Jangan Menghakimi

SCRIPTURE

Roma 2:1 (TB)  Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.

OBSERVATION

Kata menghakimi (krinon) muncul tiga kali di dalam ayat 1. Kata ini di sini berarti memberikan penilaian tidak menyenangkan berupa mengecam atau mencari kesalahan. Orang yang tidak bebas dari Salah adalah orang yang mempunyai kekuatan besar untuk melancarkan kecaman, tetapi tidak dapat mendisiplinkan diri sendiri. Hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. 

Kalau ada yang berdosa dan keras hati ketika ditegur biasanya kita akan mengharapkan hukuman Tuhan atas orang tersebut. Namun ketika hal itu belum terjadi itu bukan karena Tuhan mengabaikan dosa namun kemurahan Allah. Bila terasa begitu lama, itu bukan untuk membiarkan orang punya lebih banyak waktu untuk berbuat dosa melainkan agar orang punya kesempatan untuk bertobat. Orang yang mengeraskan hati dan tidak mau bertobat akan menuai murka Allah pada saatnya kelak.

Lalu mengapa kita tidak boleh menghakimi? Paling tidak saya menemukan 4 alasan mengapa kita tidak boleh menghakimi.

#1. Sadari bahwa diri kita pun tidak luput dari salah. 

Roma 2:1 (TB) Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.

#2. Kita tidak punya hak untuk menghakimi. Karena menghakimi adalah haknya Tuhan. Dengan menghakimi maka kita mengambil peran Tuhan dan bahkan menjadikan diri kita sebagai tuhan bagi orang lain karena menghakimi adalah hak Tuhan sendiri.

Ibrani 10:30 (TB)  Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.”  

#3. Ukuran yang kita pakai untuk menghakimi akan diukurkan kepada kita.

Matius 7:1-2 (TB)
1 “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.

2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

#4. Penghakiman kita tidak adil dan berat sebelah. Adalah sukar bagi kita menghakimi dengan adil apalagi jika itu berkaitan dengan kepentingan kita, pasti kita akan menganggap diri kita lebih baik daripada orang lain. Dan kesalahan orang lain akan tampak jelas jika dibanding kesalahan kita sendiri. 

Matius 7:3-4 (TB)
3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.

APPLICATION

Apakah anda pernah menghakimi seseorang? Dalam hal apakah anda sering menghakimi orang lain? Ingatlah ke 4 hal di atas bahwa menghakimi bukanlah tugas dan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Itu bagian milik Tuhan bukan kita. Tidak ada yang namanya pelayanan menghakimi.

Tetap jaga relasi kita dengan Allah, maka hati nurani kita akan terus diasah tetap peka terhadap kebenaran Allah sehingga bisa dijadikan pegangan yang dipercaya dalam hidup. Semakin sering hati nurani itu dibius dan diabaikan, semakin tidak andal ia dalam membuat keputusan. Penghakiman itu akan datang maka jagalah hati Anda tetap bersih, sadar dan waspada.

PRAYER

Berdoa kepada Tuhan agar kita memiliki hatiNya, memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat dalam Kristus. Mari berdoa untuk orang-orang yang anda tahu sedang jauh dari Tuhan mati ucapkan berkat dan doa atas hidup meraka dan bukan penghakiman.

Hamba Kristus Yesus

SCRIPTURE

Roma 1:1 (TB)  Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

OBSERVATION

Ayat ini adalah pembuka dari surat yang dikirim oleh Paulus kepada jemaat di Roma. Di awal suratnya Paulus memperkenalkan dirinya sebagai hamba Kristus Yesus berarti ia adalah “budak” yang hidup untuk melayani Kristus Yesus. Ia menyebut dirinya “rasul” yang dipanggil dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

Paulus menggambarkan bahwa Allah sendiri yang mengaruniakan Paulus panggilan hidup yang mulia itu. Allah pulalah yang membuat pelayanannya membawa banyak berkat dan tulisannya ini menyandang otoritas ilahi untuk membentuk pemahaman dan penghayatan iman Kristen kita. Allahlah yang memanggilNya dan bukan manusia. Itulah sebabnya kata hamba yang dilanjutkan dengan kata Kristus dan bukan Yesus. Karena Kristus menggambarkan keilahianNya dan Yesus menggambarkan kemanusiaanNya. 

