Devotion

Manna Sorgawi

SCRIPTURE

Keluaran 16:13-15, 31 (TB)
13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.
14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.
15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.

31 Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.

OBSERVATION

Manna diberikan menjadi makanan pokok bangda Israrl selama 40 tahun lamanya (ay. 35). Bentuknya sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi (ay.14), warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu (ay. 31).

INTERPRETATION

Yesus Kristus memakai manna, yaitu ‘roti yg turun dari sorga’, sebagai lambang diriNya sendiri, yaitu roti hidup yang sesungguhnya, dan mempertentangkan bayangan dengan realitas: ‘Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati’ (Yohanes 6:49), tapi Dia dapat berkata, ‘Aku-lah roti hidup yg telah turun dari sorga. Jika seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya’ (Yohanes 6:35,51) Hidup yg kekal bisa diperoleh seseorang hanya karena kematian Yesus.

APPLICATION

Sama seperti fisik membutuhkan makanan, begitu juga dengan roh kita. Firman Tuhan adalah manna bagi roh kita. Sudahkah anda menjadikan pembacaan alkitab lengkap dari kejadian-wahyu menjadi salah satu resolusi anda di tahun ini? Mungkin anda telah memulai dengan semangat namun semamngat saja tidak cukup untuk menyelesaikannya, dibutuhkan komitmen. Ayo kita berkomitmen untuk menyelesaikan pembacaan alkitab dari kejadian-wahyu di akhir tahun ini.

PRAYER

Berdoa agar kita diberikan hati yang mengasiji dan mencintai Firman Tuhan. Minta pimpinan Roh Kudus untuk menolong kita mengerti dan melakukan Firman Tuhan dalam hidup kita.

Advertisements
Devotion

Menghadapi Pahitnya Kehidupan

SCRIPTURE
Keluaran 15:22-25 (TB)
22 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air.
23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: “Apakah yang akan kami minum?”
25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,
OBSERVATION
Kata Mara adalah kata serapan dari bahasa Ibrani yaitu מרה (mârâh) yang memang artinya adalah pahit.
INTERPRETATION
Orang Israel yang baru saja selamat dari kejaran Firaun dan pasukannya harus berjalan 3 hari tanpa air minum (ay.22) lalu menemukan mata air namun malah airnya pahit. Baru selesai satu datang lagi permasalahan yang lain. Hidul mereka terasa pahit.
Dalam hidup kita mengikuti Tuhan seperti bangsa Israel ini, mungkin juga kita merasakan pahitnya hidup ini. Ada orang yang karena benci menjadi kepahitan dengan orang lain, ada yang merasa hidupnya pahit karena hidupnya penuh dengan kesusahan. Yang pastinya tidak ada jaminan bahwa kita tidak akan mengalami pahitnya hidup ketika kita berjalan dengan Tuhan. Nah pertanyaannya kalau pahitnya hidup tetap bisa kita rasakan, respons terbaik apa yang bisa kita lakukan?
APPLICATION
Dari perikop di atas kita belajar bahwa dalam menghadapj pahitnya hidup kita memiliki 2 pilihan yaitu:
  1. Bersungut-sungut (ay. 24)
  2. Berseru-seru kepada Tuhan (ay. 25)
Manakah yang akan kita pilih? Ingat bahwa setiap pilihan akan membawa kita kepada akibat.
Musa memilih berseru kepada Tuhan daripada bersungut-sungut. Sikap seperti ini menuntunnya kepada sebuah petunjuk yang tidak masuk akan atas solusi dari permasalahan yang mereka hadapi
Air yang pahit harusnya butuh gula supaya bisa terminum namun Tuhan malah menunjukkan sepotong kayu. Lalu Musa taat melemparkan potongan kayu itu ke air itu lalu air itu menjadi manis.
Kalau kita pikir pakai akal sehat dan logika jangankan mengubah pahit menjadi manis, mengubah pahit menjadi menjadi tawar saja itu sudah luar biasa. Namun Tuhan sanggup melakukan hal yang diluar pemikiran dan perkiraan kita. Ia tidak hanya mampu membuat menjadi tawar namun bahkan manis.
Ketaatan Musa juga menuntun kepada Mujizat. Meski tidak masuk akal Musa tetap taat melemparkan sepotong kayu itu ke air yang pahit. Seringkali untuk mengalami mujizat kita perlu taat kepada FirmanNya. Meski terkadang tidak masuk di akal, namun taatlah karena ketaatan tidak butuh masuk akal namun kerendahan hati untuk percaya saja.
Ketika kita mengalami pahitnya hidup maka janganlah bersungut-sungut namun berserulah kepada Tuhan dan taatlah kepada Firman yang Ia berikan. Maka kita akan mengalami mujizat dari hidup yang pahit akan menjadi hidup yang manis.
PRAYER
Bersyukur karena Ia sanggup memaniskan pahitnya kehidupan kita. Minta hati yang mau taat kepada FirmanNya.
Devotion

