Cepat Marah = Bodoh

SCRIPTURE

Amsal 14:29

(29) Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Amsal 19:19

(19) Orang yang sangat cepat marah akan kena denda, karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.

Pengkotbah 7:9

(9) Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.

OBSERVATION

Penahkah anda begitu dikuasai oleh amarah anda karena apa yang sedang anda hadapi? Hari ini saya begitu dikuasai amarah ketika ada hal yang tidak bisa diselesaikan secara cepat. Hal yang menurut saya adalah hal sepele namun begitu menjadi rumit ketika berusaha untuk diselesaikan. Masalahnya timbul dari akibat karena susahnya mengatur jadwal untuk pertemuan sesama team pelayanan. Untuk mengatur kapan supaya bisa bertemu saja membuat saya begitu kehilangan kesabaran, saya berpikir mengapa orang-orang tidak ada yang mau belajar untuk berkorban supaya akhirnya kita semua bisa menentukan kapan sebenarnya kita akan kumpul.

Namun hari ini saya tersadar bahwa sayalah orang yang tidak mau berkorban itu, saya tidak melihat pribadi-pribadi ini sebagai pribadi dan hanya melihatnya sebagai alat untuk menyelesaikan masalah. Firman Tuhan berkata kalau kita lekas marah kita adalah orang bodoh. Tidak salah kalau marah tetapi lekas marah itu bodoh. Nah saya melihat kebodohan itu ada dalam diri saya hari ini.

Hari ini saya belajar beberapa kebodohan yang saya lakukan hari ini:

  • Saya Egois tidak melihat kondisi dari masing-masing individu yang terlibat dalam pertemuan itu. Karena yang ikut dalam pertemuan yang akan diadakan ini ada yang sudah berkeluarga, yang tentu saja waktu dan prioritasnya jauh berbeda dengan kami yang masih muda dan belum berkeluarga ini.
  • Setelah melewati ini saya melihat bahwa amarah membuat saya tidak mampu berpikir jernih, padahal jalan keluar dari masalah ini begitu simpel saja, dan tidak ada yang dikorbankan. Amarah mematikan hikmat.
  • Hubungan yang sedang saya pertaruhkan. Saya lupa bahwa yang terpenting adalah relasi bukan project oriented tetapi people oriented.

Kesabaran dalam bahasa aslinya adalah “tabun/tebunah/tobunah” yang artinya pengertian, kepintaran. Kesabaran adalah hasil dari pengertian kita akan latihan apa yang sedang Tuhan sedang ujikan pada kita. Kalau kita bisa melihat dari perspektif ini maka hal inilah yang memberikan kita kemampuan untuk bersabar karena kita tahu Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia.

APPLICATION

Harusnya buah Roh “kesabaran” dan juga elemen kasih “sabar” yang saya hidupi. Sabar dan tidak cepat terbawa emosi, sehingga tidak mudah terhasut dan terpancing untuk melakukan tindakan bodoh. Cepat mendengar, lambat berkata-kata dan lambat untuk marah. Karena amarah kita tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Tuhan. Amarah manusia seringkali bersifat destruktif daripada konstruktif. Berikut saya dapatkan bebeapa tips menyelesaikan masalah ketika kita sedang dikuasai amarah

  • Jangan konfrontasi ketika kita sedang dikuasai amarah. Jangan temui siapapun karena itu hanya akan semakin mengobarkan amarahmu. (Jadi semakin kelihatan bodoh)
  • Buanglah amarah dengan bergumul tentang kira-kira latihan apa yang sedang Tuhan uji kepada saya lewat hal ini? Bertanyalah juga, kalau Tuhan di posisi saya apa yang akan Dia lakukan? (What would Jesus Do?)
  • Ingat bawah pikiran-keputusan-perasaan. Perubahan pola pikir akan mengubah perasaan kita.
  • Baru kita temui orang yang bersangkutan

Yakobus1:19

Pendengar atau pelaku firman

(19) Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah(20) sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. (21) Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.(22) Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri. (23) Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin. (24)Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya. (25) Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya. (26) Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya. (27) Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

PRAYER

Tuhan ampuni kebodohanku hari ini, Roh Kudus tolong aku menjadi orang yang tidak lekas marah, memiliki buah roh kesabaran dan karakter kasih yaitu sabar dalam hidupku. Terima kasih Tuhan untuk pengajaranMu hari ini. Dlam nama Yesus Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s