Devotion

Kuduslah Kamu

SCRIPTURE

Imamat 20:26 (TB) Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.

OBSERVATION

Dasar perintah Tuhan meminta kita kudus ada 2 yaitu:
  1. Karena Ia adalah Kudus, kita diciptakan dan dientuk segambar dan aerupa denganNya so kita pun harusnya memancarkan gambar yang sama denganNya yaitu hidup kudus.
  2. Karena kita ini milikNya.

INTERPRETATION

Dasar dari kekudusan kita adalah karena kita ini milik-Nya. Hubungan kepemilikan ini biasanya digambarkan dengan hubungan suami-istri. Suami dan istri saling memiliki. Jika umat-Nya menyembah kepada ilah lain, hal ini dilambangkan dengan seorang istri yang berzina dengan pria lain. Sering digambarkan, bahwa Tuhan itu adalah Allah yang cemburu. Cemburu di sini bukanlah iri (envy), melainkan jealous. Cemburu yang terjadi karena kepemilikan yang “dicuri” atau “hilang”. Allah yang Maha Kasih menginginkan milik-Nya kembali kepada diri-Nya yaitu, dalam bentuk hidup kudus seperti Allah yang kudus!

APPLICATION

Respons yang seharusnya kita berikan kepada Tuhan -sebagai pemilik hidup yang menuntut kita untuk hidup kudus- ialah menjalani hidup kudus karena kita ingin membalas kasih-Nya. Maka marilah kita memeriksa diri, dari berbagai peraturan hidup kudus yang dipaparkan di perikop ini, adakah kita telah melanggar salah satunya? Ingatlah bahwa kita sudah menjadi milik Allah oleh pengorbanan Kristus di salib. Dialah Pemilik hidup kita. Dia cemburu kalau kita memilih bermain-main dengan dosa.

PRAYER

Bersyukur karena Ia mengasihi kita dan kita ini milikNya. Berdoa minta hati yang ,au hidup kudus karena kita mengasihiNya bukan karena takut kehidlangan berkat dan keselamatan dariNya
Advertisements
Devotion

Terus Terang – Terang Terus

SCRIPTURE

Imamat 19:17-18 (FAYH)
17 “Janganlah kamu membenci saudaramu di dalam hatimu. Tegorlah orang yang salah secara terus terang supaya kamu jangan turut dipersalahkan.
18 Janganlah kamu membalas dendam atau menaruh dendam, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri; karena Akulah Yahweh, TUHAN.
Imamat 19:17-18 (BIMK)
17 Jangan dendam terhadap siapa pun. Bereskanlah perselisihanmu dengan siapa saja, supaya kamu tidak berdosa karena orang lain.
18 Jangan membalas dendam dan jangan membenci orang lain, tetapi cintailah sesamamu seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Akulah TUHAN.

OBSERVATION

Dalam ayat ini kita diajarkan untuk
  1. Tidak membenci/mendendam kepada orang lain
  2. Jangan sembunyikan namun berani terus terang menegor/membereskan perselisihan
  3. Tidak boleh membalas namun mengasihi

INTERPRETATION

Kalau kita sedang tidak senang atau berselisih dengan orang lain apa yang biasa kita lakukan? Menyimpan di dalam hati atau berani terus terang mengatakan dan membereskan? Kita yang hidup di budaya timur jarang sekali langsung membereskan hubungan dengan berani, kita terbiasa menyimpannya di hati lalu berpura-pura tidak ada masalah namun merespons dengan negatif setiap kali berhadapan dengan orang tersebut. Budaya yang enggan berterus terang karena menjaga perasaan orang ini perlu kita buang karena kita tidak boleh membiarkan orang tetap pada kesalahannya. Ingat Amsal 27:6 berkata Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. Sahabat yang sejati adalah seorang yang berani berterus terang dengan kita sehingga kita tetap hidup di dalam terang. Berani berterus terang menjaga orang untuk hidup terang terus.

APPLICATION

Kalau anda sedang berada dalam situasi berselisih maka belajarlah seperri Firman Tuhan di atas:
  1. Jangan menjadi pribadi pendendam dan pembalas namun yang mengasihi orang lain sebagaimana kita mengasihi diri sendiri
  2. Menjadi pribadi yang berani berterus terang kepada orang lain. Berani menegur meski dengan resiko dibenci.

PRAYER

Berdoa minta hati yang mau mengampuni dan keberanian untuk berterus teeang kepada orang lain untuk menegur, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang di dalam kebenaran
Devotion

Kudusnya Pernikahan

SCRIPTURE

Imamat 18:3 (TB) Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka.