You Need Only To Be Still

SCRIPTURE

Keluaran 14:14 (TB) TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja.”

Exodus 14:14 The LORD will fight for you; you need only to be still. ”

Exodus 14:14 (NKJV) The Lord will fight for you, and you shall hold your peace.”

OBSERVATION

Keadaan bangsa Israel terdesak ditengah-tengah, karena di depan ada Laut Teberau dan dibelakang ada Firaun dan Pasukannya sebanyak 600 kereta. Namun Tuhanlah yang beperang melawan pengejaran Firaun dan orang-orang Mesir di belakang mereka.

INTERPRETATION

Apa reaksi kita ketika kita terdesak ditengah-tengah pergumulan hebat? Kebanyakan Orang Israel mengeluh dan menyesal telah keluar dari Mesir. Namun ketika Tuhan menenggelamkan Firaun dan seluruh pasukannya di laut teberau barulah takut bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu. (Keluaran 14:31). Bagaimana dengan kita apakah kita akan menyalahkan Tuhan dan menyesal mengikuti Dia?

APPLICATION

Mari kita belajar seperti apa yang dikatakan Musa kepada bangsa Israel ketika mereka berada di kondisi tedesak (ay. 13):

  1. Jangan takut
    • Rasa takut akan membuat orang sekuat apapun menjadi lemah.
    • Tuhan tidak pernah memberikan kepada kita roh ketakutan. 2 Timotius 1:7 (TB) Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
    • Damai sejahtera dihati (peace) adalah bukti rasa percaya kita kepada kuasaNya
  2. Berdirilah tetap
    • Terjemahan lain menggunakan kata be brave (CEV), have no fear (BBE), Confident (AMP)
  3. Lihatlah keselamatan dari Tuhan
    • Memiliki harapan dan rasa percaya bahwa Tuhan akan turun tangan menolong.

PRAYER

Bersyukurlah karena di tengah pergumulan kita Ia akan menolong kita. Mintalah damai sejahtera Kristus yang melampaui akal pikiran itu yang memerintah dalam hidup kita.

Devotion

Jalan Memutar

SCRIPTURE
Keluaran 13:17-18 (TB)
17 Setelah Firaun membiarkan bangsa itu pergi, Allah tidak menuntun mereka melalui jalan ke negeri orang Filistin, walaupun jalan ini yang paling dekat; sebab firman Allah: “Jangan-jangan bangsa itu menyesal, apabila mereka menghadapi peperangan, sehingga mereka kembali ke Mesir.”
18 Tetapi Allah menuntun bangsa itu berputar melalui jalan di padang gurun menuju ke Laut Teberau. Dengan siap sedia berperang berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir.
OBSERVATION

Faktanya meski ada jalan pintas melalui negeri orang Filistin, namun Ia memimpin mereka berputar melalui jalan yang penuh rintangan berupa padang gurun yang harus dilintasi dan Laut Teberau yang harus diseberangi. Tuhan memiliki pertimbangan sendiri. Dia tidak ingin mereka menyesal dan kembali ke Mesir karena harus menghadapi pencobaan yang tidak dapat mereka tanggung (peperangan dengan orang Filistin, yang kuat dan suka berperang dengan senjata yang lengkap).