Hal ini juga ditegaskannya kembali dalam Galatia 1:1 (TB)  Dari Paulus, seorang rasul, bukan karena manusia, juga bukan oleh seorang manusia, melainkan oleh Yesus Kristus dan Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,

APPLICATION

Kita harus sadar bahwa panggilan kita ini adalah oleh Dia dan bukan manusia bahkan bukan organisasi gereja. Paulus menyadari hal ini apakah kita juga tahu bahwa apapun posisi pelayanan kita, kita mendapatkannya dan dipercayakan kepada kita bukan karena manusia, bukan karena organisasi tetapi hanya karena Tuhan.

So ketika anda dipercayakan apapun ingatlah bahwa anda dipanggil Allah sendiri. Anda bukan melayani manusia atau organisasi namun hanya Tuhan sendiri. So kalau anda mengalami masalah, pergumulan, kekecewaan, tidak dianggap, dicurangi, dikhianati pelayanan jangan pernah berhenti melayani Tuhan hanya karena alasan ini. Karena anda tidak pernah dipanggil dan dipilih oleh manusia dan organisasi namun Tuhan.

Kolose 3:23 (TB)  Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

PRAYER

Berdoa bersyukur karena Dialah yang memanggil kita bukan manusia dan oraganisasi. Bersyukurlah ketika manusia dan oraganisasi bisa mengecewakan kita namun tidak dengan Tuhan. Dia yang memanggil Dia yang menyediakan, Dia yang memperlengkapi.

Dioskuri

SCRIPTURE

Kisah Para Rasul 28:11 (TB)  Tiga bulan kemudian kami berangkat dari situ naik sebuah kapal dari Aleksandria yang selama musim dingin berlabuh di pulau itu. Kapal itu memakai lambang Dioskuri.

OBSERVATION

Dioskuri (Alkitab BIS: Dewa Kembar Kastor dan Poluks), adalah dewa pelindung para pelaut, yang dipercayai menjaga keamanan perjalanan di laut. Siapa saja yang melihatnya saat pelayarannya terlanda badai, dipercaya akan beroleh keberuntungan. Lalu mengapa Lukas, yang menulis Kisah Para Rasul ini, merasa perlu menyebutkan lambang kapal dari Aleksandria itu (KPR 28:11)?

Dengan mengingat bahwa Paulus dan teman-temannya sekapal selamat dalam pelayaran karena pertolongan Allah, maka lambang Dioskuri bagai sebuah ironi. Dipuja sebagai dewa pelindung pelaut, nyatanya ia tidak berbuat apa pun saat kapal Paulus dilanda bahaya. Tuhan, Pelindung Paulus, jelas jauh lebih berkuasa atas laut daripada sang Dioskuri. Di sini Lukas mungkin menyebut lambang Dioskuri dengan maksud untuk mempertentangkannya dengan perlindungan Allah yang nyata sebagaimana di-perlihatkan oleh kisah sebelumnya.

Dapatkah semua itu terjadi bila bukan Allah yang memberi pertolongan? Paulus bukan tidak tahu bahaya yang akan menimpa dia dalam perjalanan, karena Tuhan telah terlebih dahulu memberitahu dia. Namun dia juga tahu bahwa Allah menginginkan dia sampai ke Roma. Karena itu dia berani menanggung segala risiko perjalanan yang dia tempuh.

APPLICATION

Mendapat tanggung jawab untuk melayani tidak selalu berarti bahwa kita akan dapat mengerjakannya dengan lancar senantiasa. Kadangkala ada hambatan dari diri sendiri, kadang ada hambatan dari luar. Namun bila kita yakin bahwa itulah tugas yang Tuhan percayakan kepada kita, maka yakinilah juga bahwa Dia akan menyertai Anda sampai pada kesudahan zaman.