OBSERVATION

Melalui peraturan yang bisa kita temukan dalam Imamat 18 ini, Tuhan memerintahkan Israel untuk meninggalkan segala kebiasaan seksualitas Mesir yang melatarbelakangi mereka dan berhati hati terhadap amoralitas seksualitas Kanaan yang menjadi tujuan perjalanan mereka. Peraturan ini memberikan arahan kepada Israel untuk menikah secara wajar serta melarang adanya hubungan seksual di antara keluarga terdekat, hubungan homoseksual (ayat 6-20,22), dan hubungan seksual dengan binatang (ayat 23).

INTERPRETATION

Keluarga adalah institusi pertama yang Allah ciptakan. Melalui keluargalah Tuhan mau menggenapi rencanaNya yang mulia. Adam dan hawa adalah keluarga pertama yang Tuhan ciptakan, namun semua itu telah rusak akibat dosa memasuki keluarga. Iblis muncul pertama sekali ketika institusi keluarga ini muncul, sebelum keluarga muncul iblis tidak memunculkan eksistensinya. Iblis menyadari akan betapa besarnya potensi dan rencana Allah atas keluarga sehingga ia begitu rupa mau menggagalkan rencana Allah dengan menghancurkan keluarga.
Kehidupan keluarga dan kehidupan seksualitas, yang merupakan elemen terpenting yang ikut mempengaruhi keberhasilan pembentukan masyarakat baru yang memuliakanTuhan. Kehancuran pernikahan, kerusakan sistem hidup keluarga dan amoralitas seksual akan menghasilkan kerusakan masyarakat dan Budaya. Karena itu pentinglah untuk membangun semuanya ini diatas prinsip kekudusan.
Tuhan tidak menginginkan kita menjadi sama dengan dunia (Pola Mesir dan Kanaan) yaitu dosa dalam budaya dan lingkungan anda. Pernikahan, sistem kehidupan keluarga dan kekudusan hidup seksualitas Anda memegang peranan penting dalam misi Allah bagi dunia.

APPLICATION

Baik kita yang masih single maupun yang sudah berelasi bangunlah relasi anda di dalam kekudusan dan tidak kompromi dengan dosa seksual. Hiduplah dalam kekudusan dan takut akan Tuhan dan pastikan kita membangun telasi dengan orang yang juga takut akan Tuhan supaya kita bisa membangun keluarga dan melahirkan anak-anak yang Ilahi. Yang juga penting disini adalah pernikahan didesign hanya untuk pria dengan wanita dan bukan sesama jenis.

PRAYER

Berdoa membawa kriteria calon pasangan hidup kita di hadapan Tuhan. Berdoa untuk dia yang sudah Tuhan sediakan supaya dipertemukn tepat pada waktunya. Dan kalau anda sudah berelasi berdoalah bersama pasanganmu setiap hari. Berdoa untuk keluarga kita saat ini.
Devotion

Tuhan Berfirman

SCRIPTURE

Imamat 17:1 (TB) TUHAN berfirman kepada Musa:

OBSERVATION

Dalam Perjanjian Lama asal kata Firman diterjemahkan dari kata Ibrani: Amar (אמר) dan Dabar (דָּבָר ). Dua kata ini ada dalam 1 Samuel 3:11 (ITB): “Lalu berfirmanlah (Amar (אמר) TUHAN kepada Samuel: “Ketahuilah, Aku akan melakukan SESUATU (Dabar (דָּבָר ) di Israel, sehingga setiap orang yang mendengarnya, akan bising kedua telinganya.” Dabar (דָּבָר ) dalam penggunaannya di Perjanjian Baru itu seperti halnya rhema, yaitu dengan pengertian: membuat dimengerti dan dikenal.

INTERPRETATION

Karena pemakaian Dabar dalam perjanjian baru seperti Rhema maka Saya jadi teringat dengan pembahasan Logos (λόγος) dengan Rhema (ῥῆμα), keduanya diterjemahkan sebagai Firman dalam bahasa Yunani di Perjanjian Baru. Namun keduanya memiliki perbedaan yang sangat mendasar.
Logos adalah sebuah kata yang diucapkan oleh sebuah suara dari seorang pribadi, sebagai perwujudan sebuah konsep atau ide (pemikiran). Sedangkan Rhema adalah membahas sesuatu yang telah diwujudkan (sesuatu yang sudah diperkatakan). Sebuah bunyi yang dihasilkan oleh suara dan yang memiliki pengertian tertentu dari apa yang sudah seseorang katakan. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat kita disimpulkan Perbedaan Logos dan Rhema disini adalah kalau Logos itu wujud dari konsep, sedangkan Rhema adalah yang memberikan penjelasan/pengertian dari satu topik atau bagian tertentu dari Logos. Sehingga Rhema adalah penjelasan mengenai sebagian Logos.
Penggunaan Logos dan Rhema dalam praktek seharian itu akan terlihat jelas pengertiannya dalam ayat: “terimalah… Pedang Roh, yaitu Firman (Rhema) Elohim” (Efesus 6: 17). Disini menunjukkan bukan pada seluruh Kitab Suci, melainkan satu bagian dari Kitab Suci tertentu (sebagian logos) yang Roh Kudus berikan & jelaskan pengertiannya untuk digunakan pada waktu yang diperlukan atau sesuai kebutuhan kita.