INTERPRETATION

Mengapa kadang Tuhan menuntun hidup kita dengan cara dan ke arah yang sulit kita mengerti? Tentu karena Dia lebih tahu apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan kita, sehingga apapun bentuk tuntunan-Nya pasti terbaik.

Bangsa Israel mengalami hal yang sama. Tuhan tidak langsung memimpin mereka melalui tanah Filistin yaitu jalan tercepat untuk sampai ke tanah perjanjian. Sebaliknya Tuhan tahu meski mereka sudah merdeka sjecara fisik namun mentalitas mereka masih budak yang belum siap dan terlatih untuk berperang

Walaupun perjalanan mereka agak berputar, ncamun Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka. Tuhan hadir melalui tiang awan pada siang hari (ayat 21-22) supaya mereka tidak kepanasan dan tiang api pada malam hari supaya mereka tidak kedinginan (di padang gurun perubahan suhu pada siang dan malam hari biasanya sangat tajam).

APPLICATION

Dari kisah ini shaya mendapatkan beberapa kesimpulan:

  1. Tuhan mengetahui kekuatan dan kelemahan kita. I tidak akan memberikan kita pergumulan yang tidak dapat kita tanggung.
  2. Meski kita harus berjalan ke arah dan cara yang sulit untuk dimengerti, penyertaanNya akan selalu ada di dalam hidup kita.
  3. Libatkan Tuhan dalamb setiap perencanaan dan pergumulan kita. Ingat bahwa kita tidak mampu berjalan sendiri. Berjalan tanpa penyertaanNya adalah sebuah usaha bunuh diri.

1 Korintus 10:13 (TB) Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

PRAYER

Percayakanlah hidupmu kepada Tuhan karena Ia adalah Allah yang akan menyertai dan meluputkan kita di di masa yang tidak kita mengerti.

Devotion

Paskah Untuk Semua

SCRIPTURE
Keluaran 12:27 (TB) wait maka haruslah kamu berkata: Itulah korban Paskah bagi TUHAN yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir, ketika Ia menulahi orang Mesir, tetapi menyelamatkan rumah-rumah kita.” Lalu berlututlah bangsa itu dan sujud menyembah.
OBSERVATION
Kata paskah dalam bahasa aslinya adalah פּסח (pâsach) yang artinya melewati (pass over) dengan makna menyelamatkan. Orang Yahudi memperingati Paskah sebagai hari raya pembebasan umat Israel dari perbudakan di Mesir, dengan penyembelihan anak domba dan pengolesan darah anak domba itu di tiang pintu rumah mereka (lih. Kel. 12:1-49; Bil. 9:2-6; Ul. 16:1-6). Kita sekarang juga memperingati Paskah sebagai hari kebangkitan Yesus.
INTERPRETATION
Yesuslah yang menjadi Anak Domba Allah yang disembelih (disalibkan) bagi kita. DarahNya membuat Allah melewati dan meluputkam kita dari hukuman yang harusnya juga kita terima. Yang menarik disini ternyata Paskah tidak cuma ekslusif milik orang Israel namun yang ikut melakukan Paskah juga orang asing yang ikut keluar bersama bangsa Israel (ay. 38). Tuhan juga mengijinkan orang asing merayakan paskah hanya saja mereka harus disunat terlebih dahulu (ay. 48). Sunat di masa dulu mempunyai arti kebangsaan. Bahwa sunat bersifat kebangsaan, yang mencirikan keanggotaan bangsa Israel. Namun sunat sekarang memiliki makna rohani yaitu lambang pertobatan sejati, yakni pemutusan hubungan total dengan dosa.
APPLICATION
Ingatlah bahwa penebusan Tuhan itu adalah untuk semua orang termasuk keluarga kita. Jika ada yang dari keluarga kita yang belum percaya kepada Yesus mari kita berdiri diantara mereka dengan Tuhan dan berdoa untuk mereka agar hati mereka dilembutkan dan dijamah Tuhan. Tahun ini mati kita bawa orang tua dan suadara saudari serumahbkita dihadapan Tuhan. Tuhan sanggup melembutkan hati sekeras apapun. Maukah anda mendoakan keluarga anda sampai mereka percaya kepada Tuhan?
Kisah Para Rasul 16:31 (TB) Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.”
PRAYER
Bawa nama orang tua dan saudara saudari kita ke hadapan Tuhan. Setiap hari dengan tekun kita berdoa agar Roh Kudus menjamah hati mereka. Berdoa agar kita dapat menjadi saksi Kristus di rumah kita melalui perkataan dan perbuatan kita.
Devotion