PRAYER

Berdoa bersyukur atas perlindungan dan penyertaan Tuhan atas hidup kita. Bersyukur karena Dia tidak pernah meninggalkan kita. Imanuel Allah beserta kita.

Berani Bicara

SCRIPTURE

Kisah Para Rasul 27:10-11 (TB)
10 “Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita.”

11 Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nakhoda dari pada kepada perkataan Paulus.

OBSERVATION

Berlayar di musim dingin memang tidak aman, karena akan menghadapi banyak aral melintang, misalnya angin dan badai. Itu dialami oleh Paulus dalam perjalanannya ke Roma. Perjalanan kapal yang ditumpangi Paulus mengalami kelambatan karena kondisi angin dan cuaca yang buruk (KPR 27:4-8). Entah kapan mereka akan tiba di Roma.

Paulus memiliki pengalaman dalam perjalanan laut saat ia mengabarkan Injil ke berbagai tempat. Ia pernah mengalami 3x kapal karam dan sehari semalam terkatung-katung di laut (Kor. 11:25). Bisa dimaklumi bila ia dapat memperkirakan bahaya yang akan mengancam perjalanan mereka. Tentu saja Paulus tidak bisa diam saja melihat semua itu. Kemudian ia memperingatkan awak kapal untuk tidak melanjutkan perjalanan (KPR 27:10). Tentu saja para awak kapal sulit mempercayai saran seorang tahanan yang tidak punya pengalaman sebagai pelaut (KPR 27:11). Namun waktu akan membuktikan bahwa saran Paulus benar adanya.

Dalam nas ini, kita masih melihat Paulus yang tidak sungkan untuk berbicara dan menyampaikan hal yang benar. Hanya saja topik yang dibicarakannya kali ini berkaitan dengan masalah pelayaran dan cuaca. Meski tahu bahwa ia bukan ahlinya, namun pengalaman dan pemahamannya membuat dia tidak menutup mulutnya. Ia tahu dampak yang akan dialami orang banyak bila ia diam saja.

APPLICATION

Banyak orang takut bicara hal yang benar karena tahu risiko yang akan ditanggung bila ia membuka mulutnya. Hendaknya kita belajar dari Paulus. Beranilah menyuarakan pendapat yang benar, meski akhirnya ditolak. Terutama bila hal itu berkaitan dengan kepentingan orang banyak. Nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Matius 5:37 (TB)  Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

2 Timotius 4:2 (TB)  Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

PRAYER

Berdoa agar kita diberikan keberanian untuk menyatakan kebenaran, memberitakan Firman, menyatakan apa yang salah, menegor dan menasehati dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Galah Rangsang


SCRIPTURE

Kisah Para Rasul 26:14 (TB)  Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang.

OBSERVATION

Apa maksud dari perkataan Yesus kepada Paulus tentang sukar bagimu menendang ke galah rangsang? Apa itu galah rangsang? Dalam terjemahan lain galah rangsang diartikan sebagai:

1. Tongkat tuannya (BSD)

2. Tongkat Runcing (ILT)

3. Tongkat Tajam Gembalanya (TSI)

4. Kosa (TL)

Ini satu-satunya dari tiga kisah pertobatan Paulus yang berisi kata-kata sukar bagimu menendang ke galah rangsang. Sukar artinya `menyakitkan’ dan bukan `sulit.’

Kalimat ini merupakan sebuah kiasan yang dijumpai di dalam bahasa Yunani dan bahasa Latin, tetapi ketika itu tidak dikenal di dalam bahasa Ibrani atau Aram. Kata “sukar bagimu” adalah sebuah peribahasa Yunani yang artinya: menentang sesuatu dengan percuma: seperti perlawanan seekor sapi yang menendang gelagah rangsang dan hanya mendapat luka karenanya. Galah rangsang. Sebuah tongkat yang dipakai untuk memecut hewan-hewan penarik beban.