APPLICATION

Sewaktu kita membaca Firman ntah itu satu ayat, satu perikop atau pasal tertentu dari Alkitab atau Logos, maka kita dapat memperoleh penjelasan dan pengalaman (mengalami) sehingga ayat yang kita baca itu menjadi kita mengerti dan ketahui dalam kaitannya dengan kehidupan saat ini. Itulah yang dikatakan ayat yang berbicara pada kita sesuai dengan kebutuhan dan kondisi saat ini.
Itulah yang Roh Kudus kerjakan saat kita bersaat teduh atau merenungkan Firman. Pengertian yang kita dapatkan itulah yang disebut dengan Pedang Roh, jadi bukan keseluruhan Alkitab yang disebut Pedang Roh. Ketika kita menerima rhema, itu seperti kita telah menerima Pedang Roh. Inilah yang membuat kita berkemenangan melawan pergumulan dan pencobaan serta menjadikan bertumbuh rohani.
Untuk bisa mengubah Logos menjadi Rhema dalam hidup kita diperlukan pengertian, dan untuk bisa mengerti kita harus terlebih dahulu taat melakukan Firman Tuhan yang sudah kita tahu. Jadi bukan menunggu mengerti dahulu baru dilakukan, melakukan akan membawa kepada pengertian. Seberapa rindukah kita mau mengalami rhema? Seberapa taatkah kita dalam melakukan Firman Tuhan di dalam hidup kita?

PRAYER

Berdoa minta Roh Kudus memberikan kita pengertian dan mengajar kita tentang FirmanNya dan mintalah hati yang taat untuk melakukan Firman Tuhan dalam hidup kita.
Devotion

Jangan Sembarangan Waktu

SCRIPTURE

Imamat 16:2 (TB) Firman TUHAN kepadanya: “Katakanlah kepada Harun, kakakmu, supaya ia jangan sembarang waktu masuk ke dalam tempat kudus di belakang tabir, ke depan tutup pendamaian yang di atas tabut supaya jangan ia mati; karena Aku menampakkan diri dalam awan di atas tutup pendamaian.

OBSERVATION

Harun tidak diizinkan untuk kapan saja memasuki tempat kudus di belakang tabir (parõket), atau “pemisah,” di hadapan tempat pendamaian (kappõret) yang diuraikan dalam Keluaran 25:17- 21. Kappõret ini berasal dari kata kerja kãpar, “menutupi, mengampuni atau menghilangkan.” Oleh karena itu tutup Tabut Perjanjian, atau tutup pendamaian dapat juga disebut “tempat mendamaikan.” Sebagaimana ditetapkan pada ayat 29,30, masuk ke tempat kudus itu hanya diizinkan satu kali dalam satu tahun. Dan hal itu harus dilakukan sesuai dengan ketetapan yang diberikan.

INTERPRETATION

Momen perjumpaan dengan Tuhan dalam tutup pendamaian ini tidak bisa dilakukan setiap saat namun hanya setahun sekali saja. Kita patut bersyukur karena karya Yesus di atas kayu salib kita sekarang bisa bertemu Tuhan secara pribadi setiap saat oleh karya pendamaian Kristus.

APPLICATION

Orang Israel di masa dulu tidak boleh sembarangan ketika beribadah. Para imam pun hannya bisa setahun sekali mengalami Tuhan dalam ibadah. Bagaimanakah sikap kita Ketika kita beribadah, saat teduh bersekutu dengan Tuhan? Apakah kita bisa menghargai, menantikan dan menikmatinya? Bayangkan dahulu orang-orang percaya tidak bisa menghampiri Tuhan dengan sembarangan waktu namun sekaran gwaktu bukanlah masalah lagi. Apakah anda sudah saat teduh hari ini? Hargailah momen yang bisa kita miliki saat ini.