Salah Cari Lawan

SCRIPTURE
Keluaran 11:1 (TB) Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Aku akan mendatangkan satu tulah lagi atas Firaun dan atas Mesir, sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi dari sini; apabila ia membiarkan kamu pergi, ia akan benar-benar mengusir kamu dari sini.
OBSERVATION

Tulah pertama sampai ke sepuluh membuktikan bahwa kuasa Tuhan itu melampaui ilah-ilah Mesir. Tidak ada satupun usaha Firaun yang berhasil ketika berhadapan dengan Tuhan. Dan puncaknya adalah di tulah ke sepuluh ini Tuhan sendiri yang turun berjalan di tengah-tengah Mesir waktu tengah malam.

INTERPRETATION

Menjadikan Tuhan sebagai lawan adalah hal terbodoh yang bisa dilakukan seorang manusia. Hasil akhirnya sudah pasti Tuhanlah yang menang. Firaun salah mencari lawan. Mungkin dia mengira ilah-ilah Mesir itu mampu membawa dia mengimbangi kuasa Tuhan. Dia bahkan mengeraskan hatinya menentang titah Tuhan untuk membiarkan bangsa Israel keluar dari Mesir.

Mengeraskan hati adalah bentuk perlawanan. Jika anda mengeraskan hati terhadap Firman itu artinya kita sedang melawan Sang Firman itu sendiri. Bagaimankah respons kita ketika kita mendengar Firman yang tajam menusuk amat dalam dalam hati kita, dan kita tahu bahwa kitalah yang sedang dimaksudkan oleh Firman itu? Apa respons kita terhadap Firman yang menegur dan menelanjangi kesalahan kita?

APPLICATION

Ketika kita ditegur oleh Firman Tuhan, belajarlah untuk tidak langsung membela diri dengan mencari alasan, atau bahkan mengkambinghitamkan keadaan atau orang lain. Cobalah jujur dengan diri kita apakah benar yang disampaikan Firman kepada kita itu? Kalau iya benar berrobatlah dengan hati yang hancur hati. Bersyukurlah karena Tuhan menyesah orang yang dikasihiNya. Ia akan mengatakan apa yang perlu kita dengar bukan apa yang ingin kita dengar.

Ibrani 12:5-6 (TB)
5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;

6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

Jangan anggap enteng teguran Tuhan dan juga jangan terlalu bersedih hilang harapan ketika kita ditegurNya. Ia menegur dan menghajar kita karena Ia mengasihi dan mengakui kita sebagai anakNya.

PRAYER

Bersyukurlah atas setiap teguran yang Tuhan berikan melalui FirmanNya. Mintalah hati yang lembut dan rendah hati seperti Yesus.

Devotion

My Resolution (How To Set)

Kisah Para Rasul 12:12 (TB)

Dan setelah BERPIKIR SEBENTAR, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa.

