mezbah maka persembahkanlah diri kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Tuhan (Roma 12:1). Biar hidup kita ini menjadi bau yang harum dicium Tuhan.
PRAYER
Berdoa agar hidup kita ini menjadi persembahan yang hidup, kudus dan berkenan (harum dicium Tuhan)
Devotion

7 Hari Lagi

SCRIPTURE

Kejadian 7:4 (TB) Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu.”

OBSERVATION

Berapa lama Nuh membangun bahtera?

Alkitab tidak secara khusus menyatakan berapa lama waktu yang dibutuhkan Nuh untuk membangun bahtera. Ketika nama Nuh pertama kali disebutkan di kitab Kejadian 5:32, dia berusia 500 tahun. Ketika Nuh memasuki bahtera, dia berusia 600 tahun. Waktu yang dibutuhkan untuk membangun bahtera akan tergantung pada jeda antara peristiwa di kitab Kejadian 5:32 dan Kej 6:14-21, ketika Allah memerintahkan Nuh untuk membangun bahtera. Kalau melihat disini berarti sekitar 100 tahun lamanya.

Namun kalau kita melihat dari Kejadian 6:3 kita akan menemukan petunjuk berharga.

Kejadian 6:3 (TB) Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”

Kata “tinggal di dalam” yang diterjemahkan oleh LAI, sebenarnya bukanlah itu makna yang sebenarnya. Kata tinggal di dalam ini ini berasal dari kata Ibrani דּוּן דּין (dı̂yn dûn) yang berarti “menghakimi“, “bertindak sebagai hakim“, “melaksanakan penghukuman“.

Ungkapan ini tidak berhubungan dengan usia seorang manusia yang harus ditempuh selama hidupnya namun berbicara tentang tenggang waktu yang diberikan Allah kepada manusia, yaitu selama 120 tahun. Manusia zaman itu diberi kesempatan untuk bertobat selama seratus dua puluh tahun sebelum Allah menghakimi mereka dengan banjir besar di era Nuh.

INTERPRETATION

Setelah 120 tahun berlalu, Allah memberi manusia penangguhan waktu selama 7 hari lagi, hal ini menunjukkan betapa Ia panjang sabar dan bahwa menghukum adalah pekerjaan-Nya yang Dia suka tangguhkan untuk memberi manusia lebih banyak waktu untuk bertobat. Akan tetapi, semua itu sia-sia. 7 hari ini dibuang-buang begitu saja, sama seperti hari-hari lainnya. Mereka terus merasa aman dan memuaskan hawa nafsu sampai pada hari ketika air bah datang.

Bandingkan dengan pertobatan kota Niniwe ketika penghukuman yang diberitakan oleh nabi Yunus diberitakan di kota itu maka dengan segera mereka percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa baik untuk oramg dewasa, anak-anak, bahkan ternak lalu mereka mengenakan kain kabung lalu meminta belas kasihan Tuhan agar tidak jadi menunggangbalikkan kota Niniwe (Yunus 3:4-9). Lalu Tuhan melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.

APPLICATION

Bertobat itu sekarang bukan nanti. Nanti adalah tanda bahwa kita masih mengeraskan hati. Tidak ada waktu terbaik untuk bertobat selain SEKARANG! Jangan TUNDA pertobatanmu, karena kita tidak tahu berapa lama lagi waku yang kita punyai.

Waktu-waktu ini sangatlah singkat temanku. Mengetahui tinggal berapa lama lagi waktu yang kita punyai pun tidak serta merta membuat orang bertobat sama seperti orang yang hidup di zaman Musa. Dan Firman Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa zaman ini pun seperti zamannya Musa.

Matius 24:37-39 (TB)
37 “Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
38 Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,

39 dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Waspadalah dengan kondisi manusia di akhir zaman ini: (2 Tim 3:1-9) manusia akan:

  1. Mencintai dirinya
  2. Menjadi hamba uang
  3. Membual menyombongkan diri
  4. Memfitnah
  5. Memberontak kepada orang tua
  6. Tidak tahu berterima kasih
  7. Tidak peduli agama
  8. Tidak tahu mengasihi
  9. Tidak mau berdamai
  10. Suka menjelekkan orang
  11. Tidak dapat mengekang diri
  12. Garang
  13. Tidak suka yang baik
  14. Suka mengkhianat
  15. Tidak berpikir panjang
  16. Berlagak tahu
  17. Lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
  18. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya.
  19. Walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran karena akal mereka bobrok dan iman yang tidak tahan uji.

Kita sudah banyak melihat manusia dengan kualitas di atas ada di mana-mana sekarang dan bahkan kualitas ini semakin dikatakan “normal”. Waktunya tidak lama lagi. Bertobatlah !

Bahtera ini adalah gambaran dari Yesus, yaitu rencana keselamatan yang Tuhan rancangkan dalam hidup kita. Undangan yang sama yang diberikan kepada Nuh dan keluarganya (Kej 7:1) melalui kalimat “masuklah ke dalam bahtera itu” juga dialamatkan kepada setiap kita dan bukan cuma kita namun juga seisi rumah kita (Kis 16:31). Maukah engkau meresponi anugerahNya sekarang? Hanya Yesus yang bisa menyelamatkan kita dari hukuman kekal. Inilah saatnya, inilah waktunya!

PRAYER

Berdoa minta Roh Kudus menyelidiki hati kita untuk menyingkapkan apa yang masih terselubung yang harus kita ubah karena tidak ada yang tersembunyi di hadapanNya.