PRAYER

Bersyukur karena karya pendamaian Kristus kita bisa kapan saja datang menghampiri Tuhan. Berdoa minta hati yang mengasihi Tuhan.
Devotion

Kenajisan

SCRIPTURE

Imamat 15:31 (TB) Begitulah kamu harus menghindarkan orang Israel dari kenajisannya, supaya mereka jangan mati di dalam kenajisannya, bila mereka menajiskan Kemah Suci-Ku yang ada di tengah-tengah mereka itu.”

OBSERVATION

Perikop hari ini membahas ketidaktahiran dalam hal cairan yang keluar dari tubuh manusia baik pada pria maupun wanita. Secara umum orang yang mendapatkan kenajisan seperti itu, baru dapat menjadi tahir setelah tujuh hari tidak mengeluaran cairan tersebut. Ia harus mencuci pakaiannya dan membasuh tubuhnya dengan air mengalir, maka ia menjadi tahir (Imamat 15:13, 24, 28). Pada hari ke delapan, orang tersebut harus mempersembahkan burung sebagai kurban penghapus dosa dan bakaran melalui imam untuk pendamaiannya kepada Tuhan (Imamat 15:14-15, 29-30).

INTERPRETATION

Paerikop hari ini ini menunjukkan kepada kita bahwa penyakit, termasuk sesuatu yang umum pun, dapat menyebabkan seseorang menjadi najis, dan orang yang najis tidak diperbolehkan datang ke hadapan Tuhan.

APPLICATION

Oleh karena itu, kita perlu bersyukur bahwa di dalam Kristus kita menjadi tahir di hadapan Allah, dan dapat berjumpa dengan Allah dalam kondisi fisik seperti apa pun. Ini memperlihatkan betapa besar anugerah Allah yang telah kita terima dalam Kristus. Maka respons terbaik dari kita adalah dengan menaikkan syukur kita kepada-Nya!

PRAYER

Bersyukur atas pengorbanan Yesus dalam hidup kita. Bersyukur karena keselamatan adalah semata-mata anugerahNya bukan karena kelayakan kita.
Devotion

Kusta Di Rumah

SCRIPTURE

Imamat 14:34 (TB) “Apabila kamu masuk ke tanah Kanaan yang akan Kuberikan kepadamu menjadi milikmu dan Aku mendatangkan tanda kusta di sebuah rumah di negeri milikmu itu,

OBSERVATION

Imamat 14:33-57 menjelaskan proses penentuan dan pembersihan dari kusta di rumah orang Israel ketika mereka sudah masuk ke tanah Kanaan (ayat 33-34). Cara pengujiannya sama dengan pengujian terhadap pakaian (Imamat 13:47-59). Hanya bedanya, pakaian dapat dibakar kalau memang menunjukkan tanda kusta. Pada rumah batu, batu-batu yang terkena kusta harus dikikis supaya tidak merambat ke batu-batu lainnya. Kalau ternyata masih juga merembet ke batu-batu lainnya, rumah itu harus dibongkar total.

INTERPRETATION

Peraturan untuk mengatasi kusta yang terdapat rumah mirip dengan peraturan pada pakaian, sekali lagi hal ini menunjukkan bahwa umat Israel tidak boleh membiarkan hal apa pun dari luar menajiskan mereka. Bahkan rumah yang merupakan harta berharga bagi sebuah keluarga harus direlakan untuk dibongkar dan dibersihkan demi mencegah penajisan merajalela.

APPLICATION

Kalau perikop ini mmebahas rumah harus bersih dan suci dari kontaminasi kusta lalu bagaimana dengan kondisi rumah tangga dimana kita berada? Apakah kita juga selalu menjaganya dari kontaminasi dosa. Proses pembersihannya kadang harus keras, ada yang harus dibongkar. Namun, selalu ada pemulihan karena Tuhan adalah maha pengasih dan pengampun. Karena itu, sebelum dosa masuk merasuk dan merusak keluarga kita, lebih baik berjaga-jaga mencegah dengan terus memelihara persekutuan intim dengan Tuhan dan sesama anggota keluarga.
Lalu bagaimana kalau ada anggota keluargamu yang belum percaya kepada Tuhan atau bahkan jauh dari Tuhan dan hidup dengan cara dunia. Kalau dulu pemilik rumah harus menghadap imam, sekarang kita memiliki imam besar agung yaitu Yesus (Ibrani 4:14) Hadapkanlah namanya padaNya. Bawalah namanya dalam doa. Janji keselamatanNya bukan cuma untuk dirimu tetapi juga untuk seisi rumahmu.

PRAYER

Berdoalah untuk keluargamu, khususnya untuk mereka yang belum percaya kepada Yesus agar mereka boleh berbalik dan mengasihi Tuhan.