Ayat di atas terjadi setelah Petrus keluar dari penjara dengan cara yang ajaib yakni atas bantuan seorang malaikat yg membangunkan lalu kemudian melepaskan semua belenggu dan membawanya keluar dari penjara.
Hal pertama yang dilakukan Petrus ketika dia keluar dari penjara secara ajaib adalah dia berpikir sebentar untuk membuat rencana apa yang akan dia lakukan. Tahukah anda bahwa membuah rencana adalah hal yang sangat rohani yang bisa kita lakukan.
Allah memiliki rencana dalam hidup kita sebelum kita diciptakan (Kej 1:26). Yesus datang pun adalah rencana penyelamatan dari Bapa sehingga setiap orang percaya kepadaNya diselamatkan (Yoh 3:16). Bahkan Yesus dalam pelayanannya di bumi juga membuat rencana dan tidak cuma asal ngeflow aja. Yesus sudah merencanakan untuk dengan sengaja tinggal lebih lama ketika mendengar lazarus sakit.
Yohanes 11:6-7 (TB)
6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, IA SENGAJA TINGGAL dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;
7 tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Mari kita kembali lagi ke Yudea.”
Bahkan Yesus bergerak dengan time frame yang jelas. Dia tahu kapan dan dimana dia harus melayani. Yesus tidak hidup dengan ngeflow aja. So sebagai murid (imitator dari sang guru) kita pun harusnya mempunyai rencana dalam hidup dan tidak asal ngeflow saja.
Ada kutipan yang berkata “Jika engkau gagal merencanakan, maka engkau merencanakan untuk gagal”. sebuah kutipan yang mengingatkan kita bahwa Tuhan memberikan kita akal budi supaya kita juga bisa membuat rencana dan goal setting kita.
Membuat rencana bukan berarti menggantikan rencana Tuhan. Namun bergumul agar rencanaNyalah yang kita lakukan dlm hidup kita. So mari kita gumulkan apa yang menjadi kehendakNya untuk kita capai di tahun ini bersama Tuhan. Belajar peka apa yang Tuhan mau kita capai di tahun ini. Bukan cuma apa yang kita mau capai. Dan yang terpenting Jangan lupakan Tuhan dalam perencanaanmu.
Yakobus 4:13-15 (TB)
13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: “Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung”,
14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
15 Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”
So melalui kesempatan malam hari ini ko mau mengingatkan bagi kita yang mungkin belum buat resolusi kita di tahun ini untuk bisa membuatnya. Dan untuk yang belum mengerti bagaimana membuatnya maka ko akan memberikan pedoman dan pertanyaan utk bisa membantu kamu untuk menyusun resolusi di tahun ini. Ini cuma beberapa saja. Pertanyaannya bisa anda tambahakan sendiri.
Ada 6 Area Resolusi yang akan kita buat:
  1. Spiritual
  2. Personal development
  3. Financial
  4. Relationship
  5. Physical health
  6. Emotional
GOAL SETTING

#1. SPIRITUAL

  • Mau perkembangan rohani sperti apakah yg akan anda rindu miliki di tahun ini?
  • Sudahkah anda membaca alkitab rutin? Pernahkah anda menyelesaikan pembacaan alkitab dari kejadian-wahyu? Kapan anda mulai? Renungan harian apakah yang anda mau gunakan untuk saat teduh di tahun ini?
  • Apakah anda pernah berpuasa? Puasa berapa x seminggu? Untuk hal apa kamu puasa?
  • Pernahkah anda bersaksi kepada orang lain? Pernahkah anda tergerak untuk bersaksi kepada orang lain? Kepada siapa? Kapan akan mulai bersaksi?
  • Pernahkah anda memuridkan(membina) orang lain? Apakah anda mau belajar bagaimana cara untuk bisa memuridkam orang lain? Anda mau minta dimentor oleh siapa sehingga anda dapat belajar? Kapan memulainya?
  • Dosa/keterikatan/kebiasaan buruk apa yang anda masih lakukan? Kapan anda mau terbuka kepada saudara rohani agar anda bisa didoakan dan mengalami kelepasan?
  • Sudahkah anda terlibat dalam pelayanan? Pelayanan sperti apa yang sesuai dengan karunia anda?
  • Apakah anda sudah terlibat dalam KESAN (Kelompok Saling Memperhatikan? Kalau belum kapan anda akan terlibat?
  • Sudahkan anda mengikuti kelas pemuridan DK (Dasar Kekristenan) dan HB (Hidup Berjemaat)? Kalau belum kapan anda akan mengikutinya? Sudahkan anda covenant? Apakah anda mengerti artinya tertanam di gereja lokal? Kapan anda mau mencari pemimpin rohani anda untuk bisa membantu anda dalam bergumul tertanam di gereja lokal kita?
  • Sudahkah anda mengambil keputusan untuk dibaptis? Kalau belum maukah anda meminta pemimpin rohani anda untuk menjelaskan pentingnya arri baptisan? Dan kapan?
  • Berapa banyak ayat alkitab yang anda hapal? Maukah anda memulai untuk mengingat minimal 1 ayat baru dalam 1 minggu?
#2. PERSONAL DEVELOPMENT