Mungkin ungkapan ini menunjukkan bahwa nurani Paulus tidak sepenuhnya sejahtera ketika menganiaya orang Kristen. Kita jangan berpikir bahwa Paulus sudah menyadari dosanya ketika itu. sebab di bagian yang lain dia menceriterakan bahwa dia menganiaya gereja tanpa pengetahuan (I Tim. 1:13).

Sekalipun demikian. jauh di dalam pikirannya terdapat semacam keyakinan bahwa mungkin saja Stefanus dan orang Kristen lainnya itulah yang benar: dan Tuhan sekarang menunjukkan kepadanya bahwa tekanan tersebut merupakan tekanan yang berasal dari Tuhan.

APPLICATION

Kita tidak dapat mententang sesuatu yang percuma kita melawannya misalnya saja melawan kehendak Tuhan. Firman-Nya tidak akan peenah gagal namun akan selalu berhasil (Yes 55:11).

Dalam hal-hal apa saja kita sedang bersebrangan dengan Tuhan? Adakah ada hal yang kita tahu Tuhan meminta kita untuk melakukannya namun kita melawan dengan mengeraskan hati? Ingatlah peristiwa Paulus, yang sia-sia mencoba melawan kehendak Tuhan.

Ada rencanaNya yang besar dalam hidup Paulus ketika Tuhan mengintervensi menghentikan Paulus dalam usahanya menganiaya jemaat. Begitu juga ketika Tuhan mengintervensi menghentikan sesuatu dalam hidupmu, jangan lawan kehendak Tuhan. Berilah dirimu untuk masuk dan taat kepada rencana-Nya dalam hidupmu.

PRAYER

Berdoa agar kita diberikan hati yang mau taat kepada Kehendak Tuhan dalam hidup kita. Minta supaya hati kita yang keras dilembutkan. Serahkan semua rencanamu, kehendakmu, cita-citamu jangan berjuang melawan Tuhan namun berjuanglah melawan dirimu sendiri.

Sindrom Festus & Feliks

SCRIPTURE

Kisah Para Rasul 25:9, 20, 25 (TB)
9 Tetapi Festus yang hendak mengambil hati orang Yahudi, menjawab Paulus, katanya: “Apakah engkau bersedia pergi ke Yerusalem, supaya engkau dihakimi di sana di hadapanku tentang perkara ini?”
20 Karena aku ragu-ragu bagaimana aku harus memeriksa perkara-perkara seperti itu, aku menanyakan apakah ia mau pergi ke Yerusalem, supaya perkaranya dihakimi di situ.

25 Tetapi ternyata kepadaku, bahwa ia tidak berbuat sesuatu pun yang setimpal dengan hukuman mati dan karena ia naik banding kepada Kaisar, aku memutuskan untuk mengirim dia menghadap Kaisar.

OBSERVATION

Banyak orang yang tahu kebenaran, tetapi hidupnya tidak sesuai dengan kebenaran itu. Orang semacam itu akan ragu-ragu mengambil keputusan yang didasarkan atas kebenaran.

Festus ternyata tidak berbeda jauh dengan Feliks. Ia peragu. Dalam bertindak, ia lebih suka mengikuti kemauan orang lain daripada berdiri di atas prinsipnya sendiri. Ia juga rela mengorbankan Paulus sebagai sebuah anugerah bagi orang Yahudi, demi mengambil hati mereka. Padahal, Paulus tidak bersalah, baik terhadap hukum Taurat, Bait Suci, maupun terhadap Kaisar. Orang Yahudi sendiri juga tidak dapat membuktikan kesalahan yang mereka tuduhkan, dan Festus sendiri juga mengakui bahwa Paulus tidak bersalah (KPR 25:25). Karena itu Paulus menegur perbuatannya (KPR 25:11). Paulus juga menuntut haknya sebagai warga negara Romawi dengan naik banding kepada Kaisar.