  • Mau menjadi pribadi seperti apakah aku?
  • Pernahkah anda baca buku apa saja yang menambah nilai pada hidup anda? Berapa banyak buku yang anda rencanakan untuk anda baca tahun ini? Buku seperti apa yang anda mau baca?
  • Pernahkah mengikuti seminar/konfrensi/pelatihan tertentu? Seminar/konfrensi/pelatihan seperti apa yang harus saya ikuti di tahun ini?
  • Apakah anda punya hobi? Hobi apa yang harus saya ambil untuk bisa mengembangkan kemampuan anda?
  • Sudahkan anda cukup berintegritas? Bagaimana anda melatih integritas anda?

#3. FINANCIAL

  • Apakah anda Stewardship/pengelola keuangan yang baik? Bagaimana anda memperlengkapi diri anda supaya bisa mengelola keuangan lebih baik?
  • Sudahkan anda memiliki perencanaan keuangan berupa investasi sekarang? Investasi seperti apa yang mau anda lakukan di tahun ini?
  • Apakah ada hal yang ingin anda beli yang menjadi kebutuhan anda saat ini? Apakah anda sudah merencanakan rencana/tabungan untuk hal itu?
  • Sudah disiplinkah anda dalam memberikan perpuluhan dan persembahan?
  • Apakah anda punya utang? Apa rencana anda untuk melunasinya? Kapan rencana pelunasannya dilakukan?
  • Apakah anda punya gaya hidup konsumerisme? Kebutuhan atau keinginan yang mempengaruhi hidup anda? Apakah anda boros?
  • Apakah anda sudah punya tabungan?

#4. RELATIONSHIP

  • KELUARGA
    • Bagaimana relasi anda dengan ortu anda? Cukup dekatkah atau malah asing satu sama lain? Apa yang anda mau lakukan untuk bisa memperbaikinya?
    • Apakah ada konflik dalam keluarga yang masih belum terselesaikan? Maukah anda merendahkan hati untuk memulai tindakan meminta maaf dan mengampuni apabila ada kesalahan?
    • Pernahkah anda mentraktir ortu anda utk makan atau berwisata? Rencanakanlah mengajaknya makan di hari ultahmu dengan menabung dahulu sebelumnya.
    • Bagaimana relasimu dengan saudara/saudarimu? Kalau tidak dekat apa yang akan anda lakukan di tahun ini untuk memperbaikinya?
  • PASANGAN HIDUP
    • Sudahkah anda menyusun kriteria calon pasangan hidupmu? Apakah ada Relasi yang harus anda mulai di tahun ini? Kalau belum waktunya, maukah anda berkomitmen untuk bersabar menunggu waktu yang tepat baru memulai relasi itu?
    • Kalau sudah berencana untuk masuk dalam relasi yang lebih serius. Kapankah anda akan mengenalkannya ke ortu? Mengenalkannya ke pemimpin rohani untuk meminta covering? Maukah anda membangun relasi yang menjadi contoh bagi generasi ini? Apa yang anda lakukan supaya anda bisa menjadi contoh bagi generasi ini dalam hal membangun relasi dengan lawan jenis anda?
  • PERTEMANAN
    • Apakah ada pertemanan yang harus saya akhiri karena dampaknya yang buruk dalam hidup kita?
    • Adakah konflik yang perlu kita selesaikan dalam pertemanan kita?
    • Apakah anda punya teman? Kalau belum apakah anda mau memulai untuk berteman dengan orang disekitarmu? Apa rencanamu u tuk bisa berteman dengan orang lain?
    • Apa anda pernah melihat seseorang yang tidak punya teman? Pernahkah terpikirkan untuk menjadi temannya? Apa yang anda lakukan untuk bisa menjadi temannya?
  • DIRI SENDIRI
    • Pernahkah anda memikirkan diri anda sendiri? Membeli baju bukan untuk pelyanan namun karena engkau suka?
    • Pernahkah anda liburan ke luar kota, luar pulau maupun luar negri? Adakah rencana kesana? Dan apa yang anda harus siapkan untuk hal itu?
    • Pernahkah anda menabung untuk membeli barang yang anda mau beli? Apa itu?
    • Adakah hal yg membuat anda kecewa dan tidak bisa terima tentang diri anda? Maukah anda terbuka untuk mencwritakannya kepada pemimpin rohanimu dan kapan?