Sikap Festus yang peragu juga membuat dirinya sendiri mengalami kesulitan dalam memeriksa perkara Paulus (KPR 25:20), serta dalam menuliskan surat pengantar kepada Kaisar tentang tuduhan-tuduhan yang diajukan kepada Paulus. Terlebih masalah Paulus adalah masalah agama, bukan masalah hukum. Oleh karena itu, ia harus meminta masukan dari raja Agripa II (saudara dari Drusila, isteri Feliks) dan orang-orang yang terkemuka di Kaisarea. Hal ini membuat dia mengalami dilema karena takut mengirimkan seorang tahanan kepada kaisar, tanpa memaparkan kesalahan atau tuduhannya (KPR 25:27).

APPLICATION

Begitulah kesulitan yang akan dialami orang yang ragu-ragu dan tidak berani tegas dalam mengambil keputusan berdasarkan kebenaran. Selain merugikan orang lain, sesungguhnya kita juga merugikan diri sendiri. 

Pada awalnya kita akan menjadi gelisah karena tindakan kita bertentangan dengan hati kita. Dan lama kelamaan, hati nurani kita akan menjadi tumpul dan tidak peka lagi terhadap kebenaran. Karena itu, jangan pernah lalaikan setiap kebenaran yang bersuara di hati kita ketika kita bertindak atau mengambil suatu keputusan. Selain itu, pertajamlah kebenaran suara hati itu melalui firman Tuhan yang kita dengar atau baca tiap-tiap hari.

PRAYER

Berdoa minta hati nurani yang murni itu terus ada dalam hati kita dan hati yang taat kepada kebenaran suara hati.

Clear Conscience

SCRIPTURE

Kisah Para Rasul 24:16 (TB)  Sebab itu aku senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia.

OBSERVATION

Hati nurani yang murni tercatat dalam Alkitab sebagai salah satu senjata yang penting untuk suatu kehidupan rohani dan pelayanan yang berhasil (2Kor 1:12; 1Tim 1:19).

2 Korintus 1:12 (TB)  Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah.

1 Timotius 1:19 (TB)  Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka,

Hati nurani yang murni dalam bahasa terjemahan inggrisnya tertulis clear conscience, yang artinya kemampuan yang dapat membedakan apakah tindakan kita benar atau salah. Hal ini berperan dalam penyesalan yang terasa ketika kita melakukan sesuatu yang melawan nilai moral masyarakat dan untuk merasakan rectitude atau integritas pada saat tindakan kita mengkonfirmasi nilai moral tersebut. Ini juga adalah sikap dimana membentuk justifikasi moral kita sebelum melakukan sesuatu.

1) Suatu hati nurani yang murni berarti kebebasan batiniah dari roh. Kebebasan ini timbul apabila kita mengetahui bahwa Allah tidak sakit hati oleh pikiran dan tindakan kita.

(Kis 23:1; Mazm 32:1; 1Tim 1:5; 1Pet 3:16; 1Yoh 3:21-22).

2) Apabila kemurnian hati nurani tercemar maka iman, kehidupan doa, hubungan dengan Allah serta kehidupan yang penuh kebajikan menjadi rusak sekali (Tit 1:15-16); jikalau orang menolak hati nurani yang murni itu maka karamlah imannya (1Tim 1:19).

APPLICATION

Untuk bisa memiliki hati nurani yang murni kita bisa belajar dari 2 Kor 1:12: yaitu dengan memiliki ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karunia Allah. Untuk terus memiliki hati nurani yang murni. Jaga

1. Ketulusan

2. Kemurnian

Kedua hal ini hanya bisa didapat dari Allah yang kita terima dengan kekuatan kasih Karunia dan bukan hikmat duniawi. Kita perlu terus bergantung kepada Tuhan dan bukan kepada pengalaman kita. Kita harus senantiasa menjaga ketulusan dan kemurnian hati kita.

PRAYER

Berdoa minta Roh Kudus menyelidiki hati saudara apakah benar hati kita sudaj tulus dan murni di hadapan Tuhan. Akuilah semua motivasi-motivasi yang tidak murni yang masih ada di hati kita, tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Dan tidak ada yang tidak dapat dipulihkan oleh Tuhan.