#5. PHYSICAL HEALTH

  • Bagaimana meningkatkan kesehatan tahun ini?
  • Makanan apa yang harus saya kurangi tahun ini?
  • Apa berat badan ideal anda? Bagaimana mencapai berat ideal anda?
  • Apakah anda rutin berolahraga setiap minggu? Kalau belum kapan anda mau melakukannya, anda bisa mengikuti gym, kelas renang, jogging, komunitas sepeda atau apa saja yang bisa membuat ansa bergerak.
  • Bagaimana dengan jam tidur anda? Apakah anda mengalami kesulitan tidur malam? Menurut anda apakah yang mengakibatkan hal itu bisa terjadi? Apakah gadget membuatmu susah tidur pada malam hari? Bagaimana mengatasinya?

#6. EMOTIONAL

  • Bagaimana saya meletakkan diri dalam situasi yang sulit sehingga saya bisa bertumbuh?
  • Apakah saya memiliki karakter dari 9 buah Roh? (Kasih, sukcaita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri)
  • Apa yang harus saya selesaikan di tahun ini berhubung dengan kekecewaan, kehilangan, kemarahan, kegagalan, rasa bersalah, tidak dipedulikan oleh orang lain?
  • Adakah tabiat negatif sperti pemarah, malas, curigaan, tidak aman, kepahitan, iri hati yang masih ada dalam hidup kita? Apa rencana anda untuk memperbaikinya?

Anda sudah pernah membuat resolusi namun gagal dalam mencapainya? Coba perhatikan apakah anda telah membuat resolusi yang sudah memenuhi unsur S.M.A.R.T di dalamnya.

Dalam pembahasan “Goal Setting” yang ditulis oleh Christov terdapat kriteria penyusunan target (goals): SMART, yaitu:

– S-pecific (khusus dan jelas).
– M-easurable (dapat diukur).
– A-ttainable (dapat dicapai).
– R-ealistic (realistis).
– T-angible (konkrit).

Berikut penjelasannya:

1. Specific (khusus dan jelas): kita ingin tercapai dan jelas kita perlu menuliskannya pada selembar kertas. Bahkan untuk membuat impian kita semakin jelas, kita dapat memberitahukan impian kita pada sejumlah orang terdekat (inner circle) kita.

Selain membuat impian kita menjadi jelas, kita memiliki tim pendorong dan pendukung sehingga bisa memacu kita mencapai impian kita. Selain inner circle kita, kita juga perlu membuat impian sukses kita semakin jelas dengan mengikutsertakan 1 Pribadi terdekat kita: Roh Kudus. Ya, inilah tim pendorong dan pendukung yang akan selalu beserta kita, bahkan jika kita membuat impian sukses yang keliru, Penolong ini akan mengingatkan dan mengoreksi kita.

Yohanes 14:16: Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

Ya, orang-orang terdekat kita bisa sibuk dan walaupun mereka mungkin ingin selalu mendukung dan mendorong kita, namun mereka juga memiliki hal yang perlu mereka kerjakan. Sementara Roh Kudus, Ia bekerja senantiasa, Ia selalu ada untuk kita. Ya, Ia merupakan Pribadi Allah sendiri yang diberikan kepada kita oleh Bapa berdasarkan permintaan Tuhan Yesus untuk menyertai kita selama-lamanya.

2. Measurable (dapat diukur): untuk dapat diukur pertama-tama kita perlu tetapkan ukuran impian sukses kita. Ukuran sukses yang paling mudah memang dari dampak sukses itu: kekayaan, nama besar, kekuasaan, kepopuleran, dan seterusnya. Namun hal-hal itu merupakan ukuran yang kesekian dari sukses yang sesungguhnya. Sukses yang sesungguhnya pertama-tama justru diukur dari tercakupnya semua aspek kehidupan di dalamnya.

Jadi untuk mencapai impian sukses dalam dunia bisnis dan pekerjaan, pertama kita bergerak dari luasnya cakupan aspek kehidupan di dalamnya. Semakin banyak aspek kehidupan yang terjaga dan tertata baik dalam hidup kita, semakin impian sukses kita itu teraih.

Jika hubungan Anda dengan Tuhan tidak baik, sebanyak apapun uang Anda itu belum bisa dikatakan sukses. Jika hubungan Anda dengan keluarga merenggang, sebanyak apapun kekuasaan Anda itu belum bisa dikatakan sukses. Jika hubungan Anda dengan sahabat Anda tidak baik, sebesar apapun nama Anda dikenal orang itu belum bisa dikatakan sukses. Jika hubungan Anda dengan rekan bisnis dan rekan kerja memburuk, sepopuler apapun Anda itu belum bisa dikatakan sukses. Jika hubungan Anda dengan orang lain tidak harmonis, sehebat apapun Anda dalam bisnis dan pekerjaan Anda itu belum bisa disebut sukses.

Memang ukuran lima aspek ini sifatnya kualitatif, tetapi dapat dirasakan baik atau tidak baiknya sehingga walaupun tidak dapat diukur dengan angka, tetapi dapat diukur dengan rasa. Walaupun sifatnya relatif, jelas kalau hubungan kita tidak baik dengan seseorang maka kita tidak akan mengatakan hubungan kita baik bukan?

3. Attainable (dapat dicapai): impian sukses hanya sekedar impian sukses jika tidak bisa dicapai. Ya, miliki impian yang memang dapat dicapai. Contoh: seorang insinyur pertanian ingin menjadi dokter bedah. Mungkinkah itu dicapai? Tidak, kecuali jika yang bersangkutan menempuh pendidikan lagi sebagai dokter bedah.

Untuk itu, impian sukses yang kita tetapkan jelas harus melihat pada diri kita. Apakah bagian kita? Apakah kemampuan kita?

1 Korintus 3:6: Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.

Jadi ada bagian masing-masing dan perlu diingat supaya impian sukses dapat dicapai, selain memang mengerjakan bagian kita, juga perlu peran serta Allah di dalamnya. Seperti yang sudah dijelaskan dalam poin 1, jika Roh Kudus menyertai kita maka impian sukses kita akan dapat kita capai.

4. Realistic (realistis): impian sukses kita harus realistis. Jadi, pastikan impian sukses kita itu memang sanggup kita wujudkan.

Memperoleh kekayaan itu wajar, bahkan Tuhan ingin kita hidup sejahtera namun ingin mendapatkan kekayaan dalam waktu singkat ini tidak benar dan tidak realistis.

Amsal 28:20: Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.

Hal yang realistis adalah bila kita hidup berdasarkan Amsal 13:11. Jadi jangan ingin cepat menjadi kaya dalam sekejap. Sukses itu proses, bukan instan. Realistislah dalam impian sukses Anda!

5. Tangible (konkrit): impian sukses Anda harus konkrit dan berwujud. Jadi jangan sekedar impian sukses semata. Jangan sekedar angan-angan sukses semata. Kita wajib memiliki impian sukses yang besar, namun bukan berhenti hanya di situ. Kita wajib mewujudnyatakan hal itu menjadi sesuatu yang nyata.

Yakobus 2:22: Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Tanpa diwujudnyatakan (tanpa perbuatan), maka impian sukses (iman)

hanya akan tinggal menjadi impian sukses (iman).

Yakobus 2:26: Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Impian sukses (iman) yang tidak diwujudkan (tanpa perbuatan) akan lenyap (mati). Inginkah Anda melihat impian sukses Anda lenyap? Kalau tidak, bertindaklah untuk mewujudkan impian sukses Anda.

Reach your dreams! Selamat meraih impian Anda bersama dengan Tuhan! Tuhan Yesus memberkati.